Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI KEPUNG RAJA XUAN

Di lain sisi, Aluna terlihat sibuk menjahit sebuah sapu tangan, Wajahnya nampak gembira. Sedangkan Arya, Pemuda itu tetap berwajah ketat, Seolah penuh kewaspadaan.

"Arya, Lihat...aku menyulam mirip seperti ibu." Aluna tersenyum kecil menunjukkan hasil rajutannya pada Arya. Arya mengangguk, Walaupun tersenyum, Kedua matanya nampak tajam dan penuh kekhawatiran.

"Ada apa, Apa kamu lapar." Tanya Aluna dengan polos, Arya menggeleng. Menatap istrinya dengan mata yang melembut. "Aluna, Jika aku tidak ada, Jangan pernah percaya pada siapapun, Termasuk orang-orang di kediaman-ku." Tubuh Aluna menegang, Kedua mata jernihnya berkaca-kaca. "Kau...ingin meninggalkan-ku?" Tanyanya, Gemetar.

"Tidak, Aku hanya ingin melihatmu bahagia. Aku sudah terlalu membuatmu menderita." Aluna menggeleng keras, Ia memeluk Arya dengan kencang. "Arya sudah janji, Tidak akan meninggalkan-ku. Arya ingin berbohong?" Arya menggeleng pelan, Kedua matanya menjadi sayu. Ia tak kuat melihat Aluna kembali menangis karna dirinya.

"Aku tidak mau sendirian lagi." Arya mendekap Aluna, Ia hampir mati karna racun, Dan sekarang. Racun itu sudah dapat teratasi. Tetapi, Justru masalah baru datang. Kerajaan Xuan.

Tok! tok!

Arya dan Aluna menoleh, Seseorang mengetuk pintu mereka dengan irama yang berbeda. Ini, Pasukan bayangan milik putra mahkota Seno. Arya mendekat ke arah pintu. "Tuan, saya datang atas perintah pangeran. Surat yang anda minta di kirimkan menuju perbatasan. Akan segera sampai ke kerajaan Dariyan." Senyum Arya terbit setelah sekian lama, Tanpa membuka pintu, Ia berbicara lewat setitik cahaya pintu yang terbuka.

"Baiklah, Ucapkan terima kasih pada pangeran Seno." Ucap Arya, Tak lama. Pasukan bayangan itu pergi begitu saja. Arya menatap Aluna dengan wajah yang lebih lega. "Sudah, Jangan menangis." Arya mengusap wajah Aluna, Gadis itu mengangguk sambil cemberut.

Aluna mendorong Arya dengan kesal." Aku ingin makan ayam, Sekarang!" Wajahnya mengembung kesal, Bukannya marah. Arya justru terlihat gemas. "Baik, Akan aku ambilkan ayam untukmu sekarang." Arya menarik lembut pipi cabi Aluna. "Baik." Aluna kembali duduk dan merajut. Sedangkan Arya, Ia pergi menuju dapur.

Arya berjalan menuju dapur yang berada di paviliun timur, Beberapa pelayan menunduk takut saat berpapasan dengannya. Arya tidak ingin ambil pusing, Ia hanya ingin memberikan sesuatu untuk aluna.

Pria itu, Orang Dariyan.

Kuping Arya seketika menajam. Beberapa pelayan yang lewat tahu dengan jelas identitasnya. Apa mungkin semua orang yang berada di kediaman putra mahkota tahu bahwa ia memang menatap di sana?

"Tunggu!" Para pelayan itu terkejut dan menghentikan langkahnya. Badannya berdiri meringkuk seolah sedang ketahuan mengambil sesuatu. "Y..ya, Tuan." Jawab kedua pelayan itu dengan takut dan gugup. "Apa kalian pelayan khusus putra mahkota?" Arya menatap tajam kedua pelayan itu. Wajahnya cemas, Nafasnya tak beraturan dan keningnya berkeringat dingin.

Sring!

Arya menempelkan ujung belati dinginnya pada salah satu pelayan itu, Pelayan lainnya jatuh terduduk sambil bergetar ketakutan. "Tu...tuan?!" Arya sedikit menyayat leher pelayan wanita itu, Hingga sedikit berdarah. "Aku tau, Kalian mata-mata, Beritahu aku siapa yang menyuruh kalian, Kalau berbohong. Leher kalian akan ku tebas." Dua pelayan itu bergetar ketakutan.

"Pa-pangeran Arnold, Dia...."

"Yang mulia, Gawat!"

Arya menoleh, Beberapa prajurit khusus milik pangeran Seno datang dengan tergesa-gesa. Wajahnya panik dan begitu ketakutan. "Pangeran Arnold, Sedang menuju ke sini!" Teriaknya, Jantung Arya serasa ingin copot, Bukan karna takut mati, Tetapi rasa khawatirnya pada Aluna Membuncah hebat.

"Kami sudah menyiapkan kereta kuda di halaman belakang, Anda dan nona Aluna bisa memakainya untuk melarikan diri." Ucap ketua prajurit itu, Arya menelan saliva-nya berat, Bagaimana bisa ia percaya tanpa adanya pangeran Seno di sini? Seno berpesan, Bahwa satu-satunya tempat paling aman adalah kediaman ini. Tetapi, Kedua prajurit ini apakah mungkin berbohong?

"Aku tidak akan pergi." Tegas Arya, Wajah prajurit itu menjadi serius. Mereka saling memandang dengan seutas mata tajam.

"ARYAA!"

Arya menoleh, Teriakan ketakutan itu... Ia tahu betul. ALUNA, Istrinya. "Kalian!" Arya menatap para prajurit itu dengan wajah murka, Tanpa ampun, Ia langsung menebas leher kelima prajurit itu, Hingga kedua pelayan wanita itu langsung berwajah pucat. Orang Dariyan, Benar-benar tak kenal ampun.

"JIKA SESUATU TERJADI PADA ISTRIKU, AKU AKAN MENGHANCURKAN NEGERI XUAN!" Teriaknya, Ia berlari kencang menuju kediaman belakang. Beberapa orang terlihat memakai penutup wajah, Sambil membopong Aluna yang terlihat tak sadarkan diri. Belum sempat Arya mengejar, Kereta kuda itu sudah lebih dahulu berjalan.

Arya berjalan menuju tempat penangkaran kuda, Ia segera membunuh kusir yang hendak memprotes keberadaannya. Ia tak punya banyak waktu untuk meladeni siapapun. Aluna adalah permata miliknya. Akan ia bunuh siapapun yang menyentuh gadisnya.

Kuda hitam itu melaju cepat, Mengejar kereta kuda yang berjarak lumayan jauh. Suasana sekitar masih terlihat mengembun, Bekas hujan tadi malam. Arya tak peduli soal apapun, Ia hanya ingin Aluna baik-baik saja.

"PANAH DIA!"

Teriakan seseorang yang terdengar familiar, Tetapi Arya tak mengetahui sumber suara itu. Tak lama dari suara itu, Puluhan panah menghujaninya tiba-tiba, Arya menangkisnya dengan pedang kecil miliknya.

Jleb!

Salah satu panah itu menancap tajam di punggungnya, Ia segera mencabutnya tanpa meringis sedikit pun. Ia sudah sadar, Bahwa kini ia sudah pulih, Tak ada penyakit gila yang membuatnya gelap mata, Dan tak ada tubuh lemah yang bisa membuatnya tak bisa berjalan, Ia benar-benar merasa lebih ringan.

Kudanya berhenti di sebuah benteng pelindung besi yang berada di tengah hutan. Pangeran Arnold tersenyum simpul. Di sebelahnya, Ada raja Derry yang menatap tajam dirinya.

"Kita bertemu lagi, Pangeran Arya dari Dariyan." Raja Derry menatap tajam Arya, Ia cukup mengagumi kelincahan dan ketajaman Arya dalam menangkis panah pasukannya. Bahkan belum pernah ada yang lolos dari serangan panah khas kerajaan Xuan.

"DI MANA ISTRIKU!" teriaknya tanpa rasa hormat sedikit pun, Raja Derry terkekeh pelan. Wajahnya terlihat meremehkan. "Tunggu sebentar, Kalau kau ingin melihat istrimu lagi, Bersujud-lah di bawah kaki-ku." Perintah raja Derry, Arnold tertawa kecil. "Pfttt...Orang Dariyan yang malang." Kekehnya.

"AYAH, ini tidak seperti yang ayah pikirkan." Seno datang dengan wajah khawatir, Ekspresi wajah raja Derry langsung menajam, Menatap Seno dengan air wajah penuh kekecewaan. "Aku memintamu untuk menangkap mereka, Tapi kau justru melindungi mereka, Kau mengkhianati kerajaan Xuan!" Bentaknya, Seno menelan saliva-nya kasar.

"Ayahanda, Aku punya sesuatu untuk di ceritakan. Ini soal mereka." Raja Derry mencengkram kerah zirah milik Seno, Lalu mendorongnya dengan kasar. "Apa kau mulai memihak pada kerajaan Dariyan, Kau melupakan bibimu. KATAKAN SENO!" teriak raja Derry, Kedua matanya memerah menahan amarah.

"Ayahanda, Aku masih mengingat bibi. Ini...berhubungan dengan..." Arnold maju dan memotong ucapan Seno. "Ayahanda, Sepertinya kakak sangat menginginkan tahta, Sehingga dia bersedia melakukan apapun untuk lebih cepat menempati tahta." Ucap Arnold, Raja Derry menatap tajam Seno. Ia menghempaskan tangannya. "Dengarkan Titahku. Pangeran Seno berkomplot dengan musuh, Dia akan di asingkan ke kota Luera."

"AYAH, Dengarkan aku!" Teriak Seno, Para prajurit itu mencoba menahan kedua tangan Seno, Seno tidak takut di asingkan. Ia hanya ingin menepati janjinya pada bibinya.

"ALUNA ITU PUTRI BIBI, AYAH!" teriak Seno, Meskipun tubuhnya terus di tarik paksa menuju sebuah kereta kuda.. Raja Derry menoleh, Kedua matanya tertegun.

Selina? Punya seorang putri?

"TUNGGU!" Wajah Arnold berubah pias, Seno di lepaskan begitu saja. Apa karna nama adik raja Derry yang sudah lama meninggal itu? Arnold tak pernah mengenal dekat Selina, Karna ibunya hanyalah selir. Sedangkan, Sedari awal Arya hanya menyimak, Tetapi kedua matanya sibuk mencari keberadaan istrinya sambil menahan darah yang terus menetes dari punggungnya.

TBC

like dan komen.

1
jenny
waspada dengan pangeran Arnold... sepertinya dia akan melakukan penyerangan.
jenny
rajin update dunk kak...
cz selalu ditunggu kelanjutannya. 🙏
Author hidup: okeeyy, di tunggu yaa
total 1 replies
jenny
semoga Seno bisa menyelamatkan Arya dan Aluna.
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!