didunia ini dimana sihir adalah segalanya, sedangkan Kyle Rouseyn dianggap sebagai yang terlemah dalam bidang sihir
Kyle adalah murid kelas 2 akademi sihir reveign yang terkenal karna menghasilkan banyak kandidat hero, semua murid dan orang orang menganggap kyle tidak akan pernah bisa menjadi hero. kyle tidak memperdulikannya, dia terus berusaha untuk membuktikan dirinya bisa menjadi hero
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon satria satsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hubungan adik dan kakak
Luna menatap kyle dengan tatapan bingung. "Kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya luna dengan bingung
"Karna kalian memang cantik saat melihatkan penampilan asli" jawab kyle dengan santai dan jujur
"Dulu di kerajaan lain, kami sering di perlakukan buruk oleh para manusia karna kami bukan ras manusia sepenuhnya" ujar luna
"Di kerajaan ini semua ras sama saja, manusia dan ras lainnya saling menghargai" balas kyle
"Benarkah?" tanya luna dengan nada memastikan
"Ya, aku saja manusia setengah elf" jawab kyle sambil melihatkan telinganya
"Syukurlah jika disini semua ras bisa akur" ujar luna
"Sekarang jangan takut melihatkan penampilan asli kalian" balas kyle sambil tersenyum
Luna memegang kedua telinganya lalu muncul cahaya berwarna putih dari seluruh tubuh luna
Rambut dan bulu dari ekor dengan telinganya luna berubah warna jadi putih. "Ini adalah penampilan asliku" ujar luna dengan malu malu
Kyle terpukau cukup lama. "Kau jadi lebih cantik lagi, luna" ucap kyle dengan jujur
Wajahnya luna memerah. "Terima kasih atas pujiannya" ujar luna
"Aku hampir terlambat ke akademi, kalian ikuti tifana kembali ke rumahku" ucap kyle
"Tidak, aku ikut kau ke akademi" bantah luna
"Tapi kita akan menarik perhatian jika kau ikut denganku" ucap kyle
"Aku bisa menjadi rubah kecil lalu aku akan di pundakmu" balas luna
"Baiklah baiklah, tapi kenapa kau sangat ingin ikut denganku?" tanya kyle
"Tidak ada apa apa kok, aku hanya ingin ikut denganmu" jawab luna dengan gugup
"Kakak sudah jatuh cinta ke dia" bisik lira
Wajahnya luna memerah. "Tidak kok, aku hanya ingin ikut dengannya" balas luna dengan malu malu dan gugup
"Tifana, tolong jaga lira" ujar kyle
"Ya, aku akan menjaganya" seru tifana
Saat kyle berjalan di gerbang akademi, ia melihat semua orang menatapnya karna dipundaknya ada rubah putih kecil
"Mereka semua melihat kita, kyle" bisik luna
"Ya, dan itu karna kau" balas kyle
Semua murid memandang luna dengan tatapan kagum dan terpukau. Saat sudah dikelas, kyle dikerumuni oleh teman teman sekelasnya yang penasaran dengan luna
"Kyle, apa rubah putih di pundakmu itu adalah hewan peliharaan?" tanya salah satu murid
"Bukan hewan peliharan, tapi sesuatu yang lebih dari itu" jawab kyle dengan jelas
"Dia sangat lucu, kyle" ujar sara sambil menatap luna
"Ya, itu memang benar. Dia sangat lucu" balas kyle
"Kau selalu saja memujiku, kyle" ucap luna dalam hati
"Kau menemukan rubah putih itu dimana, kyle?" tanya loyd
"Aku menemukannya saat sedang di hutan dan dia juga sedang terluka"
"Untuk sekarang lukanya sudah ku obati" jawab kyle
Saat bel istirahat berbunyi, kyle pergi membeli makanan di kantin lalu pergi ke lapangan lama yang sangat sepi
"Luna, sekarang kau boleh menggunakan wujud manusiamu" ujar kyle
Perlahan tubuh luna membentuk wujud manusia. "Akhirnya" ucap luna
"Ini, aku membelikanmu makanan" ujar kyle sambil memberikan makanan ke luna
"Terima kasih, kyle" balas luna sambil tersenyum
Setelah selesai makan, luna kembali ke wujudnya yang jadi rubah kecil dan naik ke pundak kyle
Saat bel pulang, kyle segera pulang ke rumahnya. Saat sudah dihalaman rumah, lira berlari menghampiri mereka
"Kakak dan kyle sudah pulang" ujar lira dengan perasaan senang
"Kami pulang, lira" balas luna sambil tersenyum
"Dari tadi lira terus terusan tidak bisa diam saat menunggu luna pulang" ujar tifana
"Lira pasti rindu dan khawatir dengan luna" seru kyle
"Kalian bisa menggunakan kamar disebelah kamarku"
"Disana ada satu kasur yang cukup besar untuk kalian berdua" ibunya kyle dari ambang pintu
"Terima kasih sudah mengizinkan kami menginap" ujar luna dan lira secara bersamaan
"Kalian tidak menginap, mulai sekarang kalian akan tinggal disini" balas ibunya kyle sambil tersenyum
"Kenapa anda sangat baik terhadap kami?" tanya luna dengan nada sopan
"Karna kalian istimewa dan kalian tidak boleh lagi tinggal dihutan"
"Kami khawatir dengan kalian" jawab ibunya kyle dengan tegas
"Kami benar benar berterima kasih" ujar luna dan lira secara bersamaan