Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Dalam Lukisan

Gadis Dalam Lukisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Janda / Romansa
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Alethea adalah seorang kurator museum yang bekerja di museum national gallery art di Washington. Dia sudah dua tahun ditingga! suaminya yang meninggal akibat kecelakaan ski. Suatu hari, dia mendapatkan kiriman lukisan wajahnya. Pengirimnya tertanda dari kota kecil di Irlandia. Alethea diutus oleh bossnya untuk mencari pelukisnya. Tidak mudah untuk mencari hingga dia tiba di desa kecil bernama Cedliff. Di sebuah hotel desa dia bertemu dengan Satoru Shinoda yang terkejut melihatnya. Tanpa Alethea tahu, Satoru adalah pelukisnya. Satu pertanyaan. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya tapi bagaimana Satoru bisa melukis wajah Alethea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satoru Tiba-tiba Romantis

Alethea duduk di samping Satoru usai mereka candle light dinner. Alethea tidak mau tahu dari mana Satoru dapat mobil karena dia sadar betapa sultannya keluarga besarnya. Bisa dibilang, bahkan anggota keluarganya yang pekerjaannya biasa pun tetap masuk golongan sultan.

"Kamu masih berapa lama di Washington?" tanya Alethea.

"Sekitar semingguan sebelum aku safari ke Eropa. Dua asistenku sudah menyiapkan semua jadwalnya dan kami akan pergi sesuai dengan agenda," jawab Satoru sambil menyetir mobilnya ke arah rumah Alethea.

"Berapa lama di Eropa? Apakah kamu akan merayakan Natal di sana?"

Satoru terdiam. "Soal berapa lama, aku belum tahu. Yang jelas, keluarga kami mendapatkan undangan perayaan Natal dari Raja Nicholas of England."

Alethea melongo. " King Nicholas? Of England?"

"Bisa dibilang dia sepupu ipar aku," jawab Satoru cuek.

"Serius, Toru. Kamu itu berbicara seolah dia bukan Raja Inggris! Dia penguasa Britania Raya! Penguasa Inggris!" Alethea mendelik ke arah Satoru.

"Kamu tahu, Prince Brayden kalau kumpul keluarga, sering tidak dianggap dia pangeran dua kerajaan. Bisa dibilang kalau kita berkumpul, semua sama. Tidak ada kamu raja, pangeran, putri, ratu maupun emir. Yang penting kerukunan dalam keluarga ... Plus menistakan juga sih," senyum Satoru.

Alethea menatap Satoru. "Bagaimana kalau aku bertemu dengan mereka? Apakah mereka akan menerima aku?"

"Selama kamu tahu diri, mereka akan fine-fine saja," jawab Satoru.

"Maksudnya bagaimana?"

"Jangan FOMO, jangan semua diupload di sosial media, jaga manner dan adab. Kecuali kamu sudah akrab dan sering bertemu, akan beda ceritanya. Kamu lihat sendiri kan akun instagram keluarga aku? Tidak ada yang aneh-aneh. Mereka hingga keponakan aku, tidak ada yang main TikTok. Semua keponakan aku tidak ada yang pegang gadget sebelum usia dua belas tahun," ucap Satoru.

"Serius?"

Satoru mengangguk. "Itu bare minimum parenting di keluarga kami. Caranya, semua keponakan aku sudah diajak belajar bela diri, les musik, dan olah raga lainnya. Jadi kami semua bisa bela diri untuk perlindungan. Kami juga bisa menembak dan punya lisensinya."

"Kamu bisa menembak?" Alethea merasa kepalanya semakin pusing.

"Bisa. Hanya perlindungan diri." Satoru tersenyum ke arah Alethea. "Tidak, Thea. Aku tidak membawa pistol."

Alethea menghembuskan napas lega. "Syukurlah."

Satoru tersenyum. "Weekend apakah kamu masih kerja?"

"Setengah hari. Kenapa?"

"Tidak apa-apa," jawab Satoru.

Alethea menyipitkan matanya. Dia merasa curiga dengan sikap pria itu.

Tak lama mobil Satoru tiba di rumah Alethea. Dia pun turun dan berjalan memutar guna membukakan pintu penumpang depan. Alethea pun turun dengan gaya anggun. Satoru mengantarkan wanita itu sampai di depan pintu rumahnya.

"Terima kasih Satoru, atas makan malam yang indah tadi," ucap Alethea.

"Apakah aku lolos romantis?" tanya Satoru.

Alethea tersenyum. "Not bad."

"Ah, yokatta ( syukurlah )," cengir Satoru.

Alethea mencium bibir Satoru. "Dōmo Arigato."

Satoru terdiam. "Harusnya aku kan yang mencium kamu."

"Karena kamu sepertinya ragu-ragu jadi aku duluan. Hati-hati pulangnya. Kamu tadi habis minum anggur," ucap Alethea sambil memegang pipi Satoru.

"Thea ...."

"Ya?"

"Aishiteru." Satoru mencium bibir Alethea cukup lama hingga sama-sama kehabisan napas.

"A ... aku harus masuk ke dalam rumah," ucap Alethea gugup.

"Yeah. Jangan lupa kunci pintu dan jendela," ucap Satoru.

Alethea mengangguk. Tiba-tiba ponsel Satoru berbunyi dan pria itu membaca pesan di layarnya.

"Thea, maaf kita batal jalan-jalan weekend," ucap Satoru.

"Kenapa?"

"Allegra minta ditemani mencari obyek penelitian. Dia harus ke beberapa perkebunan dan peternakan pinggiran kota Washington. Aku sungguh minta maaf," jawab Satoru dengan wajah tidak enak.

"Tidak apa-apa. Kamu kakaknya. Wajar kalau Allegra minta tolong ditemani," senyum Alethea.

"Aku kabari lagi ya?" Satoru menyentuh bahu Alethea dan dengan lembut, dia membalikkan tubuh wanita itu. "Sekarang, kamu masuk rumah dan kunci pintu semuanya. Oke?"

Alethea tertawa kecil lalu memencet kode dan menempelkan sidik jarinya. Dia memang sengaja mensetting pintu depan dengan dua identifikasi.

"Oyasumi," senyum Alethea sebelum menutup pintu.

"Oyasumi," balas Satoru.

Pria itu pun keluar dari pagar rumah Alethea dan masuk ke dalam mobilnya. Tak lama, mobil itu pun pergi dari rumah Alethea. Wanita itu melihat dari balik jendela dan setelahnya dia mengunci ganda pintu depan serta memeriksa semua pintu dan jendela. Meskipun area rumahnya aman, tapi tidak ada salah ha untuk waspada bukan.

***

Alethea bekerja seperti biasa hingga Sabtu. Selama itu Satoru mengirimkan foto-foto kegiatan bersama Allegra. Bahkan dia tertawa saat Allegra dikejar seekor anak sapi.

"Adikku usil sih ... Gemas dan membuat anak sapinya marah," lapor Satoru saat menelpon Alethea.

"Induknya kemana?" tanya Alethea.

"Ikut mengejar Allegra," jawab Satoru dengan wajah memelas membuat Alethea tertawa terbahak-bahak. "Aku cukup repot."

"Setidaknya kalian semua selamat."

"Yup ... itu yang penting," ujar Satoru.

***

Hari Minggu

Pagi itu, Washington D.C. diselimuti langit biru dengan awan putih yang bergerak perlahan. Udara musim gugur terasa sejuk, sementara dedaunan berwarna keemasan berguguran di sepanjang jalan. Kota yang biasanya sibuk itu tampak sedikit lebih tenang pada akhir pekan.

Alethea baru saja selesai menikmati secangkir kopi di apartemennya ketika ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Satoru.

📩 Satoru : Pakai pakaian yang nyaman. Aku menjemputmu pukul sepuluh.

Alethea mengernyit. Jam sepuluh? Di musim dingin begini? Alethea melihat cuaca yang cukup cerah di musim seperti ini.

📩Alethea : Untuk apa?

Balasan datang beberapa detik kemudian.

📩Satoru : Piknik.

Alethea menatap layar ponselnya, kemudian mengetik dengan kedua alis terangkat.

📩 Alethea: Kau tahu, Satoru, mengajak seseorang biasanya menggunakan tanda tanya.

📩 Satoru : Baik. Thea, bersediakah kau pergi piknik denganku?

📩Alethea : Aku pertimbangkan.

📩 Satoru : Aku sudah membeli makanan untuk dua orang.

📩Alethea : Itu namanya pemaksaan secara halus.

📩 Satoru : Aku juga membeli pai apel.

Alethea langsung tersenyum.

📩 Alethea : Jam sepuluh. Jangan terlambat.

Balasan Satoru hanya berupa satu kalimat.

📩 Satoru : Aku tahu kau akan setuju.

Alethea mendengus geli. "Menyebalkan!"

Dan entah bagaimana, pria itu selalu tahu cara membuatnya tersenyum. Alethea lalu membuka lemari bajunya dan mempersiapkan diri dengan baju tebal di musim dingin ini. Lalu setelahnya dia menunggu Satoru.

***

Yuhuuuu up malam yaaaaaa gaeeesss

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Ita Xiaomi
Ikut bahagia utk mereka berdua. Berharap Thea ada ktm ama klan Pratomo yg lain.
Ita Xiaomi
Singkat, padat dan jelas😁
Ita Xiaomi
😁😁😁
Sayem Sayem
tak pikir seorang seniman PNY sisi romantis tersendiri ketika ketemu pasangan ny jebule ko Podo wae khas pria Pratomo ..
amilia amel
moody-nya dimaafkan
dan setelah ini Thea bakalan lebih kapal mood-nya Satoru
D_wiwied
namanya juga seniman, tergantung moodnya.. baru jg belajar romantis eeh tau2 balik lg ke setelan awal yg datar lempeng lugas apa adanya.. memang unik keluargamu ya Toru bahkan secara keseluruhan the big fam 🤭😆😆
Teuing Saha🙃
🤣🤣🤣 Gemesin banget sih kalian berdua
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣🤣 yakin Nina kram itu pipi karena ketawa terus gara gara satoru🤣🤣🤣🤦🤦,tapi y MW gimana lagi mang seperti itulah Satoru,,dan y bener Thea kamu yg pertama buat Satoru dan semoga kalian jodoh aamiin 🤲
amilia amel
gapapa.... sekali-kali nepo memang diperlukan
D_wiwied
nepo dikit gpp lah wong kamunya udah cantik spektakuler gini.. pdhl biasanya seniman tu rata2 romantis lho koq yg ini oraaa,,, gpp wong masih dalam tahap belajar romantis ya Toru kencan berjalan lancar aja udah bagus bgt itu 🤭😆
Sayem Sayem
yakin tu Toru dah mentok cinta ny sama gadis dlm lukisan ny...jika ia d tunggu rostingan ala pria Pratomo
Elsa Fanie
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maaf Satoru y Thea tapi yakin , Toru pria baik kok cuma y gen Pratomo ny masih ada JD y begitu 🤣🤣🤣
Kaylaa
lha wes piye....emang modelnya gitu...gak suka basa basi....🤭
D_wiwied
setidaknya hargai kejujuran Satoru, The.. itu udah ajakan paling romantis menurut dia 🤭
ayo kita ke pojokan Nin, kita ketawa bareng 🤣🤣🤣🤣
Sayem Sayem
mb hana visual e makin imut walau mode anime tp lucu bikin gemes🥰🥰
Sayem Sayem
TTS d mulai y toru..
Marsiyah Minardi
Maafkan aku ya Thea ,aku pun ikut ketawa sama kaya Nina
Duh moga kalian akan terus bersama hingga menua hingga ujung usia
Teuing Saha🙃
Berhenti ngakak kamu, Nina🤣🤣🤣 takutnya ngompol 🤭
amilia amel
Thea belum tau kalo "unromantic" adalah nama tengah para lelaki Pratomo 🤭🤭🤭
Nuraisah Aisah
sangat sangat luar biasa, tidak perlu diragukan lagi kalo karyanya Mbak Hana memang the best, tetap semangat dalam membuat karya-karya yang luar biasa kapanpun akan selalu ditunggu
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!