⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐
Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.
Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 25: Pertarungan di Hutan Barat
Malam berikutnya, Hutan Perburuan Kekaisaran di luar ibu kota dihiasi oleh ratusan obor dan kemah-kemah megah bertenda sutra.
Perjamuan Berburu Musim Gugur berlangsung meriah, dihadiri oleh para pangeran, pejabat tinggi, serta para wanita bangsawan.
Di tengah arena, Pangeran Zhao Xiao duduk mendampingi Lin Wanru. Meski berusaha tampak tenang, kegelisahan terpancar dari gerak-gerik jarinya yang terus-menerus memegang gagang pedang hiasannya.
Shen Yue hadir mengenakan pakaian berburu berwarna merah marun beraksen hitam yang ringkas. Rambutnya diikat tinggi, memberikan kesan gagah dan sangat menawan.
Di sampingnya, Pangeran Ketiga Zhao Feng menyapa singkat dengan piringan angur, saling menukar pandangan penuh arti yang tak disadari oleh orang lain.
"Nona Shen Yue," sela Lin Wanru dengan suara lembut yang penuh niat terselubung saat Shen Yue berjalan melewati tenda utama. "Kudengar Nona sangat mahir dalam segala hal. Apakah Nona berani ikut serta dalam Perburuan Malam di area hutan barat untuk mempersembahkan hasil buruan pertama kepada Yang Mulia Putra Mahkota?"
Beberapa bangsawan di sekitar mulai berbisik-bisik. Hutan Barat terkenal sangat lebat, gelap, dan dihuni oleh binatang buas serta tebing-tebing terjal.
"Nona Lin," jawab Shen Yue datar sambil menatapnya lekat-lekat. "Menembak sasaran bergerak di tengah kegelapan adalah keahlianku. Namun... apakah Nona Lin yakin ingin aku pergi ke sana?"
Zhao Xiao menyela dengan senyuman yang angkuh. "Jika kau takut, Shen Yue, kau bisa menolak secara terbuka dan mengaku kalah di hadapan para bangsawan."
"Takut?" Shen Yue tertawa kecil, suara tawa yang membuat Zhao Xiao sedikit merinding. "Baiklah. Aku menerima tantangan perburuan malam ini. Tapi ingat, Yang Mulia... di dalam hutan yang gelap, pemburu bisa dengan sangat mudah berubah menjadi buruan."
Tanpa membuang waktu, Shen Yue meraih busur panah dan tempat anak panahnya, lalu memacu kudanya menembus kegelapan Hutan Barat.
Suara derap langkah kuda Shen Yue memecah keheningan Hutan Barat. Pepohonan tinggi memblokir sebagian besar cahaya bulan, hingga menyisakan bayangan hitam yang mencekam di sekelilingnya.
Setelah memasuki kedalaman hutan sejauh dua mil, Shen Yue menghentikan kudanya di sebuah area terbuka kecil di dekat tebing batu. Sensasi berbahaya yang tajam langsung ditangkap oleh naluri bertarungnya.
Sret! Sret! Sret!
Dari balik semak-semak dan dahan pohon, delapan sosok berpakaian hitam dengan wajah tertutup melompat turun. Pedang baja di tangan mereka berkilau dingin diterpa cahaya bulan.
"Shen Yue," ucap pemimpin pembunuh bayaran dengan suara serak. "Seseorang telah membayar mahal untuk kepalamu malam ini. Pasrah saja!"
Shen Yue melompat turun dari kudanya dengan gerakan yang sangat ringan dan anggun. Ia menyilangkan dadanya, dan menatap delapan pembunuh bayaran profesional itu tanpa rasa takut sedikit pun.
"Delapan orang untuk satu gadis?" Shen Yue menyunggingkan senyum mengejek. "Trik licik dari faksi yang terdesak... Mari kita lihat seberapa tangguh kalian."
"Serang!" bentak sang pemimpin pembunuh.
Delapan pembunuh bayaran itu menerjang maju dari berbagai arah dengan tebasan pedang yang mematikan.
Di dunia modern, Shen Yue adalah instruktur bela diri taktis. Di kehidupan ini, setelah berminggu-minggu melatih otot dan memperkuat refleks fisiknya, tubuh barunya kini telah menyatu sempurna dengan ilmu bertarungnya!
Klak!
Shen Yue mengelak ke kiri dengan kecepatan luar biasa, dan membiarkan tebasan pedang pertama hanya mengenai udara kosong.
Sebelum pembunuh itu sempat menarik pedangnya, tangan kanan Shen Yue melesat mencengkeram pergelangan tangan lawan, dan memutarnya 180 derajat hingga tulang persendiannya terdengar berderak keras!
"AAAKKKHK!"
Shen Yue merebut pedang lawan tersebut dalam sekejap mata, lalu menggunakannya untuk menangkis dua serangan pedang dari arah belakang.
Trang! Trang!
Percikan api memercik di udara malam. Dengan gerakan memutar yang sangat presisi, Shen Yue mengeksekusi tendangan memutar tepat di rahang pembunuh kedua, membuatnya melayang dan menghantam pohon besar hingga pingsan seketika.
Ia bergerak bagaikan badai merah di tengah kegelapan hutan, luwes, cepat, dan setiap gerakannya mematikan tanpa ada energi yang terbuang sia-sia.
Klak! Bress!
Dalam waktu kurang dari tiga menit, tujuh pembunuh bayaran sudah terkapar di tanah dalam keadaan patah tulang atau pingsan bertimbun darah.
Pemimpin pembunuh bayaran yang tersisa melangkah mundur dengan tubuh gemetar hebat, seraya membelalakkan matanya tak percaya. "K-kau... kau bukan putri bangsawan biasa!"
Shen Yue melangkah mendekat, dan mengarahkan ujung pedangnya tepat di leher pria itu. "Bicaralah. Siapa yang mendanai dan menyuruh kalian melakukan pembunuhan ini?"
Namun, bukannya menjawab, mata pembunuh bayaran itu mendadak berkilat dengan kepasrahan yang nekat.
Pria itu menyeringai kelam, lalu mengatupkan rahangnya keras-keras dan memecahkan kapsul Racun Mati Seketika yang tersembunyi di balik gigi gerahamnya!
Glek!
Darah hitam kental seketika menyembur dari mulut dan hidungnya. Dalam hitungan detik, tubuh pemimpin pembunuh itu roboh kaku ke tanah tanpa bernyawa.
Shen Yue dengan cepat memeriksa sisa pembunuh lainnya yang terkapar di tanah, namun semuanya telah memicu racun bunuh diri yang sama demi menjaga kerahasiaan majikan mereka.
Shen Yue menyipitkan matanya dengan tajam, lalu menyapu pandangannya ke arah mayat-mayat tersebut.
"Pengorbanan mati untuk membungkam jejak..." bisik Shen Yue. "Perdana Menteri Lin benar-benar sangat licik dan berhati-hati. Tanpa pengakuan langsung, mustahil menyeret nama Lin secara hukum malam ini."
Bersambung...