Indonesia
NovelToon NovelToon
Harta Terindah

Harta Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: Zaqian Laili

Setelah Arian kembali, ia segera menikahi Airin seperti yang telah mereka sepakati bersama. Kehidupan keduanya penuh dengan kebahagiaan dan mereka mendapatkan kabar gembira yaitu kehamilan Airin.

Hak ini sontak membuat keluarga itu nyaris sempurna dengan hadirnya sang buah hati tak lama lagi.

Namun sebuah kecelakaan terjadi disaat Airin pulang dari kantor suaminya. Hak itu menjadi pukulan terbesar dalam kehidupan Arian.

Bagaimana nasib Airin dan juga buah hatinya dan apa yang akan dilakukan oleh Arian setelah mengetahui bahwa mobil yang membawa istri dan buah hatinya hangus terbakar ?

Yuk, baca selengkapnya dalam kisah Harta terindah ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaqian Laili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26. Ingin Pulang

Setelah pertemuan antara adik dan kakak itu, kedua saudara kandung itu memutuskan untuk kembali ke kota L. Mereka akan memulai kehidupan baru. Bahkan jika mampu mereka ingin tinggal di kota lain, agar semua kenangan baik itu yang baik dan yang buruk bisa mereka lupakan.

"Ibu, bagaimana mungkin ibu berfikir untuk meninggalkan Putri dan juga Elang ?." tanya Airin seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Nak, saat ini kau telah menemukan kembali keluarga mu yang sesungguhnya, dan ibu juga sudah bertemu dengan adik kandung ibu juga."

"Akan lebih baik jika kita menjalani kehidupan yang sudah digariskan untuk kita semua." jawab ibu Isti mencoba menjelaskan kepada Airin.

"Nenek katakanlah yang sebenarnya terjadi. Jika alasan nenek untuk pergi dari kota ini bisa Elang terima, maka nenek boleh kembali ke kota L dan tinggallah disana dengan tenang bukan tinggal di kota lain."

"Tetapi jika nenek tidak bisa memberikan jawaban yang masuk akal, maka Elang akan meminta anak buah papa untuk menahan nenek di sini dan takkan pernah pergi tanpa kami." ucap Elang.

"Elang, nenek hanya ingin menghabiskan sisa hidup nenek bersama orang - orang yang memang adalah saudara kandung nenek." jelas ibu Isti.

"Kalau ibu hanya ingin tinggal bersama dengan ibu Iyem, ibu tidak harus pergi membawa Ibu Iyem untuk meninggalkan kota ini, Kalian bisa tinggal disini bersama." bantah Airin.

"Maksud ibu ... ." ucap ibu Isti terhenti.

"Katakanlah yang sebenarnya nenek" ucap Elang.

"Sebenarnya ibu tidak berani untuk tinggal di kota ini. Sebelum ibu pergi dari sini ibu mempunyai kenangan pahit dan ibu di larang dan tidak boleh tinggal di kota ini untuk selamanya." jawab Ibu Isti dengan jujur.

"Maksud ibu ?" tanya Airin dengan serius.

"Ceritanya panjang Putri, dan lebih baik ibu tidak mengungkit hal itu, karena itu sungguh sangat menyakitkan." jelas ibu Isti.

"Non Airin, suatu saat nanti, non Airin pasti bisa memahami ucapan kakak saya dan setelah itu saya yakin non Airin akan menerima alasan kami untuk meninggalkan kota ini." ucap ibu Iyem mencoba menimpali.

Keadaan menjadi sangat sunyi. Airin menatap wajah ibu Isti, ia sangat tidak rela jika harus berpisah dengan seseorang yang telah merawatnya selama ini.

Meskipun saat ini ia telah bersama dengan keluarganya, tetapi ibu Isti sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.

"Putri jangan bersedih, dulu kita tidak saling mengenal satu sama lain, sekarang kita adalah keluarga. Dan kau harus tetap tinggal di rumah suami mu, bukan lagi di rumah ibumu."

"Bukankah kau masih bisa bertemu dengan ibu dan kau bisa tinggal disana selama kau mau dan selama mendapatkan ijin dari suami dan keluarga mu." jelas ibu Isti.

"Baiklah Bu, jika itu sudah menjadi keputusan ibu, kami pasti akan sering pergi untuk mengunjungi ibu."

"Tetapi ibu boleh meninggalkan rumah ini setelah mendapat ijin dari Arian. Agar ibu bisa kembali ke kota L diantar oleh pengawal Dewantara." jawab Airin.

"Jadi nenek tetap akan pergi ?" tanya Elang dengan wajah kecewa.

"Sayang, maafkan nenek, nenek harus pulang kasian kakek tidak ada yang bisa mengurus makamnya." jawab Ibu Isti sambil membelai rambut Elang.

Setelah itu, ibu Isti kembali ke kamar untuk mengemasi barang-barangnya dibantu oleh ibu Iyem.

"Mb, bagaimana ceritanya mb Isti bisa bertemu dengan non Airin ? dan kebetulan sekali dahulu non Airin juga pernah tinggal bersama saya. Dan ... " ucap Ibu Iyem tidak melanjutkan ucapannya.

"Dan apa ? apakah sejak dahulu non Airin itu sudah lupa ingatan ?" tanya ibu Isti penasaran.

"Tidak tidak, bukan begitu ! Waktu itu neng Airin secara tidak sengaja bertemu denganku disaat aku hampir jatuh ditengah jalan. Ia menolongku dan juga menggantikan pekerjaan ku sebagai tukang sapu jalanan."

"Meskipun ia sangat kaya raya, bahkan tanpa harus bekerja sekalipun uangnya tidak akan habis tuju turunan, tapi ia dengan ikhlas menggantikan pekerjaan saya selama saya masih sakit." Ibu Iyem tersenyum sambil membayangkan awal perkenalannya dengan Airin.

"Oh ya ! berarti Putri memang anak yang sangat baik dan berbudi luhur. Semoga anakku Chika juga bisa menjadi pribadi yang lebih baik." ucap Ibu Isti.

"Chika." batin Ibu Iyem.

"Eh kok malah bengong ? diamini kek biar menjadi kenyataan. Ini malah diam kayak patung aja." ucap Ibu Isti saat melihat sang adik sedang melamun dan terkesan begitu berat untuk menjalani kehidupan ini.

"Maaf mb apakah mb merindukan Chika ?" tanya Ibu Iyem.

"Tentu saja aku merindukan putriku, mungkin sekarang ia sudah tumbuh dewasa seperti Airin atau bahkan sebenarnya aku juga sudah mempunyai seorang cucu." jawab Ibu Isti dengan tersenyum sambil membayangkan bahwa ia telah mempunyai seorang cucu yang lahir dari putri kandungnya.

"Sepertinya belum mb, selama saya tinggal di sini saya belum pernah mendengar berita pernikahan Chika." ucap ibu Iyem keceplosan.

"Jadi kau tau banyak tentang keadaan Chika putriku ? bagaimana dia sekarang ? coba kau ceritakan kepadaku !" ucapa ibu Isti dengan penuh harapan.

Ibu Iyem diam seribu bahasa mendengar pertanyaan sang kakak, ia tidak ingin kakaknya mengetahui kebenaran yang telah ia alami dengan Chika. Ia tidak ingin Pengalaman pahit itu diketahui oleh kakaknya. Hal itu pasti akan menambah luka didalam hatinya.

"Mengapa kau diam ?" tanya ibu Isti.

"Dulu aku pernah bertemu dengan Chika, saat itu ia masih duduk di bangku SMA. Sayangnya sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan dia lagi." jawab ibu Iyem apa adanya.

"Lalu bagaimana keadaannya, pasti ia telah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik." ucap ibu Isti sambil tersenyum.

"Iya Chika memang sangat cantik." jawab ibu Iyem.

"Apakah ada hal buruk terhadap Chika ?." tanya ibu Isti lagi.

"Maaf mb, saya sudah keluar dari kota ini lama sekali. Jadi saat ini saya belum bertemu dengan Chika lagi." jawab Ibu Iyem.

"Mb ayo saya bantu apa yang perlu dikemas, biar nanti saat tuan Arian sudah sampai kita bisa langsung berangkat meninggalkan tempat ini. Bukankah lebih cepat lebih baik ?" ucap Ibu Iyem.

Sebenarnya ia sangat takut sekali jika ibu Isti mengetahui keadaan Chika sekarang yang sudah jauh berbeda dengan kehidupannya yang dulu.

Bahkan sifatnya sangat jauh berbeda dengan sifat Airin. Meskipun mereka dibesarkan dalam keluarga kaya, namun keduanya memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang bahkan mereka sempat mengalami perselisihan.

"Ayo cepat bantu mb bukanya lanjut melamun !" ucap ibu Isti sambil menyentuh tangan ibu Iyem.

"Iya mb, maaf tadi masih memikirkan anak-anak yang ada di panti asuhan." jawab ibu Iyem sekenanya saja.

1
Zaqian Laili
Up lagi donk
Zaqian Laili
Obat cinta
Zaqian Laili
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Zaqian Laili
Itu baru benar, seorang suami harus bisa melindungi istrinya dan dapat membalas siapapun yang jahat terhadap istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!