Novel lama, belum direvisi, mungkin tulisan sedikit kacau 🙏😌
Tania tidak pernah setuju mau menikah muda. Apalagi Tania punya impian menjadi artis papan atas dengan tergolong usianya yang beranjak 19 tahun. Namun, sebalik nya dengan Rangga di usianya sudah genap 28 tahun, dia di paksa menikah dengan Anak dari rekan bisnis papanya, dengan alasan sang mama sudah ingin menimbang cucu.
Sedangkan, gadis yang ingin dia nikahi tidak ingin hamil, apalagi harus melahirkan anak. Bagaimana cara Rangga agar bisa segera memberikan cucu kepada orang tuanya, sedangkan Tania menolak untuk memiliki anak dari pria yang tak mencintai, dan tak di cintai oleh nya.
yuk simak kisah nya di Terikat pernikahan keluarga !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bubur
Tok ! Tok !
Ceklek!
Rangga langsung membuka pintu kamar, setelah mengetuk sebentar, dan tanpa jawaban. Rangga melihat Tania yang duduk di balkon, dengan sebuah ponsel di tangan nya.
Memang benar, setelah kesepakatan hari itu, Rangga membiarkan Tania memegang ponsel, dan Rangga sudah tidak membatasi kebebasan Tania lagi. Namun, entah kenapa Rangga tidak menyukai bila Tania dekat dengan Rayhan, pria yang pernah menyukai Tania, mungkin sampai sekarang Rayhan masih menyukai Tania.
"Kamu pergi begitu saja, padahal kamu belum sarapan tadi pagi. Queen bilang, akhir - akhir ini lambung mu sering kambuh, jadi makan lah bubur ini" ujar Rangga, yang kini berdiri di samping Tania.
"Aku enggak mood" jawab Tania, tanpa melihat ke arah Rangga.
"Tapi, kamu harus makan!" tegas Rangga, Tania tidak menggubris nya.
"Makan!" ulang Rangga, sedikit meninggikan suara nya. Namun, Tania masih tidak mood untuk menatap pria itu.
"Aku harus mengantar Adelia, kamu makan lah lebih dulu, jangan sampai sakit."
Setelah mengatakan itu, Rangga pergi meninggalkan Tania, di balkon. Dan ia kembali turun ke lantai dasar untuk melihat Adelia yang mungkin, masih setia menunggu nya di ruang makan.
Sebelum Rangga, masuk ke ruangan makan, ia berpapasan dengan Queen, yang baru kembali dari tempat laundry.
"Adelia, masih di dalam?"
"Ia Tuan, masih menunggu Tuan,"
"Baik."
Rangga pun berlalu masuk ke ruangan makan, Queen melihat Tuan nya dengan perasaan yang kesal, namun apa yang bisa Queen lakukan, dia hanya lah Asisten rumah tangga di rumah Rangga, tidak punya hak untuk ikut mencampuri urusan rumah tangga Tuan, nya.
Rangga dan Adelia, keluar bersama-sama dari rumah Rangga. Dari arah lantai dua, tepat nya di balkon kamar, Tania melihat Rangga, yang pergi bersama dengan Adelia.
Tania mengepalkan tangan nya, melihat mobil Rangga yang sudah berlalu pergi meninggalkan villa.
"Kenapa aku begini? apa karena aku jatuh cinta kepada nya? ingat Tania, yang kau cintai bukan dia, tapi pria lain. Orang ini tidak baik untuk mu, dia hanya mengharapkan anak dari mu, setelah kau bisa hamil dan melahirkan, kau akan bebas, hanya itu yang dia harapkan, dia tidak pernah mengharapkan mu untuk menjadi pendamping hidup nya!" gumam Tania, sembari menatap kosong ke depan.
Suasana hati Tania, pagi itu sangat buruk. Siapa lagi yang di miliki nya saat ini, selain raga diri sendiri.Terlebih Orang tua yang sangat di cintai Tania telah lama pergi.
"Aah, Queen, sedang apa kamu disini?" Tania, terkejut saat berbalik, ternyata Queen ada di belakang nya, Tania tidak menyadari kehadiran Queen disana.
"Nyonya, aku sudah mengetuk pintu kamar berulang kali, namun tidak ada jawaban, aku takut sesuatu terjadi kepada anda, aku memutuskan untuk masuk, maafkan ke lancangan saya Nyonya!" Queen, menunduk sembari meminta maaf.
"Tidak apa - apa Queen, hanya kau lah disini teman ku, kau boleh masuk. Ada apa Kamu mencari ku? apa ada sesuatu?" Tania berjalan masuk ke dalam kamar, dengan di ikuti oleh Queen.
"Tuan, mengatakan nanti malam ada acara pesta perusahaan nya, Nyonya besar serta Tuan besar, mungkin akan ikut juga, jadi Anda di minta untuk pergi ke butik dan salon, untuk memilih gaun yang sesuai dengan jas Tuan," ungkap Queen, Tania tidak langsung menjawab, ia sempat berpikir jika Rangga ada pesta, kenapa enggak Rangga saja yang mengantar nya.
Tania duduk di tepi ranjang, sedangkan Queen menunggu jawaban Tania, karena bagaimana pun jika Tania, menolak. Queen harus bisa membujuk nya, ini atas perintah Rangga.
penasaran sm kelanjutannya
ceritanya makin seru
Crazy up kk author