Indonesia
NovelToon NovelToon
Derita Anak Terbuang

Derita Anak Terbuang

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Cinta Seiring Waktu / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Chicklit / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: YowelMarvel RivielRansun

Vania seorang gadis cantik yang hidupnya dipenuhi penderitaan. Perpisahan kedua orang tua membuat dia harus hidup dalam keluarga broken home. Vania bahkan tidak bisa merasakan kehidupan layaknya seorang anak. Hingga akhirnya Vania hampir saja kehilangan mahkota berharganya. Masalah demi masalah muncul. Kehidupan sang ibu yang dipenuhi hutang, akhirnya memaksa Vania untuk bekerja menggantikan ibunya. Tapi usia Vania belum memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan itu. Seorang pria pemilik tempat bekerja sang ibunda harus menunggu sampai Vania siap. Apa pekerjaan yang akan dikerjakan Vania samapi harus menunggu usianya 17 tahun? Dan bagaimana keadaan Vania setelah itu? Apakah Vania akan terus hidup dalam penderitaan? Ataukah akan datang seorang pangeran yang akan mengeluarkan Vania dari penderitaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YowelMarvel RivielRansun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENYESALAN

"Kecewa.' Satu kata yang pantas digambarkan untukku saat ini. Kekecewaanku pada pria yang aku percaya dan yang menjadi cinta pertamaku. Pria yang mengajarkan aku tentang cinta. Tapi pria ini juga yang mengajarkan aku tentang patah hati.

Aku benci dengan semua perlakuannya padaku.

Melihat aku yang telah pasrah dengan perbuatannya padaku, Kak Raka akhirnya melepaskanku dari kunkungan nafsu bejatnya. Tiba-tiba kak Raka meninju tembok rumah itu dan aku bisa melihat darah segar menetes dikenakan jari-jarinya. Aku tak pedulikan itu lagi. Aku segera turun dari tempat tidur, dan memungut baju seragamku yang sudah tak berbentuk lagi. Aku mulai memakainya untuk menutupi tubuhku. Tapi sayangnya, seragamku sudah tidak bisa menutupi tubuhku karena seragamku sudah sobek.

Kak Raka berbalik dan menatapku. Rasa takut dan amarah kini menyatu dalam hatiku. Aku kini benar-benar membenci kak Raka. Kulihat kak Raka berjalan menuju lemari yang ada dikamar ini. Diambilnya gaun berwarna peach dan kak Raka menyodorkan gaun itu padaku. Aku tak bisa menolaknya karena bajuku yang memang sudah tidak layak pakai lagi.

Aku membuka seragam yang sudah kupakai tadi dihadapan Kak Raka dan memakai gaun yang diberikannya padaku. Kak Raka mentapku dengan tatapan sayu penuh makna. Tapi aku benar-benar sudah tidak peduli lagi. Aku mengambil tasku dilantai dan berjalan untuk keluar dari kamar ini. Kak Raka memeluk tubuhku dari belakang dan berusaha menahan langkahnya.

"Van, jangan pergi dulu. Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan padamu. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya terbawa emosiku." Kak Raka mencoba menjelaskan apa yang terjadi tadi karena emosinya saja.

"Sudahlah kak. Aku tak ingin mendengar apapun saat ini. Biarkan aku pergi. Mungkin ini jalannya kita." Aku berbicara pad kak Raka dengan nada pilu. Aku benar-benar terluka.

"Van, aku mohon maafkan aku." Kak Raka berusaha memukulku saat ini.

Aku tak menjawabnya lagi. Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar ini. Aku tak Mempedulikan kak Raka yang berusaha mengejarku. Aku berlari keluar dari halaman rumah ini dan mencari angkot untuk balik kerumahku.

Sebuah angkot datang dan aku segera naik. Aku menundukkan wajahku yang sembab karena tak ingin dilihat orang. Kejadian hari ini benar-benar melukaiku.

Aku tiba dirumahku dan segera masuk kerumahku. Tak kupedulikan lagi jika mungkin mama dan om Dion memarahiku karena terlambat pulang sekolah hari ini.

Tapi saat memasuki rumah ini, aku tak melihay mereka. Mungkin mereka lagi istirahat dikamar.

Dikamarku saat ini, aku duduk dilantai sambil menekuk kedua kakiku. Air mataku kembali jatuh saat aku mengingat perbuatan kak Raka padaku tadi. Meski kak Raka tidak sampai mengambil sesuatu yang berharga yang aku jaga selama ini, tapi apa yang dilakukan kak Raka pada tubuhku telah membuat aku merasa ternodai.

'Kak, kamu tega padaku. Aku tak mau melihat mu lagi. Dan... aku akan membencimu seumur hidupku'. Ya... aku telah berjanji dalam hatiku untuk tidak melihat pria itu lagi. Meski mungkin kita masih akan bertemu disekolah, tapi aku takkan melihatnya lagi.

Biarlah segala kenangan indah yang terjadi diantara kami kukubur dalam hatiku.

Lelah dengan apa yang terjadi padaku tadi, membuat aku tertidur dilantai kamarku. Aku bahkan tak menyadari kedatangan nenek dan tante Leti yang membawa pacarnya.

Nenek yang memasuki kamarku terkejut saat melihat aku yang tertidur dilantai.

"Vania, Vania, bangun nak. Kamu kenapa tidur dilantai?" Nenek membangunkanku sambil menyentuh tanganku.

"Nenek? " Aku mengerjapkan mataku dan mencoba menatap nenek yang berdiri dihadapanku.

"Ayo bangun nak. Bantu nenek buatin makan malam. Ada tamunya tante Leti." Nenek mengajakku bangun untuk membantunya menyediakan makan malam.

"Baik nek. Tapi tunggu sebentar ya, Nia mau ganti pakaian dulu. " Aku segera berdiri dan mengambil baju ganti kemudian mengganti pakaianku.

Setelah itu, aku keluar dari kamarku menuju dapur. Mendapati nenek yang sedang menyiapkan makan malam, aku segera membantunya.

"Nek, mari Nia bantu potongin sayurnya." Aku mengambil pisau dan mulai memotong sayur kangkung yang ada dimeja.

Setelah selesai memotong sayur, aku membantu nenek mengatur meja makan.

Saat makanan sudah siap, nenek memintaku memanggil mama, Om Dion, tante Leti dan pacarnya untuk segera makan.

Aku melangkah menuju ruang tamu dan segera memanggil mereka.

Kami kini berada diruang makan. Kulihat seorang pria yang seusia tante Leti duduk disamping tante dan sedang menikmati makanannya.

'Ternyata dia ya pacarnya tante Leti'. Aku berkata dalam hatiku.

Sampai makan malam selesai, tak ada satupun yang mengeluarkan suara.

Setelah mereka keluar dari ruangan ini, aku segera membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor. Semua pekerjaan ku telah selesai. Aku ingin duduk mendengar pembicaraan mereka, tapi itu tidak Mungkin. Akukan masih remaja, mana mungkin aku diperbolehkan duduk dan mendengar mereka.

'Ah, lebih baik aku kekamar saja'.

Dari dalam kamar ini, aku bisa mendengar pembicaraan mereka.

"Jadi kapan kalian akan menikah? " Nenek bertanya pada tante Leti dan Om Arfan.

"Sebulan lagi ma. Kami sedang mempersiapkan semuanya. Dan Orangtua mas Arfan juga sudah setuju. " Sahut tante Leti pada nenek.

"Iya ma. Sebulan lagi kami akan menikah. Dan orangtuaku saat ini sedang memanen padi. Jadi sebulan lagi semua sudah siap. " Untuk pertama kalinya aku mendengar suara om Arfan pacar tante Leti.

"Baiklah kalau begitu. Mama bisa tenang sekarang." Nenek berkata demikian karena saat ini nenek memang sedang khawatir dengan perut tante Leti yang semakin membesar.

Saat mereka sedang berbincang-bincang, mama masuk kekamarnya karena bayinya menangis. Adik bayinya bernama Acha. Nama yang indah.

Aku membayangkan bisa bermain dengannya. Aku juga ingin merasakan punya adik kayak Karmen.

"Kalau begitu biar Arfan antar mama dan Leti pulang." Om Arfan menawarkan diri untuk mengantar nenek dan Tante pulang. Dan kudengar mereka setuju.

Jadi nenek akan pulang hari ini. Aku kira nenek akan bermalam disini. Rupanya mereka hanya ingin membicarakan pernikahan tante Leti dan Om Arfan bersama mama.

Aku keluar kamar saat nenek memanggilku.

"Ada apa nek? " Aku bertanya pada nenek saat tiba diruang keluarga.

"Tante sama nenek sudah mau pulang. Kamu jangan tidur larut malam ya. Dan jangan bandel sama mama biar tidak diomelin terus." Nenek berpesan padaku sebelum keluar dari rumah ini.

"Baik nek. Nia akan dengar apa kata nenek. Nenek jaga kesehatan ya. " Aku mengikuti mereka keluar dari rumah dan sebelum Om Arfan melajukan mobilnya, tante Leti menyodorkan sejumlah uang untukku.

"Vania, ini buat jajan kamu disekolah. Belajar yang rajin dan jangan suka bolos ya. " Tante Leti menyerahkan uang itu padaku sambil berpesan padaku.

"Makasih tante, Nia akan ingat pesan tante. "

Setelah berpamitan, akhirnya mobil itu melaju meninggalkan rumah ini. Aku memandang mobil itu sampai mobil itu tidak terlihat lagi.

Entah kenapa hatiku terasa sedih saat mereka pergi. Aku merasa kehilangan. Mungkin karena aku jarang bertemu nenek dan tante Leti, makanya aku sedih mereka pergi.

Aku segera kembali kedalam rumah dan memasuki kamarku.

Aku bahkan mengunci rapat pintu kamarku.

Saat berada dalam kamar, aku duduk diatas tempat tidur dan menghitung uang yang dikasih tante padaku tadi.

'Seratus, dua ratus, tiga ratus, empat ratus dan lima ratus. Wah! uangnya banyak banget. Aku bisa membeli handphone bekas dengan uang ini. Kalau soal uang jajan sama ongkos kesekolah aku dapat dari hasilku membantu Karmen berjualan kue keliling'.

Setelah menyimpan uang itu, aku segera berbaring dan memejamkan mataku.

Tapi, sudah beebrapa menit mataku terpejam, aku belum bisa tidur. Aku masih teringat akan perbuatan kak Raka padaku tadi siang.

Aku bahkan tidak tahu, bisa kesekolah atau tidak? Yang pasti aku tidak ingin melihat dia lagi.

1
Yati Handayani
bagus singkat padat ceritanya
Mommy Vhy
udah tamat ya. Ditunggu kisah selanjutnya ya thor. Semangat.
VINDRY
Nanti lanjut di next karyaku kak. Kisahnya tentang cinta segitiga Vania.
dewi_nie
senangnya lihat Vania bahagia...
jgn tamat dulu ka' aku pingin ceritanya Kenzo ketemu Vania lagi..
VINDRY: Nanti lanjut di next cerita kak. Kisah cinta Vania, Raka dan Kenzo. 😍
total 1 replies
Mommy Vhy
Singkat ceritanya, tapi bagus. Nggak bosen bacanya.
VINDRY
iya ditunggu eps selanjutnya ya kak. terimakasih sudah setia baca sampai sekarang.
dewi_nie: semangat ka'💪💪💪
total 1 replies
dewi_nie
lanjut ka'..kasihan sekali Vania kapan dia dpt kebahagian dlm hidupnya😭😭😭
Me
Jangan2 Vania bukan anak kandung Maya lagi?
Mommy Vhy
Semoga aja ya.
Mommy Vhy
Sudah lumrah dah.
Mommy Vhy
Kadang kejujuran tidak ada artinya. Kasihan ya
Oke
Tetap semangat Vania. Jangan tergoda keadaan.🥰
Oke
suka ceritanya. lanjut Thor 😍
Oke
semoga cepat update lagi
VINDRY
Kk, itu mah di eps msh awal2 ya. itukan pas Raka lagi salah paham sma Vania. Hehehe.....kejadiannya dikantin sekolah. Tapi nggak dijelasin kalau Raka pacaran sma tu cwe. Iyakan....
VINDRY
Nanti kak, bakal muncuk di next eps.
Miraicle Dewi
mksudny?
Miraicle Dewi
lupa lagi si vania😅
VINDRY
Lanjut ya
Lit
Yang sabar ya Vania.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!