Indonesia
NovelToon NovelToon
King Of Zorn

King Of Zorn

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Akademi Sihir / Barat
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: KaiRyu

Kai yang awalnya terkenal sebagai kutubuku yang suka dibully dikampusnya ternyata menyimpan sesuatu rahasia dibalik dirinya, Tiga Organisasi besar dikotanya terlibat konflik yang membuka tabir bahwa manusia tidak hidup sendiri didunia ini, keberadaan para penyihir, vampire dan werewolf mulai terang-terangan hadir mencampuri kehidupan manusia, konflik abadi berkepanjangan antara mereka menjadikan dunia penuh permusuhan, disatu sisi diantara mereka pun banyak terdapat penghianat yang ingin mengambil keuntungan untuk kepentingan mereka sendiri.

Raine teman sekelas Kai, ia dan keluarganya terseret dalam pusaran konflik itu, karena ayahnya ternyata salah satu tokoh yang diperebutkan oleh mereka, munculnya Ryu yang memiliki karakter bertolak belakang dengan Kai membawa warna tersendiri dalam perjalanan petualangan mereka, tapi Ryu sendiri menyimpan rahasia, rahasia yang hanya ia dan Kai ketahui, Sihir yang tak pernah ada sebelumnya, Senjata Legenda membuat perjalanan semakin menarik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaiRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekejaman Tetua Hima

Didesa Ordo Green Dragon, para Algojo tengah bersiap untuk mengeksekusi anggota sayap kiri Ordo Red Phoenix, bersamaan dengan itu juga 7 pasukan Harimau datang mengunjungi desa Ordo Green Dragon untuk menjemput Mr Robert dan keluarganya, Tetua Reva terkejut ketika mendengar Mr Robert dan keluarganya berada di desa Ordo Green Dragon, ia segera memerintahkan anggota Elite White Tigers untuk mengawal Mr Robert sampai ke desa White Tigers, berita mengenai pengepungan oleh Ordo Red Phoenix juga sudah sampai ketelinga Tetua Reva, ia sangat mengkhawatirkan kondisi dunia sihir saat ini, ia memperingatkan Tetua Ghuba terkait serangan balasan dari Ordo Red Phoenix terkait hukuman mati terhadap orang-orang mereka,

Tampak sebuah bak besi besar disiapkan ditengah-tengah lapangan desa Ordo Green Dragon, para tahanan dari Ordo Red Phoenix juga sudah berada disitu, kaki-kaki mereka dipasung dengan bola-bola besi yang berat, mereka akan segera ditenggelamkan kedasar kolam besi yang sudah dipersiapkan.

semua pasukan Ordo Green Dragon berjaga-jaga disekitaran desa, memantau setiap gerak-gerik siapapun yang hendak mendekati desa mereka,

tak lama kemudian Tetua Ghuba segera melemparkan lonceng kematian ketanah, tanda eksekusi segera dilakukan, para algojo segera melemparkan ketiga tahanan dari pasukan sayap kiri Ordo Red Phoenix memasuki kolam besi yang telah terisi air penuh sedalam lima meter, mereka terseret oleh bola-bola besi itu dan turun hingga kedasar kolam,

satu menit berlalu...

dua menit berlalu..

tiga menit berlalu..

perlahan-lahan ketiga tahanan itu meronta-ronta ketika nafas mereka mulai tercekit diujung kerongkongan mereka, namun upaya mereka sia-sia bola-bola besi itu terikat kuat kekaki-kaki mereka, perlahan-lahan kesadaran mereka mulai hilang, gerakannya pun melambat.

samar-samar terdengar suara pertempuran dari arah luar desa, dan tak lama kemudian,

*BLAAM*

sebuah batu yang panas membara berdiameter tiga meter menghantam kolam besi itu mengakibatkan kolam itu pecah menjadi tiga bagian, air dikolam itu pun berhamburan ketanah, dahsyatnya serangan itu juga menyebabkan tanah didasar kolam itu berlubang sedalam sepuluh meter kebawah, ketiga tahanan itu pun tewas ditempat.

''Meteorid'' ujar Tetua Ghuba sambil mencari asal serangan tersebut,

tampak Tetua Hima datang dari arah gerbang desa dengan pasukan berkudanya sambil memegang sebuah tongkat yang berkilauan berwarna merah seperti Lava, kurang lebih mereka berjumlah tiga puluh orang,

Para anggota Ordo Green Dragon pun segera melindungi Tetua Ghuba,

Tetua Yin beserta beberapa orang berjubah hitam dengan lambang ular hitam ada disana, sepertinya kedua Tetua Ordo ini tidak datang sebagai tamu yang baik-baik,

"Hima, Yin ada maksud apa kalian kemari?” tanya Tetua Ghuba,

"semua yang gagal menjalankan perintah harus mati, dan aku sudah melakukannya sendiri, tidak perlu bantuanmu" ucap Tetua Hima dengan sorot mata kejam,

"jadi benar mereka melakukan ini atas perintahmu?, kurang ajar kau berani mengkhianati perjanjian damai" tegur Tetua Ghuba,

"perjanjian damai apa Pak Tua Ghuba?, saat ini akulah penguasa dunia sihir, Light Corp sudah berada dalam kekuasaanku, jadi suka-suka aku ingin berdamai atau berperang" balas Tetua Hima,

"Berani sekali kau berkata demikian,.. ternyata kau masih licik seperti dulu, kali ini kuharal Jaques tidak akan memaafkan kalian" bentak Tetua Ghuba,

"Jaques?? cih... maksudmu dia?" ujar Tetua Hima seraya melemparkan sebuah karung besar ketanah dan ikatannya terbuka ketika menyentuh tanah,

tampak lima buah kepala manusia berceceran keluar dari karung goni itu,

"Ha Ha" ujar Hima tertawa terbahak-bahak diikuti beberapa anak buahnya,

Tetua Ghuba terhenyak,

"Jaq.. Jaques???, astaga kau telah membunuh Jaques??, brengsek kau, serang!!!!'' perintah Tetua Ghuba dengan penuh amarah ketika melihat kepala Mr Jaques dan keempat anggota elite Golden Eagle berlumuran darah keluar dari karung itu,

" TUNGUUUU!!!!" Teriak Tetua Hima sambil mengangkat Benda Pusaka Meteroid ditangannya,

''kalian berjumlah ratusan, sedangkan kami hanya tiga puluh orang saja" teriaknya lagi, membuat anggota Green Dragon berhenti sejenak,

"bukannya aku takut, kami bertigapuluh adalah anggota Elite dari masing-masing Ordo, ditambah lagi ada aku dan Tetua Yin, kalau kalian menyerang kami secara bersama-sama tentunya akan semakin banyak korban dari kalian, apa kau tidak menyayangi nyawa anak buahmu pak tua?" ujar Tetua Hima sambil tertawa,

"aku bermaksud baik disini, lebih baik kita adakan pertarungan satu lawan satu, kalau kalian menang kami akan pergi dari desa ini, akan tetapi kalau tiga puluh penyihir terbaik kalian kalah, maka aku minta kepalamu pak tua, dan yang lain akan kuberikan kesempatan hidup asal tunduk kepada kepemimpinanku" lanjut Tetua Hima lagi,

Tetua Ghuba mencoba berpikir keras, ia melihat keadaan sekitarnya, memang secara tingkatan penyihir yang ada disekelilingnya berbeda jauh dengan para anggota Elite dari Ordo Red Phoenix dan Black Mamba yang ada dihadapannya, ditambah lagi Hima memegang salah satu tongkat sihir Legenda Meteorid,

”kalau saja tongkat Tjipetir ada ditanganku" gumam Tetua Ghuba sambil melihat sekelilingnya, sementara itu anggota Elite White Tigers sepertinya tidak tertarik terlibat perang karena mereka memiliki tugas untuk membawa Mr Robert kembali kedesa White Tigers,

setelah berpikir dengan seksama, Tetua Ghuba maju ketengah-tengah lapangan,

''kalau begitu biar aku menjadi lawan yang pertama...'' ujarnya

''Tetua..'' ujar para anggota Green Dragon yang terlihat khawatir melihatnya,

''Tetua biar aku saja yang menggantikanmu..'' ujar Eze pengawal pribadi Tetua Ghuba,

Tetua mengangkat tangannya,

''Tidak.. akulah yang mereka cari, biar saja kalau sampai hari ini aku mati, maka lepaskanlah orang-orangku Hima" ujar Tetua Ghuba,

Tetua Hima dan Tetua Yin tertawa,

"baiklah kalau memang pak Tua bersikeras" ujar Tetua Hima seraya memberikan isyarat kepada Sisera untuk maju, Sisera pun mengangguk pelan dan melompat ketengah-tengah lapangan,

pertarungan langsung dimulai tanpa aba-aba, Sisera menembakan panah elemen api kearah Tetua Ghuba, serangan mendadak itupun membuat Tetua Ghuba sedikit kewalahan, ia menghindari serangan itu dan nyaris saja terluka akibat ledakannya,

Tetua Ghuba segera bangkit dan membalas serangan Sisera anggota kepala Phoenix, sebuah sengatan listrik mengalir deras dari kedua tangannya, Sisera pun melompat beberapa kali diudara berusaha menghindari serangan Tetua Ghuba, ia berusaha mendekat dan menyerang Tetua Ghuba dari jarak dekat, sebuah Tinju api mendarat telak diperut Tetua Ghuba, seketika api itu tertransfer kekulit sang Tetua dan membakar kulit perutnya, Tetua Ghuba tak menghiraukan perihnya api itu, ia segera bangkit dan menghantamkan tinju angin kearah Sisera, Sisera yang tidak menduga dengan serangan balasan itu terlempar telak setelah dadanya terkena serangan Tetua Ghuba, tubuhnya terjerembab ditanah, darah segar mengalir dari mulut dan dadanya yang terluka parah akibat serangan itu,

"CUKUP!!!" ujar Tetua Hima, seraya melirik Tetua Yin,

Tetua Yin sepertinya mengerti maksud Tetua Hima, ia segera memerintahkan anak buahnya segera turun,

''Feix..'' perintah Tetua Yin,

Feix adalah anggota elite pengawal Tetua Yin dari Ordo Black Mamba, ia terlihat sangat misterius dengan jubah khas Ordo Black mamba yang memiliki lambang ular hitam dipunggungnya, tubuhnya cukup ideal namun posturnya agak sedikit bungkuk dengan susunan gigi yang berantakan dan tajam-tajam seperti pisau,

tiba-tiba Tetua Ghuba tak mampu bergerak akibat sihir paralisis dari Feix,

Feix pun tersenyum,

''inilah ajalmu Tetua Ghuba''

bulir-bulir keringat membasahi wajah Tetua Ghuba, ia segera menyadari bahwa ia terkena sihir paralisis dari Ordo Black Mamba, sihir ini sangat merepotkan mengingat orang yang terkena sihir ini tidak bisa bergerak dan siap menjadi korban dari pengguna sihir itu,

Feix mendekat, ia membuka tangan kirinya yang terbungkus sarung tangan, tangan itu hijau pekat dan mengeluarkan asap ketika Feix membuka penutupnya,

''sihir beracun Black Mamba, siapapun yang terkena sihir itu akan tewas walaupun hanya tersentuh saja'' ucap salah satu anggota Green Dragon yang menyaksikan betapa mengerikannya sihir yang digunakan anggota elite Black Mamba itu,

Tetua Ghuba masih berusaha melepaskan diri dari sihir paralisis milik Feix tampaknya ia mengeluarkan segenap energinya untuk melepaskan diri, dan ia berhasil menggerakan sedikit anggota tubuhnya,

''kuat juga pak Tua ini...'' ujar Feix yang melihat Tetua Ghuba yang hampir melepaskan diri dari sihirnya, ia bergegas menyerang Tetua Ghuba sebelum ia berhasil melepaskan diri dari sihir paralisisnya, ia menyerang dengan sihir telapak tangan beracun miliknya,

"TETUAAAA!!!!” teriak Eze yang tampak begitu khawatir terhadap serangan mematikan itu,

*BLAAAMMMMM Rzzzzzzzzttttttttt Rzzztttttt*

tubuh Feix mendadak bergetar hebat, sentuhan mematikannya berubah menjadi sengatan listrik tegangan tinggi ketubuhnya sendiri, Tetua Ghuba berhasil melepaskan diri pada detik-detik terakhir sebelum serangan Feix mengenai tubuhnya dan merapal mantera sihir perlindungan diri elemen listrik, bagaikan seekor belut listrik tubuh Tetua Ghuba menyalurkan berjuta-juta Volt dalam sekejap kepada tubuh lawannya dan membuat tubuhnya hangus seketika, semua mata terbelalak menyaksikan pertarungan sengit itu.

1
MouthofMexico
Ceritanya bagus thor! Keep it up, ya!
Yezzi Corp: thanks supportnya kaka
total 1 replies
Intan Haryanti
aaa thanks Thor ma bonus nya makin sayang author deh😘
Yezzi Corp: thanks supportnya kakak
total 1 replies
BeijingBand
thor up nya jan lama" yaaahhh😃 ⓈⒺⓂⒶⓃⒼⒶⓉ ⓉⒽⓄⓇ 🔥🔥
Yezzi Corp: baik kak, terimakasih supportnya
total 1 replies
Widya Pertiwi
Hari ini aku mantengin HP ku karena nunggu update-an dari author :( Suka banget :( lanjutannya jangan lama-lama
Yezzi Corp: thank supportnya ya kak
total 1 replies
yoonjaa
Halo kaa!! aku udah support kakaa, mampir juga yaa kekaryaku. btw polback ya kaa!
Prasetya Wibowo
Seru Thor!! Lanjut ya ya! Plis Thor!
Yezzi Corp
thanks ya kak
Bhebz
Hai akak, aku mampir nih, semangat!!!
floufrouu
Makasih Thor udah buat cerita sebagus ini~
Yezzi Corp: thanks supportnya ya ..
total 1 replies
junemoment
Aku terhibur baca ceritanya kak, monggo dilanjuuut~
Yezzi Corp: terimakasij supportnya kak
total 1 replies
kawanlama
sudah di like, mampir yu kak
Yezzi Corp: siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!