Perasaan yang terpendam antara sang sekertaris dan bosnya, bos yang di cintai nya akan segera melangsungkan pernikahan. Lantas bagaimana dengan perasaannya yang belum tersampaikan?
Apakah tuhan akan berbaik hati memberikan kesempatan untuk mengutarakan perasaannya? Atau justru perasaannya akan terus terpendam sampai sedikit-sedikit menjadi hilang?
MC pria. manja, curiga an kekanak-kanakan
MC wanita. cuek, bodo amatan, gampang marah.
Not you, bukan kamu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26.Mau itu
"ke-empat, fungsi protektif. Keluarga harus menjadi tempat yang dapat melindungi seluruh anggotanya dari seluruh gangguan, baik dari dalam maupun dari luar. Keluarga juga harus menjadi tempat yang aman dari pengaruh negatif dunia luar yang mengancam anggotanya. Misalnya, pengaruh negatif media, pornografi, bahkan juga paham-paham keagamaan yang menyesatkan."jelas Akram.
"Ke-lima, fungsi sosialisasi. Keluarga juga berfungsi sebagai tempat untuk melakukan sosialisasi nilai-nilai sosial dalam keluarga, Karna pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan hubungan antara sesama secara timbal balik untuk tujuan masing-masing."jelas Akram.
"Ke enam, fungsi ekonomis, keluarga mesti mempunyai pembagian tugas secara ekonomi. Siapa yang berkewajiban mencari nafkah, serta bagaimana pendistribusiannya secara adil agar masing-masing anggota keluarga dapat mendapatkan haknya secara seimbang."jelas Akram.
"Dan yang terkahir, adalah-. Eum, aku lupa."kata Akram dengan tersenyum malu.
"Fungsi relatif, keluarga dapat menjadi tempat untuk memberikan kesejukan dan kenyamanan seluruh anggotanya untuk manjadi tempat beristirahat yang menyenangkan. Dalam keluarga seseorang dapat belajar untuk saling menghargai, menyayangi, dan mengasihi sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan damai."jawab Fakhira sambil mengusap-usap rambut Akram.
"Nah itu."kata Akram.
Akram memeluk Fakhira dengan nyaman, Akram kembali mengigit leher Fakhira pelan.
"Sayang!"tekan Fakhira.
"Apa?"tanya Akram sambil mendusel-duselkan kepalanya pada leher Fakhira.
"Jangan seperti itu."kata Fakhira, Akram mengabaikannya ia sibuk dengan urusannya sendiri.
"Kapan punya bayi?"tanya Akram.
"Nanti."jawab Fakhira acuh.
"Aku maunya sekarang."kata Akram.
"Nanti."jawab Fakhira.
"Sekarang."rengek Akram.
"Ya sekarang."kata Fakhira, Akram tersenyum cerah ia dengan semangat memeluk Fakhira erat.
"Tidur!"kata Fakhira, Akram mengerucutkan bibirnya. Akram berbalik membelakangi Fakhira dan langsung tertidur.
"Ahahaha dia lebih lucu dari yang aku bayangkan."kata Fakhira, ia langsung memeluk Akram dan ikut tertidur.
Seperti inilah enaknya punya pasangan yang sudah halal, dapat tidur bersama, berpelukan, berpegangan tangan, berdua-duaan, tanpa harus memikirkan dosa dan konsekuensi yang akan di dapat.
"Eumh, jam berapa ini?"tanya Akram sambil bangun dari tidurnya.
"Jam setengah empat, bangunlah lalu shalat."kata Fakhira yang baru selesai bersiap-siap.
"Iyaaa."kata Akram.
Beberapa saat kemudian, Akram telah selesai. Ia langsung berjalan ke arah Fakhira, suasana hatinya jadi lebih baik ketika ia dan Fakhira membahas soal keluarga.
"Istri, kita mau ngapain lagi di sini?"Akram duduk di samping Fakhira, yang tengah fokus pada laptopnya.
"Kerja."jawab Fakhira.
"Kerja? Ish tau gini mah, aku ga bakalan berharap lebih."batin Akram kesal.
"Laper ga?"tanya Fakhira sambil menutup laptopnya, Akram tampak berfikir.
"Ga terlalu."jawab Akram.
"Mau buat mie?"tanya Fakhira sambil berdiri.
"Emangnya ada?"tanya Akram.
"Ada, stok nya masih banyak. Makanan ringan juga ada, letaknya di sebelah sana, kalo minuman ada di kulkas mini itu."jawab Fakhira.
"Aku mau makanan ringan aja."kata Akram.
"Ayo."Fakhira menarik tangan Akram menuju tempat makanan ringan.
"Makan yang banyak."kata Fakhira, Akram menganguk.
"Humm, setelah berat badan aku naik pasti kamu bakalan nafsu."batin Akram semangat.
"Aku mau buat mie."kata Fakhira sambil meninggalkan Akram, Akram menyusuri setiap tempat yang ada di sana.
"Wah, sangat rapih. Kalo tempat ini di kost sin pasti banyak yang minat."gumam Akram.
Fakhira telah selesai membuat mie, ia langsung berjalan menuju Akram yang berada di dekat jendela.
"Mau ga?"tanya Fakhira.
"Ga mau."jawab Akram.
Fakhira memakan mienya, ia membuat dua mie karena ia percaya Akram pasti menginginkannya. Akram melihat Fakhira dengan seksama.
"Yakin ga mau?"tanya Fakhira.
"Ya-"
"Enak loh."kata Fakhira sambil tersenyum.
"Mau itu."tunjuk Akram pada bibir Fakhira yang memerah karena memakan mie.
"Aku nawarin mie."kata Fakhira acuh.
"Tapi aku maunya itu, boleh yah."kata Akram penuh harap, Fakhira memakan mienya.
"Ga."kata Fakhira.
"Bentar aja, lima menit."kata Akram memaksa.
"No."
"Istri. bentar aja."kata Akram dengan mata berkaca-kaca, Fakhira mengabaikannya.
"No."
"Istri, cuma sebentar. Aku mau itu."kata Akram, Fakhira melihatnya datar.
"No."
"Istri, aku mau itu."rengek Akram.
"Ya aku akui, aku menyukai Akram yang merengek, kesal, marah, di tambah dengan matanya yang berkaca-kaca ah itu sungguh membuatku sangat menyukainya."batin Fakhira.
"No."
"Istri."Akram mendekati Fakhira lalu memeluknya, Fakhira menahan dada Akram.
"Apa?"tanya Fakhira acuh.
"Bentar aja."Kata Akram penuh minat.
"Baiklah,tutup matamu."kata Fakhira.
"Beneran?"tanya Akram semangat.
"Iya."kata fakhira sambil tersenyum tipis,Akram menutup matanya. Fakhira meletakkan tangannya di mata Akram.
"Buka mulutnya."kata Fakhira.
"Emangnya harus buka mulut?"tanya Akram.
"Iya, biar makin hot."jawab Fakhira, Akram tersenyum setelah itu membuka mulutnya.
"Emmh." Akram langsung menyingkirkan tangan Fakhira yang menutupi matanya.
"Enak?"tanya Fakhira.
"Kamu, bohongin aku!"kata Akram marah, Fakhira tidak mengkiss Akram ia hanya menyuapi mie yang menurutnya sangat enak.
"Hm,mau ga mau. Kamu harus memilihnya satu, hal yang di tawarkan. Jangan memilih hal yang ga di tawarkan karna kamu tidak akan mendapatkannya, itu khusus prinsipku."kata Fakhira acuh.
"Tapikan."kata Akram sedih.
"Mau lagi?"tanya Fakhira, Akram melihat Fakhira kesal setelah itu membuang mukanya. Fakhira tersenyum tipis saat Akram mengambil mienya dan memakannya.
"Minum."kata Fakhira sambil memberikan airnya.
"Ga usah."kata Akram kesal sambil mengambil air dari tangan Fakhira.
"Dasar."batin Fakhira.
Akram telah selesai, ia langsung mencuci mangkok nya. Tak lama ia kembali dan duduk di samping Fakhira.
"Aku mau pulang sekarang."kata Akram.
"Masih jam empat lebih, kenapa terburu-buru."kata Fakhira santai.
"Bilang apa ya, umh gini nih kalo ngobrol sama Fakhira. Suka hilang topik."batin Akram.
"Kenapa diem?"tanya Fakhira.
"Menurutmu?"tanya Akram ketus.
"Sini,duduk nya jangan jauh-jauh."kata Fakhira.
"Ga." Akram semakin menjauhi Fakhira.
"Sini!"tekan Fakhira.
"Ga, kamu itu ga usah maksa-maksa deh."kata Akram ketus.
Fakhira mendekati Akram, Akram memicingkan matanya. Duk, Fakhira duduk di samping Akram. Akram hendak berdiri saat dirinya sudah berada di ujung sofa,namun di tahan Fakhira.
"Geser ishh."kata Akram sambil mendorong Fakhira, Fakhira menahan tangan Akram.
"Hm."dehem Fakhira.
"Geser ga."kata Akram kesal.
"Kenapa? Ga suka deket-deket?"
"Iya." Akram langsung berdiri dan berpindah tempat, Fakhira mengikuti Akram hal tersebut terus berlanjut sampai beberapa kali.
"Ngapain sih ngikutin terus."kata Akram.
"Hm."
Akram mengepalkan tangannya, ia berpindah tempat ke atas kasur.
"Umh, kesel banget aku gebukin bantal aja Kali ya biar ga kesel lagi."batin Akram.
"Akram, bisakah kamu menurut dan duduk dengan tenang di sisiku?"tanya Fakhira yang ikut kesal.
"Ga."kata Akram acuh.