Indonesia
NovelToon NovelToon
365 Days With You

365 Days With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: seoyoon

“Aku ingin membalas dendam pada gadis yang telah menghancurkan hatiku berkali-kali,” pinta Ray dengan tatapan berapi-apinya.

Seorang pria muda terbangun dari tidur panjangnya setelah menandatangani kontrak tinggal didunia selama 365 Hari,

Namun ketika ia terbangun, ia mendapati banyak hal yang telah berubah, begitupun dengan wajahnya yang telah berganti menjadi wajah asing yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya,

Akankah Ray berhasil menuntaskan dendamnya dan berakhir pergi dengan damai sebelum 365 Hari?

Ataukah dia malah malah menyesali pilihannya?

Yuk simak kisah selengkapnya disini, 365 Hari.

Note : Sebenarnya kisah ini lanjutan dari Novel Mimpi dan Harapan ya.

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seoyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Keesokan paginya.

“Morning,” sapa Andheera yang sudah lebih dulu terjaga 1 jam yang lalu, ia berjalan menuju tepi ranjang untuk menghampiri suaminya yang baru saja membukakan kedua matanya.

“Kau sudah bangun?” respon Keenan yang kemudian bangkit dari tidurannya lalu menarik lengan Andheera dan mendudukannya diatas pangkuannya.

“yak, yak, aku sedang membawa susu coklat panas,” panik Andheera kala suaminya menarik tubuhnya tanpa perduli dengan gelas yang dirinya bawa pun terguncang.

“hmm.. untuk siapa?” tanya Keenan manja seraya menggesek-gesekan pipinya ke pundah Andheera.

“untukmu,” sahut Andheera seraya menyodorkan gelas yang berisikan susu coklat panas itu pada suaminya.

Keenan pun lantas memonyongkan bibirnya tanda ia ingin Andheera membantunya minum, sebab ia tak ingin melepaskan pelukan eratnya.

“Minum sendiri,” ketus Andheera yang mencoba menarik diri dari pelukan erat suaminya.

“Gak mauu!” rengek Keenan lengkap dengan raut wajah merajuk yang dibuat-buatnya, hingga membuat Andheera pun terkekeh seraya menggelang kepala melihat tingkah suaminya yang sudah seperti bocah 5 tahun.

Andheera menghembuskan nafas pasrahnya sebelum akhirnya mengalah dan membantu suaminya meneguk susu coklat panaasnya.

Namun baru saja lidah Keenan menyentuh susu tersebut ia langsung memundurkan wajahnya, “auuggghh panassss!!” rengek Keenan lagi seraya memelet-meletkan lidahnya seperti anjing.

“Sory, sory, apa lidahmu terbakar?” cemas Andheera yang kemudian bangkit dari atas pangkuan Keenan serta menaruh gelas tersebut diatas nakas sebelum kembali mengalihkan perhatiannya pada suaminya yang tengah meringis kepanasan.

“Mau ku ambilkan air untuk menetralkannya?” tanya Andheera namun dengan cepat Keenan kembali menarik Andheera dan membawanya ke dalam dekapannya.

“Aku punya cara yang sexy untuk membuat lidahku merasa lebih baik,” ucap Keenan yang kemudian membantingkan tubuh Andheera ke atas ranjang disusul dengan dirinya yang kini berpindah ke atas tubuh istrinya.

Ia tersenyum menyeringai sebelum melancarkan aksi li*arnya, menci*umi dan me*lu*mat bibir istrinya tanpa ampun.

...****************...

Di area ruang makan keluarga, 1 jam kemudian setelah aksi panas itu berlalu.

Keenan terlihat menuruni tangga dengan setelan semi formal, sementara istrinya sudah lebih dulu berada diarea ruang makan keluarga tengah membantu menyusun hidangan diatas meja makannya.

“Kenapa kau yang melakukannya? Kemana para pelayan?” tanya Keenan yang baru saja bergabung sembari mengancingkan lengan kemejanya.

“Sebagian ada yang mengundurkan diri, dan sisanya aku memintanya untuk membersihkan rumah dan kebun saja, untuk urusan memasak aku yang akan melakukannya untukmu mulai sekarang,” timpal Andheera seraya menghentikan aktifitasnya sejenak untuk menantikan reaksi suaminya.

Benar saja, kedua sudut bibir Keenan mulai mengembang seiring dengan lubang hidungnya yang membesar lantaran menahan rasa bahagianya.

“Jadi, kau ingin menjadi seorang istri sungguhan sekarang?” goda Keenan seraya kembali menarik langkah menuju kursinya.

“he’em,” sahut Andheera yang kemudian mendudukan bokongnya setelah Keenan, dan mulai bersiap mencidukan nasi untuk suaminya.

“Kenapa?

Bukankah kemarin kau bilang, tidak bisa mencintaiku, karena kau…,”

“Sampai kapan kau akan terus berpura-pura Keenan?!” sela Andheera seraya menatap tajam manik Keenan.

“ba.. bagaimana,” respon Keenan terbata dengan 2 mata membulatnya.

“sejak kapan kau tahu Andheera?” imbuh Keenan yang kemudian bangkit dari kursi.

“Apa itu penting bagimu?

Bukankah cukup hanya dengan kita bersama,” sahut Andheera yang kemudian menaruh piring yang sudah berisikan nasi beserta lauk pauknya didepan Keenan.

“Apa?! Jadi selama ini kau membodohiku huh?!” pekik Keenan tak terima.

“Membodohi?! Ciihhh!!...,

Yak! Jangan memutar balikan fakta, sejak awal kau yang berpura-pura menjadi orang lain, kemudian merencanakan hal konyol untuk bisa menikahiku!

Aku sudah menunggu, tapi kau tahu! Aku bukan orang yang penuh kesabaran, aku tak suka bertele-tele, bahkan setelah 1 bulan kita menikah kau masih saja menyembunyikan fakta itu, sebenarnya apa yang kau inginkan huh?!” balas Andheera yang tak kalah galaknya, hingga membuat nyali Keenan menciut seketika.

“Ka.. u tak keberatan aku yang menikah denganmu,” ucap Keenan yang mulai menurunkan intonasinya.

“Lantas kau ingin berpisah denganku sekarang huh?!” timpal Andheera lagi seraya menghentakan alat makannya ke atas meja yang sontak saja membuat Keenan terkejut.

“tidak!”

“kalau begitu duduk! Ayo sarapan,” titah Andheera yang langsung dilaksanakan dengan patuh oleh Keenan.

Ia buru-buru mendudukan bokongnya kembali diatas kursinya, dengan gerakan canggungnya ia mulai mencoba melahap suapan pertamanya.

...****************...

Sementara itu di area dapur, terlihat ketiga pelayan tengah berbisik sembari mengintip ke arah ruang makan keluarga.

“Baru pertama kali aku melihat tuan Rayanza sepatuh itu,” celetuknya.

“Itulah namanya kekuatan cinta kau tahu! Tuan Rayanza pasti bucin sekali dengan nona Andheera,” timpal yang lain.

“Apa tuh bucin?” timbrung pelayan yang paling muda.

“Aisshh! Kau ini norak sekali, bucin itu budak cinta!” jelasnya penuh emosional.

“Sudah puas bergosipnya?” ujar Minna sang kepala pelayan yang mendapati ketiga anak buahnya tengah menguping dan menonton adegan drama beberapa saat lalu diruang makan keluarga.

Buru-buru mereka bertiga pun berbaris dan menundukan kepalanya didepan Minna.

“Kembali bekerja,” titah Minna.

“Baik bu,” seru ketiganya serempak kemudian pergi berlarian menuju areanya masing-masing.

...****************...

Selang 15 menit kemudian, usai keduanya menyelesaikan sarapan paginya. Andheera pun lantas bangkit dari kursinya selagi Keenan tengah meneguk air mineralnya.

“tunggu!” tahan Keenan yang langsung menyudahi meneguk air minumnya, Andheera menoleh seraya menaikan 1 alisnya sebagai pengganti dari kalimat ‘ada apa?’

“kau mau kemana hari ini?” tanya Keenan yang kemudian bangkit dari kursinya.

“café,” sahut Andheera seadanya.

“Aku libur hari ini,” kata Keenan.

“lalu?” respon Andheera yang pura-pura tidak peka dengan signal yang suaminya berikan.

“amm.. temani aku check up, dan berjalan-jalan hari ini,” pinta Keenan.

“Apa kau anak kecil?

Kau bisa melakukannya sendiri,” acuh Andheera yang kemudian memutar tubuhnya dan hendak menarik langkah, namun dengan cepat Keenan menggenggam lengan istrinya yang memiliki hati sedingin es batu itu.

“Apa kau benar-benar tidak merasa bersalah padaku Andheera?! Aku terbaring koma selama 5 tahun karena…,”

“Iya.. iya.. iya, ayo! Aku temani! Kau tak pernah berubah sama sekali, cengeng!” dumel Andheera seraya melepas genggaman suaminya dan lebih dulu pergi.

“Aissshh!! Sial!!” geram Keenan lantaran merasa harga dirinya terluka dikatain cengeng oleh istrinya sendiri.

...****************...

Di rumah sakit Haneul.

Lebih tepatnya di depan ruangan dokter yang akan memeriksa kondisi terkini Keenan.

“Kau bisa masuk sendirikan?” tanya Andheera dengan tatapan sinisnya.

“Ciihh!! Kau benar-benar tak memiliki perasaan,” kecam Keenan.

“berhenti merengek, sudah masuk sana!” seru Andheera seraya membuka pintu ruangan tersebut dan mendorong suaminya untuk segera masuk ke dalam, sementara dirinya akan menunggu diluar.

Selagi menunggu suaminya yang tengah melakukan pemeriksaan, Andheera memilih untuk bersantai sejenak di kafetaria rumah sakit dengan membeli ice Americano, varian kopi favoritenya yang selalu membangkitkan semangat juangnya dalam menghadapi kehidupan yang keras ini hahahaa.

“Ice Americanonya 1,” pinta Andheera pada sang penjaga kedai kopi.

“Baik, 25.000 kak,” timpalnya, yang membuat Andheera merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya.

“Qris ya,” kata Andheera seraya mempersiapkan aplikasi pembayaran digitalnya, kemudian menscan barcode untuk melakukan pembayaran pesanannya.

“Baik, ditunggu sebentar ya kak,” katanya yang kemudian bergegas membuatkan pesanan Andheera disisi lainnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” tegus seseorang yang muncul dari belakangnya.

“Memangnya tante gak lihat, aku sedang memesan kopi,” responnya sarkas yang langsung mengundang emosional Hyunjie seketika.

“Aughhh!! Astaga!! Kau benar-benar!!” geram Hyunjie seraya menunjukan kepalan tangannya yang ingin sekali menggeplak kepala gadis kasar itu.

“Apa dengan bersikap baik bisa merugikanmu Andheera?” timbrung Sanha seraya memindai papan menu diatas kedai dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku jas putihnya.

“hmm.. (Andheera menghela nafasnya sejenak)

Aku hanya sedang menemani suamiku chek up,” ungkap Andheera.

“APA?! Kenapa? Ada apa dengan suamimu? Apa dia terluka huh?!” mendadak Hyunjie panik tanpa alasan hingga membuat Andheera mengerutkan dahinya dan memasang wajah julidnya.

“Silahkan ice americanonya kak,” ucap sang penjaga kedai seraya memberikan pesanan Andheera.

“Oke, terimakasih ya,” timpal Andheera yang kemudian hendak melongos pergi begitu saja dan mengabaikan racauan Hyunjie barusan.

“Yak! Andheera apa yang terjadi dengan suamimu?! Apa dia terluka,” lanjut Hyunjie yang masih tak bisa tenang setelah Andheera memaparkan tujuannya kemari.

“Kenapa tante keliatan heboh sekali?

Memangnya tante mengenali suamiku?” sahut Andheera seraya menyedot ice americano dengan wajah tengilnya.

Mendengar hal itu, Sanha pun refleks menyikut lengan Hyunjie untuk berhenti bersikap berlebihan atau dirinya akan ketangkap basah.

“eng.. engga juga sih, hanya…,”

“kalau begitu aku pamit,” sela Andheera yang tak ingin memperpanjang pembicaraannya dengan dokter bar-bar itu.

“Tidak, tung.. tunggu Andheera,”

“Mau pesan apa dok?” tanya sang penjaga kedai saat Hyunjie hendak mengejar Andheera, namun Sanha keburu menahannya serta menggeleng kepalanya sebagai tanda larangannya.

“Tenanglah, kau bisa menanyakannya langsung pada putramu nanti, apa yang kau inginkan? Caramel latte?” kata Sanha yang mencoba menenangkan karibnya itu.

...****************...

Bersambung…

1
Ni sya ♡
ngakak😂
Ni sya ♡
menarik nih ceritanya
Yeonso: kalau menarik dilanjut dong berarti bacanya hihihi...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!