Elina Tiara Cahya Pradipta, wanita yang cantik, anggun, menarik, dan segalanya ada padanya. Namun, hal itu tidak membuatnya dikelilingi oleh banyak orang. Teman, bahkan pasangan, dia hanya punya keluarganya.
Sampai satu kejadian, yang membuatnya bertemu Raefal. Laki-laki yang sangat mempesona. Mereka bernasib sama, tidak punya siapapun selain keluarga. Hingga akhirnya mereka sadar bahwa selain keluarga ada Tiara yang membutuhkan Raefal dan Raefal yang membutuhkan Tiara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayna', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan
Matahari sudah terlihat ingin masuk kembali ke tempat persembunyiannya. Warna langit yang awalnya berwarna biru cerah berubah menjadi jingga.
Tiara merapikan beberapa dokumen atau file yang tadi sedikit berantakan di atas meja menjadi kembali tersusun rapi. Ia menyiapkan dirinya untuk pulang ke rumah.
Waktu sudah sore dan pekerjaan yang tadi menumpuk sudah mulai menipis. Jadi, niatnya dia akan mengerjakannya sebagian di rumah, kalau masih belum selesai juga, akan dilanjutkan keesokaannya lagi.
Tok ... Tok ...
"Masuk!" Setelah mendengar suara perintah dari Tiara, tak lama pintu ruangan terbuka sedikit.
Terlihat Lucas menyembulkan kepalanya dari balik pintu, mengintip ke arah dalam.
Tiara yang melihat itu, menatap datar. "Kenapa, Cas?"
"Sudah selesai, belum?" Lalu, Lucas membuka pintu menjadi lebih lebar agar dirinya dapat masuk ke dalam.
"Sebentar lagi," jawab Tiara singkat. Lucas menghampirinya dan memilih diam sambil melihat Tiara yang memang masih sibuk merapikan meja kerjanya.
Setelah kurang lebih 5 menit lamanya, akhirnya semuanya selesai dan mereka keluar bersama untuk pulang.
Lucas yang memang juga ditugaskan oleh Ardi untuk menjaga Tiara di luar urusan kantor, jadi mengantarkan Tiara pulang. Kebetulan, kali ini mereka akan mengendarai mobil milik Tiara.
Di tengah jalan, tiba-tiba saja ban mobil meletus. Itu membuat Tiara dan Lucas yang awalnya sedang tenang-tenang saja seketika menjadi panik.
Tusss...
Akibat dari hal itu, mobil menjadi oleng. Lucas yang menyetir sangat berusaha untuk menyeimbangkan kestabilan dari mobil itu. Pada akhirnya, Lucas membanting stir mobil ke arah kiri dan berakhir harus menabrak pohon di pinggiran.
Bruukk
Benturan yang terjadi cukup keras dan cukup mengakibatkan Lucas dan Tiara terbentur hingga tidak sadarkan diri. Mereka berdua pingsan.
•••••
Dua brankar pasien sedang didorong oleh para suster menuju tempat yang masih tersisa di dalam ruang IGD.
Satu brankar ditempati oleh Tiara. Kondisinya lumayan memprihatinkan. Dari dahinya, keluar darah yang mengalir cukup banyak. Tangan sebelah kirinya juga terlihat terdapat irisan dan berdarah serta sedikit memar biru.
Sedangkan brankar pasien yang satunya lagi, diisi ditempati oleh Lucas. Kondisinya tidak beda jauh dengan Tiara. Dahinya juga sama berdarah cukup banyak. Bedanya saat ditemukan oleh warga setempat, kondisi Lucas lebih memprihatinkan karena kondisi kakinya yang terjepit.
Para suster dengan segera mungkin langsung menolong mereka, karena darah yang terus mengalir tidak juga berhenti.
Di rumah Tiara, Yuna tidak dapat tidur. Perasaannya terasa tidak enak dan dirinya merasa sangat khawatir sekarang. Waktu sudah menunjukkan jam 11 malam, tapi Tiara, anaknya belum kunjung pulang dari kantor. Biasanya, walaupun dia akan lembur atau misalnya menginap di luar akan menghubungi ibunya, tapi kali ini tidak ada sama sekali.
Yuna berjalan mondar mandir di ruang tamu. Dirinya bolak-balik menatap pintu, lalu menunduk. Pintu depan rumahnya sekarang seakan menjadi objek indah yang sayang dilihatnya.
Ardi yang terbangun karena terkejut tidak mendapati istrinya berada di sebelahnya, langsung memutuskan untuk keluar kamar. Dan benar, dia mendapati istrinya sedang berjalan mondar mandir dengan tatapan cemas.
Ardi yang melihat itu jadi ikut-ikutan merasa cemas. Dia takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Makanya, dia menghampiri istrinya itu.
Ditepuk pundak Yuna secara perlahan. Namun, siapa sangka respon tubuh Yuna yang terlihat sangat terkejut, sampai tubuhnya bergerak dengan spontan mundur dan mulutnya yang berteriak.
"Pah!" teriak Yuna. Ardi yang tadi hanya menepuk pelan, jadi ikutan terkejut dan mundur selangkah ke belakang.
"Kamu kenapa? Mondar-mandir malam-malam begini?" tanya Ardi cemas.
Yuna memainkan tangannya. "Aku tidak tau, perasaanku tiba-tiba menjadi khawatir."
"Ayo, tidur. Tenangkan pikiranmu di kamar saja. Kau membuatku terkejut, karena tidak ada di kasur." Ardi yang hendak menggenggam tangan Yuna, seketika ditepis oleh Yuna sebelum tergenggam.
"Ada apa?" Ardi kebingungan, karena Yuna menepis genggamannya.
"Tiara mana?! Dia belum pulang, Pah!" Yuna teringat akan hal itu, Tiara belum pulang!
Ardi melihat jam dinding yang dipajang di ruang tamu, jarum jam menunjukkan pukul 11 malam lewat. Dia termenung memikirkannya, anaknya Tiara memang tadi belum pulang saat dia dan Yuna memutuskan untuk tidur duluan. Tidak biasanya.
"Pasti ada di kamarnya, ini sudah malam. Untuk apa dia di luar? Atau dia pasti sudah menghubungimu atau aku kalau masih di luar," ucap Ardi berharap Yuna akan tenang. Namun, nyatanya perasaan cemas Yuna belum juga hilang.
"Aku mau ke kamar Tiara." Yuna lekas meninggalkan suaminya dan berjalan dengan cepat menuju kamar Tiara. Ardi hanya bisa menghela napas melihat istrinya yang begitu cemas dan berjalan mengikutinya di belakang. Walaupun ada perasaan cemas yang juga ia rasakan.
"Tiara.. Tiara... "Panggil Yuna sambil mengetuk pintu kamar Tiara. Diraihnya gagang pintu kamar itu, dan terbuka. Pintu kamar Tiara tidak terkunci.
Akhirnya, dirinya dan Ardi memutuskan untuk masuk. Betapa kagetnya Yuna, saat mendapati kamar putrinya dalam keadaan kosong melompong, tanpa penghuni. Ardi yang awalnya menampakkan wajah biasa aja berubah menjadi sangat cemas.
Dilihatnya kamar mandi di dalam kamar juga sama saja tidak ada siapapun. Dimana Tiara?
"Pah! Cepat hubungi Tiara atau asistennya yang kamu kerjakan juga untuk menjaga Tiara di luar kantor!" perintah Yuna, dirinya mengetahui bahwa suaminya menyuruh seseorang untuk menjadi sekretaris anaknya di kantor dan asisten di luar urusan kantor.
Ardi mengangguk, lalu bergegas pergi ke kamarnya untuk mengambil ponsel.
Setelah dapat, dia dengan cepat mencari kontak anaknya, lalu menelponnya. Namun, sialnya panggilan itu malah dijawab oleh operator.
Tiba-tiba Ardi langsung terpikirkan Lucas, dia pasti berada di samping anaknya dan itu harus, karena salah satu tugas Lucas yaitu menjaga Tiara saat anaknya di kantor sampai selamat kembali di rumah.
Lalu, Ardi mencari kontak atas nama Lucas dan memencet tombol memanggil. Terlihat tulisan 'dering' di layar ponsel, syukurlah itu artinya panggilan itu masuk ke dalam ponsel Lucas. Mudah-mudahan diangkat.
Tidak lama, panggilan pun tersambung.
"Halo," suara lembut seorang wanita terdengar menjawab panggilan ponsel.
Apa Lucas sedang bersama pacarnya? Ini bukan suara Tiara, gumam Ardi dalam hati. "Halo. Maaf apa saya bisa bicara dengan Lucas?" tanya Ardi to the point.
"Maaf, apakah ini dengan keluarga dari Tuan Lucas?" wanita di seberang sana malah balik bertanya.
Tuan? Ini pembantunya?
"Iya. Memangnya ada apa?" tanya Ardi dengan suara yang dingin.
"Baiklah, Pak. Begini, Tuan Lucas mengalami kecelakaan mobil saat sore hari. Namun, kami dari pihak rumah sakit kebingungan untuk menghubungi keluarganya dan juga tidak bisa menghubungi keluarganya, karena ponsel Tuan dikunci. Jadi, setelah tau ada yang meneleponnya, kami mengangkat dan senang karena ternyata berasal dari keluarga," terang wanita yang sepertinya adalah seorang suster.
"Kecelakaan?" Ardi sangat terkejut mendengar hal itu. Apa Tiara juga sedang bersama Lucas pada saat kecelakaan?
"Iya, Pak. Betul, saat ini pasien belum juga sadarkan diri. Namun, temannya sudah sadar sedari tadi, sekarang sedang tidur untuk beristirahat." Ucapan suster itu lagi-lagi membuat jantung Ardi berdegup lebih kencang.
Teman? Tiara!
"Siapa temannya apa perempuan?" tanya Ardi ingin memastikan.
"Iya, dia seorang perempuan yang cantik."
"Dimana rumah sakitnya? Saya menuju kesana!"
"Rumah sakit Cipto."
Tuuutt ...
Ardi yang kelewat panik langsung mematikan panggilan dan berlari menuju kamar putrinya. Ternyata, Yuna masih ada di dalam, namun kini sedang menangis.
"Mah, kita sekarang ke rumah sakit!" tegas Ardi. Yuna yang masih kaget melihat Ardi yang baru datang dengan napas yang tersengal-sengal, langsung merasa kebingungan.
"Untuk apa ke rumah sakit semalam ini?" tanyanya.
"Kecelakaan! Tiara kecelakaan!"
"APA?!"
•••••
-bersambung-