Kapten Liang yang berusia 30 tahun diributkan oleh pihak keluarganya untuk mencari seorang istri.
Xiao Shenzen, gadis kecil berusia 20 tahun yang mempunyai ikatan nikah dengan keluarga Liang dan pada akhirnya menjadi istri tersembunyi dari kapten Liang
Xiao Shenzen harus menerima pernikahan kontrak dan fakta jika pernikahannya akan tersembunyi.
Bagaimana Shenzen akan menyikapi semuanya? Bagaimana sikap Kapten Liang kepada istri kecil dan manisnya?
Update setiap hari Sabtu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bam25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IMTMKL - 25
Sementara Liang Chen yang sempat lengah karena Wan menghampirinya dengan dokter pribadinya membuat Liang Chen ingat jika dirinya meninggalkan istri mungilnya seorang diri di kamar mandi luar yang letaknya dekat dengan ruang makan membuatnya langsung bergegas dengan kecepatan tinggi setelah menyuruh Wan untuk membawa dokter pribadinya ke kamar utamanya karena dia yang akan membawa Shenzen ke ruang tidur utama untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Sesampainya di kamar mandi dengan nada tidak sabaran membuatnya dia mendobrak semua pintu dan memanggil nama istri kesayangan dengan amarahnya yang menyeramkan.
“Kesayanganku, kesayanganku, jawab suamimu ini,” ucap Liang Chen yang masih menyisakan suara lembutnya meski dalam hatinya takut jika istrinya dalam bahaya karena dirinya yang lengah yang membuat istrinya hilang begitu dia mendobrak semuanya dan mendapati jika kamar mandi itu kosong membuat amarahnya benar-benar memuncak ketika dirinya akhirnya menyadari jika ada serangga yang berani menculik istrinya untuk hawa nafsu yang sangat jorok.
“Kalian semua pencar cari kesayanganku dan jangan sampai kesayanganku dalam bahaya, mengerti?!” ucap Liang Chen yang sudah memanggil para pengawal bayangan yang dia khusus tugaskan untuk menjaga istri kecilnya dengan HT sehingga para pengawal istrinya segera mengangguk mengerti dan langsung saja bergegas keluar dari tempat persembunyiannya dan mencari di seluruh kediaman Liang Chen.
“Baik tuan muda Liang, kami segera mencari nyonya muda dan melindunginya,” ucap mereka serentak melalui HT mereka masing-masing sembari membagi tugas mereka untuk mencari lokasi nyonya muda menghilang di seluruh kediaman Liang Chen.
...----------------...
Sementara Xiao Shenzen mulai tersadar dari pingsan pada saat itu pejabat biro pernikahan menyentuh dan memegang tangan kecil dan mungilnya lalu mengarahkan ke junior lelaki tersebut serta menggerakannya membuat Shenzen tersadar karena tangannya yang sangat sensitive menyentuh daerah terlarang pria.
“Uhh—uhh…” ucap Shenzen yang merasa dirinya aneh karena dirinya memegang bagian terlarang pria itu yang membuat jari-jemari lentik dan mungilnya itu bergetar hebat karena akibat dari sensitivenya.
Sementara pria yang sibuk bermain dengan juniornya menggunakan tangan mungil dan kecil milik Shenzen mengeluarkan suara laknatnya karena sangat puas meski tangan mungil tersebut terasa gemetaran.
“Baby, kau sangat nikmat sekali, ouww… kau sudah sadar ya?” tanya pria tersebut yang masih tersenggal-senggal menikmatinya ketika sedang mendongak kepalanya membuat Shenzen langsung ketakutan karena pria tersebut.
“Ahh… s—ssiapa kamu?” tanya Shenzen yang ketakutan serta berusaha menarik tangan mungil dan kecilnya membuat pria itu menahan tangan kecilnya.
“Sss—sshh… uu—uhh…. p—ppanaas sekali, kenapa badanku panas sekali?” tanya Shenzen dengan polosnya serta menggeliat untuk melepaskan dirinya membuat tubuhnya semakin merespon hal yang aneh membuat pria tersebut tersenyum menyeringai.
“Mengapa kucing kecilku sudah tidak sabaran sekali, hem?” tanya pria tersebut yang menyeringai membuat Shenzen ketakutan.
“H—hikks… paman, Shenzen mohon lepaskan Shenzen,” ucap Shenzen yang berusaha melepaskan dirinya begitu tangan besar tersebut mulai mendekat ke arah gaunnya dan mulai merobek gaun yang menjadi kesukaan Shenzen.
“Pa—paman jangan robek gaun Shenzen itu Shenzen sudah suka sama gaun pemberian suami Shenzen,” ucap Shenzen memohon dengan nada menggemaskan sembari sudah menitikkan matanya karena ketakutan membuat pria itu sudah tidak memperdulikan Shenzen yang memohon untuk melepaskannya.
“Baby, kamu bergerak seperti itu sangat menggemaskan, baiklah paman akan membantumu untuk mengurangi ketidaknyamananmu, baby,” ucapnya sembari hendak mencium bibir kenyal tersebut Shenzen menolak dan memberontak sehingga bulir-bulir air mata dari mata cantiknya sudah merembes dan dirinya ketakutan di saat gaun kesayangannya dirobek membuat dua benda yang kenyal keluar seperti hendak menyapa pria tersebut sehingga pria tersebut mengelurkan tangannya untuk hendak menyentuhnya namun tiba-tiba.
Prangg…
Terdengar suara kaca mobil yang tepat di tempat pria tersebut hendak memperkosa istri mungil dan sudah membuat ketakutan langsung saja membuat amarah Liang Chen yang berhasil menemukan lokasi penculikan istrinya menjadi tidak terkendali. Dia langsung menarik kerah pria tersebut dan langsung melemparnya keluar dari mobil pria tersebut dan setelah melemparkan pria tersebut tidak membuat dirinya puas karena melihat istrinya meringkuk menggigil ketakutan.
“Ikat dia dan bawa ke tempat biasanya!!” ucap Liang Chen yang menahan amarahnya karena melihat dan menghawatirkan istri mungilnya.
“Baik tuan muda,” ucap mereka serentak lalu menggeret pria tersebut yang memohon pengampunan pemuda ini.
“Kapten Liang, ampuni saya dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” mohon pria ini sembari tubuhnya diseret jauh sehingga suara teriakannya perlahan mulai mengecil hingga tidak terdengar lagi. Liang Chen kemudian membuka pintu mobil yang dimana istri mungilnya meringkuk serta menutupi asset miliknya yang menggoda dengan ukuran yang sangat menggoda walau tubuhnya mungil dan kecil sembari bergetar ketakutan.
Liang Chen yang ingin menenangkan namun Shenzen memberontak karena dia mengira jika itu pria yang hendak menyerangnya dan melakukan perbuatan jahat kepadanya.
“J—jangan… hh—hhuu… suami tolong Shenzen, Shenzen takut, hh—hhikks..” ucap Shenzen yang memberontak sembari menangis karena ketakutan membuat hati suaminya yang melihat istrinya ketakutan merasa sakit serta berusaha menenangkan istri mungilnya sembari memberikan jasnya untuk menutupi tubuh mungil istrinya yang terekspos terutama di bagian calon kesukaan dirinya.
“Kesayanganku, ini suamimu, jangan khawatir karena ada aku, pria itu tidak akan menyentuhmu karena sekarang kamu aman, kesayanganku,” ucap Liang Chen dengan lembut serta mengelus puncak rambut istri mungilnya membuat istrinya perlahan berhenti gemertar namun karena obat tersebut sangat kuat membuat efeknya kembali bekerja membuat kondisi istrinya semakin menggemaskan namun menghawatirkan karena Shenzen kembali menangis karena menahannya dan ketika mengetahui memang benar-benar suaminya datang menyelematkannya.
“S—suammi.. badan Shenzen sangat panas, hh—hhu… Shenzen tidak tahan, ss—sshh..” ucap erangan istri mungilnya yang dicampuri dengan suara de**han yang membuat adiknya kembali bangun dari kesekian kalinya.
“Kesayanganku kamu tahan dulu ya karena aku membawamu ke kamar kita,” ucap Liang Chen yang segera membawa istri kecilnya keluar serta menggendongnya.
“Palingkan wajahmu!” ucap Liang Chen yang memberi perintahnya kepada pengawal istrinya untuk memalingkan wajah mereka karena istrinya yang dengan wajah memerahnya serta ada deru napasnya yang sangat menggemaskan dan menggoda sehingga Liang Chen tidak ingin siapa pun melihat kondisi istri mungilnya ini. Perintah Liang Chen langsung saja diikuti oleh pengawal istrinya yang langsung saja mengalihkan muka mereka begitu Liang Chen membawa masuk ke dalam kediamannya dan segera menuju kamar utamanya.
“Uhh—uuhh…aahhh…p—panas..” ucap Shenzen yang menggeliat dan membenamkan wajahnya ke dada bidang suaminya sembari mengeluarkan suara laknatnya karena kuatnya obat itu membuat suaminya tidak tega dengan istrinya menahan kesakitan meski terlihat menggemaskan di matanya.
“Wan, apakah kamu mendengarkanku?” tanya Liang Chen yang melalui earphone bluetooth miliknya yang sudah menghubungi panggilan kepada asistennya secara langsung.
“Sudah tuan muda,” ucap Wan yang menganggkat pangilan dari tuan muda sekaligus atasannya di kamp tentara.
“Bawakan sisa teh yang diminum oleh kesayanganku dan suruh dokter yang jenius untuk segera memperiksa kandungan dalam teh yang tercampur dengan obat si*l*n itu,” ucap Liang Chen yang menahan amarahnya dan memberikan perintah kepada Wan untuk meminta dokter jenius di negaranya segera datang ke kediamannya.
“Baik tuan muda, saya akan melakukan perintah Anda,” ucap Wan dengan nurut dan panggilannya langsung diputus oleh Liang Chen secara sepihak.
......................
Shenzen untung saja berhasil diselamatkan kalau telat semenit istri mungilnya pasti sudah ternodai oleh pria mesum.
Sorry ya man-teman kalau digantung sama Author.
Note : Selama novel ini berlangsung Author tetap akan menggunaka bahasa Indonesia setiap percakapan walaupun latar negara sedang berada di negara Taiwan.
Dukung karya Auhtor selalu ya dengan cara rate 5, like, vote, gift, dan comment. Xie xie dan pay pay.