Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Sementara Nayanika

Pernikahan Sementara Nayanika

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Romansa Modern
Popularitas:68.8k
Nilai: 5
Nama Author: jameelajamil

Pernahkah kalian merasa bahwa dunia sangat tidak bersahabat? ujian demi ujian datang saat ujian lain belum terselesaikan?

Pernah juga kah kalian merasakan ketika mendapatkan kemujuran, hal hal baik kemudian berdatangan tanpa diundang?

Nayanika Ezra Jameela seorang wanita yang menjalani liku - liku kehidupan, penuh cobaan, tangisan, ujian mental yang membuatnya berontak pada setiap keadaan. Dipertemukan dengan Benjamin Ryshaka Natanael, pemuda gagah dan tampan. Namun karena sikapnya yang dingin, keras kepala, kasar, serta arogan membuat para wanita enggan mendekatinya.

Berbeda dengan adiknya, Bhramsy Ryshaka Nehemnia. Meskipun memiliki wajah yang tak kalah tampan, namun pemuda ini sangat ramah, perhatian dan menyenangkan.

Sebuah kisah hidup, persahabatan, perjuangan wanita yang rela menanggung segala beban akibat dari hal yang bahkan tidak dia lakukan sama sekali namun membawanya pada kehidupan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jameelajamil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua akhirnya terbongkar. Nai si pembohong!

"Sebaiknya berhenti disini saja tuan." Nai mencoba menahan Benji untuk tidak kerumahnya.

"Kenapa?"

"Rumahku kedalamnya cukup jauh. Kasihan jika tuan harus berjalan, hujan pun cukup deras, aku tidak tega jika tuan kehujanan." Alasan.

"Justru karena jauh, aku tidak mau kau berjalan seorang diri, Biarlah, paling kebasahan sedikit"

"Baiklah."

Setelah berbelanja sebanyak ini aku hanya bisa berkata baiklah, menurut, menganggukan kepala. Itu kenapa aku ingin punya uang sendiri agar bebas.

Nai sudah didepan pintu rumahnya dengan Benji. Mereka berdua basah kuyup. Kedua orang tua Nai yang sedang menunggu anaknya pulang langsung menyuruh mereka masuk.

" Saya Benjamin pak, bu." Sambil cium tangan. Sopan sekali pemuda arogan ini.

"Oh iya, Temannya Nai? terimakasih telah menjemput Nai, maaf anak bapak merepotkan." Sambut pak Gunawan.

Calon suaminya Nai pak, menantumu. Ya anakmu sangat merepotkan sekali, dia membuatku jatuh cinta tapi sulit sekali meminta pertanggung jawabannya atas hal ini.

Nai langsung masuk kekamar untuk berganti pakaian, setelah itu dia mencari t - shirt serta jaket. Dia kemudian keluar dan memberikan pakaian itu pada tuannya

"Pakailah ini, ganti dulu bajunya." Nai menyodorkan pakaian yang ia bawa.

" Ini pakaian wanita ?" Benji kebingungan. Bagaimana tampilannya menggunakan kaos wanita."

" Bukan, ini potongan pria, mana tega aku memberi baju wanita pada laki - laki. Tapi maaf, baju ini sudah kupakai kemarin, belum dicuci, tapi aku kemarin tidak keringatan, aku bisa jamin, dan masih wangi." Nai menyeringai tanpa dosa memberikan baju bekas pakai.

" Baiklah." Benji bahagia menerima perhatian dari Nai. Dia permisi masuk ke kamar Nai untuk berganti pakaian.

Diciumnya baju tersebut dan memang masih wangi. Wangi parfum yang ia berikan pada Nai.

Setidaknya aku bisa merasa dia ada disisiku malam ini.

Benji keluar kamar dengan sumringah. Dia kembali duduk untuk PDKT dengan calon mertuanya.

"Teman Nai darimana nak Benjamin ini?"

"Emh.. dari..."

" Dari Jakarta pa." Nai menyela menjawab.

"Oh sekantor ditempat kerjamu itu yah? duh nak Benjamin, Nai malah keluar kerja coba." keluhnya.

Kantor? Nai bekerja di kantor apa?

"Oh iya pak, teman sekantor." Benji kebingungan.

"Pak, maaf, sebenarnya saya kesini ada tujuan, saya mau meminta maaf yang sebesar - besarnya sebab waktu itu dihadapan Nai telah menyebut...."

Belum sempat Benji meneruskan ucapannya, Nai paham apa yang akan Benji kemukakan, dia kemudian menginjak kaki Benji dengan pelan, penuh harap agar bicaranya dihentikan. Nai melirik Benji dalam, dan sedikit menggelengkan kepalanya seolah memberikan kode jangan.

"Ada apa nak? kenapa tidak diteruskan ?" tanya ayah Nai yang sekarang menjadi kebingungan.

"Emh, ti tidak pak, itu maksud saya emh saya pernah menyebut Nai sangat tomboy. Dan sepertinya Nai marah. "

apalagi alasanku yang masuk akal?

"Oh, ahahahahahahaha, tidak apa - apa. Nai memang berbeda. Bapak juga sering marah sama Nai. Aduh nak Benji, apalagi jaman kuliah, bapak sudah ampun lihat dandanan si Nai, celana jeans bagus sengaja disobek, rambut kayak gulali, kuping antingnya seperti toko aksesoris. Ini dia lagi cantik, rapi, nanti tunggu kumatnya, itu kuping sebelah pakai anting macam - macam. Memang dia kalau kemeja dari jaman remaja juga selalu pakai kemeja, sampai kuliah, tapi celana nya yang bikin pusing. " Ucap ayah Nai sembari mengingat anak bungsunya dulu.

" Apa iya pak? ditempat kerja Nai sangat rapi sekali. Dia sangat rajin pula " Imbuh Benji. Mengarang.

" Coba nak Benji ajak main, kambuh pasti dandanan urakannya. Kalau soal rajin, memang bapak akui Nai rajin. Dia dari jaman sekolah sudah jualan, dia mau susah bawa keripik ke sekolah, lalu dia bisa menjahit, memasang payet pada baju pengantin, saat jadi penyanyi dia jual baju hasil buatannya, malah sebelum ke Jakarta juga Nai bikin keripik dari kulit lumpia, laku sekali. Sampai 2 hari tidak tidur, berdua saja mengerjakan orderan dengan ibunya. Entahlah nak, bapak juga bingung dia serba bisa, padahal tidak kursus." Sambungnya.

" ah yang benar pak ?" bisa semua tanpa kursus?" Obrolan mulai hangat, terlihat ayah Nai dan Benjamin mulai menimati obrolan diantara mereka.

ternyata dia memang pekerja keras. kemarilah,ke pelukanku, semua lelahmu akan ku bayar. aku berjanji Nai.

" Dia sebelum ke Jakarta itu dapat uang karena segala bisa. Potong rambut, cat rambut orang sampai jam 10 malam baru pulang, belum lagi sambung bulumata. Penuh anugrah anak ini, masuk universitas tanpa tes, padahal belajar saja tidak pernah. Dia membantu keluarga, terasa sekali. " Ayah Nai tersenyum sembari mengusap punggung Nai yang hanya tertunduk disampingnya.

"Cuma ya kadang begini, tiba - tiba keluar kerja, mungkin tidak betah. Semoga saja dapat yang terbaik, kasian bapak sama Nai, teman - teman sebayanya sudah enak sudah pakai mobil, main kesana - kemari, kerjaan sudah tetap jadi PNS, bapak segini adanya nak Benji, tidak bisa membelikan, hanya mampu mendoakan saja semoga dia rejekinya besar." Ucapnya berkaca-kaca.

Aku terharu saat dipuji, tapi kenapa harus membandingkan lagi? bukankah rejeki anak kembar saja bisa berbeda, apalagi dengan teman sebaya. huh.

Barusan sudah kutawari mobil pak, anak bapak menolak. Entahlah. Tapi daripada bapak membandingkan dengan orang lain, besok kuberikan mobil untuk Nai.

"Nanti ada rejekinya pak, tenang saja, Nai anak baik, dan pekerja keras, pasti Allah sudah mempersiapkan segalanya untuk Nai." Benji menjadi bijak menanggapi.

"Aamiiin nak, minta doanya saja. Nak bapak tinggal sebentar tidak apa - apa? bapak sama ibu ada perlu sebentar keluar."

"Baik pak tidak apa - apa, biar saya jaga Nai sama anak Nai." Benji berdiri.

Kemudian ayah dan ibu Nai pergi. Tak lama setelah mereka pergi, Caca, gadis cantik itu menuruni anak tangga, sambil clingak clinguk mencari kakeknya.

"Hey, kemarilah. Om belikan es krim yang banyak untukmu." Benji memanggil Caca dengan lambaian tangan. Caca yang sangat menyukai es krim berlari kecil menuju Benji.

Benji membukakan bungkus es krim sambil duduk disamping Naca. dan yang dilakukan Nai? duduk, memegang handphone sambil menghisap sebatang rokok yang terselip di jarinya.

"Hei nak, apa kamu tau kalau berbohong itu adalah perbuatan yang tidak baik?" Introgasi dimulai.

"Ya om aku tau." Jawaban Vaca yang dingin, dia sangat bersemangat dengan es krimnya.

"Kemarin kamu bilang ke om ibumu sudah meninggal kan? Hari tadi om melihat ibumu dari siang hingga larut malam, belanja, membelikanmu es krim, lalu siapa yang mengajarimu berbohong anak cantik." Benji mencubit gemas pipi anak disampingnya.

"Hey om, siapa yang berbohong?" Dahi Caca mengkerut seolah tidak setuju dengan ucapan Benji. Kemudian caca berjalan ke dinding depan yang cukup penuh dengan foto - foto, lalu menunjuk salah satu potret wanita cantik bertoga yang sedang tersenyum bahagia. Dia berkata, "Ini ibuku, lihat baik- baik. Dia memang sudah meninggal." Jelasnya. Kemudian kembali dan menunjuk Nai.

"Ini tanteku, dia adik mama, dia yang mengurusku, sejak kecil tante selalu memaksa aku mengakui dia ibunya. Om tau, tante akan bertanya padaku, aku anak siapa? Kalau aku jawab aku anak mama, tante akan mencubitku. Aku harus menjawab aku anak tante. Dan sebelum mama meninggal pun, aku menganggap tante ini ibuku. Aku kan sayang tante" Caca menjawab kurang jelas karena coklat pada es krim memenuhi mulutnya. Dia mendekati Nai kemudian memeluk dan menciumnya, Nai membalas dengan perlakuan yang sama. Pandangan indah dimata Benji, kini anak dan wanita yang sama - sama cantik sedang berpelukan didepan matanya. Tersirat kasih sayang Nai tak terbendung untuk anak itu.

"Jadi kau?" Nai hanya tersenyum jail sembari mengangkat - ngangkat alisnya ketika Benji mencari kepastian.

"Kenapa Caca kemarin tidak cerita sama om?" Entah antara senang dan sedikit kesal dia kembali bertanya.

"Lah, om nya gak nanya. Om pergi sambil tendang ban mobil. Aku malas melihatnya. Biarkan saja, yang penting dompet tante sudah kembali. Sudah ah, aku ada PR. Om terimakasih yah es krimnya" Caca tersenyum pada Benji dibalas senyuman yang sama dari Benji.

" Cium dulu dong!!!!!!" Ucap Nai ketika Caca memeluknya. Keduanya tertawa kecil.

********

"Bisa kau ceritakan sinetron yang kau mainkan, Nayanika ?"

1
Rohinun Hasibuan
lanjut kak jangan buat penasaran dong
Rohinun Hasibuan
suka tolong jangan stop alur ceritanya truuuus uf dong
Siti Nurhotimah
bagus
Kinanti Kinanti
lanjut dong kak .....jangan lama"
Neka Lena
asik
Kinanti Kinanti
duh lama banget up ya kak
Kinanti Kinanti
semangat dong kak
Kinanti Kinanti
lanjut dong kak
Kinanti Kinanti
semangat ya Benji ......
Anis Hasan
lanjut menarik
Zainur
lanjut
Selly Virlo Nilsel
lanjut tor makir seru kayanya bikin jadi penasaran aja
Winiarti Farah
lnjut
Winiarti Farah
lnjt
Winiarti Farah
lnjut
Anis Hasan
lanjut makin serru
Yulian Lus M
lanjut
Yati Aja
lanjut...
Siti Afifah
wah gak jadi bikin bayi yaa...😄😄😄
Siti Afifah: lma bngt kmu up nya thor...hmpir lupa aku sama ceritanya...😄😄😄
total 2 replies
Siti Afifah
aku tunggu lnjutannya..jngan lma2 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!