Indonesia
NovelToon NovelToon
Riang (Sadar Diri)

Riang (Sadar Diri)

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:598.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: ibu ditca

Ada terselip doa di setiap nama yang diberikan orang tua pada anak-anaknya. Begitu juga seorang perempuan tangguh yang memberikan putri nya nama RIANG. Tentu dia berharap jika putrinya menjadi pribadi yang riang dan selalu bahagia dengan senyuman yang selalu merekah.
Tapi ...ada hal yang membuat gadis yang bernama Riang itu, tak menjadi seriang dulu.

Ini... judul ya ke sekian ya teman2 reader's 🙏🙏🙏 semoga menarik untuk di baca dan bisa dinikmati. Terimakasih 🙏
🤗🤗🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibu ditca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Ahmad dan supir serta beberapa anak buahnya tiba di rumah baru yang akan di tinggali oleh Citra dan Riang. Tak semewah miliknya hanya saja rumah dengan gaya minimalis ini di rasa cocok untuk di huni oleh keluarga kecil seperti Citra.

Bagaimana dengan tetangga kanan kirinya? Kebanyakan mereka adalah pekerja kantoran yang berangkat pagi pulang petang. Jadi di mata Ahmad, situasi seperti ini lebih kondusif dan layak untuk kebaikan mental sang cucu.

Riang di tuntun oleh Eyangnya memasuki rumah baru yang akan ia tinggali. Tak besar memang tapi bagi Riang sangat lah bagus dan lebih dari impiannya selama ini yang ingin pindah dari rumah kontrakan sebelumnya.

"Ini rumah siapa eyang?", tanya Riang.

Ahmad tersenyum tipis.

"Rumah Riang dan mama!", jawab Ahmad.

Riang mengerjap pelan lalu menoleh ke arah mamanya yang diam dan tak banyak bicara.

"Rumah Riang? Apa papa akan tinggal di sini juga?", tanya Riang lagi sambil kakinya terus melangkah mengikuti eyangnya.

"Heum, seperti yang bunda Naya bilang. Dalam satu Minggu, papa mu akan tinggal bersama kalian di sini selama tiga hari. Ngga keberatan kan sayang?", tanya Ahmad.

"Satu Minggu ada tujuh hari, kalau tiga hari di rumah Riang sisanya papa tinggal di mana?", tanya Riang dengan polosnya.

Ahmad berjongkok menyetarakan tingginya dengan Riang lalu menyentuh bahu kecil itu.

"Papa di rumah Eyang."

Riang berkedip menatap mata Ahmad dengan pandangan penuh banyak pertanyaan.

"Kenapa harus di rumah Eyang?", tanya Riang lagi. Ahmad mendesah pelan lalu menatap Citra yang seolah abai karena dia sendiri segan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan gadis kecilnya itu.

"Karena memang selama ini, papa tinggal sama Eyang dan bunda Naya."

"Kenapa tidak tinggal di sini saja sama Riang dan mama? Bunda juga bisa kan tinggal di sini kalo bunda ngga mau jauh-jauh dari papa??", lanjut Riang lagi.

Ahmad meneguk salivanya dengan berat. Dia kembali melirik Citra yang tak ingin menatap wajah calon mertuanya tersebut.

"Selama hamil kamu makan apa saja Citra?", tanya Ahmad yang berusaha mengalihkan perhatian dan pertanyaan-pertanyaan Riang yang pasti semakin menyulitkan dirinya untuk menjawab.

"Heuh? Mak-makan apa Om? Tentu saja makan nasi!", jawab Citra yang bingung dengan pertanyaan Ahmad tersebut.

Ahmad mendengus pelan. Entah dia harus bersyukur atau ingin pingsan saja menghadapi cucunya tersebut.

"Lupakan!", Ahmad berdiri lalu mengajak Riang dalam gendongannya menuju ke kamar yang sudah dia siapkan untuk sang cucu.

Ceklekkkk.... pintu terbuka. Sebuah kamar kecil dengan nuansa putih dan aksen warna ceria di salah satu sudut kamar bergaya minimalis modern.

Riang menatap takjub dengan apa yang ada di depan matanya.

"Ini kamar Riang!", kata Ahmad menurunkan Riang dari gendongannya.

"Masyaallah... bagus banget Eyang ...Riang suka! Makasih Eyang!!!!", Riang tersenyum lebar tak lupa ia memeluk Ahmad dengan erat. Ia pun melabuhkan kecupan di pipi kanan kiri sang Eyang.

Citra hampir tak mengenali putrinya sendiri saat ini. Gadis kecilnya benar-benar sangat riang dan begitu ceria.

Ahmad sendiri masih terpaku tak percaya melihat senyuman Riang yang begitu menawan di matanya. Cucunya jauh terlihat begitu cantik dengan senyuman yang menghiasi wajah imutnya.

Lihat lah Citra! Riang bisa kembali riang sekarang! Selama ini apa yang ia butuhkan bukan hanya perhatian dan kasih sayang mu! Tapi dia juga butuh kasih sayang dari orang-orang yang terikat hubungan darah dengannya! Apa yang sudah kamu berikan padanya selama ini ternyata belum cukup! monolog Citra.

Ahmad tersenyum saat Riang berjingkrak-jingkrak di atas ranjang mini nya. Gadis kecil itu tertawa lepas seolah ia tak pernah merasakan kesedihan beberapa waktu lalu.

Riang bergulang guling di atas ranjangnya. Sesekali ia memeluk boneka baru yang ada di sana. Tanpa di sadari, air mata Citra meleleh begitu.

Air mata bahagia dan haru tentunya.

Ahmad menoleh pada Citra yang masih menatap Riang dengan sendu tapi juga senyuman tipis. Ahmad merasa bersalah tidak tahu keberadaan Riang selama ini.

"Papa pulang. Istirahat lah! Hari Minggu, pernikahan kalian akan dilangsungkan disini! Kamu hanya perlu menyiapkan diri kamu, sisanya urusan papa dan Ziyad!", kata Ahmad.

"Sebentar Om!", Citra menahan Ahmad sesaat.

"Kenapa?"

"Tempat ini terlalu mewah buat kami. Dan...jika kami sulit bergaul dengan tetangga, bagaimana jika saya sedang bekerja? Riang tidak mungkin saya tinggal sendirian di rumah ini."

Ahmad mengerutkan keningnya.

"Kamu masih berpikir untuk bekerja?", tanya Ahmad heran.

"Sudah kewajiban saya untuk menafkahi Riang, Om!", jawab Citra.

"Tidak! Setelah kamu menikah, kamu dan Riang akan menjadi tanggung jawab Ziyad dan papa. Kami akan memenuhi semua kebutuhan kalian tanpa terkecuali!"

"Tapi, Om...!"

"Tidak ada tapi-tapian Citra! Selama kehamilan kami bahkan sampai Riang sebesar sekarang, kamu sudah menanggung semuanya sendiri. Biarkan sekarang jadi tanggung jawab Ziyad sebagai ayah kandungnya. Kami memang tak bisa menggantikan masa muda dan semua pengorbanan kamu, maka sekarang biarkan semua jadi tanggung jawab Ziyad!"

Citra tak mengangguk atau menggeleng karena ucapan Ahmad. Dia sudah memiliki keputusan untuk menikah dengan Ziyad. Tapi bagaimana dengan masa depan keluarga Ziyad dan Naya nanti????

.

.

.

Ziyad sedang menyelesaikan pekerjaannya dengan Amar di ruangannya. Ada beberapa orang yang menghuni ruangan tersebut. Tapi memang Amar dan Vino lah yang berada dalam satu divisi dengan Ziyad.

"Zi!", Vino mendudukkan bokongnya di depan meja Ziyad. Dia baru saja selesai makan siang.

"Heum!", gumam Ziyad yang berusaha fokus dengan pekerjaannya.

"Gue liat bokap Lo masuk ke ruangan babe!", kata Vino lirih. 'Babe' yang di maksud jelas pimpinan tertinggi di tempat itu.

Ziyad mendongak menatap Vino. Amar yang sedikit mendengar percakapan mereka pun kepo, lalu mendekat.

Ada beberapa orang di ruangan itu, tapi obrolan itu seolah hanya untuk mereka bertiga.

"Bokap gue? Ngapain?", tanya Ziyad. Vino mengedikan bahunya.

Ziyad mengusap wajahnya sedikit kasar. Dia tak di libatkan lagi kali ini. Pasti papanya kembali mengambil keputusan sendiri.

"Lo mau kemana?", tanya Amar saat Ziyad berdiri.

"Ke ruangan babe lah!", sahutnya pelan.

"Ngapain? Udah ngga usah! Yang ada ntar orang-orang tahu kalo bokap Lo petinggi di instansi sebelah!", cegah Amar.

Ziyad jadi bimbang. Benar apa yang di katakan Amar. Selama ini ia memang berusaha berdiri di kaki sendiri, tak ingin di kira mendompleng popularitas papanya yang merupakan seorang jenderal meski beda instansi.

"Emang lo ga penasaran?", justru Vino memanas-manasi. Amar melotot pada rekan sekaligus sahabatnya tersebut.

"Ga usah dengerin Vino, Zi! Lo bisa nanya ntar di rumah!", kata Amar. Vino mengedikan bahunya lalu beranjak ke bangkunya sendiri.

Begitu juga dengan Ziyad yang patuh terhadap ucapan Amar yang dia pikir sebaiknya seperti itu.

.

.

.

"Ma...!"

"Iya, Nay?", tanya Aisyah pada menantunya.

"Mba Shifa tumben lama ngga ke sini-sini?", tanya Naya pada mama mertua.

"Ngga tahu tuh anak. Kalo mama ngga telpon, dia juga ngga telepon! Sibuk banget ngurusin kerjaan melulu!", jawab Aisyah misuh-misuh.

Naya jadi menyesal mempertanyakan tentang kakak iparnya tersebut.

"Oh ya Nay, mama pengen bicara berdua dari hari ke hati sama kamu. Bisa?", tanya Aisyah. Dengan sedikit ragu, Naya pun mengangguk.

"Tentang apa memangnya Ma?", tanya Naya yang sekarang sudah berada di taman belakang.

"Suami kamu!", jawab Aisyah sambil menggenggam tangan sang menantu. Naya menatap jemari yang sudah kendur karena termakan usia itu.

"Pernikahan Mas Ziyad dan Citra maksud mama?", tanya Naya. Aisyah mengangguk pelan.

"Mama tidak berhak memaksa kamu untuk menerima pernikahan mereka Nay!"

"Naya yang memintanya Ma. Mama jangan khawatir!", Naya mengusap tangan mertuanya tersebut.

"Mama paham perasaan kamu Nay!", kata Aisyah yang mulai berkaca-kaca. Hal itu juga yang membuat Naya merasa sedih sekaligus terharu.

"Ngga apa-apa Ma. Kalau Citra bisa berkorban untuk masa depan mas Ziyad untuk berada di posisi sekarang, kenapa Naya ngga bisa berkorban juga Ma? Naya juga cinta sama mas Ziyad, bukan cuma Citra!", kata Naya yang sudah meloloskan air matanya.

Aisyah merengkuh bahu menantunya lalu memeluknya dengan erat. Hubungan keduanya sudah seperti ibu dan anak bukan seperti menantu dan mertua lagi.

"Papa bilang, pernikahan mereka hari Minggu besok. Di tempat tinggal Riang yang baru!", kata Aisyah sambil memeluk menantunya.

Naya memejamkan matanya menikmati perasaan dalam hatinya yang entah kenapa begitu nyeri. Perempuan cantik itu semakin erat memeluk mama mertuanya dengan isakan yang tak bisa lagi ia tahan.

****

Ojo nangis....

Ulah leweh...

😭😭😭😭

Haturnuhun

Terimakasih 🙏🙏🙏

09.18

1
tri nugrahani
udah baca beberapa kali baru ini ngeh klo ini ceritanya nyambung sama anak" Diandra sama Azziz judul yg lain..🤭
Leni Cantik123
gak usah ngizin kalo gak ridho mbak naya ujung2 nya citra yg d salahin
ika
😭😭😭😭😭😭
ika
akan lbh enak dibaca nya kalo misah misuh nya diganti dgn mengumpat
saya kira lbh sopan
ika
gazebo gitu loch thor...
kerenan dikit ngapa?
Farida
the best
Bang degol
nyesek bgt si thorr/Cry//Cry//Cry/
Bang degol
ok masih nyimak semoga makin seru critanya y thor
Bang degol
tapi kok riang yg jdi pelaku pdahal dia korbanya
Rani Ummi
Luar biasa
viva vorever
akhirnya ketemu tpi nggak dirak author...percaya nggak thor aku ketemu ceritamu ini dikoment reader kuklik ..trus nyampelah aku disini
Ksatria_90: masyaallah....😍😍😍😍 makasih kk 🙏
total 1 replies
yukmier
akhirnya si syam bisa melepas keperjakaannya dg riang...hhehehehheh
yukmier
kembali kasih mak othor,,,makasih ufah dikasih suguhan cerita yg menarik dan ilmu yg baik...makasih2,,,sukses slalu mak othor...😘😘😘😘😘😘😘
yukmier
wkkkwwwkkkwwwkkk lucu bangeet si zea...
yukmier
ntar diaz ketemu ama si angel,,,daan......hehee
yukmier
yaa cari yg lain aja bim, yg mau memiliki keturunan
yukmier
ini ada lagi yg aneh,,,nikah kok g mau hamil,,,padahal 7an nikah slh satunya kan utk memiliki keturunan
Ksatria_90: Dari judul Jangan Remehkan Aku dulu kk 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
yukmier
dimaapkan kok maak
yukmier
apa cerita riang ini ada rentetan ama karya2 mak othor yg lainnya kaaa...
apa mak othor juga nulis di app lain...kasihtau donk maak...
tri nugrahani: ada nanti sikembar G ketemu sama kembar FR anaknya Sabia di judul yg lain
total 1 replies
yukmier
thoor banyak bawangnya yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!