Indonesia
NovelToon NovelToon
Indah Si Gadis Yang Ternoda

Indah Si Gadis Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: yinyin16

Indah Safitri atau di sapa Indah adalah Seorang gadis berusia 15 tahun,dia sekarang duduk di Sekolah Menengah Pertama,kelas 3(tiga).Dia di kenal gadis yang ceria, mempunyai banyak teman,dan hidup di keluarga yang harmonis, hal itu membuat Indah merasa hidupnya begitu sempurna dan bahagia.

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama setelah suatu hari sekolah mengadakan kemah di hutan, Indah dan semua murid pun berangkat menuju kesana. Sebuah tragedi terjadi pada saat Indah mandi, ia intip oleh seorang pemuda, ia pun menerima kenyataan kalau dia telah dinodai oleh pemuda itu. Setelah kejadian itu indah jadi gadis pemurung, ia pun harus menerima kenyataaan kalau dia hamil dari pemuda itu. Satu per satu orang yang ia sayangi pun pergi , tak terkecuali ibu nya yang sudah lama sakit pun meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Hari-hari Indah semakin berat apalagi ia harus sekolah dalam keadaan hamil muda.


Bisakah Indah menjalani takdirnya sekarang?

Akankah pemuda itu bertanggung jawab?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yinyin16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Indah membereskan semua barang-barangnya dan memutuskan untuk pergi dari rumah tanpa sepengetahuan keluarganya.

"Maafin Indah ya pa, indri, mungkin lebih baik aku pergi daru kalian supaya kalian gak susah lagi karena aku."ucap Indah sambil menangis.

Diperjalanan Indah kehujanan, hujan yang cukup lebat hingga ia pun mencoba berlindap di sebuah ruko.Pada saat itulah, sebuah mobil angkot yang di naiki Raka berpapasan dengan Indah tapi mereka berdua tidak saling tahu.

***

"Tok..tok..tok!"bunyi suara seseorang mengetuk pintu.Bik Ita pun segera membukanya dan ternyata itu adalah Raka yang berkunjung ke rumah Indah.

"Eh den Raka."kata bik Ita.

"Malam bik, maaf ganggu em Indah nya ada,saya bisa ketemu kan bik, penting banget."ucap Raka.

"Ada den, mari silahkan masuk."jawab bik ita.

Kemudian pak Harun datang dan melihat Raka.

"Raka!"panggil pak Harun.

"Malem om,saya pengen ketemu Indah."jawab Raka.

"Orang tua kamu tahu kalo kamu kesini."tanya pak Harun.

Raka hanya menggelengkan kepalanya.Pak Harun mengerti, Raka pasti diam-diam kesini mengingat orang tua nya terutama ibunya tidak akan memberi ijin dia untuk datang ke rumahnya.Lalu pak Harun membawa Raka menuju kamar Indah, pak harun mencoba mengetuk pintu kamar Indah dan memanggil nama Indah.

"Indah, ini ada Raka ingin ketemu sama kamu."ucap pak Harun.

"Indah ."panggil pak Harun lagi.

Berkali-kali pak Harun memanggil nama Indah namun tidak di respon,membuat pak Harun khawatir dan mencoba masuk ke dalam kamarnya bersama dengan Raka yang ternyata tidak di kunci.Betapa terkejutnya mereka, kalau didalam kamar itu tidak ada Indah.Mereka berusaha untuk mencari Indah disekitaran rumah.

Sementara itu Indah sudah menggigil kedinginan itu melambaikan tangannya karena ada taksi yang lewat, ia pun langsung menaiki taksi tersebut.

"Mau kemana neng?"tanya sang sopir taksi.

"Pak kalo ke bandung bisa gak?"ucap Indah.

"Waduh!bukannya gak mau neng, untuk ke luar kota saya gak bisa neng,maaf ya neng ya."jawab sang supir itu.

Indah pun keluar dari taksi tersebut dan kembali menunggu di depan ruko,tempat ia berteduh sambil menunggu taksi berikutnya lewat.

Sementara itu malam inilah pak Harun dan Raka akan mencari Indah.Lalu datanglah bik Ita menghampiri pak Harun.

"Apa gak sebaiknya besok pagi saja pak nyarinya pak, rumah mbok Inah itu jauh lo pak, bapak kan lagi sakit ,mana di luar hujan lagi."kata bik Ita.

"Kalo nunggu besok bisa terlambat,tolong jaga Indri ya,jangan sampai dia tau soal ini."jawab pak Harun.

"Baik pak."jawab bik Ita.

"Raka ayo berangkat."

"Baik om."jawab Raka.

Besoknya Indah singgah di sebuah warung makan dan mengganti pakaian di toilet.Setelah selesai, ia pun keluar, karena semalaman iya memakai baju yang basah, ia jadi menggigil, dan menabrak seorang pria parubaya.

"Maaf pak saya gak sengaja."ucap Indah.

"Oh gapapa, adik gapapakan."ucap pria parubaya itu.

"Saya baik-baik aja pak, permisi."ucap Indah pamit, namun pria parubaya itu memanggil Indah lagi karena melihat Indah yang nampak kurang sehat.

"Dek!kok gemeteran begitu,

itu tanda-tanda mau kena hipotermia,bener kamu gapapa."tanya pria parubaya itu lagi.

"Saya baik-baik aja pak,makasih."jawab Indah, ia pun pergi meninggalkan pria parubaya itu.

Setelah itu Indah mencoba memesan minuman di warung itu untuk menghangatkan tubuhnya.Kemudian ia pun membuka tas nya dan mengambil dompet miliknya.Ia pun membuka dompet itu dan mencoba menghitung semua uang nya,tanpa di sangka disaat itulah ada tiga preman yang berada dibelakangnya melihat Indah sedang menghitung uang yang cukup banyak.

"Banyak juga duit tuh cewek."ucap salah seorang preman itu.

"Yoi itung-itung buat kita foya-foya."jawab seorang preman yang satu lagi.

"Gimana?cepetan sekarang atau kita tunggu."kata preman itu.

"Entar kita tunggu dia cabut."

Indah memasukkan dompetnya ke dalam tas, tak lupa ia membayar minuman yang pesan tadi pada pelayan disana.Ia pun keluar dari warung itu, dan di buntuti oleh 3 preman itu yang ia tidak sadari.Tak lama kemudian ketiga preman itu pun mencoba menghadang Indah, sontak indah begitu ketakutan, ia berlari dan di kejar oleh ketiga preman itu namun dia berhasil di kepung oleh ketiga preman itu.

"Mau kemana sayang, malam-malam gini kok sendirian."

"Ih tolong!!!"teriak Indah, namun karena jalanan sepi, teriakan Indah itu pun sia-sia.

"Ditemenin sama abang ya, mau atau saya bantu tas nya."

Indah berteriak, dia sangat ketakutan.

"Eh dia itu gak mau sama lo, kayak gue ni gantengan dikit.Ayo neng sama abang aja neng ya."

Salah seorang preman itu terus mendesak Indah, hingga seorang preman itu Indah tendak tepat di pusaka miliknya, hingga ia meringis kesakitan.Indah pun mencoba kabur dari mereka, tapi dua preman itu masih mengejarnya, dan pada akhirnya Indah pun terjatuh dan salah seorang preman itu menangkapnya.

"Cepat ambil tasnya."

Ketiga preman itu berhasil mengambil tas milik Indah, mereka berhasil mengambil dompet berisi uang dan sebuah atm, preman itu juga mendesak agar Indah memberikan pin atm nya.

"Berapa nomor pin atm lo, kasih tau gak lo mau mati k*nyol disini."ucap preman itu.Namun Indah enggan menyebutkannya.

"Enggak!enggak!"ucap Indah.

Lalu tiba-tiba ada seorang pria parubaya yang mencegat ketiga preman itu.Beliau juga membawa tongkat kayu sebagai senjatanya.

"Hei lepasin!atau saya hajar kalian!"ucap pria parubaya itu.

"Eh lu bedua atur dia."kata salah seorang preman itu karena ia harus memegangi Indah,agar tidak kabur.

"Ayo kita sikat."

Dua preman itu pun berkelahi dengan pria parubaya itu.Dengan senjata berupa tongkat kayu,pria paru baya itu memukul satu per satu preman itu hingga pada akhirnya kedua preman itu pun jatuh tersungkur.

"Lepasin dia!"ucap pria parubaya itu pada preman yang menyandra Indah,hingga preman itu memukul Indah kemudian Indah pun tak sadarkan diri.

Preman itu mengeluarkan sebuah pisau dan berduel dengan pria parubaya itu.Pria parubaya itu masih memakai senjata andalannya dan memukul satu tangan preman itu hingga pisau yang di pegang preman itu terjatuh dan memukul preman itu hingga preman itu kesakitan dan mengaku kalah kemudian mencoba kabur bersama dengan kedua preman lainnya.

Pria parubaya itu menghampiri Indah yang pingsan dan menolongnya.

***

Besok paginya, di dalam mobil, Raka menyarankan untuk pulang saja pada pak Harun.

Raka begitu kasihan dengan pak Harun karena semalaman terus saja menyetir dan menghawatirkan kesehatan pak Harun.

"Kita kan udah nelpon ke temen-temen Indah,dan kita udah ke rumahnya mbok Inah,biar aja om kasus ini ditangani sama polisi."kata Raka.

"Ya mudah-mudahan saja mereka bisa menemukan Indah."jawab pak Harun.

Selanjutnya, Indah yang pingsan semalam tadi pun akhirnya sadar dan kaget,karena ia sudah ada di dalam sebuah rumah.Disampingnya ternyata ada pria parubaya itu yang menolong nya itu dan yanh bertemu dengannya di toilet kemarin malam.

"Saya dimana?"ucap Indah begitu ketakutan.

"Kamu berada di rumah saya.Tenang,sebaiknya kamu istirahat saja dulu, kondisi badan kamu masih lemah."jawab pria parubaya itu.

"Enggak !saya mau pulang!"ucap Indah,ia pun beranjak dari tempat tidur dan mengambil tas miliknya, namun di cegah oleh pria parubaya itu.

"Memangnya kamu mau pulang kemana?biar saya antar,dimana alamat rumah kamu?"tanya pria parubaya itu.

"Saya,sayaaa.."jawab Indah gugup.

"Saya tau,kamu sedang minggat dari rumah,ya kan!apa tidak sebaiknya kamu pikirkan keselamatan bayi kamu."ucap pria parubaya itu hingga Indah kaget, bagaimana bisa pria parubaya itu tahu kalau dia hamil.

"Saya dokter,saya liat obat-obay di tas kamu."

"Bapak dokter?"

"Iya nama saya Rusli,saya sedang cuti dan saya tau kamu tidak mau kembali ke rumah kamu karena kamu tidak mau orang tua kamu tau soal kehamilan kamu ya kan!"ucap pria parubaya itu.

"Enggak!!saya mau pulang."jawab Indah, ia pun mencoba keluar dari rumah dokter Rusli itu dan tak begitu lama langkahnya terhenti melihat seorang gadis di hadapannya.Dokter Rusli itu pun menghampiri mereka berdua.

"Kenalkan Ini anak saya,Soraya."ucap dokter Rusli itu mengenal kan Soraya pada Indah.Mereka saling berjabat tangan.

"Soraya ini jarang keluar kamar, dia bisu sejak lahir, ibu nya meninggal saat melahirkan dia."

"Kamu sarapan dulu sana,ayah sudah siapkan sarapan kesukaanmu."kata dokter Rusli, Soraya pun menganggukkan kepalanya dan pergi untuk sarapan di rumah.Tinggal dokter Rusli dan Indah disana.

"Bagaimana kalau kamu saya tawarkan sesuatu,kamu bisa tinggal disini menemani saya dan Soraya.Ya sementara saya berikan tempat yang teduh dan obat untuk kehamilan kamu, dan kamu bisa tinggal disini sampai melahirkan, kamu bisa tingga di sebelah kamar nya Soraya diatas."ucap dokter Rusli pada Indah, kemudian Indah pun mengangguk setuju untuk tinggal bersama dengan dokter Rusli dan anaknya,Soraya.

Bersambung....

Jangan lupa like,comment,subscribe dan vote ya teman-teman, terimakasih.

1
Neneng Dwi Nurhayati
kapan up lagi kak
Neneng Dwi Nurhayati
double up kak..
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Neneng Dwi Nurhayati
kak, indah knpa di bikin bodoh dan lemah yaa jadi cewek di novel ini
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Neneng Dwi Nurhayati
sist, karakter indah knpa jadi wanita bodoh yaa
Kumaha Dinya...🤦‍♀️🤦‍♀️
jadi curiga sama dokter Rusli..waktu Indah berganti pakaian, dia mengintip di celah celah dinding.
Yantii Arianzz
up nya jangn lma" dong kak🙏
Neneng Dwi Nurhayati
ok
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Neneng Dwi Nurhayati
kapan up lagi yaa sist?
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnn
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!