Indonesia
NovelToon NovelToon
Start A New Life In Another World

Start A New Life In Another World

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Action / Time Travel / Reinkarnasi / Dunia Lain / Fantasi Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Raraey

Seorang murid SMA yang tertabrak train-kun dan di reinkarnasi ke dunia lain bersama seorang dewi, namun bukan kebahagiaan ataupun kemampuan cheat yang diperoleh olehnya melainkan tubuh tanpa tambahan kekuatan.

Mungkinkah bagi Rein untuk dapat bertahan hidup di dunia penuh sihir yang dipenuhi oleh makhluk mengerikan?

Saksikanlah petualangan yang menguras emosi. Hidup baru yang dimulai dari nol, dengan kerja keras, dan semangat bersama seorang dewi yang tidak berguna!

Cover by: Narachii1 (IG)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raraey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 25: Misi Memanen Apel (3)

Satu hari telah berlalu sejak Rein dan Amane bekerja sama untuk memanen buah apel yang dimiliki oleh Tuan Green. Rein sempat bertanya kenapa Amane mau membantunya hingga sejauh ini, namun sebuah senyuman terus menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Seakan-akan Amane meminta Rein untuk berpikir seperti “Aku membantumu karena aku menyukainya”, atau apalah itu. Menebak tidak ada gunanya dan sebuah kepastian tidak akan pernah didapatkan.

Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Amane, Pasitheia kembali menjadi kungkang dengan bersantai-santai di dalam rumah Tuan Green. Jujur saja Rein merasa tidak enak dengan kliennya kali ini atas apa yang Pasitheia lakukan.

Rein sedikit termenung dan terdiam, kini dia tinggal memanen pohon terakhir dari puluhan batang pohon apel yang ada. Dia sempat berpikir jika pekerjaan ini tidak akan pernah terselesaikan, seakan-akan apa yang terjadi saat ini adalah sebuah mimpi dikala tidur.

“Semangatlah, Rein, ini pohon terakhir.” Amane tersenyum lembut, dia memberikan semangat kepada Rein, tetapi raut wajahnya yang seperti itu sama sekali tidak mencerminkan sebuah kebahagiaan.

Rein tetap melakukan apa yang seharusnya dia lakukan, yaitu memetik buah apel dari pohonnya, tetapi pemikirannya berjalan ke segala arah. Dia masih teringat kalimat lirih yang disampaikan oleh Amane kemarin.

‘Apa mungkin dia berpikir tentang Tia? ... tetapi seharusnya dia sudah selamat, bukan?’

Rein ingin sekali bertanya kepada Amane tentang apa yang terjadi. Menebak-nebak seperti ini tidak akan memberikannya sebuah jawaban yang pasti. Tak pernah ditemuinya orang bodoh seperti dirinya sendiri.

“Amane, apa ada sesuatu yang kau pikirkan? Aku khawatir sesuatu yang buruk terjadi.” Rein mengatakannya. Dia terkejut kepada dirinya sendiri yang mengatakannya dengan begitu saja, kemudian menatap ke arah Amane.

Amane menempatkan tangan kanannya di dada, dia tertunduk ke tanah. Menganggap dirinya sendiri sudah gagal untuk menyembunyikan ekspresinya sendiri dan mengundang orang lain pada permasalahannya sendiri.

“... Rein tidak seharusnya ikut campur dalam permasalahanku,” tegas Amane.

Rein merasa kecewa dan dia menjadi bersalah karena telah bertanya. Dia mengerti dia sudah terlalu ikut campur dalam permasalahan orang lain.

“Maaf, aku hanya mengkhawatirkanmu.” Rein melengos dan berpindah ke sisi lain dari pohon apel setelah apa yang terjadi. Jarak diantara mereka kini perlahan semakin menjauh dan jauh.

Amane terdiam, dia tidak lagi menyembunyikan ekspresinya dengan sebuah senyuman palsu.

‘Rein sebenernya tidak salah, kenapa aku sampai menjadi begitu kasar?’

Suasana canggung menyelimuti perkebunan tersebut. Meski udara dan cuaca saat ini cerah dan begitu mendukung, tetapi tidak dengan sepasang manusia yang sibuk memetik buah.

Ketika semua sudah hampir selesai, Rein kembali ke keranjang yang berada di sebelah Amane. Dia mengangkatnya dan berusaha untuk membawa ke rumah Tuan Green, tetapi ... berat.

Amane tertawa kecil menanggapi apa yang dilakukan oleh Rein yang berusaha seorang diri. Padahal selama ini mereka selalu bekerja sama untuk melakukannya.

“Aku akan membantumu, Rein.” Amane kembali tersenyum, tetapi kalo ini lebih berbeda daripada sebelumnya. Terlihat natural, tanpa dipaksakan.

Mereka mengangkat satu keranjang buah seberat 50kg tersebut ke rumah Tuan Green dengan membagi kekuatan mereka masing-masing. Duduk di kursi kayu setelah mereka berhasil sampai dengan terengah-engah.

“Rein, tentang apa yang aku katakan padamu tadi, aku sungguh minta maaf.” Amane kembali menundukkan wajahnya, dia tidak berani untuk menatap mata Rein karena merasa begitu bersalah.

Rein menggaruk kepalanya pelan, dia juga bersalah karena mencoba untuk ikut campur.

“Seharusnya aku yang meminta maaf.”

Dengan segera dia mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Rein. Kali ini mata mereka bertatapan satu sama lain dan kini perasaan bersalah menyelimuti hati gadis tersebut. Dia terdiam untuk beberapa saat, mungkin memang ada baiknya untuk mengatakan permasalahannya daripada menyembunyikannya.

“Aku sangat mengkhawatirkan kakak, dia pernah beberapa kali dijual sebagai budak, tetapi selalu berhasil kabur karena dia memiliki sihir untuk memanipulasi lingkaran sihir perbudakan. Entah seperti apa hari-hari yang dia lalui saat ini dan aku merindukannya.” Amane mengalihkan pandangan kembali ke tanah, seolah-olah dia memang tidak memiliki harapan lagi untuk bertemu dengannya.

Rein tersenyum pelan. Dia mulai merasa jika Amane mulai mempercayainya dengan berkata seperti itu. Rein juga ingin membantu sebisanya, tetapi dia tidak memiliki solusi yang tepat untuk dikatakan.

Dari awal—sebagai orang yang bukan murni berasal dari sini—Rein memang tidak memiliki banyak kesempatan dan pergerakannya terbatas karena minimnya informasi. Dia mengakui kelemahannya itu dan berusaha mencari cara untuk dapat segera menutupinya.

“Kami, yang dilahirkan sebagai ras elf, harus terus menyembunyikan identitas kami dari orang-orang lainnya. Tidak peduli seperti apa wajah dan sikap kami, para manusia akan selalu mencoba untuk memperbudak dan menjual kami. Meski kini kerajaan para elf sudah memulai hubungan kerja sama dengan beberapa kerajaan manusia, tidak ada yang dapat sepenuhnya dapat dipercaya. Mereka akan selalu berusaha untuk memenuhi nafsu dan keserakahan itu sendiri.”

Rein langsung menyadari bahwa Amane memang memercayainya sejak awal pertemuan mereka. Dengan bukti seharusnya Amane menjadi waspada dan menyembunyikan kebenaran di balik identitasnya tersebut. Rein akan menutup mulut dan menjaga rahasia ini semaksimal mungkin, dia tidak ingin membuat Amane merasa telah dikhianati atas kepercayaan yang dia berikan.

“Jika ada sesuatu yang bisa aku bantu, maka katakanlah. Aku berjanji akan membantumu sebisa mungkin.”

Rein tersenyum kepada Amane dan berdiri dari sana. Dia mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri, ini saat yang tepat untuk mendeklarasikan pertemanan mereka.

“Terima kasih, Rein. Setelah berbicara denganmu, aku merasa lebih baik lagi.” Senyuman palsu telah pudar dari wajahnya. Dia kembali seperti gadis seperti pertemuan pertama mereka.

Mereka memasuki rumah dan pergi ke salah satu kamar di rumah itu. Raut wajah Amane menjadi begitu marah ketika mengetahui kakek angkatnya, Tuan Green, malah duduk di kursi sedangkan Pasitheia tertidur dengan lelap di kasur miliknya.

“Kakek seharusnya beristirahat di kasur dan kenapa malah membiarkan wanita itu tidur di sini? Bagaimana jika kondisi Kakek kembali memburuk?” marah Amane. Berkacak pinggang.

Rein sebenarnya juga merasa kesal karena Pasitheia seharusnya tidak melakukan hal tersebut. Tetapi dihadang oleh Tuan Green sendiri.

Tuan Green tertawa pelan dengan nada khas seorang kakek-kakek, seperti "hohoho", begitulah. Dia dengan tenang menanggapi Amane.

“Kakek sudah merasa baikan dan sekarang lebih segar lagi. Selain itu Amane, kamu tidak seharusnya berkata kasar seperti itu. Pasitheia adalah gadis yang baik hati, jadi biarkan dia beristirahat dengan tenang.”

Rein tidak dapat berkata-kata lagi jika memang begitu keinginan kliennya, tetapi Amane yang dari seperti sudah memulai sebuah permusuhan dengan Pasitheia menentang keputusannya.

Hingga pada akhirnya, gadis kecil ini berhasil ditenangkan. Dia menyerah karena kakeknya sendiri terus memberikan tanggapan positif dan senyuman tulus yang sudah tidak terbantahkan lagi.

1
Gatot Suharyono
ini yang bego' MC atau Author nya !?
bocah kemarin sore: aku yang bego
total 1 replies
Gatot Suharyono
MC nya payah banget, udah kere, letoy. . . . blo'on lagi !?
Gatot Suharyono
ini cerita tentang ke pendekar an atau tentang chef sih !?
Gatot Suharyono
betul2 MC yang mengecewakan, sangat gak bermutu !
Gatot Suharyono
entah karena cara penarasian author atau apa, terkesan MC nya seperti banci/kurang jantan !?
Gatot Suharyono
lhah. . . . ternyata MC nya letoy. . . . !? pantas aja beberapa hari kumpul kebo gak tergerak sama sekali !?
payah. . . . !
Raysonic Lans™
start
Stella Nia
kok aku nggak suka ya sama si dewi jadian itu. seenaknya aja, makhluk yang tdk memperhatikan kondisi, tidak berguna lagi. 🤢🤮
johan pratama windra
wanita itu memang keras kepala ,🗿
Jjlynn Tudin
coba tampar sekali Aja dewi gila itu geram pula aku,
Jjlynn Tudin
punya dalam korek spi 10meter 🤭
De'Ran7
si Rein ini bego apa gimana..padahal udah di sekolahin😑..tau tuh orang hanya manfaatin diri nya masih aja layanin tuh beban
De'Ran7
pantesan di buang...orang sifatnya angkuh gitu..kaga ada yg mencerminkan seorang dewi..yg ada dewi abal² kali ya
De'Ran7
cih..sendiri yg buat tuh orang jadi kaga berguna jga malah ngatain orang...gengsian tinggi ntar di jatuhin baru malu🤮
De'Ran7
katanya dewi tapi kok malah jadi beban besar🥱
De'Ran7
nih dewi songong amat sih
De'Ran7
sendiri yg ngelempar diri sendiri knapa malah nyalahin orang😂..siapa suruh tidur disitu saat orang lain kaga tau
De'Ran7
ternyata nih orang sama saja 11 12 sama si dewi
biawakman
binahong kalo diolesin ke luka rasanya kayak kebakar
bocah kemarin sore: hahaha, astaga iya ya. harusnya cuma ditempel ga ditumbuk lagi, maaf😭😭😭
total 1 replies
FaXaR
mampirke novelku saya adalah penulis pemula ayo yuk dukung karya pertama saya

(RYUJI THE GOD OF ELEMENTS)

mungkin ini novel bercerita kayak kehidupan sehari-hari tapi anda akan seperti menonton anime seperti gintama, Naruto, fairy tail dan lainnya jangan bilang "males ah" ayo mampir dulu wokeh di sana sudah ada 1 prolog 5 Episode Episode 6 akan rilis sekitar 1 atau 2 hari saya tunggu kedatangan kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!