Indonesia
NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:282.2k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalikan Liu Mei!

Suara itu kemudian meminta Lin Han menerima kehadirannya sepenuhnya, agar penggabungan tidak mengalami penolakan. Penolakan bisa membuat jiwa dan tubuh Lin Han hancur total.

Lin Han mengangguk. "Aku menerimamu, Senior."

"Bagus bocah."

Tiba tiba cahaya putih terang muncul dari dalam tubuhnya sendiri. Cahaya itu begitu menyilaukan, menerangi seluruh Tebing Hampa. Lalu cahaya itu bergerak, mengalir seperti air, dan masuk ke kening Lin Han.

Detik berikutnya, aura Lin Han meledak. Aura putih menyebar ke berbagai arah, menciptakan gelombang kejut yang meratakan semak semak di sekitarnya. Api unggun langsung padam, tanah di bawahnya retak.

Beberapa saat kemudian, aura itu menyusut. Tidak lagi liar, tapi terpusat dan padat.

Core Formation Akhir.

Lin Han mengepalkan tangannya. Kekuatan yang ia rasakan sekarang sangat berbeda. Seperti lautan Qi yang tak berujung, setiap sel di tubuhnya dipenuhi energi. Wajahnya berubah menjadi dingin, lebih dingin dari sebelumnya.

"Senior, bisa kita pergi sekarang?"

"Panggil aku Senior Hao."

"Baik, Senior Hao." Jawab Lin Han.

Senior Hao berbicara di dalam kesadarannya. Suaranya sekarang terdengar lebih jelas, lebih dekat, seperti seseorang yang berbisik tepat di samping telinganya.

"Sekarang pergi lurus saja. Besok pagi hari kita akan sampai di Kota Donglin. Sekte Yanguo berjarak empat kilometer dari kota itu. Jadi... jangan buang buang waktu lagi."

Lin Han mengangguk. Lalu tubuhnya seperti bergerak sendiri, kakinya mendorong tanah, dan ia melesat ke langit malam. Tubuhnya menembus awan, meninggalkan Tebing Hampa jauh di bawah.

Lin Han terbang dengan kecepatan terbaik yang bisa dihasilkan oleh kultivasi Core Formation Akhir. Angin menderu di telinganya, dinginnya udara di ketinggian tidak ia rasakan.

Yang ada di pikirannya hanya satu.

Sima Yanzhen.

Suara Lin Han keluar serak dan berat, seperti geraman binatang yang terluka.

"Sima Yanzhen! Aku akan menghancurkan sekte Yanguo dan membunuhmu! Tunggu saja kedatangan ku!"

Wush!

Lin Han terbang semakin cepat. Tubuhnya seperti anak panah yang ditembakkan dari busur raksasa. Di bawahnya, hutan dan pegunungan berlalu seperti bayangan tak jelas.

---

Waktu berlalu.

Pagi hari di Sekte Yanguo.

Sima Yanzhen baru saja keluar dari ruangan gurunya, Zhu Ming. Ia sudah berada di ruangan itu sejak kemarin pagi, menjelaskan tentang misi penyegelan retakan dimensi di Gunung Jati. Tentu saja ia tidak menceritakan bagian di mana ia memerintahkan anak buahnya menculik Liu Mei. Ia hanya bercerita tentang betapa mudahnya ia menutup retakan, betapa lemahnya iblis iblis itu, dan betapa tidak kompetennya para kultivator lokal.

Zhu Ming hanya terkekeh mendengar cerita murid kesayangannya itu, tapi tidak bertanya lebih jauh. Bukan urusannya apa yang dilakukan muridnya di luar sekte, selama tidak merugikan nama Yanguo.

Sima Yanzhen merenggangkan tubuhnya. Udara pagi yang segar memenuhi paru parunya. Ia tersenyum sendiri.

"Ini sudah waktunya. Aku ingin melihat wajah calon istriku."

Ia membayangkan wajah Liu Mei, wajah dingin dan cantik itu. Tatapan hampa yang menyimpan misteri, tubuh ramping di balik jubah biru mudanya. Senyum Sima Yanzhen semakin lebar.

Ia berjalan melewati lapangan latihan. Puluhan murid Yanguo sedang berlatih teknik pedang dan formasi. Begitu melihatnya lewat, semua murid menghentikan latihan dan memberikan hormat. Menangkupkan tangan, membungkuk. Sima Yanzhen hanya mengangguk kecil tanpa melihat mereka.

Ia terus berjalan hingga tiba di kediamannya sendiri. Sebuah bangunan terpisah yang disediakan khusus untuk murid inti. Halamannya luas, dengan kolam ikan kecil dan pohon pinus yang tertata rapi.

Dua murid Foundation Establishment yang menjadi bawahannya langsung menyambut di depan pintu. "Kakak Senior, wanita itu sudah di dalam, dan sudah sadar. Dia cukup tenang, dan tidak memberontak."

Sima Yanzhen terkekeh puas. "Itu karena dia tahu... bersama pria kuat sepertiku adalah pilihan yang tepat."

Kedua bawahannya itu tertawa menjilat. "Silakan, Senior. Kami akan berjaga di luar."

Sima Yanzhen terkekeh lagi. "Kalian memang yang paling perhatian."

Ia masuk ke dalam dan menutup pintu. Kedua murid itu langsung mendekatkan telinga mereka ke celah pintu. Wajah mereka penuh antisipasi, ingin mendengar desahan cinta dari wanita cantik yang diinginkan senior mereka.

Di dalam, Sima Yanzhen langsung masuk ke kamarnya. Liu Mei duduk di pinggir ranjang, tangannya tidak terikat, tapi ada segel di pergelangan kakinya yang mencegahnya menggunakan Qi. Wajahnya dingin seperti biasa, tapi matanya menatap Sima Yanzhen dengan kebencian yang tidak disembunyikan.

Sima Yanzhen berbicara dengan nada lembut, seperti kekasih yang menyapa.

"Nona Liu Mei. Apakah tidurmu nyenyak?"

Liu Mei menatapnya tajam. "Aku sudah menduga kau adalah pelakunya, Sima Yanzhen! Kau akan menyesal karena menculikku."

Sima Yanzhen tertawa. "Hahahaa! Menyesal? Apa yang bisa membuatku menyesal?"

Ia duduk di dekat Liu Mei, cukup dekat hingga lutut mereka hampir bersentuhan.

"Klanmu hanya klan kecil, begitu juga dengan Klan Lin. Suamimu...?" Sima Yanzhen menggelengkan kepalanya. "Sulit untuk diharapkan."

"Kau...!" Pekik Liu Mei kesal.

Sima Yanzhen terkekeh lembut. "Maaf, Nona. Jangan marah marah."

Ia berdiri dan mulai melepaskan jubah luarnya. "Sebelum menikahimu, aku ingin merasakan keindahan berlabuh di puncak cinta bersamamu. Kuharap kita bisa nikmati ini bersama sama."

Liu Mei ingin berdiri dan berteriak, tapi tubuhnya tidak bisa bergerak. Segel di pergelangan kakinya juga melumpuhkan gerakan tubuhnya.

"Ehmkkk... Ehmkkk!" Liu Mei berusaha berteriak, tapi suaranya tercekat.

Sima melepaskan jubah atasnya dan meletakkannya di kursi. Ia mendekati Liu Mei, membungkuk, dan menghirup aroma rambutnya dalam dalam.

Huufft!

"Ini sangat harum, Nona Liu Mei. Anda adalah harta paling istimewa di dunia ini."

Liu Mei merasakan dilecehkan, air matanya. mulai mengalir. Ketakutan yang selama ini tidak pernah ia rasakan, sekarang membanjiri seluruh tubuhnya. Ia tidak bisa bergerak, tidak bisa berteriak, dan hanya bisa menerima begitu saja tanpa daya.

Sima Yanzhen ingin menghirup aroma leher Liu Mei. Tangannya mulai terangkat untuk menyentuh bahu wanita itu.

DUAR!

Getaran besar terjadi di seluruh sekte. Sima Yanzhen hampir kehilangan keseimbangan. Dari luar, terdengar teriakan panik puluhan murid.

"Formasi pelindung retak!"

"Serangan dari luar!"

"Musuh! Ada musuh!"

Sima Yanzhen langsung berdiri tegak. Wajahnya berubah serius. Ia segera memakai kembali jubahnya.

"Tunggu sebentar. Aku akan kembali setelah melihat sumber masalah."

Ia berjalan keluar dengan langkah cepat, meninggalkan Liu Mei sendirian di kamar. Air mata Liu Mei masih mengalir, tapi di balik ketakutannya, ada secercah harapan. Seseorang menyerang sekte ini.

Di atas Sekte Yanguo, seorang pria turun dari langit. Wajahnya sangat dingin, seperti es yang tidak akan pernah mencair. Matanya bersinar redup dengan cahaya yang tidak wajar. Tubuhnya dikelilingi aura putih yang berputar pelan.

Semua orang yang melihatnya terkejut. Formasi pelindung Sekte Yanguo yang terkenal kokoh, yang konon bisa menahan serangan Core Formation Puncak, sekarang retak seperti kaca yang dipukul palu.

Itulah Lin Han.

Lin Han berdiri di atas formasi pelindung yang retak. Suaranya menggelegar ke seluruh penjuru sekte, diperkuat oleh Qi Core Formation Akhir yang mengalir di tubuhnya.

"KALIAN ORANG ORANG SEKTE YANGUO..."

"...KEMBALIKAN LIU MEI."

Suara itu seperti guntur di siang bolong. Getarannya merambat ke setiap sudut sekte. Kaca kaca jendela bergetar. Beberapa murid yang kultivasinya rendah langsung jatuh terduduk.

Di depan gerbang utama sekte, Sima Yanzhen baru saja keluar. Matanya langsung menatap ke atas, ke arah sumber suara. Ia melihat sosok yang berdiri di atas formasi pelindungnya.

Wajah Sima Yanzhen berubah. Bukan karena takut, tapi karena tidak percaya.

"Lin Han?"

1
Awan Biru
critanya sedih bngt ya pdhl blm bls dendam pada ibu yg tlah membuang raga yg di tempati li han kok dah mati baru kli ini Q baca novel terharu
Awan Biru
seru bngt tp pemeran utamanya mau tek tot🤭
Awan Biru
sedot semua jiwa murnikan di dlm lubang hitam untuk jd tenaga
Awan Biru
pemeran utamnya terlalu lemah tp sok sok an
Awan Biru
emang raga yg di tempati apa bnr bnr gk punya bakat ama sekali ya. harus nya ada kemampuan kusus raga ;baru itu yg tdk di sadari
Awan Biru
seharusnya pake pedang biasa aja nnti pedang itu du pake saat ke adaan darurat biar gk ada orang iri
Awan Biru
lagi lgi masuk jalan iblis
Aan Kristianto
sepertinya kisah istrinya tetep menggantung...
tamat gak selesai....
Aan Kristianto
alamat gak tamat ceriatanya...
Devil Eye
ini novel yg ngaco , cerita ga ada klimaks , udh banyak chapter seperti ngulang dari awal , Klo mau MC jatuh buat peristiwa/ pertempuran besar puncaknya MC di jebak , baru mulai udh jatuh lagi , baca novel novel yg lain untuk referensi bagaimana membuat pembaca merasa terus penasaran dengan alur ceritanya dan sehingga memberi kepuasan untuk si pembaca
AAAAAA: Kalau referensi bacaan boleh diadu kita mah. Saya banyak baca novel asli xianxia cina yang rata-rata 1500 bab - 5000+ bab. Tapi masalahnya disini; saya gak mampu nerapin nya. Karena tau sendiri, arc novel xianxia itu butuh 100 bab MINIMAL dalam satu arc, sementara pembaca Indonesia gak suka. Jadi saya itu yang kebingungan sendiri untuk ngikutin pasarnya, bro bisa artikan saya tolol, tidak masalah. Ya hal itu yang membuat cerita kayak ringkasan diulang ulang. Contohnya Novel Im Swords God's kalau gak salah. Itu untuk satu arc aja bisa memakan 500 bab. Saya buat begitu, yang ada banyak nerima makian. Dan mungkin bro perlu perluas bacaan juga. Soalnya banyak novel xianxia yang bahkan ada Menhwa dan Donghua, udah 2000 bab+ masih seperti diulang ulang. Silakan perbanyak referensi bacaan. Jangan nongkrong di apk doang. Sesekali nyemplung ke web resmi novel xianxia. Terjemahin nya mudah kok. Chrome punya fiturnya.

Tapi jujur, saya setuju dan nerima masukan pembaca seperti bro. Mungkin saya harus baca novel karya author Indonesia yang ringkas tapi ngena.

TERIMAKASIH BANYAK BRO🙏😍
total 1 replies
errik lie
sayang kl pakai b.inggris kultipasinya.jd agak kurang pas..kedepannya tolong gnti thor...🙏
Febrie Sukardi
pengantin 2 kali, kenapa ga ngewek ngewek....🤣🤣 pendekar lemah ranjang🤣🤣
Muh, Manan
aku jadi malas baca
berriess
"janda" 😭😭😭
Ahmad M U
👍terima apa adanya (nrimo ing pandum) akan mulya...
Ahmad M U
hidup seadanya...akan tambah nikmat...
rizm
😍😍
Sang M
sampah
Cui Lan Seng
kenapa ga nanya Mbah Google?
Cui Lan Seng
mau ditebang buat farm estate mas Bahlil ganteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!