Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PINTAR MENJADI SUPERSTAR

SISTEM PINTAR MENJADI SUPERSTAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Stevan Alvaro kehilangan segalanya dalam semalam ketika sebuah konspirasi menghancurkan pita suaranya dan merenggut mimpinya menjadi penyanyi besar, yang disusul oleh pengkhianatan kekasihnya yang memilih pergi meninggalkannya di titik terendah. Namun, di saat dunia seakan runtuh, sebuah suara misterius dari Sistem Pintar bangkit di dalam benaknya, memberinya kemampuan absolut dalam komposisi, produksi, dan penguasaan alat musik meski tanpa suara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Tap... tap... tap...

Suara jari telunjuk Clara mengetuk layar ponsel terdengar cepat memenuhi ruang studio kumuh itu.

Mata gadis itu berbinar-binar membaca deretan artikel berita hiburan yang baru saja dirilis pagi ini.

"Kak Stevan, kau harus lihat ini!" seru Clara dengan nada suara yang sangat melengking karena kegirangan.

"Kita menjadi tajuk utama di semua portal berita daring terbesar hari ini!"

Stevan yang sedang membersihkan debu dari gitar elektrik merahnya menoleh perlahan.

Ia meletakkan kain lap itu dan berjalan mendekati Clara untuk melihat layar ponsel tersebut.

"Grup Misterius The Zeros Guncang Panggung Audisi Nusantara, Dion dan Natasha Terlupakan."

Clara membaca keras-keras salah satu judul artikel berita tersebut dengan senyum yang sangat lebar.

"Mereka menyebut penampilan kita kemarin sebagai keajaiban rock simfoni abad ini, Kak!" tambah Clara dengan antusias.

Stevan hanya tersenyum tipis di balik masker medis hitamnya.

Ia mengambil ponselnya sendiri dari saku dan mulai mengetikkan sebuah balasan singkat.

"Itu adalah hasil dari keberanianmu mengeluarkan suara aslimu di atas panggung," ketik Stevan.

Clara membaca tulisan di layar ponsel Stevan dan pipinya merona sedikit kemerahan.

"Tapi tetap saja, tanpa aransemen musik dan peretasan darimu, suaraku tidak akan terdengar sama sekali, Kak," balas Clara merendah.

Gadis itu menyandarkan punggungnya ke kursi kayu dengan perasaan lega yang luar biasa.

"Akhirnya aku merasa bahwa aku benar-benar bisa bertahan di industri ini," ucap Clara sambil menatap langit-langit studio.

Stevan mengangguk setuju, namun matanya memancarkan kilatan kewaspadaan yang tajam.

Ia kembali mengetik di ponselnya dan menyodorkannya kepada Clara.

"Jangan terlalu cepat berpuas diri, musuh kita memiliki modal miliaran untuk membalikkan keadaan."

"Mereka tidak akan tinggal diam melihat tajuk utama berita pagi ini merendahkan nama mereka."

Di saat yang bersamaan, di lantai paling atas gedung Mega Bintang Sejahtera.

Prang!

Sebuah vas bunga dari porselen mahal hancur berkeping-keping menghantam dinding kaca ruangan.

Pak Surya berdiri dengan wajah memerah padam, napasnya memburu seperti banteng yang sedang marah.

"Kalian lihat berita sampah ini?!" bentak Pak Surya dengan urat leher yang menonjol keluar.

Dion dan Natasha duduk berdempetan di sofa kulit dengan wajah tertunduk pucat.

"Berita ini menyebutkan bahwa penampilan debut kalian terlihat seperti pertunjukan badut murahan dibandingkan dengan The Zeros!"

"Miliaran rupiah uang promosi kita menguap begitu saja karena dua orang bertopeng sialan itu!"

Dion memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan menatap sang manajer.

"Pak, ini bukan sepenuhnya salah kami," ucap Dion dengan suara bergetar mencoba membela diri.

"Pak Barata gagal menjalankan tugasnya mematikan mikrofon mereka."

"Bahkan entah bagaimana, mereka berhasil meretas sistem audio panggung hingga suaranya memekakkan telinga seluruh penonton."

Pak Surya mendengus kasar dan menunjuk tepat ke depan wajah Dion.

"Kau pikir aku peduli dengan alasan teknis seperti itu?!" teriak Pak Surya keras.

"Di mata publik saat ini, kalian adalah pihak yang kalah telak!"

Natasha meremas lengan kemeja Dion dengan kuat karena ketakutan melihat kemarahan bos besarnya itu.

"Lalu... apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan debut kami, Pak?" tanya Natasha dengan suara pelan dan memelas.

Pak Surya berjalan mondar-mandir di depan jendela kaca besar ruangannya sambil memijat keningnya.

"Barata sudah meneleponku pagi ini, dia bilang panitia pusat sudah menetapkan The Zeros lolos ke babak semifinal," ucap Pak Surya dengan nada dingin.

"Kita tidak bisa lagi menggunakan jalur panitia untuk mendiskualifikasi mereka tanpa memicu kecurigaan besar."

Dion mengepalkan tangannya kuat-kuat mendengar kabar buruk tersebut.

"Jadi kita biarkan saja mereka merebut panggung utama kita di babak selanjutnya?" tanya Dion dengan nada frustrasi.

Pak Surya tiba-tiba menghentikan langkahnya dan tersenyum sangat licik.

Sebuah senyuman jahat yang sering ia gunakan saat menyingkirkan saingan bisnis labelnya di masa lalu.

"Tentu saja tidak, anak bodoh," jawab Pak Surya sambil merogoh ponsel pintarnya.

"Jika kita tidak bisa menghancurkan mereka dari dalam panitia, kita hancurkan mereka dari opini publik luar."

Dion dan Natasha saling berpandangan dengan kening berkerut kebingungan.

"Apa maksud Bapak?" tanya Dion tidak mengerti.

"Kalian bilang mereka meretas sistem audio panggung kemarin, bukan?" tanya Pak Surya memastikan.

Dion mengangguk cepat membenarkan hal tersebut.

"Ya, Pak. Mereka menimpa frekuensi utama gedung, itu adalah pelanggaran berat sebenarnya," jelas Dion.

"Bagus," ucap Pak Surya sambil mencari sebuah kontak nama di ponselnya.

"Kita akan menggunakan fakta peretasan itu untuk membunuh karakter mereka di depan seluruh masyarakat Indonesia."

Pak Surya menekan tombol panggil dan menempelkan ponselnya ke telinga.

"Halo, Bos Buzzer? Ini aku, Surya. Aku punya proyek besar untuk pasukan akun palsumu hari ini," ucap Pak Surya ke arah telepon.

Dion mulai mengerti arah rencana licik manajernya itu dan sudut bibirnya perlahan melengkung ke atas.

"Sebarkan berita masif di semua platform sosial media dalam waktu satu jam dari sekarang," perintah Pak Surya dengan nada memerintah.

"Sebarkan rumor bahwa vokalis The Zeros melakukan lipsync di atas panggung audisi kemarin."

1
Rifqy Channel
nah gini dong 😭🙏🤣🤣
Rifqy Channel
tolong dong itu the zeros mereka harus ungkap identitas biar supaya mereka shock itu. jangan pelit dengan hadiah nya lah.
Nissa Safira: Sabar yaa kak🤣🙏
Aku mau mereka shocknya pas lagi di atas tahta, bukan pas masih di tangga. Tunggu final, hadiahnya bukan cuma identitas yang kebuka, tapi satu industri yang runtuh. Janji deh gak bakal pelit hadiahnya🤣🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!