Indonesia
NovelToon NovelToon
Love In The Crossfire

Love In The Crossfire

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: wabula

Mobil mogok di depan sebuah rumah makan sederhana mempertemukan Dawin, pasukan khusus elite yang tegas namun berhati lembut, dengan Kwila, perawat baik hati dari keluarga Lidar. Pertemuan yang tak terduga itu berubah menjadi cinta yang tumbuh di tengah bahaya, ketika keluarga Kwila justru menjadi incaran organisasi kriminal BlackSystem yang begitu ditakuti. Antara tugas melindungi negara dan menjaga wanita yang dicintainya, Dawin harus menghadapi pengkhianatan, pengejaran, dan pertaruhan nyawa sementara Kwila belajar bahwa cinta sejati kadang datang justru saat dunia terasa paling berbahaya. Namun kisah ini tak berhenti di pelaminan. “Dawin dan Kwila” adalah saga keluarga yang membentang lintas generasi merayakan pernikahan, kelahiran, perjuangan mengejar mimpi, hingga anak-anak mereka tumbuh dewasa dan menemukan cinta serta jalan hidup masing masing. Dari aksi menegangkan hingga kehangatan meja makan keluarga, novel 150 bab ini adalah perjalanan panjang tentang keberanian, penebusan, dan bagaimana kebaikan kecil bisa berbuah kebahagiaan yang tak pernah berhenti bertumbuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wabula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesaksian dokter bram

Beberapa hari setelah pertemuannya dengan Alya tersebut, Dawin berhasil mengatur pertemuan rahasia dengan dr. Bram, suami Alya yang bekerja sebagai dokter bedah di rumah sakit yang sama dengan tempat Kwila bertugas tersebut. Pertemuan tersebut dilakukan di sebuah rumah aman milik militer, jauh dari jangkauan pengawasan pihak BlackSystem maupun Direktur Harjono yang mungkin telah mencurigai berbagai pergerakan yang berkaitan dengan penyelidikan tersebut.

"Dokter Bram, terima kasih sudah bersedia datang. Saya paham ini pasti berat buat Anda, mengingat risiko yang mungkin Anda hadapi," ujar Dawin membuka pertemuan tersebut dengan nada yang penuh pengertian, menyadari betapa besar keberanian yang dibutuhkan dokter tersebut untuk bersedia bersaksi melawan atasannya sendiri.

Dr. Bram, seorang pria berusia sekitar tiga puluh lima tahun dengan wajah yang menunjukkan kelelahan mendalam akibat tekanan yang telah lama dia tanggung, mengangguk pelan. "Saya sudah nggak tahan lagi, Pak. Setiap hari saya harus lihat pasien-pasien yang tidak berdaya dimanfaatkan buat kepentingan bisnis kotor itu."

"Bisa Anda ceritakan detail mengenai peran Anda dalam praktik ilegal tersebut?" tanya Dawin, mulai menggali informasi penting yang bisa memperkuat bukti yang telah mereka kumpulkan selama ini.

Dr. Bram menghela napas panjang, mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan seluruh kebenaran yang selama ini dia pendam sendirian. "Direktur Harjono meminta saya untuk melakukan operasi pengambilan organ dari pasien-pasien yang dinyatakan mati batang otak, tanpa persetujuan resmi dari keluarga mereka. Katanya, ini demi 'kepentingan penelitian medis', tapi saya tahu betul organ-organ tersebut sebenarnya dijual ke pasar gelap melalui jaringan BlackSystem."

Mendengar pengakuan tersebut, Dawin merasakan kemarahan yang begitu mendalam, menyadari betapa kejinya praktik yang telah lama berlangsung tersebut, memanfaatkan pasien-pasien yang tidak berdaya demi keuntungan finansial semata. "Berapa banyak kasus yang sudah Anda tangani terkait praktik ilegal ini, Dokter?"

"Setidaknya sudah belasan kasus dalam setahun terakhir, Pak. Setiap kali saya coba menolak, Direktur Harjono selalu mengancam akan mencabut izin praktik saya, bahkan mengancam keselamatan keluarga saya," jelas Dr. Bram dengan suara yang bergetar, mengungkapkan tekanan luar biasa yang telah lama dia rasakan dalam menjalankan tugas yang bertentangan dengan hati nuraninya tersebut.

"Apakah Anda punya bukti dokumentasi mengenai kasus-kasus tersebut?" tanya Dawin, menyadari pentingnya bukti konkret untuk memperkuat kasus hukum yang akan mereka bangun melawan Direktur Harjono dan jaringan BlackSystem tersebut.

"Saya sudah diam-diam menyimpan catatan pribadi mengenai setiap kasus yang saya tangani, lengkap dengan tanggal dan identitas pasien yang terlibat. Saya simpan di tempat yang aman, berjaga-jaga kalau suatu saat saya butuh bukti untuk melindungi diri saya sendiri," jawab Dr. Bram, mengungkapkan bahwa dia telah lama mempersiapkan diri untuk kemungkinan seperti ini terjadi.

Mendengar informasi tersebut, Dawin merasakan kelegaan yang begitu besar, menyadari bahwa kesaksian dan bukti dokumentasi dari dr. Bram tersebut akan menjadi kunci penting dalam membangun kasus hukum yang kuat melawan Direktur Harjono. "Dokter, bukti ini sangat berharga. Kami akan pastikan keselamatan Anda dan keluarga Anda selama proses hukum ini berlangsung."

"Terima kasih, Pak. Saya cuma berharap, dengan kesaksian saya ini, praktik keji tersebut bisa segera dihentikan, dan pasien-pasien lain tidak perlu menjadi korban lagi," ujar Dr. Bram dengan penuh harapan, meski wajahnya masih menunjukkan kekhawatiran mendalam mengenai risiko yang akan dia hadapi setelah bersaksi melawan organisasi kriminal yang begitu berbahaya tersebut.

Dawin kemudian menjelaskan langkah-langkah perlindungan yang akan diberikan kepada dr. Bram dan keluarganya, termasuk kemungkinan relokasi sementara ke lokasi yang aman selama proses hukum berlangsung, guna memastikan keselamatan mereka dari kemungkinan ancaman balasan dari pihak BlackSystem yang mungkin menyadari keterlibatan dr. Bram dalam mengungkap kejahatan mereka tersebut.

"Kami akan atur perlindungan penuh untuk Anda dan Alya, Dokter. Untuk sementara waktu, sebaiknya Anda tetap bekerja seperti biasa di rumah sakit, jangan menunjukkan perubahan sikap yang mencurigakan, sambil kami menyelesaikan persiapan untuk operasi penangkapan resmi," jelas Dawin, memberikan instruksi yang jelas mengenai bagaimana dr. Bram harus bersikap selama masa transisi tersebut.

Setelah pertemuan tersebut selesai, Dawin segera melaporkan perkembangan signifikan tersebut kepada Kapten Endrik, menjelaskan bahwa mereka kini memiliki bukti dokumentasi konkret serta saksi kunci yang bersedia bersaksi secara resmi mengenai praktik ilegal perdagangan organ tersebut. "Kapten, dengan bukti ini, saya yakin kita sudah cukup kuat untuk mengajukan surat perintah penangkapan resmi terhadap Direktur Harjono."

Kapten Endrik mendengarkan laporan tersebut dengan penuh kepuasan, menyadari bahwa penyelidikan yang telah mereka jalankan selama berminggu-minggu tersebut akhirnya mencapai titik yang begitu menjanjikan. "Kerja bagus, Dawin. Saya akan segera koordinasikan dengan unit anti-korupsi kepolisian dan komando pusat untuk merencanakan operasi penangkapan yang komprehensif, mencakup baik Direktur Harjono di rumah sakit maupun markas utama BlackSystem sekaligus."

Rencana operasi besar tersebut mulai disusun dengan penuh kehati-hatian, mempertimbangkan berbagai skenario yang mungkin terjadi, termasuk kemungkinan perlawanan bersenjata dari pihak BlackSystem yang telah lama dikenal begitu berbahaya dan brutal dalam melindungi kepentingan bisnis gelap mereka tersebut. Dawin menyadari bahwa operasi ini akan menjadi pertaruhan besar, tidak hanya bagi kariernya sebagai pemimpin operasional, namun juga bagi keselamatan seluruh pihak yang telah membantu mengungkap kejahatan tersebut, termasuk Kwila, keluarganya, serta dr. Bram dan Alya yang telah berani mengambil risiko besar demi keadilan yang begitu mereka perjuangkan tersebut, sebuah pertaruhan yang akan segera menentukan nasib banyak orang dalam pertarungan besar melawan kejahatan organisasi BlackSystem yang telah lama meresahkan kota tersebut.

Malam itu, Dawin menceritakan perkembangan besar tersebut kepada Kwila, mengungkapkan betapa dekatnya mereka dengan penyelesaian kasus yang telah lama membebani kota tersebut. "Kwila, akhirnya kita punya bukti kuat buat bongkar praktik ilegal itu. Dr. Bram bersedia jadi saksi kunci."

"Alhamdulillah, Mas. Saya bersyukur banget akhirnya ada titik terang," jawab Kwila dengan penuh kelegaan, membayangkan bahwa rumah sakit tempatnya bekerja akan segera terbebas dari bayang-bayang kejahatan yang selama ini menghantui institusi tersebut.

"Tapi Kwila, operasi penangkapan ini bakal berisiko besar. Saya minta kamu tetap jaga jarak dari segala hal yang berkaitan dengan penyelidikan ini untuk sementara waktu, demi keamanan kamu sendiri," pesan Dawin dengan penuh kekhawatiran, menyadari bahwa fase krusial penyelidikan tersebut akan segera memasuki tahap yang jauh lebih berbahaya, sebuah tahap yang akan menguji seluruh kemampuan dan keberanian yang telah mereka kumpulkan bersama sepanjang perjalanan panjang mengungkap kejahatan besar organisasi BlackSystem tersebut.

"Saya ngerti, Mas. Saya akan hati-hati dan percaya sepenuhnya sama tim kamu buat selesain ini," jawab Kwila dengan penuh keyakinan, meski dalam hatinya dia tetap merasakan sedikit kekhawatiran mengenai bahaya besar yang akan segera dihadapi Dawin dan timnya dalam operasi penangkapan yang telah mereka rencanakan dengan begitu matang tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!