Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Fantasi
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐

Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.

Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 26: Lencana Emas Militer

Sementara itu, di perkemahan perjamuan utama, suasana mulai terasa tegang. Zhao Xiao berjalan bolak-balik di luar tendanya dengan wajah cemas dan gelisah.

Sebenarnya, Zhao Xiao tidak pernah menginginkan kematian Shen Yue. Ia hanyalah seorang pemuda yang tumbuh dalam tekanan tinggi kekaisaran, yang telinganya terus-menerus diracuni oleh hasutan Perdana Menteri Lin dan Lin Wanru bahwa Shen Yue dan Klan Shen adalah ancaman yang ingin merebut pengaruhnya.

Zhao Xiao hanya menyetujui rencana 'memberi pelajaran dan kejutan' agar Shen Yue mundur secara sukarela dari pertunangan, tanpa menyadari bahwa faksi Lin diam-diam mengubah rencana itu menjadi aksi pembunuhan berdarah dingin.

"Mengapa dia belum kembali?" gumam Zhao Xiao dengan rasa bersalah dan cemas yang mulai menggerogoti dadanya. "Hutan Barat sangat berbahaya di malam hari..."

Lin Wanru mendatangi Zhao Xiao sambil memegang lengan jubahnya dengan lembut. "Yang Mulia, tidak perlu khawatir. Nona Shen mungkin hanya tersesat karena terlalu sombong. Jika terjadi sesuatu padanya, bukankah itu sudah menjadi takdirnya sendiri?"

Zhao Xiao menepis tangan Lin Wanru dengan ketus. "Cukup, Wanru! Ini bukan sekadar tersesat. Jika putri Jenderal Shen terluka di area perburuan kekaisaran, bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Ayahanda dan rakyat?!"

TAK! TAK! TAK!

Suara derap langkah kuda yang mantap mendadak menggema menembus kegelapan menuju arena utama perjamuan.

Seluruh perhatian para bangsawan dan pejabat tersedot ke arah sumber suara.

Shen Yue menunggangi kudanya dengan anggun memasuki arena perjamuan. Meski jubah birunya ternoda sedikit cipratan darah, ia tampak sepenuhnya utuh dan dipenuhi wibawa yang luar biasa.

Di belakang kudanya, terseret tiga mayat pembunuh bayaran berpakaian hitam yang terikat tali.

Suasana arena perjamuan pun seketika hening mencekam!

Zhao Xiao terperanjat, napasnya tertahan saat melihat Shen Yue selamat. Ada rasa lega di dadanya, namun berganti menjadi rasa syok saat melihat mayat-mayat berpakaian hitam di belakangnya.

Brak!

Shen Yue melepaskan tali pengikat itu di tengah arena.

"Yang Mulia Kaisar yang Agung," seru Shen Yue dengan suara nyaring dan tegas di hadapan Kaisar dan seluruh menteri. "Hamba mendapat serangan oleh delapan pembunuh bayaran terlatih di kedalaman Hutan Barat. Para pembunuh ini melancarkan serangan mematikan tanpa ampun!"

Brak!

Kaisar memukul meja perjamuan dengan murka. "Pembunuh bayaran di area perburuan kekaisaran?! Siapa yang berani melakukan tindakan makar ini?!"

Shen Yue melirik dingin ke arah Perdana Menteri Lin yang duduk memucat, namun tetap menyunggingkan senyuman tenang karena tau pembunuh bayaran miliknya telah mati bunuh diri tanpa meninggalkan bukti tertulis.

"Sangat disayangkan, Yang Mulia," lanjut Shen Yue. "Para pembunuh ini langsung membunuh diri mereka sendiri dengan racun keras begitu hamba berhasil melumpuhkan mereka. Tidak ada pengakuan yang tersisa dari tubuh mereka."

Perdana Menteri Lin menarik napas leganya secara diam-diam, lalu dengan cepat berpura-pura prihatin. "Sungguh mengerikan! Pengawalan perburuan harus diperketat! Kita tidak tau siapa musuh kekaisaran yang mencoba mengadu domba kita!"

Namun, Shen Yue melangkah mendekati Zhao Xiao yang berdiri terpaku.

"Yang Mulia Putra Mahkota," ucap Shen Yue dengan nada pelan namun menusuk sanubari. "Apakah ini 'kejutan' yang Anda maksud saat menantangku pergi ke Hutan Barat?"

Zhao Xiao membelalakkan matanya. Wajahnya pucat pasi oleh rasa bersalah dan kesadaran yang mendalam. Ia lalu menoleh ke arah Perdana Menteri Lin dan Lin Wanru, dan baru menyadari penuh bahwa dirinya telah dimanfaatkan sebagai tameng politik dan alat untuk melancarkan pembunuhan keji tanpa sepengetahuannya!

"Shen Yue... aku..." gagap Zhao Xiao. "Demi Langit... aku tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk membunuhmu..."

Shen Yue menatap mata Zhao Xiao lekat-lekat. Ketajaman analisisnya langsung menangkap bahwa sang Putra Mahkota tidak berbohong, pria ini bukanlah dalang pembunuhan, melainkan hanya pangeran naif yang kepalanya telah dipenuhi racun manipulasi dari faksi Lin.

"Aku percaya Anda tidak memerintahkannya, Yang Mulia," bisik Shen Yue lembut namun penuh makna. "Tetapi ketidaktahuan Anda dan kepatuhan Anda pada bisikan orang-orang di belakang Anda... hampir saja mengorbankan nyawa orang lain dan menghancurkan takhta yang Anda pijak."

Kata-kata Shen Yue menghantam dada Zhao Xiao bagaikan hantaman godam berat.

Kaisar yang menyaksikan interaksi itu menarik napas cukup panjang. Meskipun pelaku utama pembunuhan belum bisa ditangkap karena ketiadaan bukti hukum dari mayat yang bunuh diri, Kaisar bertindak tegas atas kelalaian pengamanan.

"Atas kelalaian pengamanan dan kelemahan kontrol di area perburuan," titah Kaisar dengan tegas, "Putra Mahkota Zhao Xiao dihukum merenungi kesalahannya di Istana Timur! Dan untuk Nona Shen Yue... atas ketangguhan serta keberaniannya yang luar biasa, kukaruniakan padanya Lencana Emas Militer, dan memberikannya hak istimewa untuk membawa pengawal pribadi di lingkungan Istana Kekaisaran!"

"Hamba menerima karunia Yang Mulia Kaisar," ucap Shen Yue sambil membungkuk anggun.

Di bawah naungan sinar bulan malam, Shen Yue berdiri tegap dengan Lencana Emas Militer di tangannya.

Meski Perdana Menteri Lin berhasil lolos kali ini dari jerat hukum, Shen Yue berhasil meretakkan ikatan antara Putra Mahkota dan faksi Lin.

Pertempuran di papan catur kekaisaran pun kini memasuki babak yang semakin menarik!

Penasaran dengan kelanjutan kisahnya? Next episode...

Bersambung...

1
Dewi Habibah
lagi donk😍
Aurora: Siap... othor up besok ya... 🤗
total 1 replies
merry
gpp si lkimu agk pengecut dan buta gk tau mn tipu muslihat,, asal ceraikan selir jgn ambil selir ckp satu istri sah ajjj🤭🤭🤭🤭
Aurora: di jamannya punya istri banyak itu sudah biasa, apalagi keluarga kerajaan 😅🤭
total 1 replies
merry
jgn smpai kmu ksh kesucian kmu putri gk ikls wlpun hak mslhnya lkimu pyn bini muda,,, 🤭🤭🤭🤭licik lggg
merry
moga cerai lh sm suami mu yg pengecut bodoh itu 🤭🤭🤭🤭
merry
penghianat ap cb bos kau ajj nikh istri mu sexgus nkhin kekasih gelapmu,, mls dech sm kmu atrnn she Yue nkh sm kakak mu itu
merry
tumis rebung enk bgtt ap lg yg ada ruas ya itu 🤭🤭🤣🤣
Aurora: bener, renyah n lembut...🤗
total 1 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
aku lanjut baca lagi nanti . Kren k👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!