perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
talak
"ma, malam ini aku mau papa dan mama ikut aku ke rumah wulan"
"untuk apa kita kesana?" perasaan bu Lina sudah tidak tenang
"aku mau mengakhiri pernikahanku dengan dia ma"
"kamu yakin dengan keputusanmu nak?"
"yakin. sangat yakin"
"bagaimana dengan firman?"
"sudah aku katakan berapa kali sih ma? firman itu bukan anakku ma. tolong! "
"jika itu sudah menjadi keputusanmu, orang tua bisa apa nak. yang mama ingin, kamu menikah dan hidup bahagia"
"aku tidak menemukan kebahagiaan hidup bersama wulan ma. tolong turuti permintaan aji sekali ini saja. kemarin aku mau menikah dengan wulan untuk menjaga nama baik keluarga kita"
setelah cukup beristirahat aji menghubungi wulan
"lan. malam ini aku pulang"
"kamu sudah berubah fikiran mas?"
"aku juga perlu bertemu dengan ke-dua orang tuamu"
"apa kamu mau mengakhiri pernikahan kita mas?"
"tunggu saja nanti, kamu akan mendapatkan jawabannya"
Aji mengakhiri percakapan mereka
*****
malam hari di kediaman wulan
aji dan kedua orang tuanya sudah sampai di pelataran rumah orang tua wulan
"assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" pak anton menyambut kedatangan aji dan kedua orang tuanya
"ayah... " teriak firman begitu melihat kedatangan aki
"jagoannya ayah... bagaimana? sudah sehat?"
"sudah yah" ucap firman sambil di gendong aji
"ayah, ibu. sebelumnya saya minta maaf" ujar aji "maaf jika selama ini saya jarang pulang, bahkan hampir tidak pernah pulang"
Pak anto, bu yuni dan wulan mendengarkan dengan seksama
"wulan" ucap aji memandang istrinya "sebelumya aku juga minta maaf selama pernikahan kita, aku tidak pernah menunaikan kewajibanku sebagai seorang suami. maaf juga jika hari ini aku mempercepat perjanjian kita. karena memang tidak ada yang perlu dipertahankan lagi"
"maksud kamu, mau mengakhiri pernikahan kita? bodoh sekali aku menerima persyaratanmu dulu. enak sekali kamu mas, setelah mempunyai selingkuhan sekarang mau menceraikan aku"
"aku tidak pernah selingkuh dengan pembantu ku lan. kamu salah sangka. apapun penjelasanku kamu pasti tidak akan mau mendengarkan"
"wulan, saya mohon di depan orang tua kita, tolong katakan yang sejujurnya, siapa ayah firman sebenarnya"
"apa maksudmu? apa yang harus aku katakan? kamu ayahnya firman, aku hamil sama kamu. penjelasan apa lagi yang kamu minta mas?" ucap wulan mulai emosi
"baiklah wulan, kalau kamu tidak mau mengatakan yang sejujurnya" ucap aji sambil mengambil nafas besar "ayah, ibu, mama dan papa. sebelumnya aji minta maaf. sejak dulu sudah saya katakan jika yang di kandung wulan itu bukan anak saya"
semua orang di ruangan itu mulai gaduh, terlebih lagi bu yuni yang sudah tampak gelisah
"ini saya bawa hasil test DNA saya dan firman" ucap aji sambil mengeluarkan secarik kertas dari dalam sakunya
"disini tertulis bahwa saya dan firman tidak ada kecocokan sama sekali. silahkan di lihat." aji menyodorkan kertas itu kepada pak anton, merah padam mukanya membaca keterangan di atas kertas itu, lalu menyodorkan kepada istrinya dan kepada kedua orang tua aji.
di sudut sofa, wajah wulan sudah tampak gelisah
"apa maksud kamu mas? rekayasa apa ini?"
"jangan menuduh aku merekayasa lan. ini hasil test asli, jika kamu tidak percaya, mari kita test ulang. aku sudah cukup lama memberimu kesempatan untuk bicara dengan jujur, tapi tak kamu indahkan. ini keputusan saya. membongkar kebenaran"
"bilang saja kalau kamu ingin menceraikan aku dan menikah dengan suci perempuan simpananmu itu"
"aku sudah lelah dengan pernikahan ini lan. dan sekarang firman berhak tau siapa ayah dia sebenarnya"
amarah wulan memuncak, wulan seperti orang kesurupan, teriak-teriak mencaci maki aji dengan Kata-kata kotor
"maaf bapak, ibu" bik asih tiba-tiba memotong amarah wulan. semua mata tertuju kepada bik asih
"saya tau apa yang sebenarnya terjadi. maaf bapak, ibuk dan mbk wulan. jika saya bicara jujur"
"bicara saja bik, jangan takut" tukas pak anton
"saya sependapat dengan keputusan mas aji" semua orang terkejut
"maksud bik asih apa?" tanya bu yuni
"sebelum mas aji datang ke rumah dengan keadaan mabok, mbak wulan sudah pernah membawa masuk laki-laki"
"jaga ucapanmu bik" wulan berteriak
"teruskan bik. jangan takut" ucap aji
bik asih berdiri sambil bergetar karena takut.
"waktu mbak wulan hamil, pria itu sering kesini" bik asih menunduk
"kurang ajar kamu bik asih" wulan berdiri hendak menampar bik asih.
"wulan. duduk" pak anton membentak wulan
"teruskan bik"
"saya takut hidup dalam dosa mas aji, melindungi kesalahan. waktu mbak wulan hamil, saya sempat merekam waktu pria itu mengelus perut mbak wulan" bik asih mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan rekaman kepada aji
"ini salah satunya mas"
aji mengambil ponsel bik asih "ini Adrian. betul dugaanku selama ini. ini Adrian wulan" ucap aji geram "selain ini apa ada lagi rekaman yang lainnya bik?"
"ada mas" bik atik kembali menunjukkan beberapa video dan foto yang diam-diam dia ambil
"sudah cukup bik" aji mengembalikan ponsel milik bik asih. pak anton dan bu yuni terlihat marah melihat yuni
"tenyata kamu selama ini yang salah wulan? selama ini ayah mempercayai kalau aji yang salah, aji yang tidak bertanggung jawab. ternyata kamu yang salah."
"maafkan wulan yah, buk"
"wulan, detik ini, disaksikan kedua orang tua kita. aku talak kamu" ucap aji pecah
Wulan menghampiri aji, memohon dan bersimpuh di kakinya memohon untuk tidak menceraikannya
"jangan tinggalkan aku mas. aku minta maaf"
namun aji tak bergeming, tak mendegar ucapan wulan
"bik asih, kemasi barang-barang bik asih sekarang. aku yakin bibik akan di pecat dari sini. ikut aku bik" perintah aji
Bik asih bergegas membereskan baju-bajunya
"aji, ayah minta maaf jika selama ini bapak salah"
mereka saling bermaaf-maafan.
aji dan kedua orang tuanya pamit undur diri, di susul bik atik
"ayahhh... jangan pergi" firman berlari mengejar aji. aji memeluk bocah itu
"anak jagoan ayah, maafkan ayah ya sayang" sambil memeluk anak kecil itu. pecah tangis semua orang yang melihatnya.
Aji melepaskan pelukan firman... "ayah... jangan pergi"
"lihat ulahmu wulan.. lihat" pllaaaakkkk... pak anton menampar wajah wulan
aji pergi tanpa menoleh, dengan berlinangan air mata aji terus melangkah kedepan, firman berlari mengejar aji namun di tahan oleh bu yuni
"ayahh.... ayaaahhhhh.... "
aji meninggalkan rumah wulan, masih terdengar suara firman memanggil namanya. aji terus melajukan mobilnya
"sabar nak!" pak izam berusaha menguatkan aji
air mata aji masih terus menetes mengingat firman.
"pa... aku sayang sekali dengan firman pa"
pak izam menepuk punggung aji, menenangkan. di kursi belakang, bik atik dan bu Lina masih terus menangis