Indonesia
NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30 : Penyelamatan ala cewek jantan

Wush! Wush! Jleb! Jleb!

Hujan panah api melesat dari atas dinding istana seperti gugusan bintang jatuh yang membawa maut. Kobaran api meledak di sekeliling Ara dan Kaisar Yan, menciptakan dinding pembatas dari api yang membubung tinggi. Asap hitam pekat bergulung-gulung, mengaburkan pandangan dan mencekik paru-paru.

"Ugh!"

Kaisar Yan mendadak melenguh pendek. Langkah kakinya goyah, dan tubuh tegapnya hampir saja ambruk jika dia tidak menancapkan pedang gioknya ke lantai marmer untuk menumpu badan.

Ara yang reflek premannya selalu siaga langsung menoleh. Sepasang mata bulatnya membelalak saat melihat sebutir anak panah beracun menancap cukup dalam di paha kanan sang Kaisar. Darah berwarna kehitaman mulai merembes, membasahi kain zirah hitamnya. Sialan, Jenderal Lin benar-benar bermain kotor memanfaatkan asap!

"Mas Bro! Lu kena tembak?!" teriak Ara panik. Dia langsung menebas urat nadi seorang pemberontak yang mencoba memanfaatkan kelengahan mereka, lalu menyampirkan lengan kekar Kaisar Yan ke atas bahunya sendiri.

"Tinggalkan aku, Xia Ruo... racun ini... melumpuhkan kekuatanku," desis Kaisar Yan, napasnya memburu berat dengan dahi yang langsung dibanjiri keringat dingin. "Pergilah bersama pelayanmu melalui jalur rahasia di balik aula..."

"Bacot amat lu ah! Kagak ada cerita ketua geng ninggalin temen pas lagi tawuran!" omel Ara ceplas-ceplos.

Meskipun tubuh Xia Ruo ini ramping dan masih lemas layaknya triplek basah jika dibandingkan dengan tubuh aslinya dulu, Ara mengerahkan seluruh sisa tenaga dari hasil latihan militer ekstremnya selama dua minggu terakhir. Dengan satu hentakan kaki yang bertenaga, Ara mengangkat tubuh kekar Kaisar Yan, memapahnya dengan gaya jantan yang bener-bener di luar nalar tata krama seorang permaisuri halus.

"Vitamin! Lu masih hidup kagak?! Buruan keluar dari kolong meja, kita cabut!" teriak Ara menggelegar ke arah reruntuhan meja marmer.

Yuan-er merangkak keluar dengan wajah penuh jelaga hitam dan air mata. "Hamba masih hidup, Permaisuri! Hwaaa... Kaisar terluka?!"

"Udah, kagak usah pake nangis ronde kedua! Buruan bantu gua buka pintu paviliun rahasia di balik singgasana!" perintah Ara tegas.

Dengan Yuan-er yang berlari membuka jalan dan Ara yang memapah Kaisar Yan sambil sesekali menangkis anak panah nyasar menggunakan belati hitamnya, ketiganya berhasil menyelinap masuk ke dalam lorong gelap di balik kursi singgasana emas, tepat sebelum pintu batu rahasia itu tertutup rapat dan mengunci pasukan Jenderal Lin di luar.

Lorong bawah tanah itu sangat sunyi dan gelap, hanya diterangi oleh sebuah obor kecil yang dinyalakan oleh Yuan-er menggunakan pemantik batu. Mereka berjalan terseok-seok hingga menemukan sebuah goa buatan kecil yang dulunya dibangun sebagai tempat persembunyian darurat keluarga kekaisaran.

Ara menurunkan tubuh Kaisar Yan dengan hati-hati, menyandarkannya pada dinding goa yang dingin. Pria penguasa dingin itu kini tampak sangat rapuh; wajah tampannya pucat pasi, dan bibirnya mulai membiru akibat penyebaran racun perbatasan yang mematikan.

"Yuan-er, lu jaga di pintu masuk lorong. Kalau denger suara langkah kaki yang mencurigakan, buruan kode gua," instruksi Ara.

"Baik, Permaisuri!" Yuan-er buru-buru mengambil posisi di mulut goa dengan tubuh gemetaran namun berusaha tetap siaga memegang tongkat kayu kayu.

Ara langsung berlutut di depan paha Kaisar Yan. Tanpa babibu lagi, dia merobek kain celana zirah sang Kaisar menggunakan belati hitamnya untuk mengekspos luka panah tersebut. Tindakan yang sangat tidak sopan bagi wanita zaman purba, tapi Ara sama sekali tidak peduli pada etiket bumbu-bumbu kerajaan saat nyawa seseorang di ujung tanduk.

"Kau... apa yang mau kau lakukan, wanita barbar...?" bisik Kaisar Yan dengan kesadaran yang mulai menipis, sepasang mata elangnya menatap sayu ke arah Ara.

"Diem lu, Mas Bro. Gak usah banyak gaya dulu," ketus Ara.

Dia menggenggam gagang anak panah itu dengan mantap. "Tahan ya. Hitungan ketiga. Satu... dua..."

Jleb! Sreeet!

Belum sampai hitungan ketiga, Ara sudah mencabut anak panah itu dengan sekali sentakan kilat yang sangat akurat. Trik preman jalanan: jangan pernah kasih musuh (atau pasien) waktu buat siap-siap merasakan sakit.

Kaisar Yan memekik tertahan, rahang tegasnya mengatup rapat hingga urat-urat di lehernya menonjol tegang karena menahan rasa sakit yang luar biasa.

Melihat darah hitam yang terus mengalir, Ara tahu racun ini harus dikeluarkan secara manual karena mereka tidak membawa tabib istana. Tanpa rasa jijik sedikit pun, Ara mencondongkan wajah cantiknya, lalu mulai mengisap darah beracun dari luka paha Kaisar Yan dan meludahkannya ke tanah berulang kali, sampai darah yang keluar berubah menjadi merah segar.

Kaisar Yan terpaku di tempatnya. Rasa sakit yang membakar di pahanya mendadak kalah oleh sensasi aneh yang bergejolak di dalam dadanya. Dia menatap ubun-ubun kepala Ara yang sedang menyelamatkan nyawanya dengan cara yang begitu kasar, ekstrem, tapi sangat tulus. Jantung sang Kaisar yang biasanya sedingin es kutub utara mendadak berdebar dengan sangat kencang secara abnormal.

Ara menyeka bibirnya yang terkena sisa darah dengan punggung tangannya, lalu mendongak menatap mata Kaisar Yan. "Nah, darahnya udah bersih nih. Tinggal gua balut pake kain perban darurat."

Ara merobek bagian bawah gaun sutranya sendiri, lalu melilitkan kain itu pada paha Kaisar Yan dengan ikatan yang cukup kencang ala anak tongkrongan yang habis kena sabetan celurit.

Begitu selesai, Ara menghela napas lega dan ikut menyandarkan punggungnya di sebelah Kaisar Yan. Namun, saat dia menoleh, dia mendapati mata elang Kaisar Yan sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat intens, mendalam, dan dipenuhi oleh kilatan emosi baru yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

"Kenapa lu melotot gitu, Mas Bro? Muka gua ada noda jelaganya ya?" tanya Ara ceplas-ceplos, merusak atmosfer intim yang sempat terbangun.

Kaisar Yan tidak menjawab dengan kata-kata kasar seperti biasanya. Pria itu justru perlahan mengangkat tangan kanannya yang masih lemas, lalu menggunakan ujung jarinya untuk mengusap lembut sisa jelaga di pipi mulus Ara.

"Terima kasih... Xia Ruo," bisik Kaisar Yan, suaranya terdengar sangat berat dan rendah, membuat jantung Ara sendiri mendadak ikut melewatkan satu ketukan secara tidak sengaja.

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!