Indonesia
NovelToon NovelToon
MILLIARDER CINTA GADIS KAMPUNG

MILLIARDER CINTA GADIS KAMPUNG

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Playboy / Beda Usia / Tamat
Popularitas:207.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Julia Fajar

Popoy atau Tiara adalah gadis kampung yang sangat baik, cantik dan juga pintar. Dia lulus dengan meraih predikat terbaik di sekolahnya.

Tapi, modal itu saja tidaklah cukup untuk menjamin dirinya bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan. Apalagi, Tiara hanya lulusan SMA.

Ekonomi keluarga yang pas-pasan dan incaran rentenir yang ingin memperistri Popoy, membuatnya nekad pergi ke kota. Popoy tidak mau terikat pernikahan dengan bandot tua yang selalu menjerat petani dengan hutang, hingga para orangtua terpaksa harus merelakan anak gadisnya untuk dipersunting demi melunasi hutang mereka.

Namun, Popoy tidak pernah menyangka jika di kota, dirinya malah terlibat banyak masalah. Bekalnya dirampok dan dia hampir saja diperkosa oleh para preman.

Popoy berhasil keluar dari mulut harimau tapi akhirnya masuk ke mulut buaya. Dia bersembunyi di bagasi mobil seorang Miliarder yang terkenal suka bergonti-ganti wanita.

Bagaimanakah nasib Popoy selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. SELINGKUH DIBALIK PERSEKONGKOLAN

"Ayo Poy kita pergi dari sini, biar pengacara yang mengurus semua. Aku nggak mau makin memancing keributan. Kasihan Ibu, beliau yang tidak bersalah apapun bisa kena imbasnya."

"Baik Mas, ayo kita pergi!" ucap Popoy sembari menggandeng lengan Alex.

Saat Alex dan Popoy berbalik, Bram memanggil, "Tunggu Lex, urusan ini belum selesai. Ada surat wasiat lain dari mama mu. Ayo ikut aku ke ruang kerja, kamu akan tahu semuanya."

"Aku ikut ya Pa," pinta Gio.

"Kamu boleh ikut Gio!"

Bram pun turun dari panggung diikuti oleh Serena dan Gio, sedangkan Nadine menggendong Gani, membawanya pergi untuk bergabung dengan Ibu Fatma serta Andre.

Sementara Alex sebelum turun menelepon pengawal pribadinya agar ikut ke ruang kerja Bram bersama pengacara.

Pengacara harus ikut mengetahui tentang apa yang ingin Bram sampaikan. Dan beliau harus mencocokkan tanda tangan yang tertera di sana, apakah sama seperti yang tertera pada surat wasiat yang saat ini beliau simpan di lemari arsipnya.

Kemudian Alex pun bergegas mengajak Popoy turun, mengikuti Bram, masuk ke dalam rumah menuju ruang kerja.

Setibanya di sana, Bram membuka brangkasnya dan mengeluarkan beberapa lembar surat. Lalu dia membuka dan mengarahkan kepada Alex.

"Lihat dan baca! Ada tambahan wasiat di sana. Surat itu di buat sehari sebelum mamamu menghembuskan nafas terakhirnya."

Alex membaca surat tersebut, di sana tertera 4 poin tambahan permintaan sang mama.

Pertama : Mamanya memberikan rumah yang mereka tempati untuk siapapun wanita yang bersedia mengurus serta membesarkan Alex.

Poin kedua : Pengalihan harta semuanya baru bisa dilakukan jika Alex telah memiliki keturunan. Jadi Bram masih memiliki hak untuk ikut campur dalam pengurusan sebagian aset.

Poin ketiga : Jika Alex menikah, tapi tidak memiliki keturunan maka separuh harta akan menjadi hak adik atau keluarga ibu yang membesarkannya.

Poin terakhir : Jika ahli waris semua tidak ada, maka akan di sumbangkan ke panti asuhan, setelah Bram meninggal.

Alex mendesah, dia tidak tahu apakah surat itu benar wasiat sah ibunya atau tidak. Kemudian dia menyerahkan surat tersebut kepada pengacara untuk di teliti ulang.

Pengacara mencocokkan tanda tangan kedua surat wasiat tersebut dan hasilnya sama. Tapi untuk lebih memastikan dia akan mendatangkan ahlinya.

"Kalian sudah membacanya 'kan? Jadi untuk saat ini Alex mengendalikan warisan, masih tetap dalam pengawasan ku sampai dia memiliki anak."

"Aku tidak menjadi masalah, yang terpenting Papa harus adil, terutama adil dalam memperlakukan ibu."

"Dan kamu Gio, jika sampai kelicikanmu menyakiti ibu, aku tidak akan segan untuk menendangmu, meski beliau ibumu. Kamu ingat itu Gio!" ancam Alex.

"Ayo Poy kita pergi dari sini!" ajak Alex sembari memberi kode kepada pengawal pribadinya.

"Oh ya Pak, aku tunggu kabar selanjutnya," ucap Alex lagi kepada sang pengacara.

"Baik Pak Alex!" jawab pengacara yang juga sudah bersiap untuk ikut pergi.

Mereka pun meninggalkan ruang kerja Bram. Di sana Bram dan Gio saling melempar senyum.

Kemudian Gio pun berkata, "Terimakasih Pa, itu senjata untuk menyelamatkan kita. Kita harus berhati-hati bertindak untuk kedepannya."

"Benar kata Gio Pa, Mama nggak mau kita di tendang keluar dari sini oleh anak ingusan sok berkuasa itu!" timpal Serena.

"Kalian tenang saja, papa yakin Alex mungkin bersandiwara, dia hanya pura-pura menikah."

Sejenak Bram terdiam, lalu kembali berkata, "Sangat aneh pernikahan mereka 'kan, tanpa meminta kehadiran pihak kita, minimal Fatma."

"Tenang Pa! Aku akan memerintahkan seseorang untuk menyelidiki asal usul si Tiara itu. Aku kok curiga ya, jangan sampai kita tertipu oleh mereka," ucap Gio.

"Bagus Gio! bila kamu perlu bantuan, aku siap. Teman-teman kita pasti mau membantu jika aku yang minta," ucap Serena.

"Iya Ibu muda," ucap Gio sambil mengerlingkan mata, saat Bram menyimpan berkas dan tidak memperhatikan obrolan keduanya.

"Pa, Mama keluar dulu ya, kasihan 'kan para tamu. Kita harus memberi penjelasan, setidaknya agar mereka tidak terlalu menyalahkan kita," ucap Serena.

"Iya Pa, aku juga mau bantu menjelaskan kepada para tamu."

"Pergilah! Aku sudah cukup malu dengan kejadian malam ini. Alex benar-benar telah menelanjangiku di hadapan para kolega. Aku benar-benar sangat malu, kenapa anak kandungku sendiri bersikap seperti itu! Tidak pernah menghargai ku!"

Gio dan Serena pun keluar ruangan dan mereka berdua saling tersenyum, lalu Gio memegang tangan Serena dan berkata, "Terus kau racuni si tua bangka itu, agar membenci putranya sendiri."

"Dan ingat Serena, tugas kita makin berat, ternyata Alex telah memata-matai tindakan ku di perusahaan. Mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati dan harus bisa menemukan cara yang lebih halus untuk mengeruk uang Alex tanpa menimbulkan kecurigaannya lagi."

"Iya kamu benar Sayang."

Gio mencium Serena, hingga membuat istri muda Bram itu mundur sembari berkata, "Gila kamu Gio, jangan di sini! bagaimana jika terlihat orang-orang bisa gagal semua rencana kita."

"Habisnya kamu sibuk terus sih, sudah hampir seminggu tidak pernah meluangkan waktu buat ku!" rajuk Gio.

"Kamu harus sabar dong Sayang, aku kan sibuk mempersiapkan acara malam ini. Masa iya, kita pergi bersantai, sedangkan Bram sibuk mengurus keperluan pesta sendiri. Gawat 'kan, bisa curiga Bram."

"Iya deh, tapi lusa kita ke tempat biasa ya. Cari alasan dong agar kita bisa seharian bersama."

"Beres, aku akan pikirkan alasan supaya lusa bisa keluar."

"Oh ya Serena, aku akan mencoba mendekati istri Alex, mungkin dengan cara itu akan lebih mudah untuk mengorek keterangan tentang Alex."

"Sepertinya dia gadis lugu, pasti aku bisa dengan mudah memanfaatkan dia untuk menghancurkan Alex. Bila perlu, kita buat penawaran, untuk berbagi dengannya, jika kita berhasil menguasai semua milik Alex."

"Setiap melihat yang bening, mata kamu langsung ijo. Awas! jika berani berkhianat, aku akan buka semuanya!"

"Tidak lho Sayang, kamu tetap yang utama, tidak ada wanita yang bisa mengimbangi permainan mu. Bram dan aku saja tidak bisa tahan, jika harus berjauhan denganmu," ucap Gio sembari mengerlingkan mata.

Serena sangat senang dengan pujian Gio, lalu diapun celingukan untuk memastikan ada orang atau tidak yang melintas di sana.

Kemudian, setelah merasa aman, Serena pun mendorong Gio ke tembok dan dia ******* bibir lelakinya dengan bersemangat.

Gio yang sudah seminggu tidak mendapatkan belaian dari Serena, langsung membalas ciuman tersebut dengan rakus.

Sejenak mereka terbuai dengan ciuman panas, saat Gio mulai menuntut lebih, Serena segera melepaskan ciumannya.

"Ayo kita pergi, bahaya! Itu sekedar cicilan utang ku, seminggu tidak melayanimu," ucap Serena sembari menyunggingkan senyuman dan memainkan bibirnya yang membuat Gio ketagihan.

Bersambung....

1
Witri Nuraulia
ini namanya Serena atau Angela sih jadi bingung
Azril Parmen
Luar biasa
Ros Yusmiasih
terimakasih untuk karya yg indah dan bagus alur ceritanya.....
smg sukses kedepannya ya author........ 🙏🙏
Euis Kindar Wulan
up
Wiwik Indriyani
bagus dan menarik alur ceritanya.
Rafanda 2018
sukurin sok baik si
Lela
kok jadi angela thor
Lela
ms OB nya cm 3
Fitriyani
cinta kq menyakiti,gila kau gio😠
Suzy
keren bagus menarik
Suzy
suka cerita nya.
baru kali ini baca novel ngak di skip2
keren tetap berkarya semogga sukses selalu
Elva Marza
Lumayan
Adeliva Rosadi
kesannya bukan polos tapi ko bego yah popoy …semua kerjaannya ga pernah ada yang bener
Avatar
Mantab kak..ditunggu karya selanjutnya...
Hafifah Hafifah
wah kok udah tamat aja sih thor
Hafifah Hafifah
huh sadisnya si nadin
Mahmudah Mahmudah178
lanjut thor
Hafifah Hafifah
udah kecanduan nih si alex
Hafifah Hafifah
jreng jreng jreng tar lagi kejutan tuk popoy
Hafifah Hafifah
wah gimana tuh reaksi popoy pas malam pertama ternyata dia masih perawan 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!