Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Karena Uang

Menikah Karena Uang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Semua yang dilakukannya hanya demi uang, uang segalanya baginya demi uang apapun akan dilakukan oleh Meiga.

Akankah Meiga menyadari apa itu Cinta dan seberapa berharganya Cinta dari pada Uang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lagi

"Wahhhhhh."

Mata Lingga berbinar-binar melihat air laut yang luas di depannya, air yang jernih dan bersih membuatnya sangat senang Lingga yakin jika airnya seperti itu Mamanya akan mengizinkannya berenang.

"Mama, mama Lingga mau... ." Lingga tidak melanjutkan perkataannya.

"Hari ini ulang tahun Lingga, mama akan mengabulkan apapun yang Lingga mau," sahut Meiga.

"Hore, mama yang terbaik!" teriak Lingga.

"Biar aku saja yang menemaninya berenang," ucap Rangga.

"Benar Ma, Lingga berenang sama Om Saja," sahut Lingga.

"Haaaaah, baiklah kalian berenang saja sepuasnya, aku akan tunggu di sini," ucap Meiga sambil tersenyum.

Meiga merasa sangat senang melihat Putranya yang tersenyum bahagia, Meiga masih menyesal bagaimana bisa dirinya melupakan ulang tahun Putra satu satunya.

Senyum dan tawa Putranya membuat Meiga sangat bersemangat, Meiga terus melihat ke arah Putranya dan Rangga yang saling menyiram air, Meiga juga melihat ke arah Rangga yang mengajarkan Putranya berenang.

Tidak jauh dari tempat Meiga duduk Anggara turun dari mobil, Dela yang turun lebih dulu berlari ke arah Anggara dan langsung memeluk tangannya.

Walau merasa risih Anggara hanya bisa menahannya, Anggara berpikir ini untuk yang terakhir kalinya jadi dirinya membiarkan Dela seperti itu padanya.

"Aku bawa baju ganti bagaimana jika kita berenang," ucap Dela.

"Kalay mau berenang pergi saja sendiri tidak perlu mengajakku," sahut Anggara.

"Baiklah, Aku tidak jadi berenang Bagaimana jika kita berkeliling saja," ucap Dela yang langsung menarik tangan Anggara berjalan pergi.

Kruuuuuuuuccccuk.

Suara perutnya yang berbunyi membuat Meiga merasa malu sendiri, Meiga langsung bangkit berdiri dan berjalan pergi mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya.

Meiga berjalan ke arah warung yang tidak jauh dari tempatnya duduk, sambil membeli sesuatu buat ganjal perut dirinya juga sekalian membeli minum untuk Putranya dan Lingga.

Bruuuuuuuuuuk.

"Maaf, Maaf, aku tidak sengaja."

Meiga yang tidak sengaja menabrak seseorang langsung menundukkan kepala dan meminta maaf, saat mendongakkan kepalanya Meiga terkejut dan bergegas mundur, Meiga ingin segera pergi karena melihat siapa yang baru saja ditabraknya.

"Tunggu, mau pergi ke mana kamu!"

Anggara menarik tangan Meiga yang ingin melarikan diri, melihat itu Dela merasa sangat tidak senang, bagi Dela Meiga seperti benalu yang akan menghancurkan rumah tangganya bersama Anggara.

"Lepaskan aku, kita tidak ada hubungan lagi, lanjutkan saja bersama istri mu jangan pedulikan aku," ucap Meiga melepaskan tangan Anggara yang masih memegangnya.

Meiga bergegas menjauh tanpa menoleh ke belakang, Meiga yang tidak ingin Anggara tahu tentang anaknya langsung berlari pergi.

"Kakak mau ke mana?" Teriak Dela.

Anggara sama sekali tidak menghiraukan teriakan Dela dan berlari mengejar Meiga, kali ini dirinya tidak akan membiarkan Meiga pergi begitu saja pikirnya.

Langkah Anggara yang lebih cepat dari Meiga membuatnya berhasil menangkap Meiga dan memegang tangannya, kali ini Anggara memegang tangan Meiga dengan sangat erat agar tidak lagi melarikan diri.

"Kenapa kamu ada di sini? bukan, seharusnya aku tanya padamu kenapa kamu pergi waktu itu? di mana kamu tinggal selama ini?" tanya Anggara.

"Lepaskan tangan ku," ucap Meiga.

"Tidak akan, jawab dulu pertanyaan ku," sahut Anggara.

"Kenapa aku harus menjawab pertanyaan mu? kita sudah tidak ada hubungan apa-apa jadi Berhentilah Mengganggu ku, lebih baik kamu urusi saja istri baru mu, apa bisa aku bilang istrimu yang sekarang karena kalian pasti sudah bersama sejak lama," ucap Meiga.

"Apa kamu cemburu?" tanya Anggara.

"Aku? cemburu? Hahahahaha, Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? Aku bahkan tidak peduli sama sekali padamu dan pernikahan mu, Bukankah kamu sudah tahu semuanya kenapa aku mau dengan mu sebelumnya, atau haruskah aku mengingatkan mu lagi," ucap Meiga.

"Aku bersama mu karena aku uang, aku dibayar oleh ibu titi mu," sambung Meiga.

"Sudah cukup, jangan menguji kesabaran ku!" sahut Anggara.

"Ahhhhh aku lupa, kamu sangat pemarah, saat ini aku takut sekali, jangan jangan pukul aku," ucap Meiga dengan suara sedikit keras.

Semua orang seketika melihat ke arahnya dan membuat semua berpikir anggaran memang ingin memukul Meiga, tatapan tajam semua orang membuat Anggara kesal dan langsung menarik tangan Meiga ke arah mobilnya.

"Apa yang kamu lakukan lepaskan aku sekarang atau aku akan berteriak," ucap Meiga.

"Kalau begitu berteriaklah, biarkan semua orang tahu kalau aku sedang menarikmu," sahut Anggara yang sama sekali tidak peduli.

Mendengar itu Meiga tahu sepertinya kali ini dirinya sulit lepas dari Anggara, tapi Dirinya belum memberitahu putranya maupun Rangga keduanya pasti mencari-cari dirinya saat ini.

Bruuuuuuuuuk.

Anggara mendorong Meiga ke pintu mobil sambil menatapnya dengan tajam, Anggara ingin sekali memukul Meiga dan melampiaskan dendam lamanya Tapi saat melihat wajah Meiga Anggara sadar dirinya tidak mampu melakukannya.

"Kenapa kamu sangat jahat padaku? sebenarnya apa salahku padamu?" tanya Anggara.

"Jujur saja kamu sama sekali tidak bersalah padaku, hanya saja ibu tirimu datang di waktu yang tepat saat aku membutuhkan, jika di waktu itu yang datang adalah kamu mungkin semua tidak seperti itu akhirnya," ucap Meiga.

"Kalau begitu kenapa tidak kamu katakan semua padaku? jika aku mengetahui semua dari mulutmu aku mungkin saja bisa memaafkan mu, asal kamu tahu saja Aku sangat membencimu sampai-sampai Aku ingin membunuhmu, Tapi saat melihatmu lagi aku tidak bisa melakukannya," sahut Anggara yang langsung menundukkan kepalanya.

Anggara tanpa sadar meneteskan air matanya, air mata yang selama ini ditahan saat memikirkan Meiga terus menetes tanpa henti. Melihat Anggara menangis di depannya Meiga merasa kasihan dan merasa bersalah padanya, tapi hubungan mereka sudah berlalu sekarang hanya tersisa kenangan lagipula Anggara juga memiliki istri dan dirinya memiliki anak yang harus dibesarkan dengan penuh kasih sayang.

"Maaf," ucap Meiga.

"Aku minta maaf walau sudah terlambat," sambung Meiga membuat Anggara langsung mendongakkan wajahnya menatap Meiga.

"Apa kamu benar-benar minta maaf?" tanya Anggara mencoba memastikan.

"Bukankah kamu juga sudah mendengarnya," sahut Meiga.

"Baiklah, aku akan memaafkan mu, tapi aku ingin tahu seperti apa perasaanmu dulu padaku," ucap Anggara.

"Katakan semua dengan jujur," sambung Anggara.

"Apa jika aku mengatakannya kamu akan melepaskan ku?" tanya Meiga.

"Mungkin saja," sahut Anggara.

"Baiklah kalau begitu aku akan mengatakannya mengatakan semua sebenar-benarnya, Saat Aku diminta menjebak mu Tentu saja aku tidak memiliki perasaan apapun padamu, tapi dalam waktu perasaan itu muncul begitu saja, aku dulu sangat menyukaimu benar-benar menyukaimu itu juga alasan kenapa aku meminta kita lebih lama berada di rumah masa kecil mu," ucap Meiga.

"Tapi kamu tidak pernah mau mendengarkan ku, yang kamu pikirkan hanya harta milikmu," sambung Meiga yang juga menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya

1
cici aremanita
Berharap Ada yang tinggalkan jejak 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!