intan adalah seorang gadis berusia 20 tahun, ia hidup sebatang kara sejak usia nya 19 tahun, kedua orang tua nya meninggal karena kekejian seseorang, Intan diberitahu oleh bibi nya yang bernama Sintia bahwa yang membunuh orang tua nya adalan Keluarga Wiraguna pratama, Intan sudah bertekad untuk membalaskan dendam nya melalui anak tunggal dari Wiraguna Pratama yaitu Dave Pratama, namun disaat bersamaan intan justru terperangkap didalam dendamnya sendiri, intan malah jatuh cinta kepada Anak dari Musuh nya tersebut,.
Bagaiman kah Akhir dari kisah Intan dengan Dave? selamat membaca,..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukisan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asi Tidak keluar
*Dikediaman Keluarga Dion*
"hai pa, ma, apa kabar?"
"papa dan mama sehat nak, kamu bagaimana kabarnya?" ujar pak Renhart dan Bu Windy pada anak nya itu.
"lalu bagaimana dengan kabar adik ku pa, apa papa sudah menemukannya?"
"tidak nak ternyata pak Wilson sudah lama tidak tinggal di rumah lama nya, mereka bahkan sudah beberapa kali pindah rumah dan mereka tinggal di pedesaan yang lain, papa tidak tau mereka terakhir tinggal di desa apa, karena rumah lama mereka yang dulu ternyata sudah di gusur, bahkan para orang orang di kampung itu tidak tau kemana mereka perginya, mereka hanya tau pak Wilson pindah dan tinggal di sebuah perdesaan namun mereka tidak tau nama desa nya apa,.
"lalu apa ayah tau pak Wilson menamai anak nya siapa?"
"kata warga disitu pak Wilson memang punya seorang putri dan mereka memanggilnya Amelia,"
"Amelia?, sepertinya Dion tidak asing dengan nama itu, tapi siapa ya" Dion teringat seseorang yang bernama Amelia tapi ia lupa siapa"
"iya nak nama nya Amelia dan ternyata putri pak Wilson dulu bersekolah di sekolah yang sama dengan mu, makanya para warga disitu tidak terlalu kenal dengan Amelia, hanya mereka tau namanya saja itu pun ketika pak Wilson cerita pada mereka."
"tapi apa papa yakin kalau Amelia memang saudara Perempuanku?".
"papa juga tidak tahu nak, yang jelas ketika nanti kita bertemu dengannya, ayah ingin kita melakukan tes DNA supaya menjawab semuanya, yang terpenting sekarang adalah kita harus tau dulu keberadaan pak Wilson dan istrinya".
"pa, kalau Dion boleh tau, sebenarnya apa yang terjadi dulu sehingga saudara perempuan ku bisa ada pada pak Wilson?"
"nak sebenarnya Baron yang melakukan ini, Baron adalah saingan bisnis papa, dia sangat marah karena dulu papa selalu memenangkan tender besar, ayah kira ya ini hanya persaingan bisnis biasa tapi ternyata Baron marah karena itu lalu ketika Ibu mu melahirkan saudara mu, Baron mengambilnya dari rumah sakit, ia membawa saudara mu ntah kemana, mama mu bahkan belum sempat memberikan ia Asi, sampai setelah puluhan tahun ayah baru tau bahwa yang menculik saudara mu adalah Baron dan ia memberikan nya pada saudara nya yang bernama Wilson, ayah mendengar Wilson sudah lama menunggu kahadiran seorang anak makanya Baron memberikannya pada Wilson, ayah tidak tau apakah Wilson menyayangi anak itu seperti anak nya sendiri yang ayah tau Anak nya Wilson di sekolahkan di sekolah sekolah berkelas" Pak Renhart menceritakannya sambil air mata nya menetes,.
"sudah sudah pa, kita pasti menemukannya" Bu Windy mengusap usap bahu pak Renhart.
"papa dan mama tenang saja, aku akan menyuruh seluruh anak buah ku untuk mencari keberadaan pak Wilson,. Sekarang papa dan mama istirahat dulu, pasti papa dan mama sangat lelah karena perjalanan dari desa ke kota."
"baik lah nak"
Kedua orang tua orang tua Dion kini ke kamar untuk istirahat.
Dion kini masuk ke kamarnya, ia mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang,.
"halo Askar, aku punya tugas untukmu"
"tugas apa bos"
"aku mau kau cari tahu keberadaan Wilson Adiputra dan jika kau sudah menemukannya, segera laporkan padaku"
"baik bos"
"bagus, aku harap kau bisa menemukannya secepat nya".
***
"anak papa sudah lapar ya, kita panggilkan mama ya nak" Dave sedang bermain dengan bayi Devin, namun ketika mereka sedang asik bermain tiba tiba saja bayi Devin menangis. Dave pun segera mengantarkan Devin pada Intan.
"intan ini Devin mungkin lapar, kamu beri asi dulu".
"sini anak mama, anak mama lapar ya" Intan kini memberikan Asi kepada Devin namun Devin tak kunjung diam juga.
"kenapa nak, kenapa kamu tetap menangis?"
Devin melepas p***** ibu nya dan ia terus saja menangis, Intan memijat mijat P**** nya ternyata air Asi nya tidak mau keluar".
"pantas saja kau menangis nak ternyata Asi ibu tidak keluar"
"apa jadi air Asi nya tidak mau keluar?"
"iya mas, kalau begitu aku coba kasih susu formula dulu"
'tetaplah disitu biarkan aku yang membuatkannya" Intan pun menurut dan menunggu Dave.
"Ini susu nya," Intan mengambil botol susu itu dan memberikannya pada Devin, namun tiba tiba Devin tidak mau meminumnya dan ia terus saja menangis".
"sayang please, minum ini dulu ya, mama janji nanti akan berusaha mengeluarkan Asi mu".
Bayi Devin terus saja menangis, karena biasanya bayi Devin hanya mau meminum susu formula ketika malam hari, kalau siang hari ia selalu bisasa dengan Asi.
"Duh nak, apa yang harus mama lakukan" Intan sudah pusing melihat bayi nya yang tidak mau minum susu formula sedang kan Asi nya tidak mau keluar"
Dave juga ikutan panik karena ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Intan mengambil pemompa Asi supaya membantu mengeluarkan Asi nya namun sayang sekali Asi nya tetap tidak mau keluar. intan sedikit frustasi dengan keadaan itu.
Dave berusaha tenang, di ambilnya ponsel nya lalu ia cari dari google cara mengeluarkan Asi yang tidak mau keluar.
"cara mengeluarkan Asi yang susah keluar yaitu dengan bantuan suami, Apa? jadi aku harus membantunya dengan cara ini, aku memang pernah melakukannya ketika kami bulan madu tapi itu bukan untuk mengeluarkan asi nya intan tapi karena saat itu kami sedang bercinta,. kalau aku membantu intan apa dia mau? tapi hanya ini jalan satu satunya untuk mengeluarkan Asi Devin.
Devin menangis semakin keras dan ia kini sudah sesenggukan,. mendengar tangisan Devin, Dave kini memberanikan diri untuk menawarkan bantuan pada Intan.
"Intan, apa aku boleh membantumu mengeluarkan Asi mu, aku sangat kasian pada Devin dan ini cara satu satu nya untuk membantunya mendapatkan asi?"
"maksudmu?"
"maksudku, ini, Dave memberi kan ponselnya pada Intan supaya intan membacanya"
"aku, aku tidak mau mas"
"Intan aku hanya ingin membantu, aku hanya ingin membantu Devin supaya ia tidak menangis terus".
Intan berfikir sejenak, namun mendengar suara devin yang menangis semakin keras, ia pun tidak punya pilihan lain,,
"ya sudah mas, tapi ini hanya untuk Devin ya"
Intan membuka bajunya dan mengeluarkan p*** dari b** nya, Dave pun membanu memijit perlahan dan men**** nya dengan lembut, kini air asi pun sudah keluar dan Dave langsung melepaskannya,.
Intan kini memberikannya pada devin dan bayi Devin dengan lahap mengambilnya dan meminum Asi nya, bayi Devin kini sudah tenang dan ia tertidur di gendongan Ibu nya,.
Intan meletakkan Devin di tempat tidur bayi, Suasana canggung pun terjadi di antara Dave dan intan, Intan malah malu dengan apa yang telah di lakukan Dave padahal mereka sebenarnya masih suami istri dan Dave juga pernah melakukannya sebelumnya ketika mereka belum memiliki Devin, hanya saja tujuan kali ini adalah murni untuk membantu Devin mendapatkan asi nya.
Dave pun juga ikut merasa canggung, namun di dalam hati nya ia merasa sangat bahagia karena bisa merasakannya lagi meskipun dengan tujuan untuk membantu putra nya itu, ia juga bahagia karena bisa membantu putranya, setidaknya ia sedikit berguna selama tinggal di sana.
"mas, lalu kapan kau akan pulang? kau sudah lebih seminggu tinggal di sini, apa kau tidak bekerja".
"aku tidak tau sampai kapan aku disini tapi yang jelas aku akan pulang kekota dengan membawa kalian"
"Tidak mas, aku tidak mau"
"Intan, aku tidak mau kejadian seperti tadi terjadi lagi, Jika aku tidak di sampingmu lalu siapa yang akan membantumu"
"baiklah mas aku dan Devin akan ikut denganmu tapi aku tidak akan tinggal di rumah mu"
"baiklah Intan, di kota aku sudah membelikan rumah untuk mu dan Devin, kalian bisa tinggal disana nanti tapi aku mohon kau jangan melarang ku jika aku akan sering datang dan mengunjungi kalian"