Indonesia
NovelToon NovelToon
Segenggam Cinta Untuk Uci

Segenggam Cinta Untuk Uci

Status: tamat
Genre:Romansa / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Beda Dunia / Tamat
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: Danie A

perjalanan cinta Uci diantara dua pria, ditengah cemarutnya hidup yang berantakan oleh ulah orang tuanya. kemana hati uci akan berlabuh?

Pada Hengki dengan segala kebaikan dan kesederhanaan nya, atau pada pria tajir yang jadi bosnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

Uci membelalakkan mata. Gadis itu tidak menyangka dirinya akan kedatangan tamu yang tidak terduga. Seorang wanita yang berdiri di depan matanya saat ini tidak lain ialah ibu kandung Uci sendiri, Bu Sumi.

"Ibu?" sapa Uci canggung begitu melihat Bu Sumi yang datang tanpa memberitahu.

Bu Sumi masih memandangi Hengki. Wanita paruh baya itu menatap Hengki dengan seksama. Bu Sumi nampak tidak suka melihat penampilan Hengki, terlebih lagi kendaraan yang dibawa oleh pria itu.

"Kapan ibu sampai? Kenapa Ibu tidak bilang dulu kalau mau ke sini?" tanya Uci pada Bu Sumi.

Bukannya menanggapi Uci, Bu Sumi justru masih sibuk memandangi Hengki. "Siapa ini?" tanya Bu Sumi pada Uci.

"Ini ibu aku!" bisik uji pada Hengki. Begitu mengetahui jika wanita paruh baya itu adalah calon mertuanya, Hengki pun langsung menyapa Bu Sumi dengan sopan.

"Bu, perkenalkan saya temannya Uci!" ucap Hengki sembari meraih tangan Bu Sumi. Namun, belum sempat pria itu mencium tangan Bu Sumi, wanita paruh baya itu sudah terlebih dahulu menepis tangan Hengki.

"Oh, teman?" cetus Bu Sumi sembari menatap sinis ke arah Hengki.

"Ibu sudah lama menunggu di sini?" tanya Uci mencoba berbasa-basi.

Tapi sayangnya pandangan Bu Sumi masih fokus pada Hengki. Apalagi wanita paruh baya itu menangkap adanya kedekatan antara Hengki dan juga Uci.

"Ini teman kerja kamu?" tanya Bu Sumi pada Uci.

"Mas Hengki kerja di tempat berbeda dengan Uci Bu," ungkap Uci.

Sepertinya celana belel dan kaos yang digunakan oleh Hengki benar-benar mengganggu pemandangan Bu Sumi. "Kamu kerja apa? Kerja di mana?" tanya Bu Sumi pada Hengki.

'Sudah berhasil hidup di kota, bukannya menjadi pria kaya, kenapa Uci malah mendekati pria kere seperti ini?' gerutu Bu Sumi dalam hati.

"Saya bekerja di carwash dekat sini. Saya tinggal di daerah ini, karena itu saya bisa mengenal Uci," jawab Hengki sesopan mungkin.

"Bekerja di mana?" tanya Bu Sumi dengan manik mata membulat lebar. "Bekerja di carwash?" tanya Bu Sumi lagi.

'Astaga! Kenapa Uci bergaul dengan pria seperti ini?' geram Bu Sumi dalam hati.

Uci mulai tak enak hati saat melihat sikap ibunya yang kurang baik pada Hengki, ditambah lagi wanita paruh baya itu juga terus-terusan menanyakan tentang pekerjaan Hengki. "Sudah malam. Ibu masuk saja ke dalam!" sahut Uci mencoba menyudahi perbincangan singkat mereka di depan pintu.

Tapi sepertinya Bu Sumi masih ingin menginterogasi Hengki lebih jauh. "Cuma kerja di carwash aja, memangnya cukup untuk hidup di Jakarta?" tanya Bu Sumi dengan nada meremehkan. "Berapa bayaran orang yang bekerja di tempat pencucian mobil?"

Hengki mulai menangkap perkataan remeh yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. Hengki juga melirik sekilas pakaian seadanya yang ia kenakan dan juga motornya yang sudah tua. Wajar saja jika Bu Sumi mengira Hengki hanyalah pria kere yang tidak bisa diharapkan.

"Ibu! Jangan bicara begitu!" tegur Uci pada Bu Sumi dengan suara lirih.

Untungnya Hengki bisa mengendalikan diri dengan baik. Pria itu masih bisa tersenyum ramah, meskipun dirinya sudah dianggap remeh.

"Saya mempunyai banyak pekerjaan sampingan. Saya juga narik ojek. Saya juga kadang mengambil kerja serabutan di cafe atau warung," sahut Hengki membuat Bu Sumi makin geram.

"Kerja serabutan?" tanya Bu Sumi dengan pandangan mata merendahkan.

Sebelum Bu Sumi semakin menyakiti hati Hengki, wanita cantik, yang menyandang status sebagai kekasih hengki itu pun segera membawa Bu Sumi untuk masuk. "Sudah malam, kamu pulang saja dulu mas!" pinta Uci pada Hengki.

"Ibu belum selesai bicara sama teman kamu!" sahut Bu Sumi belum puas merendahkan Hengki.

"Nama kamu siapa? Kamu di sini juga ngontrak? Kamu sanggup hidup di Jakarta dengan pekerjaan seperti itu? Apa kamu masih didukung sama orang tua?" tanya Bu Sumi lagi.

'Ya ampun! Ibu ngapain, sih?' batin Uci makin malu dan merasa sungkan pada Hengki.

"Kamu saja cuma kerja di tempat pencucian mobil. Tidak mungkin kan orang tua kamu tentara? Dokter? Atau semacamnya?" tanya Bu Sumi.

Hengki masih sanggup melempar senyum. Lagi pula pria itu juga sudah cukup sering diremehkan hanya karena penampilan luarnya dan keputusannya untuk hidup mandiri. Hengki juga tidak ingin membangga-banggakan harta milik kedua orang tuanya.

"Saya masih bisa mencari rezeki halal di sini. Dan untungnya penghasilan saya sangat cukup untuk biaya hidup selama saya di Jakarta," ujar Hengki masih mau meladeni Bu Sumi.

Hengki terlihat santai. Namun, Uci sudah terlanjur kehilangan muka.

"Sudah ya, Bu! Kita masuk saja, ya?" ajak Uci pada Bu Sumi.

"Sudah larut, Mas! Lebih baik kamu pulang!" cetus Uci pada Hengki.

Akhirnya perbincangan antara Bu Sumi dan Hengki pun usai. Hengki segera berpamitan dan pergi meninggalkan kontrakan tempat tinggal Uci.

"Itu tadi siapa? Benar cuma teman?" omel Bu Sumi pada Uci. "Kamu bergaul dengan pria miskin seperti itu?"

"Jangan bicara begitu, Bu. Mas Hengki sangat baik pada Uci. Mas Hengki juga selalu membantu Uci selama ini. Tolong jangan berbicara seperti itu lagi pada Mas Hengki!"

"Kenapa Ibu tidak boleh berbicara begitu? Kamu pasti punya hubungan lebih dengan pemuda itu tadi, kan? Kamu tidak lihat motornya tadi? Motornya sudah tua! Jelek! Apa kamu tidak bisa menjadi teman dekat pria yang lebih kaya?" omel Bu Sumi.

Uci hanya bisa diam. Daripada meladeni omelan Bu Sumi, lebih baik gadis itu segera mencari topik lain untuk dibahas.

"Ibu kenapa ke sini tidak bilang-bilang?" tanya Uci.

"Ibu sudah menunggu kamu sejak tadi! Sebenarnya pekerjaan kamu itu selesai jam berapa? Kenapa kamu pulang sampai malam begini?"

"Maaf, Bu! Uci tidak tahu kalau ada tamu di rumah. Kalau Uci tahu Ibu di sini, Uci pasti cepat pulang," ujar Uci.

"Sudahlah! Tidak perlu banyak alasan!" sahut Bu Sumi.

Uci pun menemani Bu Sumi bersantai sejenak, mengingat ibunya itu baru saja melewati perjalanan jauh. "Ibu sudah makan? Mau aku buatkan teh?" tawar Uci.

"Ibu lapar! Ibu belum makan!"

Uci pun bergegas mencari sesuatu untuk menjamu ibunya yang datang dari jauh. Saat ibunya berkunjung, tidak mungkin Uci hanya membelikan makanan seadanya. Gadis itu harus merogoh kocek agak dalam untuk membelikan hidangan yang lebih pantas untuk menjamu sang ibu.

"Makan dulu, Bu! Maaf ya, sudah banyak warung yang tutup," ujar Uci sembari menyodorkan satu bungkus nasi dan minuman hangat yang ia peroleh dari warung terdekat.

"Ibu datang sendiri kemari?" tanya Uci lagi.

Sambil mengunyah makanan, Bu Sumi pun memberitahukan maksud dan tujuan wanita paruh baya itu sampai jauh-jauh datang ke kota Jakarta untuk menghampiri anak gadisnya. "Kalau tidak ada keperluan mendesak, Ibu juga tidak akan kemari!" timpal Bu Sumi.

"Tidak terjadi sesuatu yang buruk di rumah, kan?" tanya Uci mulai was-was.

"Bapak kamu .... "

"Bapak kenapa, Bu? Bapak baik-baik saja, kan?" tanya Uci mengkhawatirkan keadaan Pak Bambang di kampung.

"Bapak kamu sakit!" ungkap Bu Sumi.

****

1
meelove
bagus cm belum tuntas
" sarmila"
nah ini ending nya beda💪💪💪💪
" sarmila"
ko sama thor sama2 pulng bawa oleh2.nuntut mcem2.klu yg satu nya lgi nnti klu udah kk nya nikah.ibu jual ke juragan itung2 byr utang.untung nya.ada tmn yg nyamar pura2 d car wash.tau2 nya adik ipar tmn nya.
" sarmila"
cerita yg sama cumn beda nama.sama2 punya orng tua yg g brprasaan.dan selalu memeras anak nya.
Samaniah
kondangan kitaaaa..yeeee
Samaniah
kasihannya uci,,psti pulang kampung suruh nikah sama pak andi
Samaniah
waduhhh kok jd kucing 😂,,sabar ya uciiiiii....meeoooong🤗
Samaniah
wong stress sok yess 😂
Riaaimutt
yey.... ayo arifin semangt....
Riaaimutt
yey.. senangnya arfin pacar nanda.. biar yoga di pulung ama lusi wkwkwk..
Riaaimutt
q tu ngebayangin nya si hengki lagi meluk lia trs cium uci,, gimana tuh hahahaha...
Riaaimutt: yg satunya jg belom apdet lg kak..
kasian terlantar dia
total 2 replies
Riaaimutt
parasit yg harus di brantassss
sikat aja bang...
Lutfi Rizki
lanjut otw pelaminan....😘😘😘😘😘
HI-KAY GAMING
semoga author nya selalu lancar dalam meng up c ini.. smngat
noppita
bagus ceritanya
Riaaimutt
uci. bukan anak nya bu sumi kan kan kan...
Riaaimutt
ah uda gua duga ibuk mu ci...
mas gembel segera datang bawa pasukan. sekalian bawa keluarga mas gembel jg, biar ibuk nya uci tambah bahagia...
HI-KAY GAMING
ayo. update yg bnyak thor.. ok hehe
kavena ayunda
cii.ucii semakin hari gk.pinter2 blokir aja no ibu yg nyusainnn ngapain perduli ibumu aja gk.perdulii klo q sih ogahhhh
kavena ayunda
goblok sih peran utama makanya like sepi
Samaniah: ojo ngono
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!