Indonesia
NovelToon NovelToon
School Of Forecasters

School Of Forecasters

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Akademi Sihir / Mata Batin / Chicklit / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Faqih_lala

Forecaster Academy adalah tempat bersekolahnya murid murid berbakat peramal dan sihir dari berbagai belahan dunia.

Dan disanalah seorang FLORENCE JHON AUSTIN berakhir, hidupnya yang dia pikir normal berakhir ketika ulang tahunnya yang ke-16 datang.

Semua ke gundahan nya selama ini tentang kakaknya GERALD JHON AUSTIN, terjawab sudah.

Dengan kehidupan yang berbeda 180° ia menjalani harinya di Forecaster Academy. Teman yang ia pikir sahabatnya ternyata adalah mentor di sekolah barunya. Cowok menyebalkan yang ada di kehidupan normalnya pun ikut ikutan nimbrung di sana!

Akankah Flo bisa melalui semuanya? Apakah ramalan yang di tujukan untuknya benar? Jika benar sanggupkah ia mengembannya? Belum lagi kisah cintanya yang pelik dengan mentor yang menurutnya seksi itu?

Ikuti kisah hidup yang tidak normal dari seorang Florence Jhon Austin! Penuh ketegangan, cinta dan juga kegelapan yang menghadang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faqih_lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Gerald

"Mengapa aku merasa kau lebih seperti keluarganya Flo ketimbang aku?" Tanya Gerald pada Athur dengan mata memicing.

"Hah?! Apa yang kau coba bicarakan?" Tanya Athur dengan nada cuek.

"Entahlah, aku hanya merasa kau sedikit berlebihan. Yang kakak dia itu aku, tapi aku merasa kau lebih khawatir dan lebih menyebalkan dari aku!" Tambahnya lagi.

"Maksudmu apa?" Tanya Athur lagi.

"Kau memaki ku berkali kali, kalau kau tidak sadar dude?" Sambung Gerald.

"Ya wajar lah, dia kan murid aku!" Jawab Athur terdengar biasa saja.

"Tidak mungkin, kau pikir aku bodoh?" Hardik Gerald.

" Terserah kamu, aku mau melihat Flo sekarang!" Ucap Athur sembari melenggang keluar dengan cepat.

"Hei....tunggu aku, sialan!" Teriak Gerald.

Demico hanya bisa geleng geleng kepala melihat dua makhluk beda demensi itu. Ck.

"Oke baiklah, lebih baik aku juga istirahat!" Gumam Demico lirih sembari keluar ruangan.

Pukul 20.00 ruangan Gerald.

"Kau yakin dia baik baik saja?" Tanya Athur entah untuk yang keberapa kali.

"Iya Athur, dia baik baik saja!" Jawab Markeva mulai kesal dengan tingkah laku kedua bayi besar itu.

"Tapi dia tidak sadar dari tadi Markeva!" Tambah Gerald yang sudah begitu cemas.

"Tenanglah, ia akan bangun sebentar lagi." Sahut Markeva dengan sabar.

Kedua pria itu terus saja berlalu lalang.

Sampai suara Flo mengejutkan mereka.

"Kak...!" Panggil Flo dengan suara lirih.

Gerald seketika menghentikan langkahnya yang sejak tadi tanpa sadar mondar mandir.

"Ya?" Sahut Gerald seketika meloncat ke samping ranjang.

"Hey, are you okay?" Tanya Gerald dengan suara yang sangat kentara khawatir.

"Haus..!" Ucap Flo.

Dengan sigap Athur mengambil air di atas nakas dan memberikannya pada Flo kali ini ia duduk di samping ranjang berlawanan dengan Gerald.

"Minumlah!" Ucap Athur sembari menegakkan kepala Flo sedikit.

"Makasih yaa." Ucap Flo sembari tersenyum tipis.

"Iya, sama-sama." Jawab Athur sembari tersenyum tulus.

Gerald menatap dua makhluk di depannya dengan berbagai spekulasi.

"Kalian pacaran ya?" Tanya Gerald tiba tiba, ia saja tidak sadar darimana kalimat itu berasal.

"Uhukk...." Flo seketika terbatuk.

Athur menatap Gerald dengan mata terbelalak. Sejelas itu?

"Kenapa? Kalian terkejut aku tau?" Tambah Gerald lagi.

"Kak, aku..." Kalimat Flo terpotong.

"Gerald, aku bisa jelasin.."Kali ini Athur yang tidak bisa melanjutkan kalimatnya.

"Sudah lah Athur, aku juga tidak masalah. Apapun itu asal Flo bahagia, aku tidak peduli sekalipun ia menyukai pria sepertimu." Jawab Gerald santai.

Hey? Sepertiku? Apa ini pujian? Atau hinaan?

"Apa maksudmu dengan "seperti ku" ?" Tanya Athur bingung.

"Ya pria sepertimu, yang kaku, pemarah dan sangat tidak romantis, tua pula!" Tambah Gerald terkekeh.

"Kau pikir kau muda?" Balas Athur bersungut.

"Ya, setidaknya aku tidak menyukai gadis seumuran adikku!" Ledek Gerald.

"Oh..yaa, tentu saja. Kau sangat pintar menilai hubungan seseorang. Tapi kau sangat bodoh jika menyangkut tentang perasaan Abigail padamu!" Balas Athur tidak mau kalah.

"Hei....kau pikir aku tidak tau? Aku tau bodoh!" Teriak Gerald.

"Ya, kalau kau tau kenapa hanya diam?!" Balas Athur juga berteriak.

"Memang aku harus apa? Aku tidak pernah menyukainya sebagai seorang wanita!" Balas Gerald.

Athur memicingkan matanya menatap Gerald, Flo juga menatap Gerald dengan horor.

"Apa? Kalian mulai kompak mau menjodohkan ku dengan Abigail?" Tanya Gerald dengan nada ketus.

"Ehemm!" Terdengar batuk seorang wanita dari arah pintu, seketika Gerald menatap arah suara.

"Ku bilang juga apa bodoh!" Gumam Athur lirih.

"Hei...kau tidak bilang brengsek!" Sahut Gerald dengan bisikan yang hampir tidak terdengar.

"Hai...maaf aku lupa mengetuk pintu, aku khawatir. Ku dengar Flo terluka." Ucap Lily dengan kikuk.

"I...iya, silahkan masuk Abigail." Seru Gerald sembari berdiri dari duduknya.

Lily berjalan melewati Gerald dan duduk di tempat Gerald semula.

"Hei...are you okay?" Tanya Lily Prihatin. Ia begitu sibuk dengan ujian prakteknya hingga lupa menemui Flo seharian.

"I am okay, Ly." Ucap Flo tulus.

"Maaf yaa, aku nggak bisa menemui kamu seharian." Ucap Lily dengan penuh penyesalan.

"Its okay Ly, aku ngerti kok." Balas Flo.

"Permisi mr, saya keluar dahulu!" Ucap Markeva minta ijin sembari hendak berlalu ke pintu.

"Makasih ya mrs..." Ucap Flo Tulus.

"Iya sama-sama, tapi usahakan jangan terluka lagi yaa!" Ucap Markeva tegas.

"Iya mrs..." Balas Flo sembari tersenyum simpul.

Markeva kemudian melenggang keluar kamar.

"Hei...kau ikut aku keluar!" Ucap Gerald sembari menyeret Athur.

"Sayang, aku keluar ya!" Seru Athur di tengah seretan Gerald, ia sengaja membuat Gerald geram.

"Iya sayang..." Sahut Flo sembari tersenyum lebar.

Gerald memutar bola mata mendengar dua insan yang berbeda demensi itu menebar kata sayang.

Di koridor...

"Sejak kapan kalian punya hubungan?" Tanya Gerald ketus.

"Baru saja." Jawab Athur singkat.

"Awas yaa kamu kalau macam macam sama adikku!" Ancam Gerald.

"Emang aku nggak ada otak apa, aku bakal jagain Flo juga!" Balas Athur sewot.

"Baiklah kalau begitu!" Balas Gerald singkat.

"Kamu tuh, perasaan anak orang di gantungin!" Ledek Athur.

"Ya mau gimana kalau memang nggak ada rasa, bego!" Balas Gerald tidak terima.

"Kamu belum sadar aja!" Seru Athur.

"Sok tau!" Balas Gerald.

Tepat pukul 21.00 Athur dan Lily kembali ke ruangan mereka, sedangkan Flo di paksa Gerald untuk tidur di kamarnya.

"Kak, aku ke kamar dulu yaa ambil baju."Ucap Flo.

"Nggak perlu Flo, mandi aja dulu nanti aku ambilkan baju kamu." Perintah Gerald.

"Nggak usah ka, aku bisa sendiri kok. Lagian malu kali ka, cewek kan banyak accesories nya."

Celetuk Flo .

"Ya sudah, aku temenin yaa!" Ucap Gerald sembari memegang Flo dan berteleportasi kekamar Flo.

"Silahkan kamu ambil pakaian kamu." Ucap Gerald.

"Eumhh..aku mandi di sini aja yaa." Rayu Flo.

"Ya sudah deh, aku tungguin." Ucap Gerald pasrah.

Flo megambil pakaian nya dan membawanya ke kamar mandi. Sepuluh menit kemudian Flo keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap.

"Ka, aku tidur di kamarku aja nggak ppa ko ka!" Ucap Flo sembari berjalan tertatih.

"Lho kan, tadi katanya mandi aja? Sekarang mau tidur disini juga." Ucap Gerald masam.

"Habisnya aku takut ngerepotin ka." Ucap Flo jujur.

"Apa sih de, kamu tu nggak pernah ngerepotin aku kok!" Balas Gerald.

"Ya tapi kan..." Kalimat Flo terpotong.

"Ya sudah kamu tidur disini, aku tidur di sini juga."

"Ehh, tapi ranjang di sini sempit ka." Tolak Flo.

"Kakak ke kamar kakak aja." Usir Flo halus.

"Nggak ppa, aku bisa tidur di lantai kok." Ucap Gerald sembari mengambil selimut Flo dan bantal guling. Ia menghamparkan selimut di samping tempat tidur Flo.

Ya Tuhan! Ucap Flo di dalam hati pasrah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Bakulgeblek
🤣🤣🤣🤣
dari sudut "keegoisan" sering tanya kek gitu...
Bakulgeblek
jgn konflik dulu lah, menikmati masa remaja dulu... 😅
Bakulgeblek
wkwkwkwkwk...
normal2 aja thur... 🤣🤣🤣
gksah dengerin kata orang...
Bakulgeblek
nah ini... apa2 diceritain... 🤣🤣🤣
gawatnya klo punya cew seusia ini... wkwkwkwk
Bakulgeblek
jangan berhenti tengah jalan hlo thor...
Bakulgeblek
kondisi khusus, ikut kelas axelerasi 😅
Bakulgeblek
semangat thor...
diselesaikan hlo ini novel... sampe chapter ini asik, kalem alurnya...
Bakulgeblek
😅
Bakulgeblek
nah ini...
melindungi tp gk melemahkan, itu yg sulit...
Bakulgeblek
untung arthur punya perisai...
klo gk, pikirannya bisa kebaca flo 🤣🤣🤣🤣
Bakulgeblek
wah, pelanggaran privasi klo sampe pikiran bs dibaca...
memalukan 🤦‍♂️
Bakulgeblek
ngeri jg klo gk kekontrol...
salah bersikap dikit, tau2 jadi kepiting... hadehhh 🤦‍♂️
Bakulgeblek
inget jaman2 sekolah...
seneng bet klo demenan satu sekolah, apalagi satu kelas wkwkwkwkw....
Bakulgeblek
blm diajari telepati kok y? 😅
Bakulgeblek
gantinya bokap y emg kakak 😅
Bakulgeblek
waduh, manggil adiknya baby 🤦‍♂️
Bakulgeblek
kdg mmg terasa menjengkelkan, tp y namanya hidup...
semua sudah ada plotnya masing2 😅😅😅
Bakulgeblek
yuk semangat yuk....
Weng Candra
lanjut kak
2 mawar sdh kuberikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!