Indonesia
NovelToon NovelToon
You Are The Sun In My Day

You Are The Sun In My Day

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Teen School/College / Cinta Murni
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Shuci Icuz

Suatu kesalah pahaman, membuat Zehra Almeera harus menanggung rasa kebencian dari sang kakak, Kakak laki laki yang menjadi matahari dalam hidupnya, cahaya yang menyinarinya, sehingga dirinya berusaha bangkit dari keterpurukan. Padahal Zehralah yang menyumbangkan Ginjalnya pada Rafa, tapi perlakuan Rafa sungguh buruk, dikarenakan sesuatu yang di yakini Oleh Rafa bahwa Zehralah pembunuh sang Mama, Akankah hubungan mereka menjadi manis, ataukah sebaliknya hancur tak tersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuci Icuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

Karena sudah kepalang basah ketahuan Zehra ada dirumah Rafa, pada Akhirnya Zehra dan Rafa di introgasi di kamar Rafa oleh kedua temannya Bambam dan Satya.

"Jadi Si Zehra adik loe, emang setan loe Raf, kagak mau ngomong jujur sama kita kita." Dengus Bambam yang merasa geregetan.

"Zehra juga kenapa diam aja kalau di sekolah, kenapa gak bilang kalau kamu adiknya Rafa?" tanya Satya yang sebenarnya sudah menebak jawabannya.

"Em, karena gak ada yang nanya." elak Zehra yang tak mau menyalahkan Rafa.

"Jujur aja, pasti gara gara dia gak mau loe ketahuan jadi adek dia kan." Ungkap Bambam.

"Udah tau ngapa loe nanyak." Rafa dengan mudahnya menggetok kepala Bambam.

"Sakit Raf, main getok aja loe."

"Dahlah, jangan ribut, sono Ra, balik kekamar loe, kita mau lanjut main game." Pinta Satya yang sudah tak mau lagi menahan Zehra di kamar Rafa.

tanpa menjawab Zehra pun langsung pergi begitu saja.

"Kurang kerjaan kalian, bawa dia ke kamar gue." kesal Rafa protes pada kedua temannya.

"Sorry, kita cuma mau memastikan aja, Lagian loe kok bisa sih benci sama cewek secantik bidadari kayak Zehra gitu."

"Huwek, muntah gue, dia cantik, masih cantikan Luna gue." Rafa tak terima Satya memuji Zehra secantik bidadari.

"Gue tau Luna juga cantik, tapi Zehra juga gak kalah cantik kalik Raf, dan sekarang gue mulai meragukan apa yang loe cerita kan ke kita, masak iya sih dia pembunuh." Lanjut Satya yang semakin menbuat Rafa kesal.

"Kalian itu ada di pihak siapa sih, kalau gue bilang dia pembunuh ya pembunuh, sekalinya pembawa sial ya pembawa sial, kalian gak usah ikut campur."

"Terserah loe lah Raf, hehehe gue mah kagak peduli, yang gue peduli kan sekarang gimana caranya bisa dapatkan si Zehra, loe kan kagak mau tuh mengakui dia, biar dia buat gue aja." Sahut Bambam yang sudah memikirkan berbagai cara untuk mendapatkan hati Zehra.

"Sampai gue lihat loe deketin dia, gue patahin leher loe." Ancam Rafa yang membuat Bambam bergidik ngeri seketika.

"Aneh si Rafa, bilangnya benci tapi, gak rela diambil orang lain." Bisik Bambam pada Satya.

"Dah bucin kayaknya dia." Sahut Satya.

"Hahahaha, bisa kita lihat saja nanti." Bambam penuh keyakinan jika Rafa masih punya rasa peduli pda Zehra.

Sementara itu Zehra yang sudah berada di kamarnya, merasa resah gelisah, takut jika akan mendapat amarah dari Rafa setelah ini, takut juga jika kedua teman Rafa tersebut megatakan kepada semua murid di sekolah sehingga Rafa akan semakin membenci dirinya.

"Aku harus bagaimana, aku takut kalau Kak Rafa akan semakin membenci aku nantinya." Zehra terus mondar mandir seperti setrikaan yang tak usai usai.

Benar dugaan Zehra, setelah kepulangan Bambam dan Satya Rafa langsung menemuinya, memarahinya habis habisan.

"Loe sengaja kan, buat mereka tau kalau loe tinggal disini, seneng loe sekarang, kalau temen temen gue pada tau kalau loe adik gue, tapi sorry ya, gue gak pernah nerima loe sebagai adik gue, sampai anak satu sekolahan tau, itu kesalahan loe, dan jangan harap loe bakalan dapat maaf dari gue." setelah mengomel panjang kali lebar Rafa pergi dengan membanting pintu kamar Zehra.

"Terserah kamu lah kak, aku gak mau pusing mikirin kamu terus, aku capek." Keluh Zehra yang kemudian menenggelamkan wajahnya di kasur.

keesokan harinya di sekolah, Zehra mendapatkan hukuman lagi karena dirirnya tak membawa topi lagi, hari senin kan hari upacara di adakan dan semua atribut seragam harus lengkap.

karena terburu buru mendapat teriakan dari Rafa, Zehra jadi melupakan topinya yang ada di atas kasur.

karena hal itu pun membuatnya terkena hukuman lagi, harus panas pansan hormat bendera.

"Bukannya sudah pernah gue peringatkan ya, kenapa dia masih aja lupa, berbarti gue harus bawa topi cadangan biar dia gak kena hukuman terus." Yuda merasa kesal karena melihat Zehra ada di barisan anak yang melanggar peraturan.

"Kenapa lupa lagi?" tanya yuda yang berdiri di depan Zehra menghalangi panas matahari menyengat kulit Zehra.

"Maaf Kak, beneran lupa." Cengir Zehra yang membuat Yuda menghela napasnya.

"Kalian semua, pergi pungut sampah, satu orang lima sampah, kalau sudah selesai langsung masuk kelas." Perintah Yuda yang langaung di laksanakan oleh lima orang yang mendapat hukuman termasuk Zehra.

Saat Zehra akan pergi mencari sampah, Zehra malah merlirik pada Yuda.

"Kenapa?" tanya Yuda yang mendapat lirikan dari Zehra.

"Sekolahkan udah bersih Kak, mana mungkin ada sampahnya," ucap Zehra seraya memutar bola matanya kepenjuru arah melihat adakah sampah.

"Carilah, pasti ada." senyum Yuda yang melihat Zehra kebingungan mencari sampah.

Meskipun masih bingung, Zehra tetap pergi memungut sampah yang sepertinya akan sulit di dapatkan, karena kondisi lingkungan sekolah sudah steril dari yabg namanya sampah.

"Kayaknya, kalau sampah masyarakat banyak deh," gumam Zehra yang kemudian cekikikan.

"Loe tuh, sampah masyarakat." Sahut seseorang yang bukan lain adalah Sarah.

"Nih, gue berbaik hati, kasih loe sampah, karena loe emang cocok sama yang namanya smpah." Sarah melemparkan beberapa bungkus jajanan pada Zehra, setelah nya pergi dengan tawa kepuasan.

"Dasar, Mak lampir." Dengus Zehra dengan kesal tapi tetap memungut sampah.

Begitu selesai memungut sampah dan membuangnya, Zehra kembali ke kelasnya, saat semakin dekat dengan kelasnya Zehra melihat Bambam dan Satya.

tanpa di duga Zehra menyeret merka berdua sembunyi di balik tembok.

"Ada Zehra cantik, kenapa tarik tarik abang?" tanya Bambam sok manis.

"Maaf ya kak, aku cuma mau bilang, tolong jangan bilang kesiapapun ya, kalau Aku sama kaka Rafa itu adek Kakak, Kak Rafa bakalan marah banget sama aku kalau sampai anak satu sekolah tau." Pinta Zehra seraya memohon.

"Tenng aja, semuanya aman kok sama kita," jawab Bambam seraya mengerlingkan matanya pada Zehra yang membuat Zehra terkejut.

"Mata Kakak kenapa, sakit?" tanya Zehra yang mengira Bambam sakit mata.

"Hahaha, iya dia memang penyakitan Ra, jangan dekat dekat sama dia, mending kamu buruan balik ke kelas." Satya sangat senang melihat Bambam yang kesal karena tak mendukung usahanya, malah menjauhkan Zehra darinya.

"Gak bestie loe, Sat." keluh Bambam, tetapi Satya hanya tertawa saja.

"Dahlah yuk masuk kelas, keburu gurunya masuk." Satya dan Bambam peegi menuju kelasnya.

Di dalam kelas Zehra, sedikit bersikap acuh pada Luna yang membuat Luna terheran heran, apa salah dirinya sehingga Zehra bersikap acuh.

Bahkan saat istirahat pun Zehra tak ikut ke kantin dan memilih menyendiri di taman.

"Zehra kok belum datang," ucap Dela yang tak tau jika Zehra memang tak ikut ke kantin.

"Em, aku rasa Zehra mungkin kecapekan makanya gak ikut ke kantin," ucap Luna yang sebenarnya merasa jika Zehra sedikit berbeda hari ini sikapnya.

1
yana
lnjt thor
Reni Anjarwani
doubel up makin seru bgt
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
suka deh bisa doubel up
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
doubel up trs pokoknya bikin penasaran ceritanya
Reni Anjarwani
llanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
doubel doubel up thor cetitanya bagus lho
Reni Anjarwani
doubel up trs thor setiap hari
Reni Anjarwani
doubel up thor setiap harinya ceritanya bagus bgt
yana
lnjut thor
yana
lnjt thor
Reni Anjarwani
lanjut thor dpubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up trs thor
Reni Anjarwani
doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
ceritanya bagus sayang upnya lama kalau bisa doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!