Indonesia
NovelToon NovelToon
High School : Season Of Love

High School : Season Of Love

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Keluarga & Kasih Sayang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: NAYTHAN

—Berawal dari pertemuan yang tidak di sengaja membawa mereka ke dalam kisah cinta manis masa remaja di SMA. Jurin, Siswi SMA berambut pendek yang tidak pernah menjalin hubungan dengan laki-laki manapun dan berpikir mustahil jika memang ada seseorang yang akan menyukai nya. Sementara Sion, Siswa dingin dan cuek yang tidak peduli dengan apapun yang berbau hal tentang cinta terlebih lagi tentang perempuan. Namun takdir berkata lain. Mereka di pertemukan lagi dengan pertemuan kedua yang tidak di sangka namun dalam situasi yang berbeda.

Lantas bagaimana kelanjutan kisah keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NAYTHAN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 26 :

Karin berada di dalam perpustakaan sekolah, Dia melihat-lihat buku yang tertata rapi di rak nya masing-masing. Selama bersekolah di sana baru kali ini Karin benar-benar pergi ke perpustakaan tanpa paksaan siapapun, Biasanya dia paling malas untuk pergi ke perpustakaan karena menurut nya itu hal yang membosankan berhadapan dengan buku-buku yang begitu hening. Ya, Walaupun hal yang di lakukan nya sekarang ini juga hanya sebatas karena iseng-iseng saja. Tetapi setidaknya, Baginya sekali-kali pergi ke tempat ini juga ternyata lumayan. Di perpustakaan begitu dingin dan suasananya begitu tenang, Pantas saja kalau Jurin paling senang ke perpustakaan, Tidak seperti Karin yang lebih senang pergi ke minimarket sekolah.

Astaga!

Batin Karin, Terkesiap.

Karin terkejut begitu melihat kepala seseorang dari balik rak lainnya yang berada di hadapan nya. Itu Tan, Dia sedang memandangi Karin melalui celah rak buku yang kebetulan ada sederet buku yang kosong. Karin merasa sedikit kesal, Berpura-pura bersikap cuek. Kemudian beralih pada rak buku lainnya yang pokoknya tidak ada Tan di sana. Syukur nya rak buku yang Karin datangi tidak ada Tan di sana.

Karin tengadah ke atas untuk melihat-lihat, Tidak lama matanya Me-notice salah satu buku yang membuat nya sedikit tertarik. Namun sayangnya letak buku yang di pilih nya itu terlalu tinggi sehingga membuat nya celingak-celinguk ke sekitar mencari tangga khusus tetapi itu tidak ada tetapi tidak tahu kenapa tidak ada. Dirinya juga cukup malas hanya untuk mencari benda seperti itu. Akhirnya, Karin pun berjinjit sembari mengulurkan tangannya ke atas berusaha meraih buku tersebut.

"Kesulitan?" Ucap seseorang tiba-tiba.

"TAN!" Pekik Karin.

Tan menempelkan jari telunjuk pada bibir nya. "Ssstt... Kau membuat orang-orang di ruangan ini jadi menengok ke arah kita,"

Pasalnya tidak berhenti sampai di antara celah-celah tadi. Tan juga mengejutkan nya dengan keberadaan nya yang tiba-tiba saja sudah berada di dekatnya, Sedang bersandar pada rak buku. Karin juga sempat melihat ke sekitar dan benar saja mereka seperti apa yang di katakan oleh Tan.

Karin memukul lengan atas Tan merasa kesal. "Kau membuatku terkejut terus-terusan, Kau tahu?"

Tetapi Tan seakan tidak peduli dengan celotehan yang di berikan Karin. Dia malah beralih mensejajarkan tubuh nya ke hadapan Karin sehingga membuat Karin sontak saja memundurkan sedikit langkah serta tubuhnya karena tubuh Tan yang terlalu dekat pada nya, Membuat nya jadi terpojok pada rak buku.

"Ka-kau mau ap—"

"Ini, Kau mau buku yang ini, Kan? Ambillah,"

"O-oh, Te-terimakasih," Karin mengambil buku yang di sodorkan oleh Tan, Sedikit malu-malu.

"Sudah menerima nya?" Tanya Tan, Sembari memegang lengan Karin dan menuntunnya menuju ke tempat duduk yang tidak ada orang lain di sana. Agar lebih nyaman untuk mengobrol.

Karin sedikit bingung dengan perlakuan Tan tetapi tidak memprotes apa-apa, Terlebih Tan memberikannya kursi dan mempersilakan nya untuk duduk lebih dulu. "Yang mana?"

Tan pun ikut duduk di sebelah Karin. "Kau belum melihatnya? Padahal aku sudah memasukkan itu ke dalam loker mu masih pagi-pagi buta sebelum semua murid-murid datang ke sekolah," Jelas Tan.

"Apa? Loker ku?"

-

"Hei, Ketua kelas!" Panggil Sion, Dia menghampiri meja ketua kelas di barisan tengah paling depan. "Untuk pelajaran selanjutnya, Aku izin dulu. Aku tidak enak badan jadi aku akan pergi ke UKS," Sion lalu pergi keluar kelas.

Dan begitulah sekarang, Dia benar-benar pergi ke UKS. Merebahkan tubuhnya, Telentang di salah satu bangsal dengan santai nya sambil memejamkan matanya. Mengenai alasannya yang tidak enak badan itu hanyalah pengalihan nya saja agar tidak ketahuan untuk membolos. Untuk kali pertama dalam hidup, Sion menggunakan sebuah alasan untuk berbohong apalagi membolos seperti itu. Kendati demikian Sion melakukan itu bukan untuk sembarangan membolos, Melainkan memang sengaja untuk satu perempuan yang sangat di sukai nya itu.

Jurin, Jurin, Jurin.

Batin Sion, Membuka kedua matanya memandang langit-langit UKS.

Sion pun meraba bangsal kemudian mengambil ponselnya yang tergelatak di dekat tubuh nya. Menyalakan layar ponsel mulai sibuk mencari-cari kontak seseorang. Bukan teman, Bukan juga ayah atau keluarga lainnya atau juga mungkin kenalan nya di luaran sana melainkan Jurin. Saking sukanya Sion sampai-sampai kontak Jurin satu-satunya yang dia pin, Pertanda kontak itu sangat penting baginya, Bahkan belum memiliki status hubungan yang jelas pun dia juga sudah memberikan emoticon love pada kontak Jurin. Jari-jemari Sion mulai sibuk mengetikkan sesuatu pesan di sana.

Sion.

Kau sedang apa?

Dalam beberapa menit Sion menunggu jawaban balasan pesan dari Jurin tetapi sepertinya Jurin sedang tidak memegang ponsel nya.

Sion.

Kau sedang tidak memegang ponsel, Ya? Bagaimana tentang kesehatan mu? Sudah lebih baik? Jangan lupa minum obatnya dan perbanyak istirahat. Cepat membaik, Aku sangat menunggu keberadaan mu di kelas.

Namun lagi-lagi nihil, Sion belum kunjung juga mendapatkan balasan pesan. Sion pun memutuskan untuk mematikan layar ponselnya, Menaruhnya asal di atas meja nakas UKS selanjutnya memilih untuk memejamkan mata sembari bersedekap dada. Sedikit menunggu lagi seperti nya tidak masalah baginya. Ya, Di dukung dengan suasana UKS yang tenang dan sepi itu pun juga lumayan bagi Sion, Membuat pikiran nya menjadi lebih rileks. Namun baru saja Sion mendapatkan kenyamanan sekaligus baru saja memejamkan mata, Telinga nya mendengar bunyi yang agak berisik.

Seseorang sedang memasuki UKS dengan langkah nya yang tergesa-gesa. Tentu saja Sion merasa cukup terganggu dengan bangsal di sebelah yang grasak-grusuk tidak jelas itu. Dia juga dapat mendengar suara langkah kaki yang mondar-mandir seperti orang yang sedang gelisah. Dan mereka yang di bangsal sebelah pun mulai mengobrol. Awalnya Sion cuek-cuek saja tetapi sampai pada akhirnya ada satu nama yang di sebutkan meluncur cukup mengganggu pikirannya, Sion langsung membuka kedua matanya lebar-lebar.

"Kau ingin melakukan apalagi terhadap si Sora itu?"

Merasa curiga, Sion meraih ponsel nya yang tergeletak di atas meja nakas dengan pergerakannya yang sangat hati-hati sekaligus tenang tanpa membuat nya menjadi bising serta tanpa merubah posisinya. Dan dapat. Sion berinisiatif diam-diam untuk merekam suara mereka melalui ponselnya.

"Memang nya kenapa? Apakah aku tidak memiliki hak untuk melakukan itu? Aku merasa malu karena Sora sudah mempermalukan ku. Dia bahkan seolah-olah seperti memberi ku sebuah harapan, Ternyata b*jingan itu hanya berpura-pura. Sialan!"

"Bukan begitu, Aku cuma mau memberi tahu mu kalau apa yang kau lakukan itu sudah cukup. Sora juga sudah mendapatkan hukuman nya, Karena dia sudah menolak mu di depan banyak orang sebelum nya,"

"Ck, Ah! Aku tidak peduli! Lagipula aku cuma ingin memajang foto-foto nya saja, Kok. Sesuai dengan prosedur yang aku rencanakan di akhir nya, Sayangi sekali kalau tidak ku tuntaskan,"

"Hei, Kau! Sadarlah!"

"Atau aku harus ganti fotonya saja? Dengan yang lain, Tapi apa? Orang-orang juga sudah melihat nya melalui rekaman video yang ku berikan pada grup angkatan sekolah. Itu membosankan,"

Seperti nya mereka ini orang-orang nya?

Batin Sion, Dalam diam.

Pasalnya, Sion juga jadi teringat dengan kasus slayer yang mereka temukan di ruangan siaran yang hampir saja mereka lupakan.

"Hei, Kau! Dia itu perempuan, Jangan begitu!"

"Apa peduliku? Aku sangat tidak peduli,"

"Kalau kau lebih dari itu, Aku juga tidak mau ikutan lagi. Kau lupa bahkan kau hampir saja tertangkap? Aku cuma melakukan hal yang kau suruh, Kau melakukan hal yang ku suruh untuk berhenti pun kau tidak mau,"

"HEI, KAU! KAU BUKANNYA MENDUKUNG KU MALAH MENCERAMAHI KU!"

"Ada apa itu ribut-ribut di sana?" Tanya perawat UKS dari meja nya, Membuat mereka lebih mengecilkan lagi obrolan nya.

"Aku sudah melakukan bagian apa yang kau suruh, Seperti merusak cctv malam hari saat itu. Hanya untuk kau supaya kau bisa masuk ke ruangan siaran dan memperdengarkan suara perdebatan mereka melalui alat pengeras suara, Tanpa merasa khawatir identitas mu terbuka walaupun ada yang memergoki mu. Jadi, Aku tidak ingin terlibat lagi,"

"Kau—"

"Jadi kalian biang keroknya?"

-

"Oh! Apa ini?" Aku mengeluarkan cardigan rajut berwarna hitam dari dalam kotak paket. "Woah! Ini bagus, Rapih juga. Tapi siapa ya, Pengirim nya?" Lagi, Aku berusaha menggeledah isi kotak paket tersebut tetapi tidak menemukan apapun.

Jangan-jangan dari Sion, Tetapi sejak kapan dia bisa merajut? Aku tidak pernah tahu bahwa dia memiliki keahlian yang itu juga.

Batin ku, Berpikir keras masih menggeledah.

"Oh!" Aku menemukan secarik kertas kecil dari dalam paper bag mini kemudian membaca nya.

Guru menitipkan buku tulis mu padaku, Aku menghampiri kelas mu lalu sempat menanyakan salah satu teman kelas mu tetapi mereka bilang kau tidak masuk karena sakit. Aku juga minta maaf karena buku mu jadi kotor karena kecerobohan ku. Tapi jangan khawatir, Aku sudah mengganti nya dengan yang baru. Aku juga membuatkan mu sweater rajut supaya tubuh mu merasa hangat. Terimakasih kalau mau menerima nya, Hanya itu yang bisa aku lakukan dan terimakasih karena sudah menolong ku.

Semoga lekas sembuh.

"Hah? Yang benar saja?" Aku membolak-balikan kertas. "ini benar-benar tidak ada nama pengirimnya sama sekali?" Kemudian menaruh kertas nya karena merasa sedikit kecewa.

Kira-kira siapa, Ya? Dia juga berterimakasih karena aku sudah menolongnya.

Batin ku, Masih berpikir keras.

Karena setelah membaca isi suratnya aku tahu ini bukan dari Sion, Ini seperti nya murid dari kelas yang berbeda terlebih dia bilang berterimakasih padaku karena sudah menolong. Namun tidak lama kemudian, Aku baru peka kalau di kotak paket itu ada alamat rumah si pengirim. Aku hanya tertawa geli sembari menepuk dahi, Bisa-bisanya aku lupa akan hal itu. Langsung saja aku meraih kotak tersebut dan benar saja, Alamat si pengirim tertera di sana. Itu berhasil membuat ku tersenyum penuh kemenangan karena dari alamat ini aku jadi tahu siapa pengirimnya.

-

"Hufft... "

Sora sibuk mencari lowongan pekerjaan melalui website dan juga aplikasi sekaligus. Dia melakukan nya di toilet sekolah, Duduk di atas closet. Berusaha mencari kerja part time untuk anak SMA sepertinya tetapi sejak tadi dia belum menemukan nya karena semuanya sudah penuh.

"Bagaimana ini?" Keluh nya, Tiba-tiba wajah ibu terbayang dalam benaknya.

Sora takut. Sora takut Rion akan meminta uang itu kepada ibunya, Walaupun kemungkinan besar Rion bukan lah sosok yang seperti itu selama Sora mengenal nya. Sora membuang napas dalam-dalam, Memasukkan ponsel nya ke dalam saku blazer lalu menaruh tangannya di atas paha. Dia merasa sedikit lelah karena terus-terusan berkutat melihat layar ponsel, Kepala nya begitu pusing di tambah dengan situasi sekolah yang di milikinya sudah berbeda sekarang. Sora mengerti ini memang hukuman yang pantas baginya.

BYURRR!

Sora terkejut ketika guyuran air dari atas mengguyur basah sekujur tubuhnya. Bukan, Bukan air bersih tetapi air kotor yang begitu hitam. Tidak perlu menunggu waktu yang lama, Tubuh nya pun akhirnya mengeluarkan aroma bau yang tidak sedap karena air tersebut. Tetapi daripada itu, Sora lebih mengkhawatirkan ponselnya. Untungnya ponselnya tidak terlalu terkena air, Masih bisa selamat.

Kemudian terdengar dari area wastafel toilet suara gelak tawa mereka yang sudah mengguyur nya. Mendengar itu Sora hanya bisa diam tanpa melakukan apa-apa, Hanya bisa tertunduk sedih.

"Hei, Kang Sora!"

Sora pun tengadah ke atas untuk melihat siapa yang memanggil nya namun hal yang tidak menyenangkan datang lagi kepada nya. Tidak cukup sampai dia di sirami air kotor saja, Diri nya pun juga di sirami tepung serta di lempari telur mentah yang membuat nya benar-benar menjadi kotor serta bau amis sekarang.

"Hei, Kang Sora! Kami sarankan kau setelah ini langsung minta di oven saja supaya jadi kue,"

Dan mereka semua menertawakan nya dengan puas.

"Ini untukmu dari kami, Tolong di terima, Ya,"

Brak.

Satu ember bekas air kotor yang mereka sirami kepada Sora itu berhasil mendarat di kepala nya. Setelah itu, Mereka pergi begitu saja sembari tiada hentinya menertawakan Sora. Sementara Sora, Dia menangis sesenggukan kecil dari balik ember yang menutupi seluruh wajahnya.

...****************...

1
Inari
keren banget thor, aku suka karakter tokohnya!
Rimuru Tempest
Kalau tidak update, penggemar setiamu bakal hilang nih
Guillotine
thor, bisa bikin sekuelnya? Pengen baca terus nih!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!