Indonesia
NovelToon NovelToon
AKU YANG DIPANDANG HINA

AKU YANG DIPANDANG HINA

Status: tamat
Genre:Penyelamat / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Dimata publik, kehidupan wanita bernama Ayunda sangatlah sempurna. Karir cemerlang, ekonomi mapan, paras cantik jelita dengan senyum menawan.

Namun dibalik itu semua, Ayunda memeluk lara seorang diri. Dipaksa bertanggung jawab atas dosa tidak pernah dilakukannya.

Sedari kecil, hidup Ayunda bak di neraka, diperlakukan semena-mena, haknya sebagai seorang anak dirampas.

Ketika dewasa, sekuat tenaga dia menyembunyikan identitasnya, serta melakukan hal besar demi memperjuangkan masa depan yang hampir direnggut paksa.

Rahasia apa yang coba disembunyikan oleh Ayunda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter : 27

“Pada usia 5 minggu ini, janin baru berukuran sebesar biji wijen. Tabung saraf mulai terbentuk menjadi otak dan sumsum tulang belakang, sementara jantung mulai berdetak,” sembari menjelaskan, sang dokter spesialis kandungan menjalankan sebuah alat dipermukaan kulit Ayunda yang sudah diolesi gel.

Alat perekam ritme jantung khusus, menangkap bunyi detak pelan, berhasil menimbulkan rasa lain bagi sepasang suami istri saling diam.

Ayunda menatap lekat layar menampilkan kantung rahim tempat sang janin tumbuh, lalu titik putih samar. Tidak dapat dipungkiri jantungnya berdebar lebih kencang, perasaan tetap hambar.

Daksa Wangsa enggan berkedip, mematri dalam ingatan calon buah hatinya yang masih sangat kecil sekali.

“Pada masa ini, biasanya meskipun tidak semua sama terjadi pada wanita hamil – sang ibu mengalami mual ringan, kelelahan, dan mood swing. Jadi, teruntuk calon papa harap lebih bersabar dalam menanggapi,” ia menerangkan dengan nada menyenangkan.

Sayangnya tidak mendapatkan tanggapan apapun. Kedua calon orang tua seperti bukan pasangan normal yang menyambut sukacita kehadiran calon anggota baru ditengah-tengah mereka, memilih bungkam.

Asisten sang dokter berdiri kaku, adanya pria berkuasa yang memiliki sorot mata dingin, ekspresi lempeng, sedikit membuatnya tidak nyaman, takut melakukan kesalahan sekecil apapun itu.

Sebenarnya dokter obgyn juga demikian, cuma tersamarkan oleh tugas yang mengharuskan terus menjelaskan.

“Tolong beri saya rincian tips menjaga kehamilan,” pinta Daksa tidak mengubah ekspresi lebih ramah.

Dengan dibantu oleh perawat, Ayunda membenarkan pakaiannya, lalu turun dari ranjang periksa.

“Jalani pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi. Pastikan kebutuhan asam folat terpenuhi. Minum cukup air dan perbanyak istirahat untuk mengurangi rasa lelah. Hindari stres, jaga kondisi mental tetap rileks. Wajib melakukan pemeriksaan kehamilan rutin,” dokter wanita perkiraan umur akhir tiga puluh tahun itu menjelaskan secara detail.

Ayunda ikut mendengarkan, tapi tidak sampai berencana mematuhi anjuran dokter. Ada yang lebih penting dari ini yakni, berbicara empat mata dengan Daksa Wangsa yang sepertinya sengaja menghindari.

Pemeriksaan keseluruhan kesehatan Ayunda menyatakan dirinya dalam keadaan jauh lebih sehat, dan diperbolehkan pulang.

Tak lupa sang suami membawa catatan beberapa lembar kertas, ada pula vitamin dan susu bagi ibu hamil.

Yeri, Ardo mendampingi tuan dan nyonya mereka, berjalan santai agar profesi sebagai pengawal tersamarkan.

Ayunda sendiri memakai topi, kaos longgar, celana high waist – memberikan ilusi kaki yang lebih jenjang, menonjolkan bentuk pinggang, dan membantu menyamarkan perut.

Ibu hamil tersebut duduk pada bagian kanan. Bibirnya terkatup rapat, seakan tengah menahan kesal.

Daksa dalam penampilan bak pemuda awal dua puluh tahunan, mengenakan celana warna biru senada dengan Ayunda, membiarkan sang istri diam seribu bahasa. Tidak berusaha mengajak ngobrol apalagi membujuk.

Mobil sedan abu-abu mengkilap meluncur membelah jalanan ibukota, meninggalkan rumah sakit, dan menuju apartemen kelas atas, tempat tinggal Daksa Wangsa.

***

Kala pintu apartemen ditutup setelah Daksa yang terakhir masuk.

Ayunda melepaskan topi, membuka sandal bertali rendah. Ia berbalik, beradu pandang dengan pria yang juga menatap dalam.

Tas tangan dijatuhkan, masih tetap saling menilai, sama-sama mereka bergerak perlahan membuka kait celana panjang.

Sang wanita lebih dulu mengikis jarak, menarik kuat kerah berkancing sosok yang menatap dengan sorot menantang. Ayunda sedikit berjinjit, mempertemukan bibir mereka. Bukan ciuman lembut, kali ini pagutan liar.

Daksa menyambut sama kasarnya, tapi tidak sampai menyakiti. Mengangkat bokong sudah bebas dari celana. Tanpa melepaskan kuluman, ia melangkah ke kamar utama.

Lenguhan Ayunda mendayu-dayu, tanpa malu memperdalam ciuman sampai indera pengecap mengabsen barisan gigi rapi.

Tubuh langsing, berlekuk pada area menyenangkan untuk dipandang, diturunkan ke atas kasur.

Terburu-buru mereka menanggalkan pakaian masih tersisa. Daksa setengah menindih tubuh istrinya, tapi Ayunda tidak suka, ia memimpin permainan, sepenuhnya memegang kendali tanpa mau dicegah.

Desahan lirih memenuhi sebuah kamar luas, yang saat ini mengandalkan cahaya matahari menjelang siang.

Pendingin ruangan belum sempat dinyalakan, membuat kedua insan tengah berbagi peluh itu mandi keringat.

“Sebut namaku!” geramnya seraya menahan panggul yang tadi bergerak lincah, erotis.

Ayunda merunduk, menggigit otot pektoralis dada kiri Daksa, ia enggan menurut, tengah melampiaskan rasa kesal karena dua sebab – hasrat sengaja ditahan saat sudah hampir mencapai pelepasan, dan tentang mengulur waktu berbicara empat mata.

Daksa mengambil kendali, mengukung wanita keras kepala, tidak jauh berbeda dari sifatnya.

Dia lihai dalam menggoda sampai Ayunda menyerah. Tidak lagi sanggup menahan buncahan atas keinginan mereguk kenikmatan.

“Daksa …. ahhh!” pekikan itu disusul desahan panjang.

Seringai tipis terbit pada sudut bibir kiri, giliran dia menggapai sensasi bikin nagih.

Ayunda kira rasanya telah benar-benar pergi, tapi belum juga sepenuhnya hilang kenikmatan tadi, kembali dia dihantam gelombang pasang membuat sekujur tubuh menggigil.

“Bersama!” Daksa peluk sang wanita tanpa mengurangi tempo, kala sudah diujung, dia mengeluarkan pusakanya, membuang cairan bening di atas paha Ayunda. Teringat pesan dokter obgyn – tidak boleh buang di dalam, dapat memicu kontraksi dini.

Sesaat hening, sebelum turun dari tubuh yang bagian dada kembang kempis tengah menetralkan napas, ia sempatkan mengecup lama dahi Ayunda.

Daksa beranjak, bergerak cekatan mengambil tisu, mengelap jejak keperkasaannya, lalu meraih remote ac, mengatur suhu paling dingin agar cepat sejuk.

Ayunda memejamkan mata, masih berusaha mengatur napas yang tadi berderu bak suara angin ribut. Dapat dirasa olehnya sebuah tangan masuk ke belakang leher, membawanya ke dalam dekapan.

“Istirahatlah,” ucapnya parau seraya menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.

Belum juga Ayunda terlelap, bunyi bel disusul suara intercom yang terhubung pada sambungan kabel dalam kamar, dan baru saja ditekan sebuah tombol menghubungkan oleh Daksa, sangat mengganggu.

“Sayang, tolong bukain pintu apartemennya ….”

.

.

Bersambung.

1
Yuliati Soemarlina
ayunda berilah panggilan lebih sopan pd suamimu..apalagi ini udah mau punya anak..daksa..daksa aja..kamu itu tdk sopan...
Ellya Muchdiana
Ada yg jelous n posesive keterlaluan, jadinya hujan lokal, biar ga bisa jogging plus cuci mats
Imas Karmasih
rasakno pak iyan kapok🤣🤣🤣
Imas Karmasih
pak Iyan nyari pekara🤣🤣🤣
Imas Karmasih
hayo siapa yg sempat suluzon sama Daksa lama " dikamar mandi🤣🤣🤣🤣
Yuliati Soemarlina
ayunda kebangetan panggil anak sendiri..pepaya..kelapa..panggilah yg baik..klo ngajak bicara dia ngajak diskusi..lulusan sarjana pemikirannya kok begitu...cape deeeh...
Imas Karmasih
aku bayangin nya Dilan wong😄😄😄😄😄
Yuliati Soemarlina
sudahi perang dingin ayunda..daksa..anak sudah mau keluar..ngegedein ego aja..cape deh...
Yuliati Soemarlina
semoga daksa bisa menuntaskan masalah" yg sedang dihadapi...
Yuliati Soemarlina
daksa kamu harus tegas n tepat dlm memilih pendamping hidup..apakah mau lanjut dg ayunda ataw dg syafira ..pilih salah 1..jgn gantung anak orang
Yuliati Soemarlina
renungkanlah ayunda tanpa perlindungan daksa ..kamu selalu disiksa lahir bathin oleh kel guntara..dan dijadikan wanita bergilir..mengalahlah sedikit egomu n tau berterima kasih..sesungguhnya daksa sayang n mencintaimu
Yuliati Soemarlina
daksa n ayunda harus kaluan selesaikan kesalah pahaman ini...sebelum kamu pulang ..
Yuliati Soemarlina
si benalu..si benalu..memangnya apa yg telah kaluan berikan kel guntara pd ayunda..selain penyiksaan n penghinaan
Yuliati Soemarlina
dwira lancang banget orgnya..ga tau adab...
Yuliati Soemarlina
ayunda nurutlah pd suamimu..kamu tau sendiri kekejaman ayahmu sarda n anak istrinya..selama kamu dekat dg mereka ..keselamatanmu terancam
Yuliati Soemarlina
daksa berbuat begitu demi kebaikanu n bayimu ayunda..tau sendiri kamu di kelilingi org jahat..
Yuliati Soemarlina
ayunda jadi istri simpanan gak enak ya..lagi hamil lagi..peran utama sengsara dari lahir..
Yuliati Soemarlina
ayunda wanita banyak misteri..hanya thor yg tau 🤭
Yuliati Soemarlina
hamil sama siapa ayunda ?...ganti" lk" yg harus dilayani ayunda..suruhan bpk biadabnya..
Yuliati Soemarlina
udah ayunda pergi aja sejauh mungkin dari kota ini..kamu sukanya disiksa sih...cerita ini mah pembulian wanita lemah...yg jahat" terus dimuluskan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!