Indonesia
NovelToon NovelToon
Sembilan Tahun Pelarian

Sembilan Tahun Pelarian

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil
Popularitas:55.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Demi menyelamatkan diri dan bayinya, Arin memilih pergi dari suaminya dan mengubur rapat masa lalu kelam mereka. Ia mengungsi ke sebuah kampung terpencil dan menyambung hidup sebagai tukang cuci keliling demi membesarkan putra semata wayangnya.

Tapi, Takdir membawa Arin berhadapan kembali dengan laki-laki dari masa lalu yang paling ia benci dan tak ingin ia temui lagi seumur hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Setelah Arin pergi meninggalkan mess untuk bekerja di restoran seberang, suasana di dalam kamar mendadak hening. Regan memandangi pintu yang baru saja tertutup itu dengan perasaan campur aduk, sebelum akhirnya menatap Zayyan yang sibuk menghabiskan bubur ayamnya.

Regan menarik kursinya sedikit mendekat, lalu mencoba membuka percakapan dengan hati-hati. "Zayyan... Om boleh tanya sesuatu?"

"Tanya apa, Om?" sahut Zayyan sembari mengunyah kerupuknya.

"Dulu... Zayyan sama Ibu tinggal di mana sebelum pindah ke sini?" tanya Regan pelan, menyuarakan rasa penasaran yang sudah lama menghimpit dadanya.

Zayyan sempat terdiam sejenak, matanya menatap kosong ke arah mangkuk bubur di hadapannya sebelum akhirnya bersuara. "Aku dulu sama Ibu tinggal di kampung, Om. Ibu tiap hari kerja jadi tukang cuci baju orang-orang di sana. Kadang Ibu juga dibentak-bentak orang kalau terlambat cucinya... Terus setelah itu, aku lihat Ibu menangis."

Dada Regan seketika berdesir hebat. Tenggorokannya terasa tercekat membayangkan wanita yang dicintainya harus bekerja keras membanting tulang dan menerima caci maki orang lain demi bertahan hidup.

"Kenapa kalian tinggal di sana?" tanyakan Regan lagi, suaranya sedikit gemetar.

"Nggak tahu, Om. Aku lahirnya di sana," jawab Zayyan polos. "Tapi kata ibunya Doni, kami itu pendatang ke sana. Katanya Ibu datang ngemis-ngemis sama orang... tapi aku nggak percaya!" tegas bocah itu dengan nada membela ibunya.

Regan menahan napas. Tangannya mengepal tanpa sadar di bawah meja. Rasa bersalah mulai menggerogoti hatinya secara perlahan.

Lalu, dengan keberanian yang tersisa, Regan bertanya lagi, "Ayah kamu... ke mana?"

Zayyan mendongak, menatap Regan lurus-lurus. "Kata Ibu, Ayah kerja jauh. Tapi Ayah nggak pernah datang. Kata ibunya Doni, Ibu nggak punya suami, jadi aku juga nggak punya Ayah... alias anak haram."

*Anak haram.*

Kata-kata itu menghantam dada Regan bagaikan pukulan telak. Jantungnya serasa berhenti berdetak saat mendengar sebutan kejam itu keluar dari mulut polos anaknya sendiri. Amarah dan rasa perih bercampur menjadi satu di dalam benaknya.

"Ibunya Doni itu siapa?" tanya Regan dengan nada menahan emosi yang kian meluap.

"Ibunya Doni istri Pak RT, Om," jawab Zayyan tanpa beban. "Udah yuk, Om... aku udah habis buburnya. Nanti aku telat lagi."

Zayyan segera melompat turun dari kursi dan mendorong mangkuk plastiknya yang sudah kosong ke tengah meja, meninggalkan Regan yang masih terpaku, memandangi sang putra dengan mata yang berkaca-kaca.

......................

Di sisi lain, Arin sedang sibuk merapikan rak bumbu dan menata piring di area dapur restoran. Di sampingnya, Asri salah satu rekan kerjanya yang masih muda dan gemar mengobrol sedang mengelap meja counter sambil mencuri-curi pandang ke arah Arin.

"Mbak kan janda. Enak nggak jadi janda?" bisik Asri tiba-tiba, membuka percakapan dengan nada penuh rasa ingin tahu.

Arin tidak langsung menjawab. Tangannya tetap cekatan menata mangkuk, lalu ia menoleh tipis dengan alis terangkat. "Kenapa, kamu kepengen mau daftar jadi janda?"

Asri langsung menepuk dadanya cepat-cepat, memasang raut wajah dramatis. "Aduh, amit-amit deh, Mbak! Nggak dulu."

"Kirain tertarik," sahut Arin datar, kembali melanjutkan pekerjaannya.

Asri terkikik pelan, namun rasa penasarannya belum tuntas. Ia menggeser berdirinya agar bisa lebih dekat dengan Arin. "Ngomong-ngomong, Mbak, kenapa bisa cerai? Kalau aku mungkin di posisi Mbak, sebelum cerai sudah aku kuras semua hartanya dulu. Setelah itu aku pergi, terserah dia mau kayak mana."

Arin menggeleng pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang hambar. "Udah jauh banget kamu, Sri. Nikah aja belum."

"Ya kan membayangkan, Mbak!" bela Asri terkekeh.

Arin menghentikan kegiatannya sejenak, menatap lurus ke arah dinding dapur. Dulu, jika ada kesempatan, ia pun tak ingin pergi tanpa membawa apa-apa demi menghidupi Zayyan.

"Aku dulu kalau bisa udah aku kuras habis semua itu hartanya. Masalahnya nggak sempat. Buru-buru perginya."

Asri menaikkan kedua alisnya, makin penasaran. "Buru-buru gimana, Mbak?"

Arin menghela napas panjang, mengingat betapa mencekamnya malam saat ia memutuskan untuk melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya dan bayi di dalam kandungannya.

"Yah... kalau nggak pergi, mungkin aku nggak akan ada di sini alias udah mati duluan."

Mata Asri membelalak sempurna. "Ya ampun, Mbak! Kok bisa....."

"Ekhemm!"

Suara dehaman keras dari arah pintu dapur mendadak memotong kalimat Asri. Seorang rekan kerja mereka yang lain berdiri di sana sambil bersedekap dada, menatap mereka berdua dengan pandangan menegur karena melihat mereka asyik bergosip di jam kerja.

Asri langsung buru-buru menyambar kain lapnya dan kembali mengelap meja dengan cepat, sementara Arin kembali fokus pada pekerjaannya, mencoba menutupi rasa gelisah yang kembali merayapi benaknya.

1
Dokkan Battle
DIEM LU ANAK HARAM
Dokkan Battle
Anjing.... DEMI TUHAN PENGEN BUNUH REGAN DEMI APAPUN DI DUNIA INI INGIN BUNUH REGAN
Fitri Yah
pleazee double up thor ... 🙏
Dokkan Battle
keluarga DAJJAL LAKNATULLAH
ceuceu
skip aj lah bacanya makin ga ada kejelasan arin benci sm regan ninggalin regan tapi dia merasa.tersakiti,jelasin dong ke regan biar regan tau kesalahan nya arin.
ceuceu
ga jelas si arin marah",tapi ga jelasin dia benci regan krn apa,ilfel lah sm arin
ceuceu
penasaran bgt apa kesalahan regan ampe arin kabur.
ceuceu
akibat kelakuan preman zayyan ibunya yg kena ganti rugi di usir,zayyan omongan nya jelek kelakuan bar bar
ceuceu
anak kecil omongan nya sampah gitu
Dokkan Battle
ANAK HARAM TOLOL
Dokkan Battle
SI REGAN KAFIR LAKNATULLAH TUH
Dokkan Battle
BACOT KAFIR LAKNATULLAH
Dian Fitriana
up lg
falea sezi
tua bangka
falea sezi
egois amat regan😒 sebel deh
Sun Rise
bgus regan...
nnk tsk punya akhlak
Fitri Yah
hadeehhh ... rin rin mending di rumah dah tidur hujan2 jg. nyari penyakit z sih ... anak sendiri kan jd korbannya. malam2 jg ke segala kabur. jd nya gini kan kecelakaan
Dokkan Battle: lah bebas dong kak.. emang mau sama cowok modelan gitu?
total 1 replies
Dokkan Battle
ANJING DEMI TUHAN ... INGIN BUNUH REGAN
Dokkan Battle
ANJING REGAN GOBLOK... DEMI TUHAN INGIN GUE BUNUH
Dokkan Battle
MENDING BUNUH DIRI .... BUNUH DIRI MU RIN... BUNUH ANAKMU JUGA ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!