Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27 kematian sang komandan perang Qiong qi

​"Kurang ajar!" teriak sang komandan dengan mata memerah. Saat melihat wakilnya—yang telah menjadi rekan seperjuangan di medan perang selama bertahun-tahun—dihajar habis-habisan oleh Yefan hingga tak berdaya.

​Boomm...!

​Diliputi amarah yang membakar, sang komandan mengerahkan seluruh potensi di dalam tubuhnya hingga mendongkrak kekuatan ke tingkat yang lebih tinggi. Aliran energi yang ia lepaskan dari tubuh nya kini semakin buas dan tak terkendali.

​Melihat hal itu, Yefan sedikit mengerutkan keningnya. 'Sudah kuduga, Komandan Qiong Qi ini bukan karakter yang sederhana.'

​"Aku akan membuat hidupmu lebih buruk dari seekor anjing mati!"

​Wusss!

​Tusukan tombak yang jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya melesat mengincar titik-titik vital Yefan. Tanpa memedulikan gertakan sang komandan, Yefan dengan tenang mengayunkan pedang berpola rumit yang baru ia tempa.

​Boomm...!

​Bersamaan dengan itu, sebuah tendangan cambuk meluncur deras mengarah ke kepala Yefan. Refleks, yefan mengangkat siku untuk menangkisnya.

​Bukk...!

​Sang komandan segera menarik kembali tombaknya, lalu menghantamkannya dengan gerakan memutar.

​Wuuusss...!

​Melihat serangan susulan tersebut, Yefan melakukan gerakan koprol di udara untuk menghindarinya. Memanfaatkan momentum itu, sang komandan langsung menghujani lawannya dengan puluhan tusukan secepat kilat dalam seperkian detik.

​Syutt, syutt, syutt...!

​Namun, Yefan hanya meliukkan tubuhnya seperti ular di udara dengan anggun menanggapi rentetan serangan tersebut.

​"Mati!" raung sang komandan sambil melompat dan berputar, mengayunkan tombaknya dengan kekuatan penuh untuk menghantam Yefan yang baru saja mendarat.

​Dang!

​Dengan sigap, Yefan memblokir serangan itu menggunakan pedangnya, meski tubuhnya sempat sedikit membengkok akibat daya hantam yang begitu kuat. Namun, ia tidak tinggal diam. Ia segera memasang kuda-kuda, lalu mendorong tombak lawannya menggunakan hentakan ke depan sambil memutar tubuh untuk keluar dari jangkauan senjata tombak tersebut.

​Setelah itu, dengan gerakan memutar, Yefan meribas pedangnya ke arah lengan sang komandan yang terjulur memegang tombak.

​Kendati demikian, sang komandan yang telah berpengalaman menghadapi berbagai marabahaya di medan perang memiliki refleks luar biasa. Ia segera menekuk lengannya ke bawah, membuat tebasan pedang Yefan meleset tipis.

​Dang! Dang! Srett! Dang!

​Mereka bertarung tanpa henti di udara dalam intensitas yang tinggi tanpa henti dan tak kenal lelah, membuat yang menyaksikan di buat terheran heran oleh gerakan beladiri mereka yang cukup memukau.

​"Coba lihat itu... mereka bertarung menggunakan teknik bela diri tingkat dasar? Bukankah itu teknik yang biasa kita pelajari saat masih anak-anak? Tapi di tangan mereka, gerakan itu terlihat begitu indah sekaligus mematikan," ucap salah satu pemuda dari tengah kerumunan.

​"Hmpp, wajar saja. Dia memang pantas menjadi buronan nomor satu Keluarga Besar Yujin," sahut yang lain, menyetujui pernyataan tersebut. "Jelas hanya seorang master lah yang mampu menggunakan jurus bela diri pemula untuk di gunakan dalam pertarungan di dunia seorang kultifator,

​'Sungguh jenius. Tapi sangat disayangkan, kau telah menyinggung yang seharusnya tidak kau singgung,' batin seorang wanita bercadar di antara kerumunan, memancarkan aura mengerikan dari tubuhnya hingga membuat orang-orang di sekitar menjauh akibat aura tersebut, 'Tapi, jika kau sanggup keluar hidup-hidup dari pengepungan ini, kau layak menjadi lawan ku.'

​Yefan, yang tengah berkonsentrasi penuh dalam pertarungan, dengan mudah menyadari bahwa dirinya sedang diamati. Ia melirik sekilas ke arah wanita bercadar itu sambil mengerutkan keningnya.

​'Hmph, sungguh aura yang menakutkan,' batin Yefan saat merasakan tekanan dari sosok misterius tersebut. Kultivator wanita itu berada di tahap Transenden tengah, namun Yefan bisa merasakan sedikit ancaman menusuk di lubuk jiwanya—sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya-bahkan saat berhadapan langsung dengan para musuh di Alam Roh.

​Menyadari bahwa penyelidikan nya di ketahui, wanita bercadar itu hanya menyunggingkan senyuman tipis di balik kain penutup wajahnya, yang tidak di ketahui oleh yefan.

lalu berbalik badan dan melesat pergi. Jelas, ia sama sekali tidak tertarik dengan hadiah buronan dari Keluarga Yujin.

​Melihat Yefan sempat mengalihkan pandangannya di tengah pertarungan sengit dengan nya, sang komandan merasa harga dirinya diinjak-injak. Ia mengira Yefan sedang mempermainkannya.

​"Kurang ajar kau bocah! Beraninya kau meremehkanku! Terima ini, Tombak Pembunuh!" teriak sang komandan.

​Wuuusss...!

​Ia menusukkan tombaknya ke depan dengan diselimuti aura darah yang pekat, berniat menuntaskan pertempuran saat itu juga. karena di sisi lain. dia juga menyadari efek samping teknik terlarang yang ia gunakan sudah menunjukkan reaksi pada tubuh nya.

​Melihat serangan tersebut, Yefan sedikit terkejut karena dapat merasakan gelombang kekuatan yang teramat mengerikan. Kendati demikian, ia hanya mendengus dingin. "Anda memang bukan karakter yang sederhana, tapi sayang sekali kau berhadapan denganku."jibir yefan.

​"Hancur!"

​Tepat saat ujung tombak itu hendak menusuk dada Yefan, sebuah teriakan dingin yang hampa bergema di antara langit dan bumi.

​Tiba-tiba, sebuah entitas tak berbentuk menghantam jiwa dan raga sang komandan tanpa ia sadari, membuatnya terperanjat hebat hingga secara refleks menghentikan serangannya.

​'Ini... apakah ini eksistensi aneh yang dulu pernah membuat kerugian pada Penatua Yanfeng?' batin sang komandan, gemetar hebat saat merasakan eksistensi tak berbentuk itu mulai melenyapkan jiwa dan raganya secara paksa dari dunia tanpa menyisakan kesempatan untuk reinkarnasi.

​Namun, sebagai seorang komandan yang telah menyaksikan ribuan kematian di medan perang selama bertahun-tahun, ia berhasil menguasai gejolak batinnya dalam sekejap. Ia segera mengerahkan esensi langit dan bumi untuk membuat pertahanan diri dan menyingkirkan entitas tak berbentuk tersebut.

Namun, "Sebelum sang komandan sempat melakukannya, Yefan dengan sengaja menarik kembali entitas tak berbentuk itu. Ia tahu jika entitas tak berbentuk milik nya dipaksa melawan esensi langit dan bumi sang komandan hingga lenyap di antara ketiadaan, ia sendiri akan menerima serangan balik yang parah karena batas kemampuan entitas tak berbentuk miliknya belum cukup untuk menghapus seorang kultifator sekuat komandan. Yefan pada dasarnya hanya menggunakan entitas tak berbentuk tersebut untuk mengunci pergerakan sang komandan sejenak dengan rasa keterkejutan nya sendiri.

​Memanfaatkan celah sepersekian detik itu, Yefan melesat ke depan dan mengayunkan pedangnya secepat kilat.

​Srett...!

​Suara sayatan pedang menggema ke segala arah, memicu fenomena aneh di setiap garis lintasan yang dilaluinya. Hingga Tebasan itu meluncur melewati leher sang komandan—yang baru saja terbebas dari keterkejutan oleh kekuatan aneh entitas tak berbentuk sehingga tidak sempat lagi memasang pertahanan. Ia hanya bisa menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri tatkala kepala nya terpisah dari leher nya.

​Keterkejutan oleh kelicikan yefan, keengganan, dan ketidakrelaan bergelayut di wajah sang komandan, Seolah ia hendak mengatakan sepul ribu kata yang tercetak di dalam ekspresi wajah nya dalam satu detik sebelum akhirnya seluruh ekspresi itu terkunci rapat saat energi putih keabuan membekukan sekujur tubuhnya tanpa memperdulikan apa yang di inginkan sang komandan.

​Hingga pada akhirnya, suara dingin Yefan memecah keheningan:

​"Hancur."

​Boomm...!

​Seketika itu juga, tubuh dan kepala sang komandan meledak berkeping-keping, menghamburkan serpihan daging dan darah putih ke segala penjuru.

​Bersambung...

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!