Indonesia
NovelToon NovelToon
Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: ibu ditca

Menjadi korban keegoisan orang tuanya pasca perceraian, membuat Auri lebih memilih mantan ART nya untuk menjadi walinya.

Perjalanan hidup Auri sejak masih kanak-kanak memang tak mudah. Bahkan kehidupan cintanya pun seolah tak berpihak padanya.

Namun sosok pemuda yang tak pernah ia sangka, hadir dalam hidupnya. Dan perlahan mengubah alur hidup Auri.

Ikuti perjalanan hidup Auri yukkk
Welcome di tulisan receh Mak Othor. Semoga Mak Othor bisa konsisten menulis lagi yakk...
Yang kemarin terpaksa hiatus.
terimakasih semua...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibu ditca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Waktu pun terus bergulir. Candra dan Rino sudah ada di halaman sekolah untuk menjemput Auri. Jam mengajar sudah usai, namun guru dan staf tentu pulangnya tak bersama dengan anak didik mereka.

"Auri!'' Candra memanggil guru ayu itu yang sedang berjalan di selasar menuju ke ruang guru. Tidak hanya ada Auri di sana, namun Awan dkk yang juga selesai mengajar.

"Ehem, ada yang jemput tuh Bu Auri!'' goda salah seorang guru. Auri tersenyum tipis.

"Urusan kerjaan bu'' sahut Auri. Tapi ekspresi wajah Awan tentu berbeda. Ia merasa sedikit terganggu karena sepertinya akan ada saingan baru untuk memperebutkan hati Auri. Bagaimana dia tahu?

Awan seorang pria dewasa, tentu sudah paham trik-trik semaam itu untuk mendekati seorang gadis. Mugkin awalnya mereka bermusuhan, tap setelahnya? Ada udang di balik bakwan!!

Candra tersenyum lebar menghampiri Auri.

"Udah di bilang ngga usah jemput, aku bawa motor!'' kata Auri yang melihat Rino berdiri di depan mobil.

"Motor di bawa Rino aja, kamu ikut aku!'' ajak Candra. Awan masih berada di sana dan memperhatikan keduanya yang terlihat akrab dalam tanda kutip tentunya.

"Dih, ngga ah! Bisa-bisa kamu nyuruh temen mu itu buat jual motorku!'' tolak Auri.

"Heh! Ngga segila itu juga gue cewek galak! Gue beliin sepuluh biji, cash hari ini buat Lo!'' kata Candra pongah. Auri memutar bola matanya dengan malas.

"Gue ngga suka penolakan! Mana sini kunci motor sejuta umat milik Lo, biar di bawa Rino!''

"Apaan sih, maksa bener!'' kata Auri.

"Nanti di mobil ada yang harus kita bahas'' kata Candra.

"Banner udah beres kali...,'' kata Auri.

"Bukan cuma itu, banyak lah pokoknya. Buruan gih!'' paksa Candra lagi. Auri yang malas ribet pun mengeluarkan kunci motornya.

"Awas aja kalo sampai lecet dikit aja, aku tagih ke kantor bapak mu!'' ancam Auri. Candra memutar bola matanya dengan jengah.

"Rino!!''

Yang di panggil pun menghampiri.

"Ya mas bos ,'' kata Rino.

Rino menangkap kunci yang Candra lemparkan.

"Balik ke rumah dulu ya!'' bisik Candra. Rino menaikkan salah satu alisnya.

"Jangan modus bos, takut baper ntar repot sendiri.''

"Gue tabok Lo ya!''

Rino terkekeh kecil.

"Mba Auri Estheria, ijin bawa motornya ya...'' kata Rino lembut. Auri menghela nafas panjang.

"Iya! Hati-hati jangan sampai lecet, apalagi sampai di jual!'' ancam Auri.

"Aman mba...!'' Rino mengacungkan jempol.

Bisik-bisik teman-teman Auri pun masih terdengar.

"Pamit gih sama temen-temen Lo sana, banyak urusan kita habis ini!'' ujar Candra.

"Mau ngapain sih?'' tanya Auri.

"Mau beli baju couple dulu buat menghadiri acara nikahan mantan Lo, buruan! Keburu tutup tokonya, ini bukan Jakarta!'' kata Candra.

Auri terkejut, Awan pun tak kalah terkejut.

"Nggak. Aku ngga jadi dateng.''

"Widiiih...plin plan amat sih! Kan Lo mau buktiin udah move on dari mantan pengkhianat itu. MAsa iya kita udah keliatan couple goal di depan mereka, terus Lo ngga dateng. Ngga seru dong! Udah ah, ngga usah banyak protes!''

candra mendorong bahu Auri agar segera masuk ke dalam mobilnya.

"Bapak ibu guru, saya duluan!'' pamit Auri. Mereka hanya mengangguk tanda mengiyakan. Berbeda dengan Awan yang diam seribu basa.

Salah seorang guru laki-laki menepuk pelan bahu Awan.

"Sebelum janur kuning melengkung, kesempatan itu masih ada pak Awan!'' katanya menghibur. Awan tersenyum kecut. Kali ini munugkin saingannya jauh lebih berat di bandingkan saat Auri bersama Ikhsan.

.

.

.

"Di mana ada toko baju yang bagus?'' tanya Candra ketika mereka sudah meninggalkan area sekolah.

"Bagus itu kan relativ. Balik ke selera masing-masing. Menurut ku bagus, menurut mu belum tentu'', jawan Auri tanpa melihat Candra.

"Ya tahu! Kalau nanya butik, pasti ngga ada kan di sini?''

Auri mencebikkan bibirnya.

"Ada toko baju noh di deket kantor kabupaten. Tapi soal harga mungkin terlalu murah buat orang kaya seperti kamu,'' sahut Auri lagi.

"Kaya Lo bukan anaknya orang tajir aja!'' celetuk Candra. Tapi setelah menunggu beberapa detik, ocehannya tak di gubris lagi oleh Auri.

Gue salah ngomong kah? Batin Candra.

Ia pun menatap Auri yang sedang memperhatikan pemandangan dari balik jendela.

"Ehem...ngomong-ngomong ntar kita pakai couple apa nih? Batik? Pakaian formal?'' tanya Candra.

"Ngga ada kapel-kapelan. Beli buat kamu aja, bajuku banyak!'' sahut Auri tanpa menoleh lagi ke Candra. Candra menggigit pipinya bagian dalam.

Biasanya Candra suka saat Auri misuh-misuh karena keusilannya. Tapi sepertinya ada yang salah saat dirinya tadi membahas soal papanya.

Suasana hening sampai di lampu merah mereka berhenti.

"Habis ini ke kiri apa kanan?'', tanya Candra.

"Kanan'', jawab Auri singkat. Candra pun menurut. Benar saja, sepanjang jalan protokol banyak sekali bangunan dan pertokoan.

Ga seudik yang gue pikir! Batin Candra.

"Nanti di sana belok kiri, yang ada banner besarnya itu.''

Candra pun menurut titah Auri.

Mobil berbelok ke parkiran sebuah toko yang cukup besar.

"TOKO BENANG KING'', gumam Candra.

"Kek kenal ...?'' gumam Candra.

"Ya iyalah, tokonya di semua kota ada."

Gadis itu membuka pintu lebih dulu karena Candra memang sudah membuka selotnya. Keduanya pn di sambut hangat oleh sekuriti.

Tanpa banyak mengobrol, mereka berkeliling untuk mencari pakaian yang cocok.

"Cari yang couple ya kak? Kalau boleh tahu, untuk acara apa ini? Tunangan? Atau....''

"Cuma ke ondangan teh!'' sela Auri. Padahal tadi Candra sudah hampir buka suara.

Tak ada drama panjang hingga akhirnya Candra menjatuhkan pilihannya pada batik sarimbit. Tengil kan??

Keduanya pun bergegas kembali meunuju ke mobil.

"Candra????'' panggil seseorang yang sepertinya terkejut melihat keberadaan Candra. Apalagi dengan seorang gadis cantik Matanya memindai tak percaya seolah apa yang di lihatnya sesuatu yang luar biasa.

******

Terimakasih

1
Asriani Rini
Iyu pssti kskaknya cadra
indy
Aamiin
Asriani Rini
Semsngat mak author semoga suaminya cepat sembuh
indy
Semangat kakak💪
Endang 💖
menarik,tp plisssss up tiap hari y thor
sakura
...
Asriani Rini
Aku kasih buga biar rajin up tiap hari
Asriani Rini
Lanju thor banyak banyakup nya biar kita enggak penasaran trrus 🙏🏻
Dhina Dindin
next yuk semangat ya Bun...selalu dinanti😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!