Indonesia
NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 27

Hendra membuka pintu kamarnya dengan pelan, ia mengintip sebelum masuk. Kora tak ada disana kamar tampak sunyi, dari dalam kamar mandi terdengar suara gemericik air mengalir.

Hendra menghela nafas nya terjadi istrinya sedang mandi, ia duduk di tepi ranjang ia kali ini merasa canggung untuk berbicara dengan kora.

Rasanya baru kali ini gadis itu marah padanya bahkan menolak pelukannya, Hendra kemudian menemukan sepucuk surat yang tertinggal di atas gaun yang kora kenangan kan tadi.

Surat tersebut dibuka dan dibaca nya Hendra terganga, apakah dia kembali?

Hendra segera mengambil ponsel nya ia keluar membawa sepucuk surat kecil itu.

Ia menelpon seseorang yang dulu pernah membantunya, kali ini masalah ini serius.

" selidiki baik-baik!"

Setelah ia menelpon orang tersebut Hendra berbalik, namun tanpa ia sadari kora yang sedari tadi memperhatikan nya bersembunyi di balik tirai.

Tatapan matanya tampak sayu apakah Hendra bukan seseorang yang selama ini ia kenal, kenapa pada pria itu begitu banyak sesuatu yang tidak ia tau.

Apakah ia harus mencari tau atau diam dan percaya saja bahwa ini semua hanya lah perasaan nya, namun hati nya mulai ragu mulai tak tenang.

Hendra mencari keberadaan kora di sepanjang sudut rumah, namun ia tak menemukan wanita itu Hendra panik ia berusaha tenang ia yakin bahwa ingatan itu pasti belum pulih hanya saja karena kemunculan hal-hal yang berkaitan dengan masa lalunya membuat ingatan itu yang tandi nya hilang perlahan mulai tersusun kembali.

...----------------...

Grace mencari beberapa arsip lama yang dulu pernah ia baca, seingatnya arsip tersebut tersimpan di tempat ini. Suster ana sudah menyerahkan kunci nya untuk grace mencari benda yang ia perlukan.

Grace tak menyerah ia terus mencari disetiap penyimpanan arsip, tempat itu tampak luas itu mustahil jika ia selesai kan. Ia butuh seseorang untuk membantu nya, tapi ia tidak punya teman yang terlalu dekat dengan nya.

Grace menarik nafas panjang seperti nya pencarian ini memang tidak semudah yang ia pikirkan tadi, arsip ini begitu banyak bahkan ia baru membuka beberapa arsip.

" apa yang sebenarnya kau cari?"

Seorang suster muda menatap Grace dengan tanda tanya, sedari tadi di perhatikan nya Grace sibuk membuka buka arsip lama.

" suster marry apakah pernah menemukan dokumen tentang anak yang nama belakang nya sterling?"

Suster marry tampak berpikir nama tersebut memang tak asing, tapi ia tidak ingat apakah pernah menemukan dokumen tersebut.

" oh iya, waktu itu suster Anna pernah kedatangan beberapa tamu yang menanyakan hal yang sama, dan meraka juga sudah sempat mencari arsip itu disini!"

" apakah mereka sudah menemukan dokumen itu?"

" tidak tau jelas sih, soalnya waktu itu saya tidak terlalu memperhatikan. Tapi setelah mereka cukup lama mencari di sini, mereka pamit pulang pada suster Anna. Coba tanya kan saja pada suster Anna."

" terima kasih suster!"

Suster marry hanya mengangguk pelan, grace keluar dari rumah arsip dokumen. Ia ingin menemui suster Anna tentang siapa orang tersebut dan apakah mereka sudah menemukan dokumen yang ia cari.

Grace mencoba mencari keberadaan suster Anna namun ia tak menemukan keberadaan nya, ia sudah bertanya pada anak anak yang ia temui namun mereka tak bertemu suster Anna.

Apakah Grace kehilangan jejak itu, grace terlambat orang lain sudah lebih dulu menemukan dokumen itu dan membawa nya pergi, pasti lah sudah pasti mereka telah menemukan dokumen itu. Itulah yang saat ini grace guman kan.

...----------------...

Tiara dan Nisa saat ini berada di ruangan yang sama mereka saling diam, atmosfer di tempat tersebut terasa begitu dingin. Leon mengusap tengkuknya pelan rasanya horor sekali kedua saudara ini.

" keluar!"

Tiara mengisyaratkan Leon untuk keluar agar ia dapat leluasa untuk berbicara dengan Nisa, leon hanya patuh mengikuti perintah. Ia segera keluar dari sana dari pada ia harus menetap dan merasa canggung bila berada di sana.

" bagus jika kau ingat batasan!"

Nisa menarik nafasnya pelan tiara masih terus mengintrogasi nya, apakah Nisa berani buka mulut atas apa yang sudah mereka rencanakan.

" sampai kapan semua sandiwara ini akan berakhir?"

tiara tersenyum licik ia mendekati Nisa yang hanya bisa terduduk diam di kursi kebesaran nya.

" ini semua tidak akan pernah berkahir dengan mudah, semua nya harus berjalan dengan sempurna!"

" benar-benar gila!"

" gila? Seharusnya itu kau pertanyakan pada diri mu sendiri, segila apa dirimu sampai harus menyingkirkan seseorang hanya demi mendapatkan yang tidak pernah kau dapat kan, begitu pun dengan diri ku akan berusaha mendapat kan apa yang tidak pernah aku dapat kan. perbedaan kita hanya satu, kamu terlalu lemah!"

Tiara mendorong bahu Nisa dengan jemari nya, tatapan mereka saling beradu. Tampaknya mereka adalah dua manusia yang sama sama bertahan dari luka dan trauma hanya saja salah satu nya jauh lebih lemah.

" jangan harap bisa membersihkan tangan atas ini semua!"

Nisa hanya terdiam dia mengepal kan tangan nya dia marah namun ia tak bisa berbuat apa-apa.

" jika tak ingin kotor jangan bermain lumpur!"

Leon hanya mendengar percakapan mereka di balik pintu, ia tak mengerti apa yang mereka bahas. Apakah para atasan nya itu sedang membahas bisnis baru.

Leon menyadarkan tubuhnya pada dinding ia memperbaiki kacamata nya, ia menengadah keatas rasanya ia lelah sekali mata nya mulai mengantuk ia tertidur dengan posisi berdiri di samping pintu.

Setelah percakapan nya dengan Tiara selesai Nisa memilih keluar untuk meninggalkan ruangan itu, saat ia keluar di dapati nya Leon yang tenggah tertidur dengan posisi yang berdiri.

Nisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah Leon, kenapa pria ini begitu bodoh dan lugu.

" Leon!"

Nisa mengguncang pelan tubuh Leon, ia kaget namun pandangan nya buram karena kacamata nya jatuh kelantai. Ia meraba mencari kacamata nya. Nisa menepuk jidatnya kala melihat kacamata Leon ada di saku depan bajunya.

" kacamata mu ada di saku!!"

Leon meraba dadanya dan menemukan kecamatan nya, bukan kah tadi ia mengenakan kacamata kenapa kacamata nya bisa berada di saku depan kameja nya.

" bagaimana apakah kamu sudah menyelesaikan dokumen yang saya suruh?"

" oh iya, ini Bu!"

Leon menyerahkan berkas yang sejak tadi ia pegang, ia memang sudah ingin menyerahkan pekerjaan nya tadi tapi tiba-tiba Tiara datang dan ia tak jadi menyerahkan berkas yang sudah di tugaskan padanya kemarin.

" terima kasih,!"

Setelah mengucapkan kata itu Nisa pergi meninggalkan Leon, ia membawa serta berkas itu bersama nya. Leon merasa senang akhirnya ia bisa menyelesaikan tugas yang di percayakan pada nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!