Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27

Cahaya matahari pagi yang hangat menembus kaca-kaca jendela besar di ruang makan utama mansion keluarga Hurt. Udara pagi terasa segar, berpadu dengan aroma wangi kopi hitam yang baru diseduh dan roti panggang mentega yang tersaji anggun di atas meja makan kayu jati berukir mahal.

Di ujung meja, Lucifer Hurt—sang kepala keluarga sekaligus ayah dari Glow—sedang duduk anggun membaca surat kabar fisik harian New York, sesekali menyesap kopi hitamnya. Di samping kirinya, Collins Hurt, kakak laki-laki Glow yang tampan dan selalu berpenampilan rapi dengan kemeja kerjanya, sedang sibuk mengoleskan selai stroberi pada selembar roti panggang.

Glow duduk berhadapan dengan Collins. Gadis itu mengenakan gaun rumah santai berpotongan feminin, tampak anggun meskipun sudut bibirnya yang sedikit memar kemarin telah ia samarkan dengan teliti menggunakan riasan concealer.

Di sebelahnya, Orion Leander Ashford duduk tenang dengan kaus polos berwarna abu-abu. Pria itu tampak begitu santai, sibuk mengunyah roti dengan wajah tanpa dosa—sangat bertolak belakang dengan sosok monster berdarah dingin yang berdiri di penthouse Manhattan beberapa jam lalu.

Layar televisi LED berukuran besar yang terpasang di sudut ruang makan memancarkan siaran berita pagi New York Morning News dengan nada pembawa berita yang serius.

"Berita utama pagi ini," suara pembaca berita wanita bergema di ruang makan. "Warga kawasan Manhattan digemparkan oleh dua penemuan mayat dalam kurun waktu berdekatan di sekitar kompleks apartemen mewah Manhattan Heights."

Glow yang sedang memegang cangkir teh hangatnya seketika menghentikan gerakan tangannya. Matanya perlahan terangkat menatap layar televisi.

"Kasus pertama merupakan dugaan aksi bunuh diri seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan pribadi. Korban ditemukan tewas mengenaskan setelah melompat dari balkon lantai atas salah satu penthouse mewah di kompleks tersebut..."

Glow menghembuskan napas pelan. Pelayan itu... berita resminya memang dikatakan bunuh diri, batin Glow seraya menyesap tehnya tipis. Ia mengingat betul saat tubuh wanita itu jatuh menghantam kap mobil di area basement kemarin malam.

Namun, tayangan berita di layar televisi seketika berpindah menampilkan garis polisi kuning yang membentang di sebuah gang sempit, tak jauh dari lokasi penthouse tersebut.

"Sementara itu, pada jarak kurang dari lima ratus meter dari lokasi kejadian pertama, pihak kepolisian kembali menemukan sesosok mayat pria yang tewas dalam kondisi yang sangat mengenaskan," lanjut pembawa berita dengan raut wajah tegang. "Hasil identifikasi awal oleh tim forensik mengonfirmasi bahwa korban adalah seorang pria berusia tiga puluh satu tahun bernama Leonardo DiCaprio..."

PRANG!

Sendok di tangan Glow terlepas begitu saja, menghantam piring porselen dengan suara dentang yang keras.

Wajah cantik Glow seketika memucat bagaikan kertas. Seluruh darah di tubuhnya seolah terpompa keluar dalam sekejap.

"Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tenang, namun laporan kondisi mayat menunjukkan tingkat kekejaman yang tak biasa," suara pembaca berita terus berlanjut, sementara kamera menampilkan gambar jasad yang ditutup kain putih berdarah di atas tandu. "Korban ditemukan tanpa kedua bola mata, dan seluruh bagian batok dada hingga perutnya menunjukkan jejak bedah presisi... mengindikasikan seluruh organ dalamnya telah diambil secara paksa sebelum korban dihabisi..."

"Uhuk! UHUK! UHUK!"

Glow tersedak hebat oleh teh hangat yang baru saja melewati tenggorokannya. Gadis itu terbatuk-batuk histeris, dadanya naik turun dengan cepat akibat rasa tegang dan mual yang mendadak menyerang perutnya bagaikan gelombang pasang.

Leonardo DiCaprio.

Pria itu bukanlah orang asing bagi Glow. Sebelum pernikahan perjodohannya dengan Lean, Leonardo adalah mantan kekasih dari masa lalu yang pernah begitu dekat dengannya.

Namun melihat kenyataan bahwa pria yang pernah ia kenal—bahkan pernah ia ajak Hidup Bersama—kini tewas dalam kondisi semutilasi itu... tanpa bola mata dan seluruh organ dalam yang dikuras habis...

Naluri kemanusiaan dan ingatan visusal Glow menghantam ketahanan mentalnya dengan sangat telak. Profesinya sebagai agen rahasia terlatih seketika runtuh menghadapi tingkat kesadisan yang melampaui batas kewajaran manusia biasa.

"Hoek!"

Glow menutup mulutnya dengan kedua tangan, membungkukkan tubuhnya ke bawah meja.

"Hoek! HOEKKK!"

Rasa mual yang amat pekat membakar kerongkongannya. Glow membanting kursi makan ke belakang, berlari cepat menuju kamar mandi terdekat di sudut lantai satu.

"Pearl!" panggil Lucifer kaget, meletakkan surat kabarnya seketika. "Ada apa dengan mu?"

Di meja makan, Lean berdiri dengan pelan. Wajah tampannya berpura-pura menunjukkan rasa cemas dan panik yang sempurna, namun di balik sorot mata birunya yang dalam, sebuah senyuman puas yang teramat tipis terukir tanpa diketahui siapapun.

Lean tahu betul siapa aktor di balik mutilasi sadis terhadap Leonardo DiCaprio tersebut.

Siapa lagi jika bukan sang kakek—Dariush Chase Ashford. Sang kakek penguasa tertinggi keluarga Ashford itu memiliki metode eksekusi yang sangat legendaris: siapa pun pria yang berani menyentuh, menggoda, atau berniat jahat pada wanita simpanan atau menantu keluarga Ashford, akan diulti dan dikuras seluruh organ dalamnya tanpa sisa sebagai persembahan kegelapan.

Leonardo yang mengaku bahwa Glow adalah bekas dirinya telah menerima ganjaran pamungkasnya dari sang Grandpa.

Lean melangkah cepat menyusul istrinya ke depan pintu kamar mandi. Suara muntahan Glow terdengar begitu tersiksa dari dalam.

"Pearl... kau tidak apa-apa?" panggil Lean dari luar pintu dengan nada suara selembut mungkin, mengetuk pintu kayu itu pelan. "Buka pintunya, Pearl..."

Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Glow berdiri di sana dengan wajah yang sangat pucat, bibirnya yang kering gemetar tipis, dan matanya berkaca-kaca akibat rasa mual yang melilit perutnya.

Lean dengan sigap merangkul pinggang ramping Glow, mengusap punggung istrinya dengan lembut seraya membimbingnya kembali ke area ruang makan.

"Minumlah air hangat ini pelan-pelan," ujar Lean manis, menyodorkan gelas air putih hangat ke jemari Glow yang dingin dan gemetar.

Glow menerima gelas itu, menyesapnya sedikit demi sedikit untuk mengusir rasa mual dan bayangan mengerikan jasad tanpa mata yang terus berputar di dalam kepalanya.

Lucifer dan Collins menatap Glow dengan pandangan khawatir. Collins—yang duduk di seberang meja—menyilangkan jemarinya di atas meja, menatap adiknya dari atas ke bawah dengan pandangan selidik yang aneh.

Collins berdehem pelan, memecahkan keheningan ruang makan.

"Glow..." panggil Collins dengan nada bernuansa menggoda namun serius. "Mual-mual, muntah di pagi hari, dan sensitif melihat hal-hal yang menggelikan... Apa kau hamil setelah kembali dari bulan madu di Maladewa?"

"Uhuk! UHUK! UHUK!"

Bukan Glow yang batuk kali ini.

Suara batuk hebat dan tersedak yang teramat keras justru meledak dari mulut Orion Leander Ashford!

Lean yang baru saja ikut menyesap air putih untuk menetralkan ketegangannya seketika tersedak hingga air menyembur tipis dari mulutnya. Pria bertubuh tegap itu menepuk dadanya sendiri dengan wajah terkejut yang luar biasa.

Mata biru Lean membelalak menatap Collins seolah-olah sang kakak ipar baru saja mengucapkan mantra sihir paling konyol di muka bumi.

Hamil?!

Bagaimana mungkin istrinya bisa hamil?!

Jangankan sampai ke tahap membuat seorang bayi... berciuman bibir secara layak dan intim saja mereka belum pernah melakukannya sejak hari pertama menikah!

Setiap kali Lean mencoba mengikis jarak atau melancarkan aksi mesumnya, Glow selalu berhasil menghindar, memukul bahunya, atau mengalihkan perhatian dengan kehebohan lainnya.

"M-maksudku..." Lean mencoba menguasai suaranya yang mendadak gagap dan meninggi setengah oktav, memiringkan kepalanya dengan raut wajah absurd. "Collins... itu... itu sama sekali tidak mungkin!"

Collins mengernyitkan alisnya, terkekeh pelan melihat reaksi berlebihan dari adik iparnya yang biasanya bertingkah lugu itu. "Kenapa tidak mungkin, Lean? Kalian kan suami istri, baru saja pulang dari liburan romantis di Maladewa selama berminggu-minggu. Wajar saja kalau adikku sekarang mengandung anakmu."

Glow yang berada di samping Lean seketika memutar bola matanya malas. Rasa mualnya mendadak berganti menjadi rasa jengkel yang membakar pipinya hingga kemerahan.

"Kak Collins, hentikan omong kosongmu!" bentak Glow dengan suara serak, memukul lengan Collins dengan serbet makan. "Aku hanya mual karena berita sadis itu! Gambar dan deskripsinya sangat menjijikkan!"

Lean mengangguk-angguk cepat menyetujui ucapan Glow, menyapu keringat dingin yang mendadak muncul di pelipisnya.

"I-iya, Collins!" sahut Lean cepat dengan raut wajah polos pahlawan bengkelnya yang kembali terpasang. "Pearl benar! Kami... kami di Maladewa hanya... hanya tidur lurus dan menikmati pemandangan laut! Tidak ada hal-hal aneh seperti itu!"

Lucifer Hurt hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya terkekeh pelan melihat tingkah Cucu Tuannya yang tampak begitu

polos dan lugu di hadapan mereka semua.

Lucifer tidak pernah membayangkan bahwa pria yang tampak sangat gugup bicara soal kehamilan istrinya ini adalah sosok monster yang sama yang memandangi eksekusi sadis Leonardo DiCaprio tanpa mengedipkan mata sedikit pun.

Glow menatap suaminya dari samping dengan pandangan menyipit tajam. Di dalam hatinya, rasa gemas dan penasaran bercampur aduk menjadi satu.

Tidur lurus katamu? Pria ini benar-benar pandai bersandiwara di depan keluargaku...

...----------------...

Malam ini Author Hanya Up Satu Bab Saja 🙏🏻, Terimakasih Banyak karena tetap stay di ke cerita ku. Besok Author Up banyak 🫶🏻

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!