Indonesia
NovelToon NovelToon
Secret Of The Heart

Secret Of The Heart

Status: tamat
Genre:Patahhati / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Secret of the heart. Dalam sebuah hubungan terkadang kita harus mengatakan apa yang kita rasakan kepada pasangan kita, sebab mereka bukan cenayang yang bisa menebak perasaan pasangan mereka atau pun orang lain.

Dan jangan menyikapi sebuah ungkapan dengan hal sepele. Misalnya terlalu berlebih, pamer atau ke kanak-kanakkan. Keharmonisan tidak memandang hal itu. Belajar lah mengungkapkan apa yang kalian rasakan bukan merahasiakan isi hati kalian atau kalian ingin berakhir seperti Melly dan Dion.

Keduanya menikah bukan karena perjodohan atau saling mencintai, bukan. Sebab keduanya menikah karena menginginkan dan

membutuhkan. Dion menginginkan Melly sementara Melly membutuhkan Dion. Aneh tapi inilah keadaannya.

Menikah di usia muda, bertahan selama hampir enam tahun dan berpisah karena tidak sanggup menghadapi sikap buruk pasangan tanpa ada yang mencoba introspeksi diri masing masing atau mencoba memperbaiki hal buruk itu.

Setelah berpisah satu tahun, ke salah pahaman dan kurangnya komunikasi kembali mempertemukan mereka dalam hubungan yang tidak seharunya Dion lakukan kepada Melly.

Semenjak kejadian itu Dion benar benar meninggalkan Melly tanpa mau memberikannya kesempatan untuk menjelaskan apa yang Melly rasakan. Dan dalam tiga bulan Dion bisa, mengantikan posisi Melly dengan orang lain sesuai janji nya kepada Melly.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada saja rencananya.

" OH ibu ingin membela anak ibu, baiklah! Aku akan memaafkan anak ibu, tetapi aku akan tetap menceraikannya. Keputusan aku sudah bulat dan sedang di proses, sekarang ibu bisa membawa Anak, cucu dan suami ibu pergi dari sini detik ini juga, kalian di pecat. Silakan pergi, aku nggak mau lihat wajah penipu di rumah ini. " Titah nya, membuat ibunya Ria shock, ia tidak menyangka semua akan seperti ini. Sementara kedua orang tua Dion tidak dapat berbuat apa apa untuk wanita yang telah membantu mereka mengurus Dion dan Dian. Kemarahan Dion terlalu mengerikan Jika di bantah.

Inilah buah dari hasil perbuatannya, Ria bukannya mendapatkan Dion! Lelaki itu justru semakin jauh dari jangkauannya.

Bahkan kedua orang tuanya harus merasakan pahit dari perbuatan nya yang terlalu maruk dan tidak tahu berterima kasih.

Seperti kata pepatah sudah di kasih hati malah minta jantung, sudah di kasih tali malah bergantung.

Dengan muka yang tertunduk, Kedua orang tuanya meninggalkan rumah itu sambil mengendong cucu mereka sementara Ria menatap gedung yang selama ini ia tempati dengan tatapan yang tidak dapat di artian, seolah kejadian beberapa saat lalu tidak cukup untuk membuatnya sadar.

" Sudah jangan Menatap lagi! Inilah akibatnya jika kamu terlalu serahkan." Ucap Ayahnya. Mereka kini tengah berdiri di pinggir jalan, menunggu taksi yang lewat.

" Kok, ayah juga ikut ikutan salah in aku! Harusnya ayah belain aku, karena Mas Dion itu suami aku, apa salah jika aku meminta hak aku sebagai seorang istri yang sudah seharusnya di nafkahi suaminya." Sahut ria, yang tidak terima begitu saja, di salahkan ayahnya.

" Kamu tidak akan salah, jika kamu dan nak Dion itu menikah karena saling suka dan Jangan lupa, nak Dion menikah kamu hanya untuk menolong ayah dan ibu karena sudah membantu mereka selama in, walaupun kita di gaji." Lelaki itu menjeda ucapannya sesaat. "Kamu harusnya sadar siapa kamu! Mana ada orang terpandang seperti nak Dion mau dengan kamu yang hanya upik abu di tambah kamu tidak bisa menjaga kehormatan kamu sebagai seorang wanita, Ayah rasa lelaki dari kalangan bawah seperti kita juga akan berpikir dua kali jika mau menikahi kamu. " Sambungnya panjang kali lebar, tanpa berpikir jika ucapannya akan menyakiti hati putrinya, yang lelaki paruh bayah itu tahu, dia harus menyadarkan putrinya dari mimpinya sekali pun dengan cara yang menyakitkan.

" Ayah.. " Teriak Ria sambil menghentakkan kakinya.

" Sudah sudah, omongan ayahmu memang benar nak! Dan sebaiknya kita pulang dulu, nggak enak di lihat orang kalau kita terlalu lama berdiri." Sahut ibunya Ria, sebelum Ria membuka mulut untuk melayangkan protes atas ucapan suaminya.

" Iya benar kata ibumu, Itu ada Taksi." lelaki paruh baya itu membenarkan ucapan istrinya dengan satu tangan terulur ke depan untuk menghentikan taksi yang lewat.

Begitu taksi berhenti, ayahnya Ria langsung memasukkan barang barang mereka ke dalam bagasi, sementara ibu dan anaknya langsung masuk kedalam taksi dan duduk di jok belakang, Ria sendiri masih tidak bergeming dari tempatnya, tatapan nya juga masih berpusat pada rumah megah yang beberapa tahun terakhir ini, ia tempati sampai sebuah mobil melintas di hadapan wanita itu, memutuskan tatapannya dari rumah keluarga XAVIER.

Bertepatan dengan ayahnya selesai, memasukkan barang barang mereka. " Pak ikuti mobil itu." Pintah Ria setelah ia dan ayahnya masuk kedalam taksi. Sang supir pung mengikuti mobil yang di tunjuk ria sekali pun pasang paruh bayah itu tidak setuju, tetap saja mereka tidak bisa melawan kehendak anak mereka.

...\=\=\=\=\=\=\=...

Setelah mengusir Ria dan Keluarganya, Dion menapaki anak tangga menuju kamarnya, guna membersihkan diri, sebelum bertemu dengan kedua wanitanya. Ia bahkan tidak peduli dengan sikap Melly nanti. Yang lelaki itu tahu, dia harus merebut hati sang mantan walaupun jalannya mungkin tidak akan semulus tol cipularang.

" Dion mau kemana kamu! Mama mau bicara sama kamu." Mamanya Dion, menghentikan langkah anaknya. Alis wanita paruh bayah itu mengerutkan Melihat penampilan Dion yang sedikit berbeda dari biasanya.

" Maaf ma, Dion nggak bisa sekarang! Kalau mama ingin membicarakan mereka dan satu lagi, keputusan Dion sudah bulat. Oke Dion pergi." Ucapnya seraya melangkah meninggalkan mamanya yang masih senang tiasa memanggil manggil namanya di belakang sana.

Hari ini Dion begitu bersemangat, perlahan tapi pasti penghambat hubungannya dengan Melly mulai berkurang, tinggal menunggu keputusan pengadilan saja.

Mobil Dion berhenti di depan lobby apartment, bertepatan dengan Melly dan Hani yang baru saja turun dari taksi.

" Dari mana?" Tanya Dion, ia Menghampiri mereka dan mengambil Hani dari gendongan Melly.

" Habis ajak Hani jalan jalan, Dia sepertinya bosan di Apartemen terus! Waktu kamu berangkat kerja dia terus merengek untuk di ke sekolah." Jawab Melly seadanya.

" Kenapa tidak hubungi aku." Tanya Dion lagi, ia menatap sekilas wajar putrinya seraya mengecup kening Hani berulang ulang.

" Aku nggak mau ganggu waktu." Sahut Melly.

" Honey, dari dulu sampai sekarang kamu itu prioritas aku, apalagi sekarang ada Hani. Tentu saja kalian yang lebih utama dari pada apapun Di dunia ini, kalian berdua itu harta paling berharga buat aku, paham." Dion begitu sungguh sungguh dengan ucapannya.

" Cih, simpan kata kata mu itu, untuk ABG labil di luar sana aku tidak akan termakan gombalan mu itu. Hmmm, kalau dulu aku prioritas kamu, kamu nggak mungkin mengkhianati aku, kamu nggak mungkin buat aku mengemis seperti orang bodoh di lobby kantor kamu dan kamu nggak akan menunjukkan kemesraan kamu dengan wanita lain di hadapan aku tepat saat aku sedang mengandung HANI apa lagi kamu sampai menikah lagi, apa ini yang di namakan prioritas." Ucap Melly tepat sasaran, membuat Dion tidak bisa kata kata. Usahanya untuk meyakinkan Melly justru menjadi belati tak kasat mata yang menikam tepat di dadanya." Lupakan, aku sedang tidak ingin berdebat. " Melly berjalan melewati Dion.

Lelaki itu pun mengikuti langkah Melly Dan menyesuaikan langkah mereka sebelum ibu satu anak itu masuk ke dalam lift. " Maaf! besok aku akan mendaftarkan nya, ke sekolah yang terbaik." Ucap Dion, Tetapi tidak terlalu di hiraukan oleh Melly.

Sampainya Di apartemen, Dion menidurkan, Hani di kamar! Ia sungguh tidak menyadari kapan Hani tertidur di pundaknya.

Setelah itu ia menemui Melly untuk membicarakan sekolah HANI." Aku tidak berniat untuk menyekolahkan Hani di sini." Jelas Mally begitu Dion duduk tepat di sampingnya.

" Kenapa, apa kamu tidak ingin Hani mendapatkan pendidikannya atau kamu ingin lari lagi." Tuduh Dion, membuat Melly tersenyum mengejek.

" Otak ku tidak sedangkal itu, kamu harus tau, aku melakukan semua itu karena tidak ingin Hani Di bully." Sahut Melly begitu tenang.

" Apa maksud kamu. "

" Hani Hanya miliki ibu, di akta kelahirannya." pernyataan Melly membuat otak Dion, berhenti bekerja.

.... ...

.... ...

.... ...

.... ...

...Bersambung. ...

...Happy reading., 💘💘...

1
Mely Kanzafaiz
novel satu cinta untuk dua hati koq gak ad ya Thor
Gendhis Ayunindya
/Sob/
Telik sandi Megantara
novelnya berat² thor
kuatkanlah hamba ya Allah
Telik sandi Megantara
aamiin
Telik sandi Megantara
koplak haha
Telik sandi Megantara
waduh
Telik sandi Megantara
bunda vio emang keren, nyuci otaknya gak tangung²
Telik sandi Megantara
ritmenya melelahkan ya thor
Telik sandi Megantara
melly kadal bener
Telik sandi Megantara
banyak typonya dan tumben aku gak mudeng bin gak nalar. minum aqua kali akunya wkwk
Telik sandi Megantara
keras kepala bgt sih mel
Telik sandi Megantara
nah.... bibit unggul nih
Telik sandi Megantara
dian gercep bgt ya
Telik sandi Megantara
syukurlah othor sadar isi hati reader
Telik sandi Megantara
ternysta aslinya hati melly lemah
Telik sandi Megantara
otak suci creet. eh preet lah
Telik sandi Megantara
serba salah kan jadi pembaca
Telik sandi Megantara
serba salah
Telik sandi Megantara
asal tau aja cerai baik untuk semua, tapi kok kaya mempermainkan pernikahan
tapi tetap sebaiknya cerai
Telik sandi Megantara
keluarga yg komplit, disatukan di rumah sakit. sabar dion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!