Jika kau menjadi manusia terakhir, apa yang akan kau lakukan?
Apa yang akan kau rasakan?
Apakah kau merasa kesepian?
Terombang-ambing di Angkasa Lepas
Tanpa adanya satu petunjuk
Hingga pada satu titik
Kau berkhayal kalau kau mendengar suara seseorang
Kau menghiraukan suara-suara itu karena kau mengetahui fakta bahwa kau sendirian.
Terlelap dalam kesepian dan terbangun dalam kegelapan.
Berkhayal bahwa kau merasakan Dunia yang telah hancur.
Hingga akhirnya.
Terbangun kembali di kenyataan.
Dan tak bisa melakukan apapun.
Hingga tiba-tiba seorang wanita muncul di hadapanmu dan menawarkan sebuah kesempatan.
XXXX
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzhar Amrun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 : Masa lalu yang diubah
Lynn melompat.
Dia berlari dari dekat Alyssa yang terpaku dan melompat menuju arah Nina yang sedang kesulitan mempertahankan hidupnya.
"hei nak, kau tak apa?"
Hembusan angin kuat melewati tubuh Alyssa dan membuatnya terhempas ke belakang.
"kau... menyelamatkanku pak.. terimakasih."
Nina kesulitan berbicara.
"yaa, tak apa, pergilah menuju temanmu disana, dia mengkhawatirkan mu sambil terdiam disana."
"ya..."
Nina yang telah diselamatkan oleh Lynn kemudian pergi menuju Alyssa yang terdiam panik dan memikirkan perkataan ibunya.
Lynn mendekati Alyssa yang sedang terhempas ke belakang.
"kenapa kau melakukan itu?!"
"entahlah... insting kurasa... memangnya apa salahnya menyelamatkan seseorang yang sedang berada dalam ambang kematiannya?"
"itu tak salah... tapi bukankah yang kau lakukan barusan juga takkan membuat perubahan?"
"tak membuat perubahan? ahh... berarti aku masih belum merubah hatimu ya."
"apa maksud-"
"Alyssa... aku hanya ingin memperlihatkan padamu, kalau kau tak bersalah... kau takut dan itu tak apa, jika kau takut maka ada aku yang akan menyelamatkan Nina."
"tapi bukankah itu sia-sia?"
"yah... memang sia-sia, aku tak mengubah masa lalu dari dalam ingatanmu, tapi setidaknya aku ingin memperlihatkan kemungkinannya padamu."
"aku masih tak mengerti."
Lynn menghembuskan nafasnya.
"hahh... intinya, Alyssa! jangan menyalahkan dirimu sendiri, kau terlalu menyalahkan dirimu sendiri, jangan mengemban semuanya sendiri, kau menderita karena kau tak membagikan keresahanmu itu pada orang-orang yang peduli padamu."
"siapa... aku sendirian."
"ibumu, dia sangat mencintaimu."
"bukan dia..."
"ayahmu, dia pria yang akan memberikanmu semangat."
"bukan dia..."
"Dayra... kau masih mempunyai dia, Dia tak menyalahkanmu atas kejadian yang terjadi."
"tidak..."
Alyssa menangis.
"lalu siapa? kenapa diantara semuanya kau memperlihatkan ini padaku... artinya kau ingin seseorang mengetahui penderitaan yang kau alami bukan?"
Alyssa tak berhenti menangis.
"aku... hanya..."
"kau kesepian dan mengemban semuanya sendirian, kau harusnya memberitahukan semuanya pada seseorang."
Isak tangis Alyssa makin menjadi, hatinya seperti dipukul dan mengeluarkan air dari matanya lebih banyak.
"tak apa, menangislah!"
"tak ada yang melarangnya, bahkan pria paling kuat di dunia pun pernah menangis saat masih dalam buaian ibunya."
"semua orang menangis, menangis saat merasakan kesakitan, menangis saat merasakan kepahitan, bahkan mereka menangis saat bahagia."
"tak ada larangan untuk menangis."
Alyssa menangis lebih kencang.
"aku... hanya tak ingin Nina mati... aku tak bisa... kenapa..."
"begitu, keluarkan saja semua yang ada di benakmu padaku."
"huaaaaa!"
Lynn mengelus-elus kepalanya.
...
Alyssa telah puas menangis.
"sekarang bagaimana?"
"entahlah, aku perlu menemui temanku sekarang, aku meminjam tubuhmu saat ini."
"apa maksudmu meminjam tubuhku."
"ya.. aku memakai tubuhmu di dunia nyata, kau mengerti?"
"ahh, maksudmu kau memakai tubuhku di dunia nyata."
"tunggu dulu.."
"itu artinya..."
"..."
Wajah Alyssa memerah dan menampar wajah Lynn dengan sangat keras.
"untuk apa itu?!"
"kau manusia mesum sialan! melihat-lihat tubuhku sebelum pengantinku melihatnya"
"ah.. maaf."
Mereka terdiam.
"yahh... sebenarnya.. tak apa."
"aku tak benar-benar melihatnya, dulu hanya sebuah ketidaksengajaan."
Alyssa menampar lagi Lynn dengan keras.
"sudahlah jangan membicarakan hal itu lagi."
"baiklah..."
"jadi... bagaimana Alyssa, apa kau sudah baikan?"
"ya... begitulah, sekarang bagaimana?"
"kurasa aku akan meminta izin padamu."
"izin? izin apa?"
"sudah kubilang aku masih harus menemukan temanku, ada sebuah masalah di waktu ini."
"masalah apa?"
"tak ada.. kurasa itu rahasia."
"lalu kenapa kau memberikanku."
"ahh sial, aku kelewatan."
Alyssa tertawa.
"kau cukup lucu juga."
"benarkah? tak ada yang memanggilku seperti itu setelah 1000 tahun lamanya."
"kau sudah hidup selama itu?!?!"
"bisa saja."
"aku adalah aki-aki peyot yang menyelamatkan dunia."
Alyssa tertawa lebih keras.
"yahh... kau ternyata orang yang mudah diajak berbicara yah Alyssa."
"begitulah... yahh kurasa, sekarang saatnya kau kembali."
"ya.. dunia ingatanmu ini mulai menutup bukan?"
"yah.. sepertinya tubuhku mulai terbangun, berjagalah jangan sampai membuat tubuhku lecet."
"aku berjanji.. tak ada yang lecet tapi mungkin hanya sebuah tangan yang hilang."
"bercandamu itu tak lucu sama sekali."
"maafkan aku."
"..."
"baiklah, Alyssa.. kurasa saat ini adalah sebuah perpisahan... aku tak tahu selanjutnya kau akan mengingatku lagi atau tidak, jujur saja aku belum mengetahui persis cara kerjanya, jadi bisa saja ini pertemuan pertama dan juga terakhir kita."
"ya.. tapi aku akan kesepian jika kau benar-benar takkan menemuiku lagi."
"kau masih mempunyai orang-orang yang peduli padamu bukan?"
"begitulah."
"baiklah."
"selamat tinggal Alyssa."
"ya."
...
...
...
...
Lynn terbangun, dia terbangun di ranjang Dayra.
"ahh kau sudah bangun yah Alyssa."
Sebuah suara di sebelah kanan ranjang Dayra terdengar familiar dengan telinga Lynn.
Lynn masih melihat semuanya dengan kunang-kunang dan tak jelas, tapi ada seseorang disana.
Dug!
Dayra membuka pintu kamarnya.
"ahh Alyssa, kau sudah bangun ternyata... aku mengkhawatirkanmu." Dayra kian mendekati ranjang.
"benar kan..." Dia berbicara pada seseorang yang ada di sebelah kanan ranjang.
...
"Nina."
!
Nina!?
Lynn langsung mengusap matanya untuk melihat lebih jelas, melihat semua keadaan lebih jelas.
"Nina? tunggu tapi... bagaimana?"
"apa maksudmu Alyssa?"
"tidak.. aku hanya, Nina apa itu benar kau?"
"ya.. ini aku.." Nina menjawab dengan suara lembutnya.
"apa yang terjadi... bukankah.."
"Alyssa... kenapa sikapmu aneh sekali." Dayra keheranan dengan sikap temannya yang baru saja siuman.
"beritahu aku.. kenapa aku bisa disini." Lynn ingin memastikan sesuatu.
"yah.."
"kau tadi berjalan sempoyongan di kota dan aku melihatmu lalu mengajakmu kesini untuk membicarakan masalahmu."
"lalu di jalan, Nina melihat aku sedang membawamu yang sepertinya kurang enak badan dan membantuku membawamu kesini."
"kau menceritakan semuanya dan tiba-tiba bersikap aneh dan pingsan... untung saja kau pingsan di rumah ini."
"tunggu dulu Dayra... ini sangat tiba-tiba untukku."
"ada apa Alyssa? kenapa kau kebingungan seperti itu."
"Nina!" Lynn mendekati dan mencoba merasakan tubuh Nina.
Dia terasa... nyata!
"ya.." Nina ketakutan.
"saat dulu kita pergi ke dermaga... kau terjatuh menuju danau bukan.."
"ya.. tapi ada seseorang yang menyelamatkanku."
Lynn langsung terdiam.
Dia mengetahui apa yang terjadi.
Lynn telah mengubah masa lalu dari ingatan Alyssa.
"aku... harus pergi.."
"mau kemana kau Alyssa? kau baru saja siuman."
Lynn harus menemui Eleisa, dia ingat dengan betul kalau Eleisa sudah berada di suatu tempat di kerajaan ini.
Lynn berlari dengan tubuh lemas Alyssa, di waktu ini yang terjadi pada tubuh Alyssa bukanlah sebuah trauma, tapi hanyalah sakit.
"sialan, apa yang telah kulakukan."
Lynn terus berlari di kerajaan.
Mencari.
Mencari.
Dan terus mencari Eleisa.
Terus berlari.
Dan hujan turun dengan deras saat Lynn terus berlari.
Tubuh Alyssa.
Semakin tidak kuat menahan bebannya.
Lynn terjatuh.
Di tengah hujan dia terbaring di jalan.
"ahh ini gawat ...ja, kurasa kita harus membantunya."
"Eleisa.." Lynn menyebutkan nama itu dengan lemas.
"..ra kur.. kit.. ha.. mem.. pa.. ...sa"
Kesadaran Lynn hilang lagi, dia tumbang dengan tubuh Alyssa dua kali hari ini.
...
...
...
jangan lupa mampir juga ya