Indonesia
NovelToon NovelToon
BLIND CHOICE

BLIND CHOICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Murid Genius / Teen School/College / Bad Boy
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: gita_17

Blind Choice : Semua pilihan tergantung bagaimana kau menyelesaikannya, akan kau abaikan atau kau perjuangkan sekuat tenaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gita_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 | Putar Balik

^^^Beberapa waktu yang lalu...^^^

Mobil Kak Farrel meninggalkan gerbang sekolah sedangkan Alea masih melirik spion yang memantulkan bayangan Dewa yang masih berdiri melihat kepergiannya. Wajah khawatir terlihat jelas di wajah Alea. Kak Farrel yang duduk disampingnya tentu dapat melihat kegelisahan adiknya.

"Ngliatin apa sih? kayaknya ada sesuatu yang terjadi", tanya Kak Farrel sambil melongok ke spion penasaran.

Alea terkesiap membetulkan duduknya seraya melemparkan pandangannya ke depan. "Hah, bukan apa apa".

"Yakin gak ada apa apa? ".

Kak Farrel masih melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lambat sambil memperhatikan adiknya yang terlihat gelisah.

Sejenak suasana di dalam mobil sunyi. Kak Farrel sebenarnya curiga jika sesuatu terjadi pada adiknya, namun dia enggan bertanya dan lebih memilih menunggu adiknya bercerita sendiri.

"Kak, bisa puter balik gak? ", celetuk Alea tiba-tiba.

"Kenapa? ada yang ketinggalan di sekolah? ", tanya Kak Farrel yang secepat kilat memutar kemudi melesatkan mobilnya kembali ke arah sekolah.

"Enggak ada, cuman perasaanku gak enak".

"Cowok barusan siapa?, Kakak belum pernah lihat kayaknya".

"Namanya Dewa, dia temen sekelas Lea".

"Oh, cuman temen? Kayaknya ada sesuatu diantara kalian".

"Ceritanya panjang, yang jelas Kak Kevin ngajak ketemu Dewa sekarang". Kegelisahan terlihat jelas di wajah Alea.

" Kevin? ", Kak Farrel sepertinya sudah dapat mengira hal apa yang sudah membuat adiknya gelisah.

"Nanti Alea ceritain di rumah, ada hal yang belum Lea kasih tau juga ke Kakak".

Kak Farrel sebenarnya penasaran dengan hal yang ingin di katakan adiknya, namun melihat adiknya yang semakin gelisah, tak berani dia mendesaknya. Kak Farrel hanya mengiyakan saja tanpa banyak berkata.

Tak berapa lama mobil Kak Farrel sudah terparkir di depan gerbang sekolah lagi. Alea bergegas turun dari mobil cepat.

"Kak, gak usah tunggu Lea, nanti Lea pulang sendiri, maaf uda bikin Kakak bolak balik". Kata Alea sebelum menutup pintu mobil.

Alea berlari ke gerbang dan berhenti sejenak melihat Kakaknya yang masih duduk di mobil sambil memperhatikannya cemas.

"Cepat pulang, hati-hati di jalan Kak", seru Alea pada Kakaknya sambil melambaikan tangannya dan menyuruh Kakaknya untuk segera pergi. Alea juga mengisyaratkan bahwa dia akan baik-baik saja.

"...kalau ada sesuatu langsung telfon Kakak", teriak Kak Farrel yang langsung pergi meninggalkan sekolah.

Alea mengangguk dan langsung bergegas lari menyeberangi halaman sekolahnya yang sangat luas setelah mobil Kakaknya melesat di jalan. Orang yang sudah lama mengenal Alea pasti akan merasa aneh melihat Alea berlari, karena jarang sekali Alea terlihat berlari kecuali saat pelajaran olahraga. Beberapa kali Alea berhenti mengatur nafasnya yang ngap-ngapan. Jelas paru-parunya kaget tiba-tiba di ajak sprint. Sejenak Alea pun meras sebal karena halaman sekolahnya yang sangat luas padahal sebelumnya tak pernah dia protes.

Setelah melewati jalan panjang dengan pohon-pohon cemara yang berjejer rapih di sampingnya, Alea berbelok ke arah gedung tempat stadion basket berada. Nafasnya masih memburu, jantungnya berdegup sangat kencang dan kakinya terasa pegal. Saat mendekati pintu stadion Alea sedikit mengurangi kecepatannya sambil mengatur nafas dan detak jantungnya. Alea langsung saja menerobos masuk ke dalam stadion tanpa permisi.

***

Dewa dan Alea masih duduk di tribun stadion basket. Terlihat plester menempel di sudut bibir Dewa yang pecah akibat hantaman kepalan tangan Kevin beberapa waktu yang lalu.

Alea masih memandangi luka di wajah Dewa yang sekarang kelihatan membiru. Dipandanginya dengan ekpresi seperti ikut menahan perih.

"Ini beneran gak sakit Wa", tanya Alea sambil tangannya menunjuk luka lebam di wajah Dewa. Wajahnya ikut meringis seperti merasakan perihnya. "... kayaknya ini harus di cek kerumah sakit deh. Gimana kalau tulang pipi lo retak, atau wajahnya bengkak gak mau kempes. Kalau nanti lukanya infeksi ini bisa bahaya". Alea nyerocos khawatir.

Dewa melihat tingkah Alea dengan gemas. "Bawel". Tangan kiri Dewa reflek menutup mata Alea sambil tersenyum. "Ternyata lo bisa cerewet juga ya", tambahnya gemas.

Alea terkesiap, tangannya reflek melepas tangan Dewa yang menutup matanya. "Hehehe... gue cuman takut lo kenapa-napa".

"Jadi maksudnya lo khawatirin gue? ", wajah Dewa memerah.

"He em", Alea mengangguk dengan tatapan malunya.

Beberapa saat mereka berdua hanya saling bertatapan dengan salah tingkah.

"Ngomong-ngomong kok lo bisa tiba-tiba di sini, tadikan lo uda pulang bareng kakak lo".

"Hehee, gue minta puter balik".

"Serius? ", wajah Dewa tertegun tak percaya. "... kakak lo gak curiga atau nolak gitu?".

"Eeem, sebenernya kayaknya dia curiga kalau ada sesuatu yang gak beres, tapi tadi gue uda janji bakal cerita semuanya pas uda di rumah jadi dia gak banyak tanya".

"Lo deket banget sama kakak lo ya? ".

"He em", Alea mengangguk.

"Apa perlu gue silaturahmi ke kakak lo juga, gak enak soalnya, kayaknya tadi dia natap gue serem waktu di depan gerbang".

"Tenang aja kakak gue gak strength amat kok, paling dia cuman penasaran sama lo, kalau uda tau masalahnya apa dia bakal ngerti kok".

"Kakak lo juga tau Kevin? ".

"He em", Alea mengangguk pelan. " ...Kak Kevin sering ke rumah, jadi orang rumah semua tau dia", tambah Alea sambil menatap ke Dewa.

"Owh", ekspresi kecewa jelas tergambar di wajah Dewa. "...mereka juga tau kalau Kevin suka sama lo?".

Alea mengangguk ragu, dia menyadari Dewa tak suka mendengarnya. "Sebenernya Kak Kevin gak pernah lama kalau ke rumah, soalnya kalau dia datang gue sering nyari alasan buat gak nemuin dia, kalaupun terlanjur harus nemuin dia gua nyari alasan biar bisa cepet-cepet kabur", jelas Alea yang tak ingin Dewa salah sangka terhadapnya dan Kevin.

"Tapi gue akuin Kevin emang hebat, dia masih bertahan bertahun-tahun meskipun lo gak pernah nerima perasaannya".

"Lo pasti nganggep gue jahat ya".

"Eh, engga gitu maksud gue, gue nggak nyalahin lo kok. Masalah perasaan emang gak bisa dipaksain dan itu hak semua orang tanpa bisa di ganggu gugat", Dewa menatap Alea dengan perasaan bersalah. "... lagian gue juga seneng karena lo gak nerima Kevin".

"... kenapa emangnya? ", tanya Alea grogi.

"Pingin tau ya? ", goda Dewa dengan kerlingan matanya yang jail.

Alea manyun sambil sedikit kesal dengan kejailan Dewa, sedangkan Dewa tertawa puas.

"Jangan manyun terus, mau gue anterin pulang gak? ".

Alea diam, masih sebal.

"Kalau manyun tambah cantik nanti", ledek Dewa dengan senyum manisnya.

Wajah Alea memerah dan senyum tertahan mengembang di wajahnya.

"Dewa, jangan ngledek gitu ah".

Dewa tertawa terpingkal dengan sikap manja Alea. Kemudian Dewa berdiri dan mencangklong tasnya. "Ayok gue anterin pulang, nanti kalau gak pulang-pulang kakak lo marah".

Alea ikut berdiri menggendong tasnya. Mereka berdua lantas berjalan beriringan menuju parkiran motor sambil berbincang dan tertawa.

...****************...

1
Mawar_Jingga
semangat kak💪💪💪💪
Mawar_Jingga
di tunggu up nya kak💪💪💪
Mawar_Jingga
halo kak salam kenal,
aku mampir nih🤭
mampir kembali dan ikuti"sepotong sayap patah" dan mari saling mendukung🤗
gita_17: salam kenal juga,
Terima kasih sudah mampir,
iya nanti aku mampir.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!