Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."
Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.
Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.
"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan Balas Dendam Dimulai
Suasana di dalam aula utama Kediaman Grand Sterling mendadak terasa semakin menyesakkan hingga nyaris merenggut oksigen dari paru-paru setiap orang yang hadir, tepat setelah gelas beracun itu diletakkan dengan sopan namun mematikan di sisi meja kehormatan Ceira. Setiap pasang mata di ruangan megah tersebut masih terhipnotis secara total oleh ketegangan yang membara antara Zayn Al-Fayed dan para penguasa dunia bawah. Tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa sebuah bahaya psikologis yang dirancang untuk menghancurkan harga diri seseorang baru saja disusupkan secara diam-diam ke meja tempat ratu mereka duduk.
“Jangan biarkan tikus-tikus menjijikkan itu merasa menang, Ceira!” suara Scarlett menderu panas membakar batok kepala, memompa setiap sel saraf di dalam tubuh mereka dengan adrenalin murni yang menuntut pembalasan darah dan kehancuran mutlak. “Wanita pirang sialan berambut tiruan itu berpikir dia bisa mempermainkan kita di hadapan ratusan petinggi sindikat dan lolos begitu saja? Mari kita buat dia menyesal telah dilahirkan ke dunia ini dan menyaksikan betapa mengerikannya akibat dari mencakar singa!”
Ceira menarik napas dalam-dalam, menstabilkan gejolak emosi yang bercampur aduk antara amarah membara dari Scarlett dan ketenangan mutlak miliknya sendiri. Di balik ekspresi datarnya yang memancarkan aura seorang penguasa dunia bawah yang tak tersentuh, otaknya berputar sangat cepat merumuskan strategi catur yang mematikan. Ia tahu betul, jika ia langsung berteriak histeris menuduh Clara meracuni minumannya di hadapan para tamu elit tanpa persiapan, situasinya bisa berbalik menjadi drama murahan yang justru menguntungkan musuh-musuhnya. Para petinggi sindikat dunia hitam sangat memuja bukti nyata yang tak terbantahkan, bukan sekadar tuduhan kosong tanpa eksekusi yang elegan dan berdarah dingin.
Di sudut terjauh ruangan yang agak remang-remang, Clara masih berdiri terpaku di balik pilar pualam dengan jantung yang berdegup kencang bak tabuhan genderang perang yang siap memecah dada. Senyuman penuh kemenangan yang busuk dan menjijikkan terukir jelas di bibirnya yang dipulas gincu merah terang. Matanya tidak lepas menatap tajam ke arah meja utama, menghitung detik demi detik penantian di mana Ceira akan mengangkat gelas champagne tersebut dan menenggaknya hingga tandas tanpa rasa curiga.
“Minumlah, cepat minumlah racun itu dan hancurkan dirimu sendiri di hadapan mereka...” batin Clara terus merapal doa penuh racun dengan mata terbelalak lebar, sepenuhnya dibutakan oleh ambisi busuk, rasa iri yang teramat sangat, serta kebencian yang telah merusak akal sehatnya. “Begitu cairan itu masuk ke dalam aliran darahmu, hancurlah reputasimu di hadapan Kaiser, King, and Zero! Kau akan dicap sebagai wanita murahan yang haus sentuhan pria!”
Namun, apa yang terjadi selanjutnya justru membuat darah Clara mendadak membeku seketika hingga sekujur tubuhnya terasa disiram oleh air es dari kutub utara.
Alih-alih menyentuh gelas champagne beracun buatan Clara tersebut, tangan lentik Ceira justru terulur dengan gerakan yang sangat anggun, tenang, dan penuh wibawa. Bukan gelas miliknya yang ia ambil, melainkan gelas whisky amber bersih milik Kaiser yang terletak di dekat tempat duduk pria itu. Dengan tatapan mata yang terkunci lurus menantang pada Zayn Al-Fayed di hadapan mereka, Ceira mengangkat gelas kristal berat itu perlahan ke dekat bibirnya.
“Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan, Ceira?! KAU SUDAH GILA?!” protes Scarlett terkejut bukan kepalang di dalam ruang kesadaran mereka. “Itu minuman Kaiser, bukan gelas beracun keparat milik si pirang sialan itu! Kenapa kau malah menyentuh punya pria itu?!”
“Percaya padaku, Scarlett,” balas Ceira dalam keheningan batinnya dengan seringai tipis yang sangat mematikan, bagaikan malaikat maut yang siap mencabut nyawa. “Kita tidak akan pernah meminum racun murahan yang dikirimkan oleh tikus got. Kita akan memutarbalikkan meja ini dan menghantam kepala penciptanya dengan tangan mereka sendiri.”
Kaiser, yang duduk tepat di sampingnya, menoleh sekilas dengan sebelah alis terangkat tinggi tanda tertarik. Alih-alih melarang atau merebut gelas tersebut, sudut bibir pria berdarah dingin itu justru tertarik membentuk senyuman penuh kekaguman dan obsesi yang semakin mendalam. Kaiser tahu persis wanita di sampingnya bukanlah mangsa lemah yang bisa ditundukkan dengan mudah; Ceira adalah predator sejati yang kini mengenakan gaun malam berlumuran darah kiasan.
Sebelum setetes pun cairan whisky amber itu menyentuh bibirnya, Ceira dengan gerakan refleks yang disengaja—namun tampak sangat natural seolah-olah ia kehilangan keseimbangan karena tekanan suasana ruangan yang mendadak panas—menyenggol gelas champagne beracun yang berada di sisi kanannya.
Prang!
Gelas kristal mewah berisi cairan perangsang ilegal buatan Clara itu jatuh tersungkur keras menghantam lantai marmer putih yang berkilau, pecah berkeping-keping dengan suara nyaring yang memecah keheningan aula, membasahi gaun malam mewah Ceira di bagian ujung bawah serta menggenangi lantai dengan cairan bening beraroma menyengat.
Seketika itu juga, seluruh percakapan, bisik-bisik, dan ketegangan di dalam aula mendadak terhenti total bagaikan rekaman video yang ditekan tombol jeda. Perhatian ratusan tamu undangan langsung beralih serentak ke arah meja utama, menyaksikan genangan cairan aneh di lantai tepat di bawah kaki sang ratu Sterling.
"Ada apa, Nyonya Sterling?" suara berat King menggelegar rendah dan berat, memecah keheningan dengan nada penuh otoritas mutlak yang langsung membuat para tamu undangan menahan napas ketakutan.
Ceira mendongak perlahan, menampilkan ekspresi wajah yang tampak terkejut namun di saat yang sama memancarkan kemarahan dingin yang menusuk tulang siapa pun yang melihatnya. Ia tidak berbicara pada Kaiser maupun King, melainkan mengalihkan manik mata cokelat tajamnya langsung ke arah sudut ruangan tempat Clara bersembunyi di balik pilar pualam besar.
"Sepertinya..." suara Ceira bergetar tipis namun terdengar sangat jelas dan menggema di seluruh sudut aula yang mendadak sunyi senyap bagaikan kuburan. "...ada tamu tidak diundang yang sengaja mengirimkan 'hadiah istimewa' ke atas meja kehormatan kami. Sebuah racun perangsang kelas atas yang ilegal dan sangat mematikan di pasaran gelap dunia hitam."
Mendengar kata-kata racun dan perangsang psikotropika tersebut, seluruh petinggi sindikat langsung saling berpandangan dengan wajah tegang dan bergidik ngeri. Di sudut ruangan, warna muka Clara mendadak pias seketika, kehilangan seluruh darah di wajahnya. Tubuhnya bergetar hebat hingga nyaris merosot jatuh ke lantai, sementara keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Rencana busuk yang ia susun dengan susah payah kini berbalik menghantam lehernya sendiri bagaikan bumerang berdarah yang siap menebas kepalanya.
"Lucid," panggil King tanpa mengalihkan pandangannya dari depan, suaranya terdengar bagaikan vonis mati langsung dari neraka terdalam. "Seret tikus got yang berani bermain-main di sarang kita ke hadapanku sekarang juga, tanpa sisa ampun."
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏