Hilary memutuskan untuk pergi ke salah satu villa milik suaminya yakni Jarrod. Sebuah villa mewah modern dengan pemandangan alam dan berada di dekat danau. Dia kesana untuk mencari inspirasi untuk mengikuti ajang London Fashion Week.
Akan tetapi semenjak dia tinggal di villa itu, dia bermimpi bertemu dengan wanita cantik berambut merah di dasar danau. Wanita itu berwajah sedih dan mengucapkan "Tolong bantu aku".
Dimana mimpi itu terus berulang setiap malam, dan keanehan pun terjadi di villa itu yang terus menerornya.
Siapakah wanita itu dan misteri apa di balik mimpi yang terus menghantui Hilary, simak kisahnya sekarang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jari Gatal Wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB PHM : 28
Jarrod mengajak ayahnya dinner ke restoran baru Caroline, dia sengaja memesan tempat di dekat jendela dengan view kota London di malam hari. Caroline datang mengenakan off shoulder dress berwarna biru nan ketat menunjukkan lekuk tubuhnya yang ramping. Rambutnya terkuncir satu rapi nan lurus menjuntai ke bawah. Menunjukkan jenjang lehernya yang panjang dan memikat.
Caroline menyapa para tamu yang datang ke restorannya, melihat kedatangan Jarrod bersama ayahnya dia pun bergegas menyapa mereka.
“Selamat malam Jarrod, senang dapat melihatmu lagi disini” ucap Caroline sambil tersenyum ramah.
“Selamat malam Caroline, terimakasih atas sambutannya. Perkenalkan dia ayahku, Elmer Gracewell. Aku sengaja mengajak makan malam disini karena rasa makanan restoranmu enak” sahut Jarrod sambil tersenyum dan memperkenalkan ayahnya.
“Benarkah, wah ini sebuah penghormatan bagiku bisa bertemu dengan ayahmu. Semoga anda senang dengan pelayanan kami dan hidangan yang kami sungguhkan” tambah Caroline.
“Semoga” jawab singkat ayah Jarrod dengan dingin.
Melihat sikap ayah Jarrod yang dingin membuat Caroline memutuskan untuk meninggalkan keduanya. Caroline pun berpindah ke meja tamu lainnya untuk menyapa mereka. Melihat wajah ayahnya, Jarrod menyadari ayahnya tidak nyaman mendengar nama Caroline.
“Dia cantik kan yah?”.
“Ya dia memang cantik dan menawan”.
“Sayang kami tidak bersama, takdir berkata lain meski dulu aku sangat mencintainya”.
“Begitulah cinta, tidak ada yang tahu kemana arah cinta itu menepi”.
Makanan yang mereka pesan pun datang dan di hidangkan, kedua mulai makan sambil berbincang bisnis serta berbagai hal mengenai perusahaan. Jarrod berusaha untuk membuat ayahnya rileks sebelum dia mulai menginterogasi ayahnya mengenai Caroline.
Seusai makan, kedua duduk sambil minum wine menatap pemandangan London di malam hari dari balik jendela.
“Pemandangan yang indah ya ayah, aku berniat tahun depan membuat pesta dansa untuk hari ulang tahun pernikahanku dengan Hilary”.
“Pesta dansa?”.
“Ya sebuah pesta dansa, mengundang kolega dan para bangsawan lainnya”.
“Kenapa harus acara pesta dansa, itu terdengar sangat formal. Lakukan saja quality time untuk menyambut ulang tahun pernikahan kalian. Apalagi banyak scandal yang kamu lakukan di luar sana, Hilary bertahan karena hutang budi kepada keluarga kita. Perbaikilah sifat burukmu itu, jangan sampai kamu kehilangan istrimu”.
“Apakah ayah pernah menggelar pesta dansa?”.
“Apa? Kenapa kamu bertanya mengenai hal itu. Pastinya keluarga kita pernah melakukannya untuk merekatkan hubungan dengan para kolega dan bangsawan lain di Inggris”.
“Begitu pun dengan teman masa remaja ayah, seperti Caroline?”.
DHEG!
“Apa yang sebenarnya kamu ingin bicarakan, mengapa kamu membahasnya?”.
“Foto wanita berambut merah yang ada di ruang baca di villa waktu itu adalah Caroline, bukan?. Sebenarnya siapa dia hingga ayah menyimpan fotonya hingga sekarang?”.
“Siapa yang memberitahumu mengenai dirinya, apakah istrimu?”.
“Benar, apa hubungan ayah dengannya dan dimana sekarang Caroline berada?”.
“Kenapa kamu bertanya kepadaku bukan menanyai istrimu sendiri. Ayah tidak tahu mengenai dirinya, hubungan kami hanya sebatas teman”.
“Jujurlah kepadaku ayah, hanya ayah yang bisa membantu Hilary keluar dari terror mimpi yang selama ini membelenggunya. Aku melihatnya malam itu dimana Hilary mencium ayah di villa. Aku tak mau dia menjadi sosok lain yang tak aku kenal karena masa lalu yang ayah tutupi itu”.
Wajah Elmer seketika menegang, rahangnya kaku dan seakan dirinya di sambar petir saat itu. Mendengar putranya memergoki dirinya bersama menantunya di malam itu. Disisi lain berbagai pertanyaan memenuhi isi kepalanya mengenai hubungan Hilary dan Caroline.
Dia yang tergugup di tatap putranya dengan tajam yang duduk persis di hadapannya, mencoba meneguk wine yang ada di depannya.
“GLUK…GLUK…GLUK”.
Seakan lidahnya kelu, kerongkongannya kering dan wajahnya pun memucat. Elmer masih terdiam sejenak, lalu mengajak putranya itu untuk pulang bersamanya. Dia memilih membicarakan hal privasinya di rumahnya sendiri. Dia tak ingin ada orang mendengar mengenai masa lalunya yang akan dia ceritakan kepada putranya. Jarrod mengikuti kemauan ayahnya untuk berbicara di rumah.
Setibanya keduanya di rumah, Elmer mengajak putranya ke ruang kerjanya. Dia menunjukkan sebuah album photo almamater SMA yang pernah di temukan Jarrod. Elmer menunjuk foto Caroline kepada putranya, dia pun dengan tenang mulai angkat bicara.
“Aku tak tahu kamu akan sepersis itu denganku, memiliki cinta pertama bernama Caroline. Aku sangat mencintainya kala itu, dia adalah primadona di sekolah kami. Dia sangat cantik bagiku dan digilai banyak pria kala itu. Rambut merahnya menjadi identitas dirinya, keanggunan dan keramahannya membuat pria tertarik kepadanya.
Kami berteman dan menjadi dekat sejak karya wisata di musim gugur pada tahun kedua. Diam – diam aku menaruh perasaan kepadanya karena sikapnya yang ramah dan menyenangkan. Dia adalah satu – satunya orang yang bisa menerimaku yang cupu dengan mata biruku.
Kami sering bermain ke danau, ke hutan milik keluarganya. Tanah yang kini kita buat villa adalah merupakan tanah yang dibeli kakekmu dari keluarga Caroline. Tanah itu di jual setelah ayah dari Caroline terguncang mentalnya karena kehilangan putrinya dan tidak ditemukan hingga sekarang.
Terakhir kali aku bertemu dengannya adalah di malam diadakannya pesta dansa di rumah kita. Dia mengenakan gaun yang sama persis dengan Hilary dengan riasan yang menambah kecantikannya kala itu. Dia mengajakku untuk bertemu setelah pesta itu berakhir di danau.
Namun saat aku datang kesana sesuai dengan jam yang telah kami sepakati hingga pagi, dia tak kunjung datang menemuiku. Aku benar – benar sangat sedih dan patah hati. Aku merasa itu adalah pertanda dia menolak cintaku. Dimana di malam itu seharusnya dia memberi jawaban atas pengakuan cintaku kepadanya yang ku utarakan di pesta dansa.
Setelah hari itu, Caroline tak kunjung masuk sekolah. Ternyata dia di kabarkan oleh keluarganya menghilang. Hingga saat ini aku tak lagi bertemu dengannya.
Mendapati Hilary bersikap aneh dan memanggil nama kecilku Blue, aku merasa hampir serangan jantung. Aku merasa ada diri Caroline yang aku rindukan di dalam tubuh Hilary. Sungguh aku tak melakukan apapun kepada istrimu malam itu, aku hanya membaringkan tubuh menantuku yang ambruk setelah menciumku di ambang pintu.
Ini benar – benar tidak masuk akal, bagaimana Hilary bisa sepersis itu seperti Caroline yang aku rindukan”.
Mendengar cerita yang dilontarkan ayahnya, Jarrod menatap ayahnya dengan mata menyelidik.
“Ayah apakah benar Caroline hilang, atau ayah yang telah menghilangkannya?” tanya Jarrod dengan berani kepada ayahnya.
“Apa maksudmu aku menghilangkan Caroline, kamu mencoba menuduhku menyembunyikannya” jawab Elmer tak terima mendengar tuduhan putranya.
“Bukan menyembunyikan tapi menghilangkan nyawanya di malam itu” kata Jarrod dengan tenang.
“Apa kamu gila?! Aku tak mungkin membunuh wanita yang aku cintai, meski pun dia akan menolakku. Karena aku sangat mencintainya, bahkan aku masih menyimpan selebaran yang di edarkan ke seluruh penjuru kota kala itu” aku Elmer lalu dia membuka laci meja kerjanya dan mengambil selembar edaran kehilangan Caroline dengan photo Caroline terpampang di kertas itu.
Jarrod pun seketika mengernyitkan dahinya mencoba menganalisa apakah ayahnya memang mengatakan hal yang sesungguhnya atau ayahnya pura – pura tidak tahu dan bersimpati kepada hilangnya Caroline?.
XXXXXXXXX
semangat💐💐💐❤️❤️❤️
next kak...
sorry baru baca..coz baru ada paketan...😚😚🤭🤭..
semngat kak💪💪💪💪🌹🌹🌹
next kak...
semngat...
jangan sampai CLBK...
waaah..makin seru aja...
smngat Kaka ..
aq tunggu up selanjutnya...ok....
uhhhh...aq tunggu loe kak up nya Kaka dari kemari_kemari....setiap menit ..detik...tak tengok in trus hp aq...mungkin ada notifikasi dri noveltoon...wes...ternyata gk ada...trus tdi a...mau tak buka....eeeeemlah mati lampu....
dah baru tak baca sekarang dech...
semngat kak...
aq tunggu up selanjutnya...
jangan buat aq tegang...
dag_dig_dug hati q...
semngat kak...
aq tunggu up selanjutnya...
uuuuuuuuuh....gemes aq...
Rasanya gk sabar nunggu terkuak semuanya...
karn aq masih penasaran dg smuanya....
og gk up sich.
smngat ..
aq slalu nungguin up Kaka...🌹🌹🌹🌹🥰
aq tunggu up selanjutnya...
cpt kak ..
aq udh gk sabar...
rasanya penasaran bgt...
nanggu banget hehehe/Tongue/
next kak...
aq tunggu up selanjutnya ..
semangat 💪💪💪💪💪🌹🌹🌹🌹
Beuh...lanjut thor tancap gas keun
semangat 45!♡♡♡