Indonesia
NovelToon NovelToon
MY WIFE IS A GHOST

MY WIFE IS A GHOST

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Pernikahan Kilat / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: mahesvara

Adrian adalah pria berusia 28 tahun yang hidupnya diambang keputusasaan. Ibu Adrian menjalani pengobatan yang membutuhkan banyak biaya, sementara itu ayah yang harusnya ikut membantu Adrian dengan merawat ibunya justru lari bermain judi, bermain dengan wanita-wanita lain dan membawa masalah untuk Adrian. Berkat Ayah yang tidak berguna, Adrian dipecat dari tempatnya bekerja karena keributan dari ayahnya yang terus datang meminta uang pada Adrian.

Adrian yang kini berada diambang keputusasaan tidak sengaja menemukan amplop tebal yang berisi banyak uang. Meski merasa membutuhkan uang, Adrian tidak berniat mengambil uang itu. Hanya saja … Adrian yang berniat memberikan uang itu kepada pemiliknya, justru diminta untuk menggunakan uang itu. Dan sejak saat itu muncul hantu wanita genit yang mengaku sebagai istri Adrian.

“Halo, suamiku yang tampan.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mahesvara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OLA DAN ELI

Tuk, tuk.

            Hari itu … haruskah aku mengatakan jika Tuhan mengirim peri kecil yang cantik padaku??

            “Aku Felicia, tapi teman-temanku memanggilku dengan Eli.”

            Seorang gadis cantik-teman sekelasku tiba-tiba datang mendekat padaku dan memperkenalkan dirinya. Kukira … dengan penampilanku yang sedikit lusuh ini, aku tidak akan pernah bisa mendapatkan teman baru di sekolah baruku. Tapi … gadis cantik bak peri itu datang menghampiriku lebih dulu.

            “Aku Ola.”

            Aku membalas jabatan tangan Eli dan Eli tersenyum padaku seolah di matanya aku tak terlihat lusuh.

            “Mari kita berteman dengan baik, Ola. Apa kamu sudah makan siang?”

            Aku menggelengkan kepalaku. “Belum.”

            “Aku bawa bekal makan siang. Ibuku memasak sedikit banyak. Mau makan bersamaku?”

            “Kamu mau berbagi denganku??” Aku bertanya dengan wajah heran.

Saat itu … adalah pertama kalinya aku melihat seseorang mendekat padaku. Di kotaku sebelumnya, tak ada anak yang mau jadi temanku. Semua karena nama keluargaku. Ayah dan ibuku bercerai. Ibuku … dikenal sebagai wanita nakal yang suka menggoda suami orang dan berkat itu … ayahku tidak sanggup lagi untuk hidup bersama dengan ibuku. Sayangnya … selama dua tahun ini, aku terpaksa hari tinggal dengan ibuku karena ayahku bekerja di luar negeri untuk menghidupiku.

            “Kenapa tidak??”

            Aku ingat dengan baik, senyum Eli saat itu. Senyumnya … adalah senyum paling indah yang pernah aku lihat. Dan tidak butuh waktu lama bagi kami untuk jadi teman baik. Eli yang dikenal baik hati, memang tidak pilih-pilih soal teman dan berkat itu … banyak anak yang menyukai Eli.

            Apa yang membuat Eli mau berteman denganku? Pertanyaan itu sering berputar-putar di dalam benakku ketika melihat begitu baik padaku dan mau berteman denganku yang kelihatan lusuh ini.

            “Mau main ke rumahku, Ola??”

            “Eh?? Boleh??” tanyaku kaget.

            “Kenapa nggak?? Ayah dan Ibuku ingin sekali bertemu denganmu. Aku sering cerita soal kamu, jadi mereka ingin ketemu kamu.”

            “Ehm, boleh.”

            Hari itu … hari pertama aku berkunjung ke rumah Eli. Rumah Eli itu bak istana seperti dalam dongeng-dongen seperti putri salju dan putri tidur, sementara Eli sendiri bak putri yang berwajah bak peri seperti dalam dongeng.

            “Jadi ini yang namanya Ola. Salam kenal, Tante-ibunya Eli.”

            “Salam kenal, Tante.”           

            “Mainlah di kamar Eli. Nanti Tante akan antarkan camilan untuk kalian.”

            “Jangan repot-repot, Tante. Saya takut ngerepotin.”

            “Nggak ngerepotin kok. Ini pertama kalinya Eli mengajak temannya main ke rumah.”

            “Eh??” Aku kaget mendengar kenyataan itu mengingat banyak teman di sekolah yang sepertinya dekat dengan Eli.       

            “Kakak!! Kenapa hari ini nggak jemput??”

            Setelah bertemu dengan Ibu Eli yang bak malaikat berbeda sekali dengan ibuku yang bahkan tidak pernah ada di rumah ketika aku pulang sekolah, aku bertemu dengan seorang pria tampan di rumah Eli yang dipanggilnya dengan panggilan Kakak.

            “Maaf, Feli. Kakak tadi harus mengantar Ayah pergi.”

            “Jadi Kakak lebih sayang sama Ayah ketimbang aku???”

            Kakak Eli mengangkat tangannya dan membelai kepala Eli. Pemandangan itu … adalah pemandangan yang belum pernah aku lihat karena tak pernah ada yang melakukan itu padaku baik ayah dan ibuku.

            “Kakak lebih sayang sama Feli. Tapi hari ini Kakak benar-benar terpaksa harus mengantar Ayah, Felii. Bisa maafkan Kakak kali ini saja??”

            “Ya udah. Aku maafin Kakak kali ini, tapi lain kali belikan aku coklat yah, Kak.”

            “Ya.” Setelah membelai kepala Eli dengan lembutnya, mata Kakak Eli mengarah padaku. Tatapan matanya tajam seolah sedang menilaiku. “Siapa yang kamu ajak, Feli?”

            “Teman sekelasku. Ola namanya. Kenalkan, Kak.”

            “Salam kenal.” Aku langsung memperkenalkan diriku tapi sayangnya Kakak Eli tidak sehangat kepada Eli ketika menerima sapaanku. Dia begitu dingin hingga tidak membalas sapaanku.

            “Karena kamu bawa temanmu, Kakak pergi dulu, Feli.”

            “Jangan lupa coklat yah, Kak. Kakak berhutang coklat karena tidak datang menjemputku hari ini.”

            “Ehm. Besok aku akan membawa coklat untukmu ketika datang menjemputmu.”

            Beda dengan Ayah dan Ibu Eli yang memanggil Felicia dengan panggilan Eli, Kakak Eli-Eric memanggil Felicia dengan panggilan Feli. Dan menurutku itu adalah panggilan yang ckup romantis.

            Setelah itu … aku sering sekali bermain ke rumah Eli dan setiap kali ke rumah Eli, aku akan bertemu dengan Kak Eric yang bertugas menjemput Eli. Dan sejak saat itu, aku diam-diam mulai menyukai Kak Eric.

            Bagaimana aku tidak suka?? Kak Eric itu memiliki wajah yang sangat tampan mirip dengan Eli dan kepribadian yang sangat unik. Di dekat Eli, Kak Eric akan banyak tersenyum dan bersikap hangat. Tapi jika bukan dengan Eli, Kak Eric akan langsung bersikap dingin dan bahkan tidak akan pernah tersenyum. Menurutku kepribadiannya yang unik itu benar-benar romantis. Akan sangat menyenangkan jika aku punya seseorang yang menyukaiku seperti Kak Eric.

            Sayangnya … itu hanya harapan kosong.

            “Karena kamu teman Feli, aku akan anggap tidak pernah mendengar ucapan itu darimu.”

            Tepat sebelum aku kembali ke rumah ayahku, aku menyatakan perasaanku pada Kak Eric dan hasilnya … aku langsung menerima penolakan yang dingin.

            Terpisah oleh jarak yang jauh, aku berhubungan dengan Eli hanya dengan saling bertukar pesan atau terkadang menghabiskan malam dengan saling teleponan menceritakan kejadian masing-masing.

            “Gimana kalo kita masuk kampus yang sama supaya bisa satu asrama??” Eli memberikan idenya melalui telepon.

            “Boleh. Mau masuk kampus mana??”

            “Kampus di kota Y. Gimana?”

            “Oke. Kota itu nggak jauh dari kota tempatku tinggal.”

            Dan seperti janji yang kami buat, kami benar-benar masuk ke kampus di kota Y meski tidak di jurusan yang sama. Kami tinggal di asrama seperti janji kami dan kukira dengan hal itu, aku bisa bertemu lagi dengan Kak Eric. Aku berniat untuk mengejar Kak Eric lagi, tapi sayangnya … Kak Eric masih sama dinginnya seperti dulu dan bahkan kali ini dia lebih sedikit menjaga jaraknya denganku.

            “Apa Kakakmu nggak pernah punya pacar?” tanyaku.

            “Ehm … seingatku nggak pernah. Kenapa tanya?”

            “Hanya heran saja. Bukannya dari ceritamu, Kakakmu itu lebih tua sebelas tahun. Harusnya … dia sudah punya pacar atau menikah.”

            “Mungkin … Kakak masih ingin mengerjakan kewajiban sebagai anak pada Ayah dan Ibuku. Jauh di dalam hatinya Kakak mungkin merasa berhutang budi pada Ayah dan Ibuku.”

            “Berhutang budi? Maksudnya??”

            “Apa aku nggak pernah bilang?? Kak Eric itu bukan kakak kandungnku. Kak Eric adalah anak angkat ayah dan ibuku sebelum aku lahir.”

            Dari cerita Eli itu, aku akhirnya tahu kenapa Kak Eric hanya bersikap hangat kepada Eli dan selalu bersikap dingin kepada orang lain.

            Satu tahun berlalu. Menyadari aku tidak akan mungkin bisa mendekati Kak Eric, akhirnya aku memilih untuk menyerah. Dan kebetulan saat itu juga … aku bertemu dengan senior dari jurusan hukum-Ian.

            “Namaku Ian.”

            “O-Ola, Kak.”

            Melihat Kak Ian, membuatku merasa melihat Kak Eric. Jika harus dibandingkan Kak Ian jauh lebih hangat dibandingkan dengan Kak Eric. Kak Ian selalu tersenyum kepada siapapun tidak seperti Kak Eric.

            “Selamat bergabung di BEM, Ola.”

            Tadinya aku mengira pertemuanku dengan Kak Ian bak takdir. Setelah menyerah mengejar Kak Eric, Kak Ian muncul dalam hidupku. Aku mulai membuat banyak harapan akan kehidupanku bersama dengan Kak Ian nantinya. Tapi sekali lagi … harapan itu hanyalah harapan dalam benakku ketika Kak Ian tidak sengaja bertemu denganku yang sedang makan bersama dengan Eli.

            “Ola.” Kak Iang menyapaku.

            “Ah, Kak Ian.”

            “Kamu sering makan di sini?”

            “Ya, Kak. Sama temanku-Eli.”

            Hari itu melihat tatapan Kak Ian pada Eli, membuatku teringat bagaimana cari Kak Eric menatap Eli. Hari itu juga aku sadar bahwa aku juga akan kehilangan Kak Ian karena sahabatku sendiri-Eli.

 

1
Sn∅W£osT❄️
ceritanya seru bngt 😁🙏makasih Thor
Sn∅W£osT❄️
🥲😁👍
Sn∅W£osT❄️
berarti jiwanya Selina yg asli 🗿
Sn∅W£osT❄️
nangis dikit GK ngaruh 🥲😁👌
Sn∅W£osT❄️
seru
lizulfa anjani
sangat bagus dan menarik
lizulfa anjani
ini kisah nya seru banget semangat terus ka bikin karya karya seperti ini
lizulfa anjani: sama sama
total 2 replies
Rena senja
emang boleh nangis sekran bocor gitu
Rena senja
kebetulan banget nama Feli sama heli baru kepikiran
Rena senja
serasa berada di dunia terbalik cuy
Ida Dadang Mukti
Karya yg bagus, terus semangat menulis walaupun skrg like mu blm byk
mahesvara. (ig: mahes_varaa): terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!