Indonesia
NovelToon NovelToon
Kisah Untuk Ghadira

Kisah Untuk Ghadira

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: PenaDilDil

"Aku dan kamu seperti Bumantara dan Bentala. Yang Aksa, namun cintanya akan selalu menjadi Ananta."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaDilDil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUG [ New Version ]

"Bro, lo nggak kekantin?" tanya cowok yang agak berisi, lumayan ganteng, kulitnya kuning langsat, rambut belah samping dan memakai seragam Sekolah SMA Jaya Bakti. Gilang Saputra namanya.

"Nggak, duluan aja. Gue lagi pengen ke Perpus," jawabnya singkat. Aghazwan Caesar Anggara, cowok idaman para kaum hawa di Sekolah. Ia ganteng, pinter, baik, sopan dan dari keluarga yang kaya. Setiap istirahat ia hanya mengisi waktunya pergi ke Perpus. Bisa dibilang sikutu buku tapi, sikutu buku kali ini bikin semua siswi-siswi di Sekolah malah rajin ke Perpus setiap istirahat.

"Yaelah Wan, lo nggak bosen apa belajar mulu? Sekali-kali ikut nongkrong lah, kekantin bareng temen-temen yang lain," ujar Gilang.

"Mau ceramah? Besok aja, hari jumat di Mesjid."

"Ya kali gue ceramah di Mesjid, presentasi aja masih gemeteran cok."

"Makanya diem aja! Kalo gitu gue ke Perpus dulu."

"Iya... eh tunggu-tunggu. Lo udah tau belum?" ucap Gilang membuat Ghazwan berhenti melangkahkan kakinya.

"Kan belum dikasi tau, Bambang!" kesal Ghazwan berbalik lagi kearah Gilang.

"Nama gue Gilang, bukan Bambang! Jadi gini katanya ada anak baru, pindahan dari Bandung. Dia bakal sekelas sama kita. Dia cantik, pinter terus baik."

"Yah terus?"

"Lo mau, nggak? Kalo mau nanti gue bantuin cari nomor telponnya."

"Nggak tertarik."

"Yaelah pake nggak tertarik segala! Lo belum liat sih, namanya itu Ghadira. Dia kayaknya anugrah dari Tuhan buat gue, Hahaha."

"Halu terus lo kerjaannya! Minggir gue mau ke perpus, daripada dengerin ucapan unfaedah lo," ujar Ghazwan berlalu pergi meninggalkan Gilang.

"Dasar sikutu buku! Dibantuin malah nolak," cibirnya kepada Ghazwan yang perlahan menjauh dari hadapannya.

•••

"Hai Wan, gue boleh duduk disamping lo nggak?"  tanya gadis feminim tersebut, Dara namanya. Ia naksir berat dengan Ghazwan sejak pertama MOS. Bukan dari hati, tapi karna ketampanan dan kepopuleran Ghazwan yang Dara incar.

"Nggak!" jawab Ghazwan singkat, ia sangat tidak suka jika didekati oleh kaum hawa di Sekolah. Padahal Dara banyak yang naksir. Ia sangat risih, ia merasa wanita itu sama saja dengan mantan pacarnya dulu. Suka menuntut, manja, selalu mengancam ingin putus dan matre.

"Yah Ghazwan, boleh yah? Masa lo nolak Dara sang primadona disekolah ini sih? Gue banyak yang incar loh." Dara kembali bermohon.

"Bodo amat."

"Ghazwan, mah GGS," kesal Dara.

"GGS? Apaantuh?" tanya Mega teman Dara sejak SMP.

"Ganteng ganteng serem, wkwkwk." Seketika tertawanya terhenti, ketika Ghazwan menatapnya dengan intens.

"Oohh, tapi Ghazwan itu mau marah aja tetep ganteng lho," ujar Meja memuji ketampanan Ghazwan yang langsung saja disambut tatapan sinis oleh Dara. Ia cemburu.

"Oo iyya Wan, lo kok nggak kekantin? Apa gue pesenin aja?"

"Nggak usah."

"Nggak papa. Lo mau makan apa? Bakso, mie ayam, gado-gado atau somay?"

"Enggak usah, gue nggak laper," jawab Ghazwan l dengan pelan.

"Nggak, gue bakalan tetep pesenin lo mak-" Ucapannya dipotong oleh Ghazwan.

"Kalo gue bilang enggak, yah enggak!!! Ngerti bahasa nggak sih lo?!" murka Ghazwan dengan nada tinggi, karna sudah merasa risih dengan Dara. Untung saja hari itu perpus sedang tak ramai orang.

Ghazwan pun pergi meninggalkan Dara dan Mega yang masih ada di Perpus. Setelah beberapa menit, bel pun berbunyi. Semua siswa-siswi pun pulang, sedangkan Ghazwan dan Gilang mampir ke Toko buku, untuk mempersiapkan perlombaan cerdas cermat yang akan diikutinya.

•••

"Wan, lo udah dapet belum bukunya?"

"Belum. Kalo mau pulang, pulang duluan aja kayaknya gue masih lama."

"Gue kan ke Sekolahnya nebeng ama lo, mending gue nungguin lo aja. Daripada harus jalan kaki. Malah duit gue abis lagi, buat jajanin Susan di Kantin tadi."

"Makanya kalo punya cewek itu juga harus bermodal dulu."

"Iya-iya, kakak senior."

"Kita kan sekelas?"

"Emang sekelas, yang ada itu lo udah senior soal punya cewek matre."

"Udah-udah! Daripada lo ngomel-ngomel, mending lo bantuin gue nyari buku."

"Nggak ah, gue kan nggak pernah ikut lomba. Jadi nggak tau buku yang lo cari."

"Yaudah kalo gitu, selamat menunggu."

Selang beberapa waktu, Gilang bertanya lagi pada Ghazwan yang masih sibuk mencari buku.

"Bro, kok lo nggak mau sih, dideket-deketin sama Dara? Dara itukan sang primadona di Sekolah, udah cantik, bapaknya tajir melintir dan juga banyak cowok yang ngantri demi dapetin hati dia. Lo pasti beruntung lah bisa pacaran sama dia."

"Ngaco aja lo! Ayok pulang, gue udah dapet bukunya."

"Dari tadi kek."

1
SAHABAT SENJA
bagus banget ceritanyaa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!