Indonesia
NovelToon NovelToon
Hunter : The Darkness Fate

Hunter : The Darkness Fate

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Fantasi / Petualangan / Epik Petualangan / Barat
Popularitas:940.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Primo

Genre : Fantasy, Kampus, Action, Supernatural, Petualangan, Romance, Komedi

Pada Tahun 2164 Dunia Telah Berubah, Dimana Monster Dan Mahkluk Dunia Lain Seperti Vampire, Lycan Iblis D.L.L.Muncul Yang Memulai Perang dan Menghancurkan Banyak Negara Sudah 20 Tahun Berlangsung Sejak Perang Itu Berlangsung,Anak Remaja Bernama Zoro Sedang Berjalan di Suatu Gang dan Secara Tidak Sengaja Telah Terlibat Peperangan Antara Iblis Dan Pembasmi Mahkluk Supernatural Atau Biasa Disebut Hunter Apa Kah Yang Akan Terjadi ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Primo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 : Pertarungan Sebelum Semi Final ( VI )

Sehabis baca jangan lupa Like, komen dan rating ya guys :)

.

Selamat Membaca~

.

Sekarang situasinya semakin memburuk karena sekarang Rentaro telah mengetahui tujuan simon untuk membuatnya sibuk

"Kenapa situasi ini terjadi sekarang, padahal sedikit lagi kita dapat mengalahkan dia. Ada apa dengan kesialanku hari ini" pikir Simon tidak senang

"Jadi apa yang akan kaulakukan sekarang bocah sialan ? rencanamu sudah bocor kepadaku dan sekarang kau juga sudah terpojok, kupikir sekarang kau tidak dapat kabur kemana-mana lagi" kata Rentaro

Apa yang Rentaro katakan bukanlah kebohongan Simon sekarang sedang tersudutkan dan sekarang Simon akan kesulitan untuk kabur dari Rentaro karena dia sedang berada didalam ruangan yang tertutup

"Kalau aku mencoba untuk kabur darinya lagi itu akan menjadi sangat sulit karena ruangan yang tertutup ini, walaupun aku bisa melewatinya bukan berarti aku akan melewatinya dengan selamat, karena jika aku langsung menuju pintu keluat atau lubang yang berada dibelakangnya dia pasti akan membunuhku dengan Teknik Sihir Duel Eaglenya.Sepertinya memang tidak ada jalan lain, selain untuk melawannya langsung" pikir Simon

Setelah banyak berpikir Simon memutuskan untuk melawan langsung Rentaro walaupun dia tidak tau berapa lama dia dapat bertahan

"Mau tidak mau aku harus melakukannya. Lagi pula jika aku tidak melawannya sekarang aku akan segera mati dibunuh oleh dia" pikir Simon

Simon mengambil posisi bertarungnya dan bersiap-siap untuk menyerang maju Sakamaki

"Dari pada mencoba melarikan diri kau malah melawan langsung. Entah kau itu pemberani atau nekat aku sudah tidak tau" kata Rentaro heran

Simon menyerang Sakamaki dengan sihirnya

"Dari pada memikirkan itu lebih baik kamu mengkhawatirkan dirimu" kata Simon

(Middle Tier Fire Magic Art : Fireball Explode)

Sebuah bola api menuju kearah Rentaro, diapun menembak bola api itu yang membuat bola api itu meledak dan menutupi penglihatannya

"Tch. Sial ledakan ini menutupi penglihatanku" pikir Rentato

Dalam persekian detik penglihatan Rentaro tertutupi ledakan api, Simon menyelinap mendekat kepada Sakamaki dan menyerangnya dari belakang

"Kena kau !!!" kata Simon

(Burning Fang Spear Art : Exploding Spear)

Serangan simon itu terhubung dan membuat Sakamaki Telempar karena ledakan api dan mengancurkan dinding karena dia tabrak

"Dasar kau bocah sialan" kata Rentaro kesal

"Apa-apaan dengan itu, ujung tombakku tidak melukainya semenjak pertama kali aku menyerangnya. Sepertinya dia menggunakan Armor yang kuat, tapi sepertinya armornya hanya kuat saat menahan serangan fisik karena sihirku dapat melukainya. yosh kalau begitu aku akan menyerangnya dengan sihir" pikir Simon

Tepat saat Simon ingin menggunakan sihirnya untuk menyerang Rentaro dia tersandung lalu jatuh kelantai dan pada saat yang sama dua peluru meluncur melewati kepala Simon

"Ini yang kedua kalinya, aku selamat dari mati karena ditembak dikepala. Untung saja kali ini aku jatuh lagi" pikir Simon lega

"Tch !!! Ada apa dengan keberuntungan bocah sialan ini" pikir Rentaro kesal

"Kau mungkin dapat menghindari tembakanku dua kali dengan keberuntungan. Tapi tidak dengan yang ketiga kalinya, Terima ini" kata Rentaro

Tetapi saat Rentaro ingin mengarahkan tembakannya kepada Simon dia menemukan dia sudah pergi dari sana

"Maaf saja tapi tidak untuk hari ini" pikir Simon kabur

Simon pergi menuju lantai atas untuk menuju ketempat Azami berada

"Yosh, Tinggal satu menit lagi. Kupikir itu akan cukup jika aku hanya berlari keatas sambil membawa simaniak itu" pikir Simon

Tepat saat dia berpikir itu sekali lagi Simon merasakan bahaya hanya saja kali ini dari bawah. Karena dia merasakan bahaya Simon dengan segera pergi menjauh dari sana

*Piu*

Ditempat Simon merasakan bahaya terdapat sebuah Cahaya panas yang melobangi lantai itu sampai atas

(Maaf karena sound efek yang jelek)

"Apa-apaan itu !!?" Simon terkejut

Setelah cahaya panas itu menghilang, Simon memutuskan untuk mengecek sumber cahaya panas yang melobangi lantai hingga Atas. Saat dia mencoba mengintip, dua peluru ditembakkan kearah Kepalanya dari lobang itu tetapi dia berhasil menghindarinya

"Seharusnya aku tau kalau itu si maniak itu" pikir Simon lega dia belum mati

"Ada apa Bocah sialan !!? Kenapa kau tidak mengintip lagi ?!" tanya Rentaro dengan keras

"Tentu saja, jika aku melakukannya kepalaku akan tertembak" pikir Simon

"Jika kamu tidak datang, aku akan datang kepadamu" kata Rentaro

Rentaro melompat masuk kedalam lubang yang dia buat lantai yang berada diatasnya menggunakan Teknik sihir Artifaknya tadi.

"Apa kau sudah lelah untuk kabur lagi, sebab itu kamu menungguku naik keatas ?" tanya Rentaro

"Tidak juga, aku hanya berpikir itu terlalu melelahkan" jawab Simon "Jika aku kabur lagi dia hanya akan melakukan hal yang sama yaitu melubangi tembok atau lantai, jadi kupikir tidak berguna untuk kabur darinya sekarang" pikir Simon

"Kalau begitu, semoga kamu dapat menikmati saat-saat terakhirmu" kata Rentaro

"Sepertinya dari awal sebelumnya dia terus menerus mengatakan hal yang sama tapi gagal terus bukan !!?" pikir Simon

"Terima ini !!!" kata Rentaro

(Duel Eagle Gun Art : Pearcing Bullet)

Rentaro menembakkan Teknik sihir Duel Eaglenya kearah Simon, walaupun dihindari dengan oleh simon. Serangan tidak berhenti dan menyebabkan Tembok lain berlubang

"Gila Apa-apaan dengan teknik itu" Simon terkejut

"Dia sepertinya dapat mengendalikan ukuran dan kecepatannya. Dengan mengatur penggunaan energi sihirnya saat menggunakan teknik itu" pikir Simon

"Itu tadi hanya percobaan. Inilah seranganku yang sebenarnya" kata Rentaro menyerang lagi

(Duel Eagle Gun Art : Exploding Heat Bullet)

Rentaro Menyerang Simon dengan Teknik Sihir Duel Eaglenya yang lain. Teknik itu adalah teknik yang menyimpan Energi panas yang padat dan pada saat peluru itu menyentuh target peluru itu akan meledakkan ledakan cahaya suhu panas

"Sial !!! Aku tidak akan sempat menghindari sepenuhnya" Pikir Simon

Karena Simon menyadari bahwa dia terlambat untuk menghidari serangan itu. Dia memfokuskan Energi sihir keseluruh tubuhnya yang berfugsi untuk melindunginya dari serangan sihir maupun Fisik. Peluru yabg ditembakkan Sakamaki tadi menyentuh Tembok dan meledak

*Boom*

Teknik sihir tadi hampir meledakkan semua bagian dari lantai itu yang dapat menyebabkan bangunan ini akan runtuh

Setelah menerima serangan milik Sakamaki tadi. Simon menerima luka bakar dan memar dibeberapa bagian tubuhnya, kondisinya tidak bisa dibilang baik dan juga tidak bisa dibilang sangat buruk

"Hoho, kau masih dapat bertahan hanya dengan luka yang minamal. Aku tidak tau apa itu memang keberuntunganmu atau apa" kata Rentaro terkejut ringan

Walaupun Simon masih hidup dan dapat berdiri dia sekarang sangat sulit untuk bergerak sesuai keinginannya karena luka yang ada ditubuhnya

"Sial !!! ayolah badanku bergerak kalau tidak aku akan dibunuh oleh maniak itu" pikir Simon mencoba untuk bergerak

Rentaro berjalan santai untuk mendekati dan mengakhiri Simon

"Semua ini cukup menyenangkan kau tau ?. Tapi maaf saja ini adalah akhir dari dirimu" kata Rentaro

Rentaro menodongkan Pistolnya kekepala Simon. Pada saat yang sama Rentaro dan Simon tiba-tiba merasakan Energi sihir yang besar,kuat dan intens dari Atas bangunan itu

1
Evan Resachy Jr
njirrr terbengkalai ternyata padahal bagus
Evan Resachy Jr
menyefamku? sial otak ku traveling
Izhar Dewantoro
hemmm cara dialog yg kurang aku sukai,,aku,ku,,,
Dydi
Luar biasa
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hmmm *Senyum tipis*
jingga
jelek banget
Kangkung Manis
zoro tersesat kah🤣
Oschar Migerz
knp ya pertarungannya tidak seru.banyak cerita
cah kabur kanginan
jadiin familiar ja thor
cah kabur kanginan
tambah lg familiar/ hewan kontrak nya thor
cah kabur kanginan
kan bnr to lolos l
ws acara bls dendam neh kie
cah kabur kanginan
kok tambah pusing zaw
apa kebanyakan ngobrol kali malah g ky lg berantem
cah kabur kanginan
sadis
tp AQ suka


bantai
cah kabur kanginan
jgn kebanyakan ngobrol Napa
ngabis2in kopi


g d novel g d nyata kebanyakan drama
cah kabur kanginan
nah ky gini Thor jgn bertele-tele berantem e
lgsg sat set, gaspoll remblonk
cah kabur kanginan
terlalu banyak obrolan yg g guna
cah kabur kanginan
👏👏👏
iblis yg baik hati
cah kabur kanginan
kebanyakan negosiasi Nye

gelud Ama ngobrol e kebanyakan ngobrol e
cah kabur kanginan
baru kali ini lg berantem masih sempet2 e ngobrol🤦🤦🤦

berantem apa diskusi woy
cah kabur kanginan
buset dah gelud apa ngobrol kalo ngobrol sekalian bawa kopi ma gorengan byar enak ngobrol nye
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!