di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
"Eh sama-sama Teh!! Mama hanya bisa mendoakan Putra Putri Mama, semoga kehidupan kalian selalu bahagia." kaget Mama Shinta sambil menerima Kue seraya mendoakan.
"Amin Ya Robbal Alamin terimakasih Ma, Hubby maafin Syifa yah kalau..." sahut Asyifa.
Asyifa sambil berbalik badan melihat ke arah Suaminya karena ingin minta maaf ke Suaminya tapi terpotong.
"Sudah tidak perlu di lanjutkan ucapan kamu, Hubby mengerti kok Ay." potong Ardan sambil tersenyum.
Asyifa yang mendengar kalau Suaminya itu mengerti jadi merasa sangat lega yang tadinya khawatir, Asyifa pun menghampiri serta langsung memeluk Suaminya dan Ardan pun membalas pelukan Istrinya itu.
Akhirnya semua orang yang hadir pun memberikan kado yang sudah di siapkan mereka untuk Asyifa, meskipun hanya beberapa orang yang hadir di acara Ulang Tahunnya, tapi Asyifa sangat bahagia serta menerima Kado yang di berikan oleh semuanya untuknya itu.
Saat menerima Kado Asyifa mengerutkan dahinya karena menyadari ada satu orang yang kasih Kado ke dirinya padahal baru kemaren datang ke Kontrakannya.
Termasuk Papa Samuel pun sebenarnya bertanya-tanya di antara semua orang yang hadir, kenapa ada Dimas dan juga Asistennya yang dari Perusahaan Ar Grup, tapi hanya di pendam karena tidak ingin merusak acara Ulang Tahun Menantu Perempuannya.
Ardan pun mengajak semuanya untuk makan dulu karena makanan sudah tersedia di meja makan, nanti setelah selesai dengan makan baru berbincang-bincang, semua orang yang hadir pun langsung mengambil makanan masing-masing sesuai selera.
Setelah selesai dengan makan malam bersama, Ardan pun meminta ke semua orang untuk tetap di meja makan, karena ada yang ingin Ardan sampaikan, tapi Asyifa yang sudah benar-benar tidak tahan karena penasarannya itu langsung bertanya ke Suaminya.
"Hubby sebenarnya ini Rumah siapa sih, kenapa bisa mengadakan Ulang Tahunku di Rumah ini?" tanya Asyifa.
"Hmm ya tentu saja bisa Ay, karena Rumah ini milik kita berdua." jawab Ardan.
"Hah!! jangan bercanda deh Hubby! kalau kamu punya Rumah sebesar ini, kenapa juga Hubby harus tinggal di Kontrakan?" kaget Asyifa seraya bertanya.
"Siapa yang bilang Bang Ar tinggal disana, dia hanya singgah saja di sana." jawab Bu Murni yang menyela sebelum Ardan menjawab.
"Eh maaf Bu Murni!! aku baru menyadari jika Ibu pun juga hadir di sini, Ibu kan pemilik Kontrakan yang aku dan Suamiku tempati." ucap Asyifa.
Ya Asyifa melupakan adanya kehadiran Bu Murni sang pemilik Kontrakan yang dia dan Suaminya Ngontrak di sana.
"Tidak apa-apa kok Neng! santai saja yah, lagipula Ibu bukan pemilik yang asli Neng, Ibu hanya sebagai pengurusnya saja, kalau pemilik aslinya ya Bang Ardan." sahut Bu Murni.
"Apaaaaa!! jadi Hubby pemilik asli puluhan pintu Kontrakan itu kamu, apa benar tuh By?" teriak Asyifa seraya bertanya.
"Mungkin! Aww Ssh sakit Ay." jawab Ardan.
Ardan yang menjawab asal sekeluarnya itu membuat dia mengeluh kesakitan karena Asyifa yang kesal dan langsung mencubit tangan Suaminya itu dengan sangat keras karena terlalu kesal, sedangkan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala melihat serta mendengar itu semua.
"Bodo amat!! habisnya di tanya serius, jawabannya selalu mungkin dan mungkin terus, Ma! waktu Mama mengandung orang yang menyebalkan ini, Ngidam apaan sih Ma?" kesal Asyifa seraya bertanya ke Mama Shinta.
"Eh!! Mama juga sudah lupa Teh, apa Papa masih ingat Mama Ngidam apaan?" kaget Mama Shinta seraya bertanya ke Papa Samuel.
"Ini bukan masalah Ngidamnya apa Ma, tapi wataknya itu mirip seperti Mama waktu Muda dulu." jawab Papa Samuel.
"Kenapa jadi ke Mama sih Pa?" tanya Mama Shinta.
"Apa Mama sudah lupa dulu ketika masih Muda Mama tuh gimana, meskipun Mama sudah punya beberapa cabang Restoran di mana-mana, tapi Mama selalu terlihat seperti orang yang tidak punya apapun dan lagi kemanapun Mama pergi pasti selalu pakai Motor kesayangan Mama itu." jawab Papa Samuel.
Ternyata istilah Buah jatuh tidak akan jauh dari Pohonnya itu benar-benar ada, semua orang berada di tempat pun tertawa, saat melihat Anak beserta Mama itu secara bersamaan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Huft..oh iya Rik!! kamu tau tidak, kalau surat yang kemaren kamu kasih itu di sobek oleh Syifa." ucap Ardan sambil menghembuskan nafas pelan.
"Hmm karena aku sudah menduga hal itu bakalan terjadi Bang, mangkanya yang aku kasih waktu kemaren hanya salinannya saja, sedangkan yang aslinya masih berada di tanganku." sahut Riki.
Asyifa yang mendengar pembicaraan antara keduanya itu kembali terkejut, karena ternyata keduanya saling mengenal satu sama lain.
"Tunggu-tunggu!! jadi yang kemarin itu hanya salinannya saja, terus sebenarnya kamu juga sudah sangat mengenal dengan Suamiku?" tanya Asyifa.
"Ya tentu saja saya mengenalnya Mbak, karena Bang Ardan lah yang meminta untuk mengakuisisi Perusahaan tersebut serta mengalihkannya menjadi nama Mbak." jawab Riki.
Semua yang tidak tahu berada di situ kaget mendengar hal itu, Papa Samuel yang sudah tidak tahan untuk bertanya pun akhirnya langsung bertanya.
"Setahuku kamu kan Asistennya Pak Dimas kan, apa itu artinya Pak Dimas sendiri yang membantu Putraku?" tanya Papa Samuel.
"Paman jangan terlalu formal begitu panggil saja Dimas, hmm bolehkan saya yang akan menjelaskan semuanya Bang." pinta Dimas seraya minta izin ke Ardan.
"Ya silahkan Dim." sahut Ardan.
"Jadi begini Paman! Sebenernya saya hanya pemilik yang muncul di Publik Paman, tapi pemilik asli Perusahaan Ar Grup itu ya Bang Ardan." ucap Dimas menjelaskan semuanya.
"Apaaaa!!"
Teriak semua yang belum mengetahui tentang hal itu secara serempak, karena terkejut saat mendengar ucapan dari Dimas.
"Ck Ck emang benar-benar sungguh sangat menyebalkan kamu tuh By, hal apapun itu tidak pernah di ketahui olehku, apalagi yang kamu rahasiakan dariku By?" kesal Asyifa sambil geleng-geleng kepala seraya bertanya.
"Ya kamu sangat benar banget Teh...
Bersambung
~ See You Next ~