Indonesia
NovelToon NovelToon
Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Beda Dunia / Suami amnesia / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Musang_Galau

Chandra adalah dewa jatuh yang turun ke bumi menjadi manusia, dia tidak menyadari kekuatan dewa nya tidak hilang. Kesehariannya adalah melukis dan menjualnya di pasar, hidupnya berubah setelah memasuki galeri teratai hitam menemukan banyak keberuntungan dan juga harem yaitu Yueji siluman rubah ekor sembilan cantik dan mempesona, . Apakah hubungan Chandra akan menyadari bahwa dirinya adalah seorang dewa jatuh setelah bertemu Yueji?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang_Galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat Romo

Chandra dan Yueji kini sudah berada di dalam mansion. Terlihat Dila dan Romo berdiri menyambut kedatangan mereka sambil tersenyum hangat.

Dandi segera melangkah maju dan memperkenalkan sosok tua di samping Dila. "Tuan Chandra, ini adalah Romo, leluhur tertinggi di Sekte Alam Surgawi yang saat ini berada di tingkat Grandmaster Puncak."

Romo melangkah mendekat dengan wibawa tinggi. Sambil tersenyum ramah, dia mengulurkan tangan untuk menyalami Chandra. Namun, diam-diam Romo mengalirkan luapan energi dalam yang sangat pekat melalui telapak tangannya untuk menguji fondasi kekuatan Chandra.

Anehnya, Chandra yang tidak menyadari apa-apa sama sekali tidak merasakan hantaman energi tersebut. Dia hanya menyambut uluran tangan itu dengan senyum santai.

Namun, Yueji yang memiliki mata batin tajam melihat dengan jelas aliran kekuatan berbahaya yang dipancarkan Romo. Seketika itu juga, dengan gerakan secepat kilat, jari-jari Yueji mencengkeram erat pergelangan tangan Romo yang sedang bersalaman dengan suaminya. Tatapannya mendadak membeku dingin.

"Sayang, tidak boleh begitu!" bisik Chandra menegur istrinya karena merasa tindakan Yueji kurang sopan pada orang tua.

Yueji tidak menghiraukan teguran Chandra. Dengan mata menyala sinis, dia menatap lurus ke arah Romo. "Kamu punya niat apa ke suamiku, Kakek Tua?"

Romo ditarik mundur oleh tekanan aura dingin milik Yueji. Perlahan dia melepaskan genggaman tangannya dari Chandra, lalu terkekeh pelan mencoba menetralkan suasana.

"Hahaha... rupanya Nyonya Chandra terlalu berhati-hati," ujar Romo santai. "Tidak ada niat buruk sama sekali, Nyonya. Saya hanya ingin mengenal suami Nyonya lebih jauh."

Romo kemudian mengibaskan tangannya, mempersilakan mereka menuju sofa utama. "Silakan duduk, Tuan Chandra, Nyonya."

Saat melangkah menuju sofa, Chandra berbisik pelan ke telinga istrinya. "Ada apa sih, Sayang?"

"Sepertinya mereka punya niat buruk, Sayang," bisik Yueji waspada.

Chandra malah terkekeh tipis. "Baguslah, Sayang... Siapa tahu kita bisa berbisnis sama mereka."

Yueji mendelikkan matanya gemas melihat suaminya yang serba polos dan kelewat berotak bisnis. "Kamu ini!"

Melihat reaksi galak istrinya, Chandra cuma bisa memanyunkan bibirnya sedikit sambil ikut duduk di sofa.

Romo lalu memposisikan dirinya di depan mereka dan membuka pembicaraan. "Saya sudah lama mendengar nama Tuan Chandra. Bahkan orang-orang kaya dan berpengaruh di kota ini sudah sering membicarakan Tuan. Sungguh saya kagum, Tuan Chandra masih sangat muda tapi sudah bisa bersinar terang tanpa campur tangan atau pengaruh orang tua."

Chandra tersenyum tipis, mengenang masa lalunya. "Saya dari kecil sudah hidup sebatang kara, Romo. Kalau saya tidak berjuang keras, hidup saya tidak akan pernah berubah."

Mendengar penuturan jujur dari suaminya, Yueji seketika menggenggam erat telapak tangan Chandra di bawah meja, menyalurkan rasa hangat dan kasih sayang.

Chandra menoleh menatap istrinya, lalu kembali menatap Romo. "Tapi sekarang keadaannya mulai berbeda... Karena saya sudah punya keluarga, Romo. Saya makin giat bekerja supaya lebih bersinar, dan supaya keluarga saya bisa makin makmur."

Romo tersenyum ramah mendengarnya, namun batinnya bergejolak hebat.

"Ras siluman benar-benar sangat diuntungkan di sini," batin Romo mengamati Yueji yang menempel mesra pada Chandra. "Kalau sampai siluman rubah ini melahirkan keturunan dari darah manusia dewa milik Tuan Chandra, kekuatannya bakal tak tertandingi... Aku harus mencari jalan untuk mengambil keuntungan dari hal ini!"

Tiba-tiba seorang pelayan datang menghadap dan membungkuk hormat. "Romo, ruang makan sudah siap."

Romo lalu berdiri seraya mengibaskan jubahnya. "Ya sudah, kita makan saja dulu sambil berbincang-bincang," ucap Romo ramah dengan senyum mengembang.

Wajah Chandra seketika sumringah. Dia merasa sangat dihargai atas penyambutan ini, apalagi dalam hatinya dia merasa penasaran setengah mati ingin tahu menu makanan seperti apa yang disajikan oleh kalangan elit sekte.

Yueji yang melihat suaminya kegirangan cuma bisa menghela napas panjang. "Ya sudahlah... toh ada aku di sini kalau sampai ada apa-apa," batinnya menenangkan diri.

Begitu melangkah ke dalam ruang makan, terlihat jamuan makan besar tersaji rapi di atas meja bundar raksasa. Mata Chandra terbelalak lebar, perutnya mendadak keroncongan dan dia sudah tidak sabar untuk melahap semua hidangan di depan matanya.

Romo yang melihat reaksi polos Chandra terkekeh pelan. "Tuan Chandra tidak usah sungkan, semua hidangan ini dibuat khusus untuk Anda."

"Benarkah?!" seru Chandra bersemangat.

Cubit!

"Awww! Sakit, Sayang..." meringis Chandra sambil mengelus perutnya yang mendadak dicubit keras oleh Yueji. Yueji hanya memberikan tatapan peringatan agar suaminya menjaga gengsi.

Kini mereka semua berkumpul di meja makan sambil menikmati hidangan. Di sela-sela waktu makan, Romo kembali memancing obrolan.

"Tuan Chandra, apa Anda tidak bosan hidup terus-terusan di galeri?" tanya Romo mendalam.

Chandra yang sedang asyik mengunyah daging lezat, menghentikan kunyahannya sejenak lalu menelannya pelan.

"Bagiku galeri itu sudah seperti rumah, Romo. Aku ketemu istriku di sana, dan kehidupan baruku juga dimulai di sana. Jadi susah untuk bosan," jawab Chandra tulus.

Romo manggut-manggut. "Hehehe, baiklah, baiklah... Tadinya aku mau menawarkan Tuan Chandra posisi sebagai Penasihat Utama Sekte. Gajinya tentu sangat besar dan disesuaikan dengan semua kebutuhan Tuan Chandra."

Mendengar kata "gaji sangat besar", mata Chandra seketika berubah bentuk jadi simbol dolar. Dia menoleh cepat ke arah istrinya lalu berbisik pelan, "Sayang... ambil jangan?"

Yueji tanpa ragu sedikit pun langsung menjawab dengan suara lantang, "Tidak boleh!"

Mata Romo seketika menyipit tajam. Dalam hatinya dia mulai merasa muak dan jengkel atas perilaku Yueji yang terlalu protektif dan selalu memotong jalannya.

Tak ingin rencananya berantakan, Romo memberikan kode isyarat mata yang dingin kepada Dandi untuk melancarkan siasat licik. Dandi yang paham maksud pesan ghaib itu langsung berdiri dan pamit pergi sebentar dari meja makan.

Rencana mereka jelas: minuman milik Chandra akan diberi ramuan pembuat lelap tingkat tinggi agar sang dewa tertidur nyenyak, sementara Yueji akan dilumpuhkan dengan segel pembatas agar tidak bisa ikut campur.

Di lorong luar ruang makan, Dila bergegas mendekati Dandi dengan raut wajah cemas.

"Ketua, apa ini tidak berbahaya? Mengingat kekuatan siluman rubah itu sangat luar biasa?" bisik Dila khawatir.

Dandi menoleh dengan tatapan dingin. "Kamu tenang saja. Kita akan buat segel terkuat. Bukan untuk membunuhnya, tapi untuk menarik dan mengunci sebagian besar kekuatannya."

Dila pun termenung membisu, berdiri di lorong dengan perasaan harap-harap cemas membayangkan kekacauan yang bisa saja meledak sebentar lagi.

Benar saja, pelayan kembali membawa nampan berisi cangkir-cangkir minuman beraroma harum.

Yueji yang memiliki insting siluman tajam seketika mencium ada aroma yang tidak beres dari cangkir tersebut. Namun sebelum Yueji sempat mencegahnya, Chandra yang terlalu ceroboh dan polos sudah lebih dulu mereguk minuman itu sampai kandas.

"Segar banget minuman—"

Belum sempat Chandra menyelesaikan kalimatnya, matanya mendadak terasa sangat berat. Tubuhnya limbung dan seketika terkulai terlelap di atas meja makan, jatuh dalam tidur yang sangat lelap.

Melihat suaminya mendadak tidak sadarkan diri di depan matanya sendiri, amarah Yueji meledak membumbung tinggi. Kesabarannya habis total!

Wujud manusianya runtuh seketika, berganti menjadi mode siluman sepenuhnya. Dari balik punggungnya, sembilan ekor putih raksasa mekar mengerikan. Taring-taring tajam menyembul di bibirnya, cakar keemasan memanjang, dan mata rubahnya menyala merah pekat. Aura membunuh yang amat dingin dan pekat meledak-ledak hingga menggetarkan seluruh isi ruang makan!

"Kalian! Sudah apakan suamiku?!" geram Yueji dengan suara ghaib yang menggelegar, siap meratakan seluruh Sekte Alam Surgawi menjadi tanah!

1
Lagu Teu Baleg
semangat Thor ya
Alinsyah 70: oke siap 👍
total 1 replies
Ruang Senddu
lumayan seru
Waaaaaa_
Hallo aku mampir
Alinsyah 70: Makasih loh udah mampir, maaf loh kalau ceritanya kurang bagus
total 1 replies
Ruang Senddu
seru, mari saling dukung
Doodle Music
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!