Cantika Putri, gadis cantik yang tinggal di pedesaan. dan harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Cantika baru mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini merawatnya. Dan dia bertekad akan mencari keluarga kandungnya..
Apakah Cantika bisa bertemu keluarga Kandungnya?? Dan apakah dia di terima baik oleh keluarga kandungnya itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencarian Diam-diam
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤❤
Di sebuah rumah besar di kawasan elite kota, seorang wanita paruh baya duduk sendirian di ruang kerja.
Nama nya Nyonya Nirmala, Di atas meja terdapat sebuah kotak kayu tua. Kotak yang sama selama puluhan tahun tidak pernah di sentuh oleh siapa pun selain diri nya. Perlahan, ia membuka nya.
Di dalam nya terdapat pakaian bayi berwarna merah muda, gelang kecil bertuliskan tanggal lahir, dan sebuah foto. Foto bayi perempuan. Nyonya Nirmala menyentuh foto itu dengan tangan gemetar.
" Putri ku…" Ucap nya dengan bibir bergetar, air mata nya jatuh.
Sudah bertahun tahun berlalu sejak putri nya menghilang. Namun bagi Nyonya Nirmala, waktu seolah berhenti pada hari itu.
Hari ketika putri nya di nyatakan hilang. Hari ketika seluruh hidup nya berubah. Ia sudah mencari ke berbagai kota. Menyewa detektif. Mendatangi rumah sakit. Memeriksa panti asuhan. Bahkan setiap kali melihat seorang gadis yang memiliki wajah sedikit mirip dengan nya, hati nya selalu berharap. Namun semua nya berakhir dengan kekecewaan.
"Di mana kamu sekarang?" Gumam nya. Tangan nya menggenggam gelang bayi itu semakin erat.
"Apa kamu masih hidup?" Gumam nya lagi.
Suara pintu terbuka. Seorang pria masuk ke ruangan.
" Mama." Panggil Kainan. Nyonya Nirmala segera menghapus air mata nya.
"Jangan bilang Mama harus berhenti mencari lagi." Ucap Nyonya Nirmala membuat Kainan terdiam.
" Mama sudah mencari nya selama bertahun-tahun... Dan Mama akan terus mencari nya sampai Mama menemukan putri Mama yang satu lagi." Ucap nyonya Nirmala.
"Tapi bagaimana kalau..." Ucap Kainan terhenti.
"Jangan....!!! Jangan pernah berpikir jelek tentang apapun itu. " Ucap Nyonya Nirmala menyela ucapan Kainan. Suara Nyonya Nirmala bergetar. "Jangan pernah mengatakan kemungkinan terburuk itu." Lanjut nya lalu dia kembali melihat foto bayi tersebut. "Perasaan seorang ibu tidak pernah salah." Tutur nya.
*********
Setelah Bu Sukma mengatakan kebenaran tentang Cantika bukan anak kandung nya. Cantika pun berniat untuk mencari siapa keluarga nya, bukan untuk kembali pada mereka tetapi dia ingin tahu kenapa dia berada di bawah jembatan.
Apa dia di buang atau dia memang di culik seseorang??
Setelah sarapan, Cantika pun pergi ke desa Melar Sari. Dia pamit sama Ibu nya, dan Bu Sukma mengijinkan nya. Dia tak mungkin melarang putri nya untuk tak mencari jati diri nya..
Cantika pergi dengan bis pertama, agar dia bisa sampai sana tidak terlalu sore. Dia menghubungi ketiga sahabat nya.
" Hanna, gue mau ke desa Mekar Sari... Lo bisa jemput gue di halte bus? " Tanya Cantika lewat pesan singkat.
" Oke, lo nanti kabari gue aja kalau udah mau sampai. " Balas Hanna.
Cantika menyimpan kembali ponsel nya, lalu dia hanya menatap pemandangan jalan yang membawa nya ke desa Mekar Sari.
' Siapa keluarga gue?? Kenapa gue bisa ada di bawah jembatan?? ' Batin Cantika.
' Tapi tunggu!!! Bawah Jembatan?? Gue pernah mimpi itu?? Mimpi seorang bayi yang di bawa seorang wanita dan di simpan di bawah jembatan.. ' Batin Cantika. ' Jangan jangan itu gue?? Dan yang bawa gue itu ibu kandung gue??! ' Batin Cantika lagi menerka.
Setelah beberapa jam perjalanan Cantika sampai di terminal. Dan di sana sudah ada Hanna yang menunggu nya.
GREB
" Tika... Gue kangen banget sama lo!! " Ucap Hanna yang langsung memeluk Cantika.
" Gue juga kangen banget sama lo Hanna, Dan tentu nya sama Gea juga Maira. " Jawab Cantika.
" Lo lama di sini?? " Tanya Hanna.
" Gak, besok sore gue balik lagi. " Jawab Cantika.
" Cepet banget sih.. " Ucap Hanna sedih.
" Gue ke sini ada urusan penting Han. " Ujar Cantika.
" Urusan apa? " Tanya Hanna.
" Nanti gue ceritain, mending sekarang ke rumah lo dulu deh.. Gue capek tahh seharian di bus. " Jawab Cantika.
" Ayo deh.. " Ucap Hanna.
Cantika menaiki motor milik Hanna, lalu motor tersebut melaju meninggalkan Terminal Bus.
Sepanjang perjalanan, Cantika hanya diam memikirkan diri nya, identitas nya siapa?!?
Saat melewati jembatan besar, perbatasan desa Mekar sari Dan desa sebelah. Cantika menyuruh Hanna berhenti.
" Han, Stop di sini?!! " Ucap Cantika.
Ckittttt...
Hanna pun mengerem motor nya mendadak. " Ada Tika? " Tanya Hanna bingung.
" Sebentar.. " Jawab Cantika yang kemudian turun lalu berjalan menuju sisi jembatan.
Cantika pun memejamkan kedua mata nya mengingat bagaimana dia bermimpi di jembatan itu.
Sekelebat bayangan mimpi itu hadir di pikiran nya, Cantika membuka mata lalu berjalan menuju ke bawah jembatan.
" Tika lo mau kemana? " Tanya Hanna khawatir.
" Bentar Han, gue mau ke bawah dulu. " Sahut Cantika.
Cantika menatap bawah jembatan dengan intens, dia kembali memejamkan mata nya.
Sekarang bayangan seorang wanita menaruh seorang bayi di kardus namun wajah nya tak terlihat jelas namun wanita itu memakai kalung yang berbentuk bulan sabit.
" Wanita itu?? " Gumam Cantika. " Nyokap kandung gue?? " Lanjut nya lalu membuka mata nya.
" Aku menemukan petunjuk, ya dia pakai kaling bulan sabit... Tapi wajah nya gue gak lihat. " Ucap Cantika.
" Tika ayo naik, bentar lagi mau gelap.. Gue gak mau kita kemalaman sampai desa. " Ucap Hanna.
" Iya Han. " Jawab Cantika lalu kembali ke atas jembatan.
Setidak nya dia sudah menemukan clue siapa ibu kandung nya, meski tidak bisa melihat wajah nya langsung. Sementara itu akan dia jadikan petunjuk, besok pagi dia akan ke jembatan itu lagi untuk mencari lebih banyak petunjuk, dan dia akan bertanya pada penduduk desa sebelah yang deket jembatan itu.
" Ayo Tika. " Ajak Hanna lagu karena Cantika masih terdiam.
Cantika pun berjalan menuju motor Hanna, lalu dia kembali menaiki motor Hanna.
Hanna melaju kan motor nya meninggalkan jembatan itu, sebenarnya dia juga penasaran kenapa sahabat nya itu malah minta berhenti di jembatan itu!?
Sesampai nya di rumah Hanna, Cantika dan Hanna masuk ke dalam rumah itu.
" Tika!!! " Seru Gea dan Maira girang melihat sahabat nya itu.
GREB
kedua nya memeluk Cantika erat. Rindu!! Itu lah yang mereka rasakan saat ini.
" Gue seneng banget lo bisa datang ke desa ini lagi... Gue pikir ya kita akan ketemu nanti setelah kenaikan kelas. " Ujar Gea.
" Iya, gue ada perlu di sini. " Jawab Cantika.
" Perlu apa? " Tanya Maira.
" Iya Tika, Gue penasaran lo dari tadi.. Apa lagi lo tadi minta berhenti di jembatan itu. " Ucap Hanna.
" Oke, gue bakalan cerita sama kalian... Tapi kalian rahasiain ini dulu ya. " Ujar Cantika.
" Ok!! Rahasia Aman! " Jawab Ketiga nya dengan kompak.
Cantika hanya tersenyum, lalu dia menceritakan apa yang di ceritakan oleh Bu Sukma semua nya. Kebenaran tentang dia yang bukan anak kandung Bu Sukma.
" Udah gue duga sih dari dulu. " Ujar Hanna.
" Hah!?? Maksud lo Han? " Tanya Cantika.
" Apa lo gak berpikir janggal Tika? " Jawab Hanna. " Lo putih bersih, Cantik agak Blaster gitu... Tapi, maaf ya... Bu Sukma berkulit sawo mateng, tapi manis... Dan lo gak ada mirip mirip nya sama Bu Sukma.. Gue pengen bicara ini tapi gue takut lo salah paham dan berpikir yang enggak-enggak sama gue. " Ucap Hanna, Cantika pun terdiam. Dia membenarkan ucapan Hanna. Memang dia berkulit putih, bahkan mata nya saja berwarna kebiru-biruan, sementara Bu Sukma mata nya berwarna hitam.
******
Happy Reading Guys. 🥰🤗
lanjut Thor 👍