Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tusya Ryma

Setelah kehilangan ayah dan melihat ibunya terbaring koma, Karissa justru dikhianati oleh Louis, kekasihnya sendiri, yang berselingkuh dengan sahabatnya.

Dalam amarah dan rasa kecewa, Karissa mengambil keputusan nekat—menikahi ayah Louis.

Kini Karissa bukan lagi kekasih Louis, melainkan ibu tirinya.

Namun tinggal serumah dengan pria yang pernah dicintainya ternyata jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan. Louis membencinya, tetapi di saat yang sama, ia juga tidak rela kehilangan Karissa.

Karissa ingin membalas dendam. Tapi tanpa sadar, ia justru terjebak dalam permainan cinta yang ia mulai sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Penuh Harap

Hari berlalu sangat cepat. Karissa benar-benar menjauhi Louis, baik di rumah maupun di luar. Bukan karena permintaan dari Tuan Lee saja, tetapi juga karena Karissa sudah tidak ingin ada hubungan apa-apa lagi dengan Louis. Ia ingin melepaskan Louis dan membiarkan pria itu bersama dengan wanita lain.

Sore hari, di sebuah kafe yang ada di pusat kota, Karissa bersama dengan Dokter Kevin duduk sambil makan dan berbincang.

Tadi, Karissa ditelepon oleh Dokter Kevin dan diminta untuk segera datang ke kafe ini. Walau awalnya Karissa enggan untuk pergi, tetapi mendengar pria itu terus memohon, akhirnya Karissa tidak enak dan bersedia untuk datang.

"Oh, iya, bagaimana dengan kabar kakakmu sekarang?" tanya Dokter Kevin basa-basi.

"Apa kalian tinggal bersama setelah ibumu meninggal?"

 Padahal, dirinya hanya ingin tahu di mana alamat rumah Karissa. Namun, Dokter Kevin harus berpura-pura terlebih dahulu dengan menanyakan kabar kakaknya.

"Hem?" Karissa yang sedang menyedot minumannya segera mendongak sambil mengangkat alis.

"Karin?" tanya Karissa memastikan.

"Kami tidak tinggal bersama! Karin tinggal di luar, dan akuuuu ...." Ia bingung harus menjawab apa.

Tidak mungkin dirinya menjawab, "Tinggal di rumah Tuan Lee,".

karissa segera mencari ide untuk menjawab.

"Kau tinggal di mana, bersama siapa?" tanya Dokter Kevin lagi, tidak sabar.

"Aku tinggal di ...."

Rumah yang waktu itu ia beli ada di sebelah utara kota ini. Karissa segera mengatakan alamat rumah itu kepada Dokter Kevin.

 "Aku tinggal sendiri di Jalan Utara. Terkadang temanku datang dan menginap!"

"Oh, seperti itu!" Dokter Kevin mengangguk seolah mengerti.

"Kapan-kapan, apa boleh aku berkunjung ke rumahmu?" tanyanya dengan penuh harap.

Dokter Kevin berharap bisa berkunjung ke rumah Karissa dan bermain di sana.

Karissa menjawab, "Tentu saja! Kau boleh main ke rumahku! Tidak ada yang melarang. Hehe!"

Padahal, saat ini dirinya tidak tinggal di sana.

'Kalau sampai Dokter Kevin benar-benar datang ke rumah itu, bagaimana?'

"Syukurlah kalau begitu!" Dokter Kevin merasa senang dengan hal itu.

"Nanti, aku antar kau pulang, ya! Sekalian ingin tahu alamatnya di mana," ucapnya sedikit memaksa. Membuat Karissa tidak ada kesempatan untuk berkata, "Tidak!"

"Ya, ba-baiklah!" Karissa kembali menyantap makanannya untuk mengalihkan rasa gugupnya karena berbohong kepada pria itu.

Setelah semua makanan dan minuman mereka habis, Dokter Kevin bersiap untuk pergi ke meja kasir.

"Tunggu sebentar!" ucapnya.

Lalu, ia pergi ke meja kasir untuk membayar makanannya.

Setelah selesai, mereka berdua keluar dari kafe. Dokter Kevin pergi ke tempat parkir, sedangkan Karissa menunggu di pinggir jalan.

Beberapa menit berlalu, mobil Dokter Kevin tidak kunjung datang. Kaki Karissa sudah pegal, dan ia merasa malu karena terus berdiri di pinggir jalan tanpa tujuan. Akhirnya, Karissa memutuskan untuk menghampiri pria itu di tempat parkir.

Ketika kakinya baru dua langkah berjalan, terlihat sebuah mobil hitam melaju di depannya, lalu berhenti.

"Kariss!" sapa seorang wanita dari dalam mobil tersebut sambil menurunkan kaca mobil.

"Marine?"

Karissa melihat Marine dan Louis ada di dalam mobil. Tiba-tiba dadanya terasa sesak dan sakit, seperti habis ditonjok orang.

"Sedang apa kau di sini?" tanya Marine dengan ramah. "Ikutlah dengan kami makan bareng, yuk!"

"Tidak! Aku sedang menunggu seseorang," jawab Karissa dengan malas.

Ia terlalu malas untuk bersama pengkhianat seperti mereka. Apalagi harus makan bersama di kafe. Cih! Dirinya tidak sudi melakukannya.

Dari arah berlawanan, terlihat sebuah mobil datang, lalu berhenti. Dokter Kevin turun dari dalam mobil itu dan berjalan menghampiri Karissa.

"Maaf, aku tidak bisa mengantarmu pulang," ucapnya dengan tergesa-gesa. "Ada pasien yang harus segera dioperasi. Aku harus segera kembali ke rumah sakit!"

"Oh, ya sudah, pergi saja! Aku bisa pulang naik taksi," jawab Karissa.

Dalam hati, ia merasa lega.

"Kau tidak marah, kan?"

"Haha, kenapa aku harus marah? Cepat pergilah! Di rumah sakit ada pasien yang sedang menunggumu! Jangan membuang waktu lagi."

Karissa meminta Dokter Kevin segera pergi. Ia tidak menyadari bahwa dari dalam mobil itu, Marine dan Louis masih terus memperhatikan mereka berdua.

"Baiklah! Aku pergi dulu, ya!"

"Hem!" Karissa mengangguk.

Lalu, Dokter Kevin segera meninggalkan Karissa, kembali masuk ke dalam mobil, dan mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu.

Karissa bisa bernapas dengan lega. Tidak perlu lagi mencari alasan agar dirinya tidak diantar ke rumah itu.

"Wah ... wah! Kariss memang hebat," cibir Marine dari dalam mobil.

"Sudah menikah dengan ayah Louis, tetapi masih ketemuan sama pria lain. Huh! Bagaimana kalau ayah Louis tahu kelakuan nakalmu ini, ya? Mungkinkah dia akan marah dan segera menceraikanmu?"

Karissa mendengar cibiran itu. Tangannya terkepal erat di bawah baju.

Ia ingin marah, tetapi tidak ingin membuang-buang waktu dengan meladeni rubah ini. Ia hanya bisa menarik napas panjang, lalu membuangnya.

Matanya menatap Marine dan Louis silih berganti, lalu pergi meninggalkan mereka berdua tanpa sepatah kata pun.

Karissa menghentikan taksi dan segera pergi.

"Kariss masih saja berpura-pura polos, padahal dia—"

Tiba-tiba ucapan Marine dipotong oleh Louis.

"Apa sudah selesai mengurusi hidup orang lainnya? Bisakah kita pergi ke tempat parkir sekarang?" tanya Louis dengan tajam.

Ia memegang roda kemudi dan bersiap menginjak pedal gasnya.

Melihat cara berbicara Louis yang tampak kesal, Marine tidak berani mencibir Karissa lagi. Ia segera mengangguk, mengisyaratkan Louis agar segera jalan.

Louis mengendarai mobilnya menuju tempat parkir. Setelah mobil terparkir sempurna, ia segera keluar dari dalam mobil. Tanpa menunggu Marine turun, apalagi sampai membantu wanita itu membuka pintu, Louis segera berjalan menuju pintu masuk kafe.

"Louis, tunggu!" panggil Marine dari belakang.

Ia setengah berlari mengejar pria itu.

"Aissshhhhh, sial!" makinya dengan kesal. "Selalu saja seperti ini!"

"Louis selalu saja bad mood saat bertemu dengan Kariss! Tidak di jalan, di rumah, bahkan di depan kafe sekalipun, Louis selalu marah dan kesal! Apa karena Kariss menikahi ayahnya, membuat dia sangat marah?" gerutu Marine saat berjalan menuju pintu masuk kafe.

Di sebuah meja yang ada di tengah-tengah ruangan, Louis duduk sambil melipat kedua tangan di depan dada. Ia masih kesal karena tadi Karissa bersama dengan seorang pria. Padahal, wanita itu menjauhinya karena takut orang lain akan melihat kedekatan mereka dan menimbulkan isu yang tidak enak.

'Tapi sekarang ... Kariss dengan terang-terangan makan di luar dan jalan bersama dengan seorang pria!'

Ini namanya tidak adil. Kenapa dengan dirinya Karissa tidak bisa, tetapi dengan pria lain sangat bisa?

"Sayang! Kau mau makan apa?" tanya Marine sambil membuka daftar menu di atas meja. Ia menunjuk beberapa makanan yang kelihatannya sangat lezat.

"Apa mau yang ini? Atau yang ini? Yang ini juga enak! Kau mau yang mana?" tanya Marine lagi tanpa henti. Membuat pria itu merasa tidak nyaman.

"Terserah kau saja! Aku tidak pilih-pilih makanan!" jawab Louis dengan sedikit malas.

1
Bu Kus
lanjut LG thro makasih
Bu Kus
penuh teka teki siapa dalang di balik itu semua jadi penasanaran
Bu Kus
seru banget kayanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!