Indonesia
NovelToon NovelToon
Kurebut Pacarmu

Kurebut Pacarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Teen / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Cassandra—gadis rebel yang kerap disalahpahami—terjebak dalam rasa yang salah. Ia jatuh cinta pada Narendra, pria hangat yang ironisnya adalah kekasih rival bebuyutannya, Anggita.

​Didasari dendam lama dan perasaan yang makin membara, Cassandra nekat menyusun rencana untuk merebut Narendra. Namun, semakin ia melangkah jauh, batas antara obsesi dan cinta sejati kian kabur.

​Mampukah Cassandra memenangkan hati Narendra, atau akankah obsesi ini justru menghancurkan mereka semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Pilihan Paling Melukai

Kartu undangan berbalut beludru hitam itu bergetar hebat di dalam genggaman jemari Cassandra. Tulisan tinta emas yang mengumumkan pernikahan ibunya dengan pria asing minggu depan seolah meremukkan seluruh kebahagiaan yang baru saja ia rasakan.

Cassandra terduduk lemas di atas sofa ruang tamu, menatap nama ibunya tersanding dengan nama salah satu pejabat konsorsium bekas anak buah Kakek Subroto. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya pecah menetes, membasahi permukaan kertas beludru yang terasa begitu dingin.

Ia menyadari bahwa ibunya rela mengorbankan kebebasan dan kebahagiaan masa tuanya demi melunasi seluruh tuduhan utang fiktif serta melindungi masa depan Cassandra.

Ibu Cassandra melangkah turun dari tangga lantai dua dengan wajah yang amat pucat dan lelah. Wanita setengah baya itu membeku di anak tangga terakhir saat melihat putrinya sedang menggenggam kartu undangan hitam tersebut.

Cassandra berdiri, menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca yang dipenuhi rasa sakit dan kekecewaan yang mendalam. "Ibu... kenapa Ibu harus melakukan ini tanpa bicara dulu sama Cassandra?"

Ibunya menghampiri Cassandra, membawa putrinya ke dalam pelukan hangat yang bergetar hebat oleh isak tangis yang saling bersahutan. "Ini satu-satunya cara supaya kamu dan Narendra bisa hidup tenang tanpa dikejar-kejar oleh orang-orang jahat itu lagi, Nak."

Cassandra menggelengkan kepalanya kuat-kuat, meremas kemeja ibunya dengan rasa penyesalan yang membakar dadanya. Rasa bersalah karena telah menyeret ibunya ke dalam pusaran konflik peretasan ini terasa begitu menyiksa jiwanya.

"Cassandra enggak butuh hidup tenang kalau harus melihat Ibu menderita selamanya," bisik Cassandra pelan di tengah tangisnya yang makin pecah.

Ibunya mengusap lembut air mata di pipi Cassandra, menyunggingkan senyum keteguhan seorang ibu yang rela melakukan apa saja demi anaknya. Momen haru di ruang tamu yang sunyi itu menjadi saksi duka tersembunyi di balik perjuangan mereka selama ini.

Keesokan Harinya.

Suasana SMA Garuda terasa begitu redup di bawah naungan awan mendung yang menggelap di langit siang. Cassandra duduk sendirian di bangku taman belakang sekolah, mengamati genangan air hujan sisa semalam yang tak kunjung surut.

Narendra melangkah mendekat dengan dua botol susu cokelat hangat di tangannya, duduk perlahan di samping cewek kesayangannya itu. Narendra menyadari ada duka mendalam yang tersembunyi di balik binar mata cokelat Cassandra yang biasanya cerah.

"Cas, ada apa?" tanya Narendra lembut seraya menyerahkan satu botol susu cokelat hangat pada Cassandra.

Cassandra menatap botol susu pemberian Narendra, merasakan kehangatan yang merambat ke jemarinya namun tak mampu menghangatkan hatinya yang membeku. Ia menoleh menatap profil wajah Narendra, cowok yang sudah mengajari arti keberanian dan cinta yang tulus di hidupnya.

"Ren... mungkin setelah ini kita harus berhenti," ucap Cassandra dengan suara lirih yang hampir tenggelam oleh tiupan angin sore.

Narendra tersentak pelan, dahinya berkerut halus menatap Cassandra dengan raut wajah bingung sekaligus cemas. "Maksud lu berhenti apa, Cas? Kita kan baru saja memenangkan masalah sekolah."

Cassandra menggigit bibir bawahnya erat-erat, berusaha keras menahan agar air matanya tidak jatuh di hadapan Narendra. "Pernikahan ibu gue minggu depan... itu syarat tunggal dari konsorsium supaya mereka tidak mengusik lu dan keluarga gue lagi."

Narendra membelalakkan matanya kaget, memegang kedua bahu Cassandra dengan genggaman yang terasa begitu erat dan bergetar. "Gue enggak bakal biarkan ibu lu menikah sama orang jahat itu, Cas! Kita bisa retas sistem mereka lagi!"

"Nggak, Narendra!" potong Cassandra seraya melepaskan cengkeraman tangan Narendra pada bahunya secara perlahan. "Makin kita melawan, makin banyak orang yang kita sayangi jadi korban."

Ia menatap lurus ke dalam mata Narendra dengan tatapan yang amat pecah dan dipenuhi penyesalan mendalam. "Gue enggak mau lu terluka lagi cuma gara-gara melindungi keluarga gue."

Narendra membeku di tempatnya, menatap jemari Cassandra yang perlahan terlepas dari genggamannya. Untuk pertama kalinya dalam hidup cowok yang terkenal dingin dan kuat itu, setetes air mata menetas perlahan melewati pipinya.

"Jadi lu mau menyerah begitu aja dan mengorbankan kebahagiaan kita?" tanya Narendra dengan suara parau yang amat rapuh dan menyayat hati.

Cassandra menundukkan kepalanya dalam-dalam, membiarkan air matanya menetes membasahi sepatu kets sekolahnya. Pilihan untuk menjauh dari Narendra demi keselamatan cowok itu adalah keputusan paling menyakitkan yang pernah ia buat seumur hidupnya.

Satu Minggu Kemudian.

Suasana gedung pernikahan mewah di kawasan Jakarta Pusat tampak begitu megah dan dipenuhi oleh karangan bunga dari para pejabat papan atas. Suara alunan musik piano klasik bergaung lembut di antara deretan kursi tamu yang terbungkus kain sutra putih.

Cassandra berdiri anggun di sudut ruangan dengan gaun hitam sederhana, menatap ibunya yang tampil cantik namun dengan tatapan mata yang kosong di depan altar.

Hatinya terasa hancur berkeping-keping melihat pengorbanan ibunya yang harus tersenyum di hadapan ribuan tamu undangan. Rasa sepi dan kehilangan Narendra makin melengkapi duka mendalam yang menghimpit dadanya sepanjang acara berlangsung.

Beberapa siswa SMA Garuda yang diundang tampak duduk di jajaran kursi belakang, berbisik-bisik prihatin melihat situasi yang dialami keluarga Cassandra.

Di tengah prosesi pengucapan janji suci pernikahan yang hampir dimulai, pintu kaca utama gedung pernikahan mendadak didorong terbuka lebar dari luar.

Sesosok remaja laki-laki berpakaian setelan jas hitam yang amat rapi melangkah masuk dengan langkah kaki yang mantap dan tegas.

Narendra berdiri di ambang pintu, membawa sebuah komputer jinjing khusus yang terhubung dengan layar proyektor utama aula pernikahan.

Gaya rambutnya yang acak-acakan khas anak sekolah berpadu dengan tatapan mata yang menyala penuh dendam dan keteguhan cinta yang tak tergoyahkan.

Seluruh tamu undangan berbalik kaget, menatap kehadiran Narendra yang nekat mengacaukan acara pernikahan megah tersebut.

Narendra menatap lurus ke arah Cassandra yang berdiri mematung di sudut ruangan dengan mata membelalak tak percaya.

"Gue udah pernah bilang sama lu, Cas..." seru Narendra dengan suara berat yang bergema di seluruh ruangan gedung. "Gue enggak akan pernah membiarkan lu dan ibu lu berjuang sendirian."

Narendra menekan tombol execute pada laptopnya, memutar sebuah rekaman video rahasia dari mempelai pria di layar proyektor raksasa aula tersebut.

Namun, sebelum video itu sempat diputar sempurna, empat orang pria bertubuh kekar berseragam pengawal pribadi mendadak mengepung posisi Narendra dari belakang.

Salah satu pengawal bertubuh kekar itu memegang sebuah alat kejut listrik bertegangan tinggi yang langsung diarahkan tepat ke punggung Narendra.

BZZZZZT!

Narendra tersungkur keras ke lantai marmer gedung pernikahan, membuat laptop di tangannya terlempar jatuh dan hancur berkeping-keping di depan kaki Cassandra.

1
Ros Mawa Tyy
👍👍👍
gadis bucin: terima kasih 🤗🙏🏻
total 1 replies
gadis bucin
Teman-teman, silakan mampir dan baca karyaku. Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!