Arif Pratama seorang pria berusia 30th yang harus menikah dengan wanita yang ia tak cintai, bernama Annisa Putri.
Annisa Putri adalah Seorang anak kiyai yang tinggal di kampung, ia kelulusan pesantren terkenal di kampungnya, mereka harus di jodohkan dengan kedua orang tuanya.
Sampai akhirnya tak ada kehangatan sama sekali didalam rumah tangga nya akibat Perjodohan yang tak didasari oleh suka.
Ikuti terus ceritanya karna cerita ini mengandung bawang yang berlebihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 27 Malam malam
Tak lama kemudian Annisa datang membawa teh hangat dan cemilan yang ia buat, Annisa meletakkannya di meja depan televisi.
Arif tersenyum melihat kedatangan Annisa dari dapur, apalagi di bawakan cemilan kue kesukaannya lagi lagi cinta dan sayangnya semakin bertambah.
"Wahh terima kasih Nisa, kamu emang ipar mbak yang paling baik." Ujar Mbak Yul sambil mengambil 1 kue yang ada di atas meja.
Arif meliriknya dan mengatakan. "Baik sih baik mbak, aku suami nya saja belum memakan kue itu 1 pun, kamu sudah memulainya dahulu." Gumam Arif.
"Jadi.?? kamu tidak suka kalau mbak memakan kue buatan istrimu.?" Tanya Mbak Yul.
Annisa yang melihat mereka berdua bertengkar lagi hanya menepuk jidatnya. "Perang lagi- Perang lagi." Batin Annisa.
"Bukan gak suka mbak, aku kan yang menyuruh Annisa membuat kue, jadi harus aku dahulu yang memakan kue itu." Ujar Arif tak mau kalah.
Annisa memotong perdebatan mereka, "Sudah sudah!! kalian suka banget bertengkar deh, aku buat kue buat kalian bebas mau siapa dulu yang makan kuenya." Ujar Annisa.
"Emm tuh denger Rif.!" Mbak Yul membenarkan.
Arif terdiam dan mengalah karna pasalnya jika harus bertengkar dengan betina pasti sang jantan akan kalah.
Kemudian mereka melanjutkan malam santuy nya dengan memakan kue, meminum teh hangat, dan menonton televisi.
1 jam kemudian Annisa merasa kantuk karna seharian ini dia sangat lelah, jadi Annisa mengajak Arif untuk tidur lebih dulu dan meninggalkan mbak Yul yang masih menonton film kesukaannya.
Annisa dan Arif memasuki kamar, sedangkan mbak Yul menonton film azab. Saat sedang fokus menonton tiba-tiba dering ponselnya berbunyi, mbak Yul langsung mengambilnya dan melihat siapa yang menelfon nya.
Rupanya yang menelfon nya adalah suaminya, Tanpa panjang lebar mbak Yul langsung mengangkatnya.
"Hallo mas? Ada apa.?"
"Yul kamu dimana sekarang.?" Tanya Suami mbak Yul bernama Anton.
"Di rumah Arif mas, sedang menginap."
"Esok pukul 9 pagi mas sudah sampai rumah, kamu segera pulang malam ini ya, kan rumah kita dari rumah Arif jaraknya lumayan."
"Waduh mas, Arif udah tidur apa belum ya."
"Yaudah mumpung masih sore, kamu pamit sama Arif minta pesen taksi online ya Yul sayang, aku masih sibuk sekarang besok ku kabarin lagi dadah muahc." Tutt..tutt..tut...
Baru saja ingin menjawab, ternyata sudah di matikan ponselnya dengan Anton. mbak Yul menarik nafasnya dan langsung bergegas ke kamar untuk membereskan barang-barang nya.
.
.
.
15 menit sudah, kini saatnya mbak Yul berpamitan kepada Arif dan Annisa. Mbak Yul mengetuk pintu kamar mereka.
Arif yang masih baru saja memejamkan matanya, mendengar suara ketukan pintu langsung terbangun.
"Huff kenapa lagi sih mbak Yul malam-malam ganggu saja." Gumam Arif.
Namun saat membuka pintu, Arif melihat Mbak Yul dengan membawa kopernya. "Loh mbak Yul mau balik malam ini juga.??"
"Iyah Rif barusan mas mu telfon mbak suruh pulang malam ini biar esok dia pulang mbak sudah di rumah." Ujar Mbak Yul.
Annisa yang belum terlalu nyenyak tidurnya langsung terbangun dan menghampiri mereka.
"Lohh mbak mau kemana malam malam.???" Tanya Annisa.
"Ini mbak mau pulang malam ini juga nis." Ujar Mbak Yul.
"Oh yaudah mbak biar di antar mas Arif ya."
"Eh nggak usah Nis, Mbak udah pesan taksi online tuh di depan sudah menunggu mbak."
Lalu mereka berjalan bersama menuruni tangga, Annisa merasa cemas dengan mbak Yul, karna hari sudah malam.
"Mbak apa gak besok saja.?" Tanya Annisa.
"Hmm nggak nis, mbak ga mau kalau rumah tangga mbak nanti bertengkar lagi."
Annisa terdiam memahami maksud mbak Yul, lalu apa boleh buat, malam itu juga mbak Yul pergi untuk kembali ke rumah nya, di hantar oleh Arif dan Annisa sampai depan Gerbang rumah.
"Mbak hati-hati ya." Ujar Annisa.
"Iyah Nis, kamu juga hati-hati dirumah ya." Ujar Mbak Yul.
Arif hanya diam karna ia senang kalau mbak Yul tidak ada jadi ia tidak akan di ganggu olehnya, tapi sedih juga karna melihat Annisa yang seperti tak mau di tinggal oleh Mbak Yul, sepertinya Annisa sangat kesepian sekali.
"Maaf ya nis, mbak gak jadi nemenin kamu ke rumah orang tua mu." Ujar Mbak Yul, karna sebenarnya mbak Yul sudah janji kalau esok ia akan menemani Annisa kerumah orang tuanya.
"Iyah mbak ga apa-apa, besok Nisa bisa kesana sama mas Arif."
Mereka tersenyum, dan masuklah mbak Yul ke dalam mobil taksi. Annisa menyaksikan kepergian mbak Yul, dan setelah itu Arif mengajaknya masuk untuk beristirahat kembali, karna Arif tahu kalau Annisa sedang kelelahan.
.
.
.
**TERIMAKASIH BUAT KALIAN YANG SELALU SUPPORT AUTHOR..❤️
SALAM HANGAT : 🌿😌MISS KALEM🌿😌**
salam hangat dari novel ku
semangat ya