Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Nirwana

Penguasa Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Fantasi / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:218.1k
Nilai: 5
Nama Author: F⁴&d¹

sebuah kisah perjalanan seorang bocah menuju puncak kultivasi, demi membalaskan dendam kedua orang tuanya,
namun berakhir dengan penyesalan dihatinya,

dia pun mulai menjelajahi dunia dan membantu semua orang yang tertindas, dan demi menjalankan amanat terakhir ayah dan ibunya


#karya novel pertama ku, jadi mohon maaf kalau banyak typo, alur nya acak2 an, dan lain sebagainya,🙏🙏

sebisa mungkin aku akan berusaha memperbaikinya, maka dari itu komen kalian semua dibutuhkan untuk menjadikan novel ku lebih berkualitas,

tapi mohon komennya yang bagus², jangan asal²an, karena thor orangnya baperan🤭😵😅🥺🥺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F⁴&d¹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29.ARENA PEMBANTAIAN

UGHKK...

Suara batuk (efek virus kopit🤣) dari rombongan Fa San terdengar bersahut-sahutan, mereka semua memuntahkan darah segar dari mulut mereka, dan hampir semua rombongan itu mengalami luka dalam akibat serangan Hao Sang, namun yang paling parah diantara mereka adalah para pengawal yang membuat array pelindung, wajah mereka terlihat sangat pucat meski masih mempunyai sedikit tenaga dalam, akibat menerima 2 kali serangan mematikan membuat mereka harus mengalami nasib buruk,

"paman San, apa kau baik-baik saja...?" tanya Yang Kai kepada Fa San,

Yang Kai hanya mengalami sedikit luka gores ditubuhnya, setelah dia menolong Yang An, dia pun menghampiri Fa San yang terlihat mengalami luka cukup parah, karena sebelum serangan mengenai mereka, Fa San berusaha melindungi Yang Kai dari efek serangan langsung Hao Sang,

"aku baik-baik saja..!" jawab Fa San berbohong, sambil mengalirkan tenaga dalamnya untuk mengobati luka dalamnya,

Yang Kai yang melihat wajah pucat Fa San pun mengerti jika Fa San tidak dalam kondisi baik-baik saja, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia pun hanya bisa mengangguk pelan, namun dalam hatinya sangat kecewa karena tidak bisa berbuat apa-apa di situasi seperti ini,

"kami akan melawan mereka, kau pergilah saat ada celah nak..!" ucap Fa San tegas sambil melihat sekelilingnya yang masih terkepung tanpa celah,

"percuma saja paman..!, mereka tidak akan membiarkanku pergi dengan mudah, lebih baik kita berjuang bersama..!" jawab Yang Kai enggan untuk pergi,

dia pun membuat alasan agar Fa San tidak lagi menyuruhnya pergi meninggalkannya, dia sudah menggangap Fa San sebagai keluarganya sendiri, oleh sebab itu dia bersikeras untuk tetap tinggal dalam pertempuran,

"hah.. kau ini begitu keras kepala..!" ucap Fa San menghela nafas berat,

Yang Kai pun hanya menanggapinya dengan tersenyum lebar,

"Hahaha... menyerahlah..! serahkan harta kalian baik-baik, mungkin aku akan berbaik hati dan tidak membunuh kalian jika mau menjadi budakku...!" ucap Hao Sang mengejek dan tertawa lantang,

"mimpi...!, lebih baik kami mati dari pada menjadi budak iblis sepertimu..!" teriak paman Jun keras,

mereka semua lebih memilih mati dari pada diperbudak Hao Sang, mereka berpikir menjadi budak dari para perampok elang darah sama saja kematian perlahan yang lebih menyakitkan dari tebasan pedang, mereka sangat yakin hari-hari yang mereka lalui jika menjadi budak akan penuh dengan siksaan kejam,

"baiklah jika itu mau kalian..!" ucap Hao Sang tersenyum sinis,

"bunuh mereka..!, kita ambil harta serta para pelayan wanita mereka,..!" lanjut Hao Sang sambil melirik beberapa pelayan wanita Fa Sang,

"baik ketua..!" jawab salah satu anak buah kepercayaan Hao Sang,

"serang...!" lanjutnya berteriak keras

mereka pun melesat menyerang rombongan Fa San, dan pertempuran berat sebelah, lebih tepatnya bisa dibilang arena pembantaian pun akhirnya pecah.

SWUUUSSH...

SWUUUSSH...

TRANGKK...

TRANGKK...

Meski sadar akan pertempuran yang menjadi ajang pembantaian, namun rombongan Fa San dengan sisa tenaganya tetap berusaha membawa musuh untuk ikut mati bersama mereka,

Yang Kai dan Yang An pun tidak tinggal diam, meskipun mereka bukan pendekar hebat, namun mereka masih bisa melawan atau membunuh pendekar tingkat jendral awal sampai menengah,

Yang Kai terus bertarung menggunakan pedang pusakanya dan tenaga fisiknya tanpa kesulitan, karena memang musuh yang menyerang hanya berada ditingkat jendral awal sampai akhir, sedangkan para pendekar raja masih belum bergerak, karena hanya ada 10 orang pendekar raja dikelompok perampok elang darah.

Namun disisi para pengawal Fa San mengalami kesulitan karena telah terluka parah sebelumnya, mereka hampir tidak bisa bertahan melawan musuh yang menyerang berkelompok tersebut,

sedangkan Fa San dan paman Jun masih bisa bertahan dan bahkan sudah membunuh beberapa perampok, karena memang mereka merupakan pendekar raja awal dan akhir, satu persatu para perampok pun tumbang melawan Fa San dan paman Jun,

Hao Sang yang melihat anak buahnya sudah cukup banyak yang tumbang itu pun mengerutkan keningnya, dia pun langsung menyuruh bawahannya yang berada ditingkat raja untuk membantu, awalnya dia berpikir cukup pendekar jendral saja yang maju, karena luka yang cukup parah yang dialami Fa San dan paman Jun, pasti pendekar jendral sudah cukup untuk membunuh mereka berdua namun kenyataannya sangat jauh berbeda.

"kalian bantu mereka...!" ucap Hao Sang tenang,

"biar kami saja ketua..!" jawab dua bawahan Hao Sang serempak, mereka berdua menyarankan diri untuk menghadapi Fa San dan paman Jun,

"pergilah..!"

"baik ketua..!"

mereka berdua pun melesat kearah Fa San dan paman Jun.

***

"An'er kita serang bersama-sama..!" ucap Yang Kai yang sedikit mengalami kesulitan melawan 5 orang sekaligus,

karena melihat kemampuan Yang Kai yang mampu bertahan melawan 2 orang teman mereka yang berada di tingkat jendral menengah, membuat 3 orang yang melihat pertarungan itu akhirnya memutuskan untuk membantu menghadapi Yang Kai,

kini Yang Kai pun harus menghadapi 5 pendekar tingkat jendral awal sampai akhir, meskipun Yang Kai mampu mengimbangi pendekar jendral akhir, dan mampu membunuh pendekar jendral awal sampai menengah, namun itu berlaku jika satu lawan satu, karena memang kemampuannya yang tertahan ditingkat pembentukan menengah.

Khuukk..

("baik kak..!") jawab Yang An yang juga kesulitan menghadapi 3 orang pendekar jendral

Yang An pun memisahkan diri dari lawannya dan mendekati Yang Kai untuk melakukan serangan gabungan bersama Yang Kai,

setelah mereka berdua berkumpul, ke-3 lawan Yang An pun ikut berkumpul dengan ke-5 kawannya yang menghadapi Yang Kai, dan membuat Yang Kai dan Yang An pun harus menghadapi 8 orang pendekar jendral tingkat awal sampai akhir, 1 orang pendekar jendral akhir, 3 orang pendekar jendral menengah, dan 4 orang pendekar jendral awal, 8 pendekar jendral itu pun mengepung Yang Kai dan Yang An.

"Haha.. menyerah saja bocah dan jadilah budak kami, maka kau tidak akan mati muda...!" ucap pendekar jendral akhir tertawa mengejek,

"Anjing peliharaanmu cukup bagus, jika kau menyerahkannya akan kami jadikan anjingmu untuk mengusir tikus di markas kami..!" sahut pendekar jendral lainnya lalu diikuti tawa lantang ke-8 pendekar jendral tersebut,

mereka mengira Yang An adalah seekor anjing karena memang tubuh Yang An yang begitu besar, bahkan mungkin semua orang dikekaisaran Han pasti juga akan mengira seperti itu, Yang An memang seekor rubah namun lebih mirip anjing serigala, karena memang evolusi Yang An masih belum sempurna,

"tidak perlu banyak omong..!, kami tidak berniat menjadi budak kalian,..!" ucap Yang Kai tenang, lalu menoleh kearah Yang An dan mengangguk pelan,

Yang An yang mengerti maksud Yang Kai pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya, seketika pendekar jendral yang menjadi sasaran Yang An itu pun kesulitan menyerang Yang An yang terus berpindah-pindah dengan sangat cepat,

SWUUUSSH...

Yang An melompat bersiap menerkam salah satu pendekar jendral yang lengah,

pendekar jendral yang tidak siap itu pun hampir terkena terkaman Yang An, namun saat Yang An hampir mengenai tubuh pendekar itu, tiba-tiba dia membelokkan arah serangannya menggunakan ledakan energi yang dipusatkan pada kakinya untuk melompat menjauh,

pendekar itu pun heran dan tidak fokus sekitar dan malah melihat kemana Yang An melompat, dan hal itu menjadi kesalahan terbesarnya karena...

"teknik harimau, raungan malam,.!" gumam Yang Kai yang berada didepan pendekar yang hampir diserang Yang An,

"awas...!" teriak salah satu teman pendekar jendral yang menyadari serangan susulan dari Yang Kai,

SWUUSSH...

JLEEBB...

UGHKK...

namun karena jarak mereka terpisah cukup jauh satu sama lain, karena serangan pengalihan Yang An, membuat pendekar itu terlambat menyelamatkan rekannya,

pendekar jendral yang menjadi sasaran Yang Kai itu pun akhirnya tumbang dengan pedang menancap di jantungnya, karena pendekar itu terlalu fokus ke Yang An membuat dia melupakan keberadaaan Yang Kai, dan saat rekannya memperingati, dirinya sudah terlambat untuk menghindar dari serangan Yang Kai,

dengan mengandalkan kecepatan gerak Yan An dan kecepatan jurus tusukan pedang Yang Kai yang mampu menambah 3 kali lipat kecepatan asli dari gerakan Yang Kai, membuat serangan gabungan Yang Kai dan Yang An pun berhasil menumbangkan 1 pendekar jendral menengah,

mereka berdua terus melanjutkan serangan gabungan dengan trik yang sama dan kembali berhasil membunuh 2 pendekar jendral awal dan 1 pendekar jendral menengah, kini tinggal 4 musuh yang tersisa dan Yang Kai cukup kesulitan untuk membunuh mereka karena taktiknya telah diketahui, entah mengapa Yang Kai kini tanpa belas kasihan untuk membunuh,.?, mungkin karena kerasnya kehidupannya selama ini yang membuatnya tanpa ragu untuk membunuh musuh, bahkan dia terlihat menikmati pembunuhan itu, tanpa sedikit pun gemetar ditubuhnya.

"Sepertinya cukup sulit untuk membunuh sisanya..!" ucap Yang Kai pelan kepada Yang An disampingnya,

Khuukk..

("benar kak..!, apa yang harus kita lakukan..?") jawab Yang An,

"pisahkan jarak mereka seperti tadi, aku akan menghabisi mereka satu persatu,.!,"

Khuukk ...

("baik..")

"jangan sampai mereka mengganggu ku saat menyerang salah satunya,.!, apa kau bisa melakukannya,.?,"

Khuukk...

("serahkan padaku kak...!")

jawab Yang An percaya diri,

Yang Kai berencana memisahkan jarak antara pendekar jendral itu dan berniat melawan langsung satu lawan satu, tidak lagi menggunakan serangan kejutan lagi, dengan menghadapi satu persatu musuh, dia yakin mampu mengalahkan mereka,

"ayo kita lakukan..!" ucap Yang Kai kembali mencoba menyerang dengan strategi barunya,

Khuuukk..

("baik..!")

Yang An langsung melesat pertama dan disusul Yang Kai dibelakangnya,

SWUUSSH....

SWUUSSH...

BAMMM...

BAMMM...

suara pukulan keras dari Yang An dan Yang Kai menghancurkan tanah dan batu disekitar mereka, setelah memisahkan jarak musuh mereka, Yang Kai pun melesat ke arah pendekar jendral akhir, dia berencana mengalahkan yang terkuat terlebih dahulu,

"Teknik harimau, harimau menerkam,.!" gumam Yang Kai lalu memberikan pukulan keras kearah pendekar itu, dia berniat menggunakan tangan kosong untuk menyerang,

BAMMM...

DUARRR...

namun pukulannya berhasil dihindari dan hanya mengenai batu besar didepannya,

"percuma saja kau melawan, kau bukan lawanku...!" ucap pendekar jendral itu mengejek dan meremehkan Yang Kai

"Tenik harimau, harimau menangis,..!" Yang Kai tidak memperdulikan ejekan pendekar itu, dia langsung menggunakan jurus selanjutnya untuk menyerang musuhnya,

BAMMM...

DUARRR...

Yang Kai terus memukul dan menendang membabi buta lawannya, dia tidak memberi kesempatan untuk lawannya memberikan serangan balik,

BAMMM...

UGHKK...

DUARRR...

pendekar itu pun akhirnya mendapat tendangan telak tepat di ulu hatinya, karena terlalu meremehkan Yang Kai, pendekar itu pun terlempar membentur tebing batu besar dibelakangnya,

"Teknik harimau, raungan malam,.!" Yang Kai tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan langsung mengambil pedangnya dan melesat cepat menusuk pendekar jendral tersebut,

SWUUUSSH...

JLEEEBB...

Pendekar jendral tingkat akhir itu tidak mampu menghindari serangan cepat Yang Kai dengan jarak yang begitu dekat itu, dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir dengan penyesalan mendalam dihatinya, karena terlalu meremehkan lawannya,

Yang Kai tidak membuang-buang waktu dan melesat menuju salah satu dari 3 pendekar jendral yang tersisa, yang sedang disibukkan oleh Yang An.

...•••••°####°•••••...

...| |...

...| |...

...| |...

...###°¥°###...

1
Lanjutkan tor
Lanjut
semangat dan terus berkarya tor
Bantai saja Rombongan wali Kota Zhang....
Mantap sdh punya Koin banyak hingga tdk bingung lagi
Semangat tor 💪💪👍
Mantap... dan ambil saja Yang Kai
untuk Yin Mei...
Semoga cerita ini sampai tamat
👍👍👍💪💪💪💪💪✍️✍️
Menarik sekali... tapi untuk kata2 lebay dan lainya jangan ditampilkan... sbg masukan saja
Sehat selalu dan terus berkarya 👍👍🙏
Nice
Cerita yg bagus dan jangan berhenti di tengah jalan
Lanjut
Kenapa Yang Kai... blm menemukan kuncimya
Mantap 👍👍
Hancurkan musuh2mu Kai
Semoga Sampai tamat tidak ditinggal lari 😂😂
Apakah kelompok didepan itu Perampok.... 🤔🤔
apa Kakeknya tdk punya Cincin Ruang hingga hanya memberi Koin Emas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!